Anda di halaman 1dari 15

I.

PENDAHULUAN
Tanaman merupakan suatu tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia. Dalam
kegiatan budidaya tanaman terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor eksternal seperti iklim, air,
udara dan unsur hara dan fakor internal seperti genetik tanaman. Faktor-faktor tersebut sangat
mempengaruhi produksi dari tanaman tersebut.
Kadar hara dalam tanaman biasanya menurun sejalan dengan adanya pertumbuhan
tanaman. Dimana apabila serapan unsur hara oleh tanaman ternganggu maka akan
menimbulkan proses fisiologi pada tanaman menjadi terganggu. Dalam proses penyerapan
unsur hara dalam tanaman terdapat beberapa proses antara lain melalui intersepsi akar, aliran
massa dan proses difusi. Penyerapan unsur hara sangat penting terutama dalam hal
metabolisme tanaman.
Kadar hara yang menyebabkan laju pertumbuhan tanaman mulai menurun dibandingkan
dengan tanaman yang mempunyai kadar hara lebih tinggi selagi faktor-faktor tumbuh lainnya
berada dalam keadaan memuaskan dinamakan kadar hara genting (critical nutrient
concennatrion). Secara kuantitatif dapat dikatakan, bahwa kadar genting ialah suatu kadar
hara yang menurunkan pertumbuhan tanaman sebanyak 10 % dibandingkan dengan
pertumbuhan maksimum. Makin lama tanaman berada di bawah kadar genting dan makin
awal hal ini terjadi pada musim tumbuh, makin berkuranglah pertumbuhan atau hasilnya dan
makin besar kebolehjadian tanaman memperlihatkan tanggapan terhadap pemupukan. Jadi
dengan analisa jaringan orang dapat menduga apakah pengadaan hara dalam tanah sesuai
dengan keperluan tanaman akan hara. Dengan analisa jaringan yang dirancang secara
berulang sepanjang masa tumbuh tanaman, orang memperoleh serentetan gambaran tentang
keadaan pengadaan hara dalam tanah masing-masing saat selama musim tumbuh itu

II. ISI
2.1

Selektivitas
Selektivitas atau spesifisitas suatu metode adalah kemampuannya yang hanya
mengukur zat tertentu saja secara cermat dan seksama dengan adanya komponen lain
yang mungkin ada dalam matriks sampel. Selektivitas seringkali dapat dinyatakan
sebagai derajat penyimpangan (degree of bias) metode yang dilakukan terhadap sampel
yang mengandung bahan yang ditambahkan berupa cemaran, hasil urai, senyawa
sejenis, senyawa asing lainnya, dan dibandingkan terhadap hasil analisis sampel yang
tidak mengandung bahan lain yang ditambahkan (Herwanto, 2012).
Selektivitas metode ditentukan dengan membandingkan hasil analisis sampel yang
mengandung cemaran, hasil urai, senyawa sejenis, senyawa asing lainnya atau pembawa
plasebo dengan hasil analisis sampel tanpa penambahan bahan-bahan tadi.
Penyimpangan hasil jika ada merupakan selisih dari hasil uji keduanya. Jika cemaran
dan hasil urai tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat diperoleh, maka selektivitas
dapat ditunjukkan dengan cara menganalisis sampel yang mengandung cemaran atau
hasil uji urai dengan metode yang hendak diuji lalu dibandingkan dengan metode lain
untuk pengujian kemurnian seperti kromatografi, analisis kelarutan fase, dan
Differential Scanning Calorimetry. Derajat kesesuaian kedua hasil analisis tersebut
merupakan ukuran selektivitas. Pada metode analisis yang melibatkan kromatografi,
selektivitas ditentukan melalui perhitungan daya resolusinya (Rs).

2.2

Serapan Hara
Kandungan unsur hara dalam tumbuhan dihitung berdasarkan total beratnya per
satuan berat bahan kering tumbuhan, disajikan dengan satuan ppm atau persen. Bahan
kering tumbuhan adalah bahan tumbuhan setelah seluruh air yang terkandung
didalamnya dihilangkan. Secar praktis, jika jaringan tumbuhan segar dipanaskan dengan
suhu C selama 2 hari sudah cukup untuk menghilangkan semua air yang terkandung
dalam jaringan tersebut.
Pengukuran konsentrasi unsur hara dalam jaringan tumbuhan, tanah atau larutan
hara dapat dilakukan dengan alat spektrometer serapan atomik (atomic absorption
spectrometer) atau dengan alat yang canggih yang disebut spektrometer emisi optikal
(optical emission spectrometer).

