Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Agama Islam mengatur berbagai aspek dalam kehidupan, antara lain : fiqih,
aqidah, muamalah, akhlaq, dan lain-lain. Seorang muslim bisa dikatakan sempurna
apabila mampu menguasai dan menerapkan aspek-aspek tersebut sesuai dengan AlQuran dan Hadist.
Dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pergaulan, kita mampu
menilaiperilaku seseorang, apakah itu baik atau buruk. Hal tersebut dapat terlihat dari
cara bertutur kata dan bertingkah laku. Akhlak, moral, dan etika masing-masing
individu berbeda-beda, hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal
tiap-tiap individu.
Di era kemajuan IPTEK seperti saat ini, sangat berpengaruh terhadap
perkembangan akhlak, moral, dan etika seseorang. Kita amati perkembangan perilaku
seseorang pada saat ini sudah jauh dari ajaran Islam, sehingga banyak kejadian
masyarakat saat ini yang cenderung mengarah pada perilaku yang kurang baik.
Sebagai generasi penerus Indonesia, sangatlah tidak terpuji jika kita para
generasi penerus tidak memiliki etika, moral dan akhlak.Oleh karena itu penulis
menyusun makalah ini agar menjadi acuan dalam perbaikan etika, moral, dan akhlak
masyarakat.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisiakhlak, etika dan moral?
2. Apa keterkaitan antara akhlak, etika dan moral?
3. Apa saja ruang lingkup akhlak ?
4. Implementasi akhlak, etika dan moral di lingkungan kampus

maupun

lingkunganmasyarakat?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Untuk mengetahui dan memahamidefinisiakhlak, etika dan moral.
b. Untuk memahami keterkaitan antara akhlak, etika dan moral.
Akhlak, Etika dan Moral

Page 1

c. Untuk mengetahui dan memahami ruang lingkup akhlak.


d. Dapat mengimplementasikan akhlak, etika dan moral lingkungan kampus
maupun lingkunganmasyarakat.

2. Tujuan Khusus
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama islam pada jurusan
Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

D. Manfaat
1. Memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai akhlak, etika dan moral sesuai
dengan agama islam.
2. Pembaca dan penulis memahami dan mengetahui keterkaitan antara akhlak, etika
dan moral
3. Pembaca diharapkan dapat membedakan baik buruknya perilaku seseorang.
4. Pembaca diharapkan mampu merubah akhlak yang kurang baik menjadi akhlak
yang sesuai ajaran islam.
5. Sebagai pedoman dan tolak ukur berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 2

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI AKHLAK, ETIKA dan MORAL
1. Akhlak
Secara linguistik atau bahasa, akhlak berasal dari bahasa arab yakni
khuluqun yang menurut loghat diartikan: budi pekerti,perangai, tingkah laku atau
tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian denga perkataan
khalakun yang berarti kejadian, serta erat hubungan dengan khaliq yang berarti
pencipta dan makhluk yang berarti diciptakan.Perumusan pengertian akhlak timbul
sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan
makhluk dan antara makhluk dengan makhluk.
Berikut ini beberapa Pengertian Akhlak Menurut para Ahli:
1) Pengertian Akhlak Menurut Abu Hamid Al Ghazali
Akhlak adalah satu sifat yang terpatri dalam jiwa yang darinya terlahir
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memikirkan dirinya dan merenung
terlebih dahulu.
2) Pengertian Akhlak Menurut Muhammad bin Ali Asy Syariif Al Jurjani
Akhlak adalah sesuatu sifat (baik atau buruk) yang tertanam kuat dalam
diri yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan tanpa
perlu berpikir dan merenung.
3) Pengertian Akhlak Menurut Ahmad bin Mushthafa
Akhlak adalah ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan
dan keutamaan itu adalah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan;
kekuatan berpikir, kekuatan marah, dan kekuatan syahwat.
4) Pengertian Akhlak Menurut Ibnu Maskawaih
Akhlak adalah 'hal li an-nafsi daa'iyatun lahaa ila af'aaliha min goiri
fikrin walaa ruwiyatin' yakni sifat yang tertanam dalam jiwa yang
mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan.
5) Pengertian Akhlak Menurut Ahmad Amin
Akhlak

