Anda di halaman 1dari 3

Kisah Unik Dibalik Lukisan Perjamuan

Terakhir
Admin13.543

Lukisan Perjamuan Terakhir (The Last Supper) atau dalam bahasa asli Italia disebut Il
Cenacolo atauL'Ultima Cena dilukis oleh seniman terkenal dunia Leonardo da Vinci pada abad
ke-15 atas permintaan raja. Lukisan yang mengisahkan perjamuan terakhir Kristus dengan
kedua belas murid-Nya ini membutuhkan waktu 7 tahun untuk dapat diselesaikan dengan
sempurna. The Last Supper sendiri dilukis berdasarkan kisah perjamuan terakhir Yesus dan para
murid-Nya sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes 13:21.

Lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci

Untuk menciptakan sosok yang nyata dalam lukisan karyanya, da Vinci kemudian mencari
model yang tepat untuk mewakili setiap karakter. Lukisan yang berukuran 460 cm x 880 cm (180
inci x 350 inci) ini memulai proyek ini dengan menggambar Yesus sebagai tokoh sentral dalam
lukisan da Vinci. Da Vinci kemudian melakukan semacam casting bagi anak-anak muda untuk
memilih seorang pemuda yang memiliki wajah dan kepribadian yang cocok serta tidak tercemar
dosa.
Setelah seminggu melakukan proses casting, da Vinci berhasil mendapatkan seorang pemuda
berusia 19 tahun dengan wajah polos tanpa dosa yang menjadi model bagi tokoh Yesus dalam

karya lukisnya. Setelah melewati 6 bulan, tokoh Yesus berhasil dihadirkan dalam lukisan
tersebut. Sisa enam tahun kemudian dihabiskan untuk melukis tokoh para murid Yesus.
Sebagai tahap akhir lukisan, da Vinci harus melukis tokoh Yudas Iskariot, salah satu murid
Kristus yang mengkhianati-Nya dan menjual diri Yesus senilai 30 keping perak atau setara
dengan US$ 16,95 atau dalam nilai Rupiah bernilai Rp 162.720,- (asumsi US$ 1 = Rp 9.600,-).
Da Vinci mencari seseorang berwajah keras, munafik, bertampang penipu dan suka menipu
sesama teman sendiri.
Untuk memudahkan pencariannya terhadap sosok yang mewakili karakter Yudas Iskariot, da
Vinci memutuskan mencarinya di berbagai penjara di Italia. Setelah pencarian yang panjang, da
Vinci akhirnya berhasil menemukan seorang lelaki brewok dengan penampilan yang tak terurus
lagi, lelaki yang cocok untuk menggambarkan karakter Yudas sang pengkhianat. Lelaki tersebut
baru saja mendapatkan hukuman mati sebagai penjahat dan pembunuh. Tetapi melalui lobi da
Vinci, eksekusi hukuman mati terhadap lelaki tersebut ditunda hingga proses melukis selesai.
Selama enam bulan proses penyelesaian tokoh Yudas, sang model hanya tertunduk dan terus
diam seolah menyimpan banyak penyesalan. Setelah nyaris menyelesaikan karya lukisnya, da
Vinci meminta penjaga yang mengawasi sang napi untuk membawa lelaki tersebut kembali ke
penjara. Sebelum dibawa kembali ke penjara, lelaki tersebut melarikan diri menuju da Vinci
sembari menangis.
"Da Vinci, apakah engkau tidak mengenal saya yang sebenarnya?"tanya lelaki tersebut
seraya menangis.
"Saya tidak pernah mengenal Anda sebelumnya sampai Anda dikeluarkan dari penjara bawah
tanah Roma" jawab da Vinci.
Lelaki tersebut semakin larut dalam kesedihan dan tangisannya. "Ya Tuhan, apakah saya
sudah terjatuh begitu dalam?" ujarnya dalam hati. Sang model Yudas Iskariot kemudian
memandang da Vinci dengan mata berlinang air mata. "Da Vinci, saya adalah anak muda yang
Anda lukis sebagai tokoh Yesus 7 tahun silam" ucap lelaki tersebut.
Ada versi kisah lain yang mengatakan bahwa da Vinci belum mengetahui siapa sebenarnya
tokoh Yudas tersebut. Lelaki tahanan yang menjadi model Yudas hanya menangis ketika hendak
dibawa kembali ke penjara. Lelaki tersebut hanya bertanya apakah da Vinci masih mengenal
dirinya atau tidak. Setelah beberapa hari, da Vinci akhirnya tersadar setelah mengamati tokoh
Yudas dalam lukisan karyanya. Tokoh Yudas tersebut seperti sudah pernah ia temui
sebelumnya. Tetapi da Vinci lupa detailnya secara jelas. Akhirnya da Vinci mengetahui bila tokoh
yang mewakili Yudas Iskariot adalah juga pemuda 7 tahun silam yang dilukisnya sebagai

perlambang Yesus Kristus. Kini, lukisan Il Cenacolo menjadi lukisan dinding atau mural yan
sangat indah di Santa Maria delle Grazie, Milan, Italia.
Kisah di atas adalah sebuah kisah nyata dibalik lukisan Perjamuan Terakhir. Ternyata, seiring
berjalannya waktu, seseorang bisa saja menjadi lebih baik atau malah menjadi buruk dan
semakin buruk. Setiap pilihan ada di tangan kita sendiri.
Selamat berefleksi....:)