Prinsip kerja dari alat spektrometer emisi optikal adalah dengan menguapkan
unsur-unsur yang akan diukur pada suhu di atas 5000 K maka elektron-elektron pada
unsur tersebut adan mengalami eksistasi, pindah dari orbit asal ke orbit yang lebih
tinggi. Saat elektron-elektron tersebut kembali ke orbit asal akan dilepaskan energi
dalam bemtuk gelombang elektromagnetik yang akan berbeda-beda panjang
gelombangnya untuk unsur yang berbeda. Energi untuk masing-masing panjang
gelombang (yang berasal dari masing-masing unsur) diukur dengan spektrometer.
Keunggulan alat ini adalah mampu mengukur konsentrasi 20 jenis unsur dalam suatu
larutan dengan teliti hanya dalam waktu kurang dari 1 menit.
Sebagai patokan kasar, natas konsentrasi unsur hara dalam jaringan tumbuhan
yang menyebabkan pertumbuhan tertekan sebesar 10% dari pertumbuhan maksimum
disebut sebagai batas kritis bagi unsur hara tersebut. Suatu tumbuhan dikatakan
kekurangan (deficent) unsur hara tertentu jika pertumbuhan terhambat, yakni hanya
mencapai 80% dari pertumbuhan maksimum, walaupun semua unsur hara esensial
lainnya tersedia berkecukupan.
Jika jaringan tumbuhan mengandung unsur hara tertentu dengan konsentrasi yang
lebih tinggi dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum, maka
pada kondisi ini dikatakan tumbuhan dalam kondisi konsumsi mewah (luxury
consumption). Pada konsentrasi yang terlalu tinggi, unsur hara esensial dapat juga
menyebabkan keracunan bagi tumbuhan. Jadi bukan hanya logam berat yang dapat
meracuni tumbuhan.
2.3

Proses Transpor

A. Jaringan Transportasi pada Tumbuhan


Jaringan pengangkut (vascular tissue) adalah salah satu dari tiga kelompok
jaringan permanen yang dimiliki tumbuhan hijau berpembuluh (Tracheophyta). Jaringan
ini disebut juga pembuluh dan berfungsi utama sebagai saluran utama transportasi zatzat hara yang diperlukan dalam proses vital tumbuhan.
Ada dua kelompok jaringan pengangkut, berdasarkan arah aliran hara. Pembuluh
kayu (xilem) mengangkut cairan menuju daun. Sumbernya dapat berasal dari akar (yang
utama) maupun dari bagian lain tumbuhan. Pembuluh tapis (floem) mengangkut hasil
fotosintesis (terutama gula sukrosa) dan zat-zat lain dari daun menuju bagian-bagian
tubuh tumbuhan yang lain. Baik pembuluh kayu maupun pembuluh tapis memiliki
beberapa tipe sel yang agak berbeda.