adalah

kebiasaan

kehendak,

atau

kehendak

yang

dibiasakan.Apabila kehendak dibiasakan memberi, kebiasaan kehendak ini


Akhlak, Etika dan Moral

Page 3

adalah dermawan. Akhlak adalah menangnya keinginan dari beberapa


keinginan manusia yang langsung dan berturut-turut.Seseorang yang dermawan
adalah orang yang menguasai keinginan memberi dan keinginan ini selalu ada
padanya apabila terdapat keadaan yang menariknya, kecuali dalam keadaan
yang luar biasa. Sedangkan orang yang kikir adalah orang yang dikuasai oleh
kehendak suka terhadap harta benda dan mengutamakannya dibandingkan ia
menafkahkan untuk orang lain. Orang yang baik adalah orang yang menguasai
keinginan/kehendak baik dengan langsung berturut-turut, sebaliknya orang
jahat adalah orang yang menguasai kehendak jahat dan durhaka. Orang yang
tidak dikuasai oleh kehendak/keinginan yang tertentu secara terus menerus,
maka ia orang yang tidak berbudi.
Jadi, dari beberapa pendapat tentang akhlak diatas pada hakekatnya tidak
ada perbedaan yang mendasar mengenai pengertian tersebut. Akhlak merujuk pada
kebiasaan kehendak.Ini berarti bahwa kalau kehendak itu dibiasakan maka
kebiasaan itulah yang dinamakan akhlak. Misalnya, kalau kehendak untuk
membiasakan memberi maka ini dinamakan akhlak dermawan. Budi adalah sifat
jiwa yang tidak kelihatan, sedangkan akhlak adalah kelihatan melalui kelakuan atau
muamalah. Kelakuan adalah bukti dan gambaran adanya akhlak.
a. Kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu :
1) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa
seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa
pemikiran. Ini berarti bahwa saat melakukan sesuatu perbuatan, yang
bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan, tidur, atau gila.
3) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang
mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. Perbuatan
akhlak adalah perbutan yang dilakukan atas dasar kemauan, pilihan dan
keputusan yang bersangkutan. Bahwa ilmu akhlak adalah ilmu yang
membahas tentang perbuatan manusia yang dapat dinilai baik atau buruk.
4) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya,
bukan main-main atau karena bersandiwara
5) Sejalan dengan ciri yang keempat, perbuatan akhlak (khususnya akhlak
yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena keikhlasan semata-mata
Akhlak, Etika dan Moral

Page 4

karena Allah, bukan karena dipuji orang atau karena ingin mendapatkan
suatu pujian.
Secara garis besar, akhlak dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu akhlak
baik (akhlak al-karimah) dan akhlak yang buruk (akhlak madzmumah).Yang
termasuk akhlak baik misalnya seperti berbuat adil, jujur, sabar, pemaaf,
dermawan, amanah, dan lain sebagainya.Sedangkan, yang termasuk akhlak
buruk adalah seperti berbuat dhalim, berdusta, pemarah, pendendam, kikir,
curang, dan lain sebagainya.
Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena
akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai, karakter
manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau
dengan sesama rnakhluk. Rasulullah saw bersabda: " Sesungguhnya hamba
yang paling dicintai Allah ialah yang paling baik akhlaknya".
Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu isim
mashdar (bentuk infinitive) dari kata al-akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai
timbangan (wazan) tsulasi majid af'ala, yuf'ilu if'alan yang berarti al-sajiyah
(perangai), at-thobi'ah (kelakuan, tabiat, watak dasar), al-adat (kebiasaan,
kelaziman), al-maru'ah (peradaban yang baik) dan al-din (agama).
Namun akar kata akhlak dari akhlaqa sebagai mana tersebut diatas
tampaknya kurang pas, sebab isim masdar dari kata akhlaqa bukan akhlak,
tetapi ikhlak. Berkenaan dengan ini, maka timbul pendapat yang mengatakan
bahwa secara linguistic, akhlak merupakan isim jamid atau isim ghair mustaq,
yaitu isim yang tidak memiliki akar kata, melainkan kata tersebut memang
sudah demikian adanya
b. Akhlak membicarakan nilai baik buruk manusia seperti halnya dalam etika dan
moral. Yunahar Ilyas memberikan 5 ciri akhlak yaitu:
1) Akhlak Rabbani
Ajaran akhlakdalam Islam bersumber pada Al-Quran dan AsSunnah.Di dalam Al-Quran terdapat 1.500 ayat yang mengandung ajaran
akhlak, baik yang bersifat teoritis maupun praktis.Demikian halnya dalam
Hadist Nabi banyak yang memberikan pedoman akhlak.
Sifat Robbani dari akhlak berkaitan dengan tujuannya, yakni
meperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat.Ciri Rabbanimenegaskan
Akhlak, Etika dan Moral