Pada akar dan batang, pembuluh kayu dan tapis biasanya tersusun konsentris:
pembuluh kayu berada di bagian dalam sedangkan pembuluh tapis di bagian luarnya.
Terdapat beberapa perkecualian pada susunan ini. Sebagian anggota Asteraceae
memiliki posisi yang terbalik. Di antara keduanya terdapat lapisan kambium
pembuluh/vaskular. Kambium inilah yang merupakan jaringan meristematik yang
membentuk kedua jaringan pengangkut tadi.
Pada daun, kedua pembuluh ini akan terletak berdampingan dan jaringannya
tersusun pada tulang daun maupun susunan jala yang tampak pada daun. Kedua jaringan
ini akan disatukan dalam berkas-berkas (bundles) yang direkatkan oleh pektin dan
selulosa. Pada daun jagung dan tumbuhan C4 tertentu lainnya, berkas-berkas ini
terlindungi oleh sel-sel khusus dikenal sebagai sel-sel seludang berkas (bundle sheath)
yang secara fisiologi berperan dalam jalur fotosintesis yang khas. Pembuluh tapis
biasanya terletak di sisi bawah (abaksial) atau punggung daun, sedangkan pembuluh
kayu berada pada sisi yang lainnya (adaksial). Ini menjadi penyebab kutu daun lebih
suka bertengger pada sisi punggung daun karena mereka lebih mudah mencapai
pembuluh tapis untuk menghisap gula.
B. Mekanisme Transportasi pada Tumbuhan
1. Transportasi Air
Air adalah zat yang diperlukan oleh tumbuhan. Air adalah salah satu jenis zat
yang termasuk ke dalam kelompok zat cair. Peristiwa masuk dan keluarnya air dari
tumbuhan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Pada saat kondisi lingkungan
lembap atau jumlah uap air di lingkungan tinggi, maka air akan masuk ke dalam
tumbuhan.
Akan tetapi, apabila lingkungan di sekitar tumbuhan kering atau jumlah uap air
di lingkungan rendah, uap air akan keluar dari tumbuhan melalui stomata yang
terdapat di daun. Proses ini disebut transpirasi.
Air yang ada di dalam tanah masuk ke dalam sel tumbuhan karena adanya
perbedaan konsentrasi air. Konsentrasi adalah ukuran yang menunjukkan jumlah
suatu zat dalam volume tertentu. Apabila terjadi perpindahan molekul zat terlarut
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, maka proses perpindahan ini disebut
difusi. Apabila terjadi perpindahan molekul zat pelarut dari konsentrasi rendah ke
konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel, maka proses perpindahan ini
disebut osmosis.

Membran semipermeabel adalah membran yang hanya dapat dilalui oleh zat
tertentu, tetapi tidak dapat dilalui oleh zat lainnya. Contoh zat yang dapat melalui
membran semipermeabel adalah air. Membran ini berfungsi sebagai pengatur lalu
lintas (keluar dan masuknya) zat-zat dari dalam dan luar sel. Contoh membran
semipermeabel adalah membran sel.
Zat pelarut adalah zat yang melarutkan zat lain. Dalam hal ini yang berperan
sebagai zat pelarut adalah air. Adapun zat terlarut adalah zat yang larut dalam zat
lain. Pada proses ini, yang berperan sebagai zat terlarut adalah mineral tanah dan zat
gula hasil fotosintesis. Jaringan-jaringan yang terdapat pada akar yang akan dilalui
oleh air ketika masuk ke dalam tumbuhan. Berikut ini jaringan yang dilalui oleh air
ketika masuk ke akar.
Epidermis --> Korteks --> Endodermis --> Perisikel --> Xilem
Pertama-tama, air diserap oleh rambut-rambut akar. Kemudian, air masuk ke
sel epidermis melalui proses secara osmosis. Selanjutnya, air akan melalui korteks.
Dari korteks, air kemudian melalui endodermis dan perisikel. Selanjutnya, air masuk
ke jaringan xilem yang berada di akar. Setelah tiba di xilem akar, air akan bergerak
ke xilem batang dan ke xilem daun.

Gambar 1. Pergerakan air dan nutrisi pada tanaman


Tumbuhan tidak mempunyai mekanisme pemompaan cairan seperti pada
jantung manusia. Lalu, bagaimanakah air dapat naik dari akar ke bagian tumbuhan
lain yang lebih tinggi?

Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan, air dapat diangkut naik dari akar ke
bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan
karena adanya daya kapilaritas batang. Sifat ini seperti yang terdapat pada pipa
kapiler.
Pipa kapiler memiliki bentuk yang hampir menyerupai sedotan akan tetapi
diameternya sangat kecil. Apabila salah satu ujung pipa kapiler, dimasukkan ke
dalam air, maka air yang berada pada pipa tersebut akan lebih tinggi daripada air
yang berada di sekitar pipa kapiler. Begitu pula pada batang tanaman, air yang berada
pada batang tanaman akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan air yang berada
pada tanah.
Daya kapilaritas batang dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi.
Kohesi merupakan kecenderungan suatu molekul untuk dapat berikatan dengan
molekul lain yang sejenis. Adhesi adalah kecenderungan suatu molekul untuk dapat
berikatan dengan molekul lain yang tidak sejenis. Melalui gaya adhesi, molekul air
membentuk ikatan yang lemah dengan dinding pembuluh. Melalui gaya kohesi akan
terjadi ikatan antara satu molekul air dengan molekul air lainnya. Hal ini akan
menyebabkan terjadinya tarik menarik antara molekul air yang satu dengan molekul
air lainnya di sepanjang pembuluh xilem.
Selain disebabkan oleh gaya kohesi dan adhesi, naiknya air ke daun disebabkan
oleh penggunaan air dibagian daun atau yang disebut dengan daya isap daun. Air
dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis . Pada daun, air juga
mengalami penguapan. Penguapan air oleh daun disebut transpirasi. Penggunaan air
oleh bagian daun akan menyebabkan terjadinya tarikan terhadap air yang berada
pada bagian xilem, sehingga air yang ada pada akar dapat naik ke daun.
2. Transportasi Nutrisi
Semua bagian tumbuhan yaitu, akar, batang, daun serta bagian lainnya
memerlukan nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi di setiap bagian tumbuhan terpenuhi,
maka dibutuhkan suatu proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintesis berupa gula
dan asam amino ke seluruh tubuh tumbuhan. Pengangkutan hasil fotosintesis dari
daun ke seluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh floem.
Perjalanan zat-zat hasil fotosintesis dimulai dari sumbernya yaitu daun (daerah
yang memiliki, konsentrasi gula tinggi) ke bagian tanaman lain yang dituju (daerah

yang memiliki konsentrasi gula rendah). Agar dapat memahami penjelasan ini
perhatikanlah berikut.

Gambar 2. Transportasi nutrisi pada


tumbuhan
2.4

Mekanisme
Penyediaan unsur hara untuk tanaman terdiri dari tiga kategori, yaitu: (1) tersedia
dari udara, (2) tersedia dari air yang diserap akar tanaman, dan (3) tersedia dari tanah.
Beberapa unsur hara yang tersedia dalam jumlah cukup dari udara adalah: (a) Karbon
(C), dan (b) Oksigen (O), yaitu dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Unsur hara yang
tersedia dari air (H2O) yang diserap adalah: hidrogen (H), karena oksigen dari molekul
air mengalami proses oksidasi dan dibebaskan ke udara oleh tanaman dalam bentuk
molekul oksigen (O2). Sedangkan untuk unsur hara essensial lain yang diperlukan
tanaman tersedia dari dalam tanah. Mekanisme penyediaan unsur hara dalam tanah
melalui tiga mekanisme, yaitu:

A. Perpanjangan Akar
Semua tanaman mengalami pertumbuhan primer, yang merupakan perpanjangan
dari kedua batang dan akar. Pertumbuhan primer terjadi karena pembelahan sel dan
spesialisasi pada meristem apikal. Meristem apikal ditemukan di kedua ujung akar dan
batang tunas, dan tudung akar membantu melindungi meristem akar apikal. Tudung akar
ini sangat penting berbentuk seperti bidal dan bertindak seperti topi keras untuk ujung
akar.