Page 5

bahwa akhlak dalam Islam bukanlah moral yang kondisional dan


situasional,

tetapi

akhlak

yang

benar-benar

memiliki

nilai

yang

mutlak.Akhlak Rabbani mampu menghindari dari kekacauan nilai moralitas


dalam hidup manusia. Di dalam Al- Quran surat Al-Anam ayat 153
disebutkan, yang artinya : Inilah jalan yang lurus: hendaknya kamu
mengikutinya jangan ikuti jalan-jalan lain: sehingga kamu bercerai berai
dari jalan-Nya. Demikian diperintahkan kepadamu, agar kamu bertaqwa.
2) Akhlak Manusiawi
Ajaran akhlak dalam Islam sejalan dan memenui tuntutan fitrah
manusia. Kerinduan jiwa manusia kepada kebaikan akan terpenuhi dengan
mengikuti ajaran akhlak dalam islam. Ajaran akhlak dalam Islam
diperuntukkan bagi manusia yang merindukan kebahagiaan dalam arti
Hakiki, bukan kebahagiaan semu.Akhlak Islam adalah akhlak yang benarbenar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk yang terhoramt,
sessuai dengan fitrahnya.
3) Akhlak Universal
Ajaran akhlak dalam Islam sesuai dengan kemanusiaan yang
universal dan mencakup segala aspek sidup manusia, baik dimensi vertikal
maupun horisontal. Contohnya Al-Quran menyebutkan 10 macam
keburukan yang wajib dijauhi oleh setiap orang, yakni menyekutukan Allah,
durhaka kepada kedua orang tua, membunuh anak karena takut miskin,
berbuat keji baik secara terbuka maupun tersembunyi, membunuh orang
tanpa alasan yang sah, makan harta anak yatim, mengurangi takaran dan
timbangan,

membebani

orang

lain

dengan

kewajiban

melampaui

kekuatannya, persaksian tidak adil, mengingkari janji dengan Allah (Qs, alanam, 6:151-152). Sepuluh macam keburukan ini adalah nilai nilai yang
bersifat universal bagi siapapun, simanapun dan kaanpun terjadi akan
dinyatakan debagai keburukan.
4) Akhlak Keseimbangan
Akhlak dalam Islam berada di tengah diantara dua sisi. Di satu sisi
mengkhayalkan manusia sebagai malaikat yang menitikberatkan pada sifat
kebaikannya dan di sisi lain mengkhayalkan manusia sebagai hewan yang
menitikberatkan padasifat keburukannya. Menusia menurut pandangan
Akhlak, Etika dan Moral

Page 6

Islam memiliki dua kekuatan, yakni kekuatan baik yang berada dalam hati
nurani dan akal, dan kekuatan buruk yang berada dalam hawa
nafsunya.Manusia memiliki unsur ruhaniah malaikat dan juga unsur
naluriah hewani yang masing masing memerlukan pelayanan secara
seimbang.Manusia hidup tidak hanya di dunia melainkan juga di
akherat.Kehidupan dunia menjadi ladang bagi akherat.Akhlak Islam
memenuhi tuntutan hidup kebutuhan manusia jasmani dan rohani secara
seimbang, memenuhi tuntutan kehidupan di dunia dan di akherat secara
seimbang pula.
5) Akhlak Realistik
Ajaran akhlak dalam islam memperhatikan kenyataannya hidup
manusia. Meski manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki
kelebihan dibanding makhluk makhluk lain, akan tetapi manusia juga
memiliki kelemahan kelemahan, memiliki kecenderungan manusiawi dan
berbagai macam kebutuhan material dan spiritual. Dengan kelemahan itu
manusia sangat mungkin melakukan berbagai kesalahan dabn pelanggaran.
Oleh karena itu dalam ajaran islam memberikan kesempatan kepada
manusia untuk memperbaiki diri dengan bertaubat. Bahkan dalam keadaan
terpaksa, islam membolehkan manusia melakukan sesuatu yang dalam
keadaan biasa tidak dibenarkan. Allah berfirman dalam Qs, al-Baqarah,
2:173:

2. Etika
Etika (etimologi), berasal dari bahasa Yunani Ethos yang berarti watak
kesusilaan atau adat. Identik dengan perkataan moral yang berasal dari kata lain
Mos yang dalam bentuk jamaknya Mores yang berarti juga adat atau cara
hidup. Etika merupakan bagian dari filsafat, yakni filsafat tentang nilai, kesusilaan
baikl dan buruk.Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu
pengetahuan tentang azaz-azaz akhlak (moral).Dari pengertian kebahsaan ini
terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku
manusia.Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan para ahli dengan
ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya.
Akhlak, Etika dan Moral