Ada tiga zona sel dalam akar yang sesuai dengan berbagai tahap pertumbuhan
primer. Terdapat akar zona pembelahan sel meliputi akar meristem apikal. Di zona ini
sel-sel baru diproduksi, termasuk yang membentuk tudung akar. Di atas dan jauh dari
ujung akar ditemukan zona perpanjangan. Di zona ini, sel-sel memanjang dapat menjadi
lebih panjang 10 kali. Pemanjangan sel mendorong ujung akar jauh ke dalam tanah,
memberikan dukungan untuk tanaman. Di atas zona tersebut, terdapat zona diferensiasi.
Di zona ini, sel dibagi menjadi lebih khusus untuk berbagai fungsi di dalam tanaman.
Sel dapat menjadi salah satu dari tiga jenis jaringan, yakni :
a. Dermal, Jaringan dermal seperti kulit tanaman dimana memberikan perlindungan
dari kerusakan dan penyakit pada bagian-bagian internal tanaman.
b. Vaskular, Jaringan vaskular menyediakan air dan hara transportasi melalui xilem
dan floem.
c. Dasar, Jaringan dasar adalah jaringan lain yang tidak dermal atau vaskular, dan
bertanggung jawab untuk fotosintesis, penyimpanan makanan, dan dukungan
struktural.
Akar meristem berasal dari meristem yang terbentuk didalam lingkaran tepi
beberapa sentimeter dari ujung akar. Akar lateral atau akar baru menembus endodermis
dan korteks setelah pembelahan dan perpanjangan sel mendorong ujung akar baru ke
arah permukaan akar (clowes, 1969 dalam Fitriaji NH, 2009).
Mekanisme intersepsi akar sangat berbeda dengan kedua mekanisme sebelumnya.
Kedua mekanisme sebelumnya menjelaskan pergerakan unsur hara menuju ke akar
tanaman, sedangkan mekanisme ketiga ini menjelaskan gerakan akar tanaman yang
memperpendek jarak dengan keberadaan unsur hara. Peristiwa ini terjadi karena akar
tanaman tumbuh dan memanjang, sehingga memperluas jangkauan akar tersebut.
Perpanjangan akar tersebut menjadikan permukaan akar lebih mendekati posisi dimana
unsur hara berada, baik unsur hara yang berada dalam larutan tanah, permukaan koloid
liat dan permukaan koloid organik. Mekanisme ketersediaan unsur hara tersebut dikenal
sebagai mekanisme intersepsi akar. Unsur hara yang ketersediaannya sebagian besar
melalui mekanisme ini adalah: kalsium (28,6%).
B. Aliran Massa
Mekanisme aliran massa adalah suatu mekanisme gerakan unsur hara di dalam
tanah menuju ke permukaan akar bersama-sama dengan gerakan massa air. Selama
masa hidup tanaman mengalami peristiwa penguapan air yang dikenal dengan peristiwa
transpirasi. Selama proses transpirasi tanaman berlangsung, terjadi juga proses

penyerapan air oleh akar tanaman. Pergerakan massa air ke akar tanaman akibat
langsung dari serapan massa air oleh akar tanaman terikut juga terbawa unsur hara yang
terkandung dalam air tersebut. Peristiwa tersedianya unsur hara yang terkandung dalam
air ikut bersama gerakan massa air ke permukaan akar tanaman dikenal dengan
Mekanisme Aliran Massa. Unsur hara yang ketersediaannya bagi tanaman melalui
mekanisme ini meliputi: nitrogen (98,8%), kalsium (71,4%), belerang (95,0%), dan Mo
(95,2%).
Aliran Massa : Gerakan/aliran air bersama dengan elektrolit terlarut melalui tanah.
Gerakan masal ini terjadi karena adanya perbedaan potensial karena hujan, pengairan,
atau serapan air oleh akar.
Aliran massa (massflow) dan diffusi merupakan dua proses yang menyebarkan
bahan terlarut dalam profil tanah seperti pupuk dan pestisida. Kata diffusi berarti suatu
penyebaran yang disebabkan oleh pergerakan panas secara acak, sebagai gerak Brown
dari partikel koloid. Dalam hal ini perpindahan terjadi oleh adanya perbedaan
konsentrasi larutan pada dua tempat yang berjarak tertentu dimana pergerakan terjadi
dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah. Aliran massa atau aliran
konveksi berbeda dengan difusi kerena pergerakannya terjadi oleh adanya perpindahan
air atau gas.
Proses aliran massa dan difusi terjadi oleh sifat-sifat fisika yang berbeda dan arah
geraknya berbeda. Aliran massa suatu zat dalam larutan tanah akan bergerak dari daerah
yang berair ke daerah yang kering. Sedangkan difusi justru berlawanan, yaitu dari
daerah yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (daerah yang banyak air).
Walaupun prosesnya berbeda tetapi di dalam tanah berlangsung secara simultan atau
bersama-sama
Kedua proses pergerakan, baik difusi maupun aliran massa, sangat penting dalam
memindahkan unsur hara dari suatu tempat ke dekat permukaan akar, agar dapat diserap
oleh akar tanaman. Hal ini terjadi bagi unsur hara P, K, Ca, Mg, S dan sebagainya; tetapi
bagi unsur hara N, terutama NO3- , justru pergerakan tersebut bukan saja berperan
memindahkan ke dekat akar tetapi dalam pengangkutan yang menjauhi akar atau biasa
dikenal sebagai tercuci/terlindi (Nkrumah, Griffith, Ahmad dan Gumbs, 1989).
Aliran massa adalah gerakan unsur hara di dalam tanah menuju permukaan akar
tanaman bersama-sama gerakan massa air. Aliran massa pada tanah disebut juga
konveksi, meliputi pergerakan dalam fase larutan maupun gas. Gerakan massa air di
dalam tanah menuju permukaan akar tanaman berlangsung secara terus menerus karena

diserap oleh akar dan menguap melalui transpirasi. Aliran massa merupakan proses
penyediaan hara yang terpenting bagi unsur-unsur N (98,8%), Ca (71,,4%), S (95,0%),
dan Mo (95,2%) (PusLit Kopi & Kakao Indonesia, 2004).
Aliran massa adalah ion dan bahan lain yang larut berpindah bersama aliran
larutan air ke akar tanaman akibat transpirasi tanaman (Rosmarkan, 2002). Transpirasi
menggerakkan perpindahan air dan melarutkan nutrisi melalui tanah ke akar dengan
aliran massa
Berarti dapat dikatakan pula bahwa aliran massa berperan dalam perpindahan
bahan-bahan organik yang dimanfaatkan oleh tumbuhan. Seperti halnya dengan unsur
hara N, hara Ca, dan Mg diserap oleh tanaman melalui mekanisme aliran massa.
Telah disebutkan sebelumnya bahwa aliran massa memiliki keterkaitan dengan
peristiwa transpirasi. Tujuan dari proses transpirasi itu sendiri adalah sebagai
mekanisme pemenuh kebutuhan air dan ion-ion oleh tumbuhan. Pada saat tumbuhan
melakukan transpirasi, maka tumbuhan menyalurkan air dan ion-ion yang terkandung
dari bagian bawah tumbuhan ke bagian atas tumbuhan sampai ke pucuk (daun), untuk
kemudian air diuapkan/dikeluarkan ke udara melalui daun dan hara ditransport ke
seluruh bagian tumbuhan. Dari penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa banyak
sedikitnya hara yang didapatkan oleh tumbuhan memiliki ketergantungan dengan besar
kecilnya transpirasi.
Aliran massa yang mengandung nutrisi dimungkinkan terjadi secara spesial pada
tumbuhan yang densitas akarnya sangat kecil, menyediakan mekanisme untuk
mendapatkan nutrisi pada saat tidak terjadi perkembangbiakan secara besar-besaran
oleh sistem akar (Cramer et al., 2008).
Transpirasi di daerah yang dingin, seperti pada tumbuhan yang mengalami
pembekuan pengambilan nutrisi dipercaya dengan menggunakan intersepsi akar dan
difusi. Misalnya di daerah tundra, aliran massa mengirimkan nutrisi berlebih seperti Ca
dan Mg tetapi sedikit N, P atau K (Lambers et al., 1988 lihat Cramer et al., 2008).
Namun demikian, di daerah yang beriklim sedang mengakses air dengan cukup
dipercayai pada transpirasi untuk memfasilitasi alira massa dalam mentransfer nutrient
(Cramer et al., 2008). Transpirasi juga terjadi pada malam hari. Malam adalah saatnya
tumbuhan kehilangan air yang mungkin fungsi dari penyediaan hara melalui aliran
massa (Ludwig et al., 2006; Howard & Donovan, 2007; Scholz et al., 2007 dalam
Cramer et al., 2008).

Peran utama aliran massa adalah dalam membantu tumbuhan mensuplai bahan
makanan. Beberapa unsur yang cara pengambilannya dapat menggunakan aliran massa
adalah unsur Ca. Unsur Ca ditransportasikan ke xilem terjadi dengan cara aliran massa
dari Ca2+ yang bebas dan beberapa Ca organik yang kompleks (Clarckson, 1984).
Pergerakan ion fosfat pada umumnya disebabkan oleh proses difusi, tetapi jika
kandungan P larutan tanah cukup tinggi, maka proses aliran massa dapat berperan dalam
transportasi tersebut. Ion yang sudah berada dipermukaan akar akan menuju rongga luar
akar (outer space) melalui proses difusi sederhana, jerapan pertukaran, dan kegiatan
bahan pembawa (carrier). Selanjutnya ion memasuki rongga dalam akar (inter space)
dengan melibatkan energi metabolisme, yang dikenal sebagai serapan aktif (Nyakpa et
al., 1988 dalam Elfianti, 2005). Jadi, ion P dapat ditransportasikan melalui dua cara,
difusi atau aliran massa tergantung dari jumlah/kandungan P di dalam tanah. Semakin
tinggi konsentrasi ion P di dalam tanah, maka kemungkinan terjadinya transport P
secara difusi sangat kecil dan kemungkinan transport hara dengan menggunakan aliran
massa.
Konsep lain dari aliran massa yang diusulkan oleh Munch bahwa larutan gula
berpindah melalui tabung tapis pada floem dari titik sumber (organ penyimpanan atau
jaringan yang melakukan fotosintesis) ke titik pengguna. Craft memperluas konsep
tentang aliran massa dari jaringan floem secara keseluruhan mencakup tabung tapis,
beberpa sel dan parenkim dan lebih lanjut lagi mengusulkan bahwa larutan gula
berpindah secara melintang tidak hanya melalui lumen dari sel tetapi juga melalui
dinding sel (Clements).
Konsep di atas secara tidak langsung mengatakan bahwa peristiwa aliran massa,
tidak hanya terjadi pada saat hara masih ada di tanah dan mendekat ke akar. Akan tetapi,
aliran massa juga terjadi pada saat fotosintat disebarkan ke seluruh bagian tumbuhan
yang membutuhkan, bahkan ke akar. Setelah air yang mengandung hara dari air tanah
diangkut melalui xylem, kemudian sampai di pucuk. Air akan diuapkan melalui daun,
sedangkan haranya dijerap oleh sel-sel. Bersamaan dengan peristiwa tersebut, terjadi
aliran massa di floem yang tujuannya untuk menyebarkan hasil fotosintesisnya ke
seluruh bagian tumbuhan.
Selain itu aliran massa juga telah menunjukkan peranannya sebagai mekanisme
utama dari transpor O2 di beberapa spesies yang daunnya mengapung dan muncul pada
tanaman air (Dacey, 1981; Amstrong and Amstrong, 1991 dalam Schuette, 1995).

C. Difusi
Difusi adalah perpindahan ion yang terjadi dari tempat kadar tinggi ke tempat lain
yang kadarnya rendah. Tanaman menyerap ion dari sekitar bulu akar sehingga sekitar
akar kadarnya rendah. Terjadinya perpindahan ion disebabkan oleh konsentrasi ion di
sekitar bulu akar menjadi rendah karena di serap oleh akar yang diteruskan ke daun dan
bagian lainnya. Perimbanagan jumlah gerakan hara ke akar tanaman di sajikan dalam
tabel yang berikut ini. (Rosmarkam, 2002)

Faktor yang mempengaruhi difusi adalah konsentrasi unsur hara pada titik
tertentu, jarak antara permukaan akar dengan titik tertentu, kadar air tanah, volume akar
tanaman. Pada tanah bertekstur halus difusi akan berlangsung lebih cepat daripada tanah
yang bertekstur kasar. Difusi meningkat jika konsentrasi hara di permukaan akar
rendah/menurun atau konsentrasi hara di larutan tanah tinggi/meningkat. Unsur P dan K
diserap tanaman terutama melalui difusi.
Hara yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman
melalui dua proses, yaitu: (1) Proses Aktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan
energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik,
dan (2) Proses Selektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang terjadi secara selektif.
Proses aktif yaitu proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat
berlangsung apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari
proses pernapasan akar tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman berlangsung

akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan
unsur hara secara proses aktif.
Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses
penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang paling aktif
adalah bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut-rambut akar. Bagian
akar ini merupakan bagian yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.
Proses Selektif yaitu Bagian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel,
(2) membran sel, (3) protoplasma. Dinding sel merupakan bagian sel yang tidak aktif.
Bagian ini bersinggungan langsung dengan tanah. Sedangkan bagian dalam terdiri dari
protoplasma yang bersifat aktif. Bagian ini dikelilingi oleh membran. Membran ini
berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yang akan melaluinya.
Proses penyerapan unsur hara yang melalui mekanisme seleksi yang terjadi pada
membran disebut sebagai proses selektif. Proses selektif terhadap penyerapan unsur
hara yang terjadi pada membran diperkirakan berlangsung melalui suatu carrier
(pembawa). Carrier (pembawa) ini bersenyawa dengan ion (unsur) terpilih. Selanjutnya,
ion (unsur) terpilih tersebut dibawa masuk ke dalam protoplasma dengan menembus
membran sel.
Ketersediaan unsur hara ke permukaan akar tanaman, dapat juga terjadi karena
melalui mekanisme perbedaan konsentrasi. Konsentrasi unsur hara pada permukaan
akar tanaman lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi hara dalam larutan tanah
dan konsentrasi unsur hara pada permukaan koloid liat serta pada permukaan koloid
organik. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar unsur hara tersebut telah diserap oleh
akar tanaman. Tingginya konsentrasi unsur hara pada ketiga posisi tersebut
menyebabkan terjadinya peristiwa difusi dari unsur hara berkonsentrasi tinggi ke posisi
permukaan akar tanaman. Peristiwa pergerakan unsur hara yang terjadi karena adanya
perbedaan konsentrasi unsur hara tersebut dikenal dengan mekanisme penyediaan hara
secara difusi. Perbedaan konsenterasi tersebut terdiri dari aktif dan pasif. Beberapa
unsur hara yang tersedia melalui mekanisme difusi ini, adalah: fosfor (90,9%) dan
kalium (77,7%).

III. PENUTUP
Unsur hara berperan penting dalam pertumbuhan tanaman. Unsur hara diserap tanaman
dalam kondisi yang berbeda tergantung pada jenis dan umur tanaman. Untuk mengetahui
kadar unsur hara pada tanaman dapat dilakukan melalui metode selektivitas sehingga dapat
diketahui secara langsung zat-zat yang terkandung pada bagian tanaman. Kandungan unsur
hara pada tanaman dapat dihitung berdasarkan total beratnya per satuan berat bahan kering
tumbuhan, disajikan dengan satuan ppm atau persen.
Pada tanaman terdapat proses transportasi unsur hara yang terjadi pada bagian jaringan
tumbuhan. Terdapat beberapa mekanisme transportasi pada tumbuhan meliputi transportasi air
dan transportasi nutrisi. Selain itu mekanisme penyediaan unsur hara tanaman terdiri atas
perpanjangan akar, aliran massa dan difusi. Mekanisme-mekanisme tersebut sangat berperan
penting dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Clarkson, D. T. 1984. Calcium Transport Between Tissues and Its Distribution in the Plant.
Plant, Cell and Environment, 70: 449-456.
Cramer, M. D., Hoffman, V. & Verboom, G. A. 2008. Nutrient Availability Moderates
Transpiration in Ehrharta calycina. New Physiologist, 179: 1048-1057.
Herwanto, Bimbing dkk. 2006. Adsorbsi Ion Logam Pb(II) Pada Membran Selulosa-Khitosan
Terikat Silang. Akta Kimindo. Vol. 2 No. 1, 9-24.
Indriani, Novi. Pengertian Fungsi Tudung Akar. Diakses dari
http://www.sridianti.com/pengertian-fungsi-tudung-akar.html pada 02 Maret 2015
NH, Fitriaji. 2009. Perkembangan Akar. Diakses dari
https://hijauqoe.wordpress.com/2009/01/03/perkembangan-akar/ pada 02 Maret 2015
Sajid,

syahmi.

2014.

Sistem

Transportasi

pada

Tumbuhan.

http://ipa-

gampang.blogspot.com/2014/08/sistem-transportasi-pada-tumbuhan.html. Diakses pada


tanggal 2 Maret 2015