Page 7

Sedangkan Etika menurut para ahli sebagai berikut:


a) Ahmad Amin berpendapat, bahwa etika merupakan ilmu yang menjelaskan
arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia,
menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan
mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat
b) Soegarda Poerbakawatja mengartikan etika sebagai filsafat nilai, kesusilaan
tentang baik buruk, serta berusaha mempelajari nilai-nilai dan merupakan
juga pengatahuan tentang nilai-nilai itu sendiri.
c) Ki Hajar Dewantara mengartikan etika merupakan ilmu yang mempelajari
soal kebaikan (dan keburukan) di dalam hidup manusia semaunya,
teristimewa yang mengenai gerak gerik pikiran dan rasa yang dapat
merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuannya yang
dapat merupakan perbuatan.

a. Etika Menurut Agama Islam


Istilah etika dalam ajaran Islam tidak sama dengan apa yang diartikan
oleh para ilmuan barat. Bila etika barat sifatnya antroposentrik (berkisar
sekitar manusia), maka etika islam bersipat teosentrik (berkisar sekitar
Tuhan). Dalam etika Islam suatu perbuatan selalu dihubungkan dengan amal
saleh atau dosa dengan pahala atau siksa, dengan surga atau neraka (Musnamar,
1986: 88).
Dipandang dari segi ajaran yang mendasari etika Islam tergolong etika
teologis. Menurut Dr. H. Hamzah Yaqub pengertian etika teologis ialah yang
menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia, didasarkan atas ajaran
Tuhan. Segala perbuatan yang diperintahkan Tuhan itulah yang baik dan segala
perbuatan yang dilarang oleh Tuhan itulah perbuatan yang buruk (Yaqub,
1985: 96).
Karakter khusus etika Islam sebagian besar bergantung kepada
konsepnya mengenai manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan
dirinya sendiri, dengan alam dan masyarakat (Naquib,1993: 83).

b. Butir-Butir Etika Islam


Butir-butir etika Islam yang dapat diidentifkasikan, antara lain :
Akhlak, Etika dan Moral

Page 8

1) Tuhan merupakan sumber hukum dan sumber moral. Kedua hal tersebut
disampaikan berupa wahyu melalui para Nabi dan para Rasul,
dikodifikasikan ke dalam kitab-kitab suci Allah.
2) Sesuatu perbuatan adalah baik apabila sesuai dengan perintah Allah, serta
didasari atas niat baik.
3) Kebaikan adalah keindahan ahklak, sedangkan tanda-tanda dosa adalah
perasaan tidak enak, serta merasa tidak senang apabila perbuatanya
diketahui orang banyak.
4) Prikemanusiaan hendaknya berlaku bagi siapa saja, dimana saja, kapan saja,
bahkan dalam perang.
5) Anak wajib berbakti kepada orang tuanya.

c. Karakteristik Etika Dalam Islam


Etika dalam Islam memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Etika Islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada tingkah laku yang
baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk.
2) Etika Islam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik
dan buruknya perbuatan seseorang didasarkan kepada al-Quran dan alHadits yang shohih.
3) Etika Islam bersifat universal dan komprehensif, dapat diterima dan
dijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia kapanpun dan dimanapun
mereka berada.
4) Etika Islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia kejenjang akhlak
yang luhur dan mulia serta meluruskan perbuatan manusia sebagai upaya
memanusiakan manusia.
Etika islam merupakan pedoman mengenai perilaku individu maupun masyarakat
di segala aspek kehidupan yang sesuai dengan ajaran islam.

3. Moral
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata moral yaitu
mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti
yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata etika,
maka secara etimologis, kata etika sama dengan kata moral karena kedua kata
Akhlak, Etika dan Moral

Page 9

tersebut sama-sama mempunyai arti yaitukebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau


arti kata moral sama dengan kata etika, maka rumusan arti kata moral adalah
nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu
kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya
bahasa asalnya saja yaitu etika dari bahasa Yunani dan moral dari bahasa Latin.
Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral,
maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma
etis yang berlaku dalam masyarakat. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa
itu bermoral bejat, artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan normanorma yang tidak baik.
Moralitas (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada
dasarnya sama dengan moral, hanya ada nada lebih abstrak. Berbicara tentang
moralitas suatu perbuatan, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya
perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai
yang berkenaan dengan baik dan buruk.
a. Moral Islam
Lima

Nilai

Moral Islam dikenal

pula

sebagai Sepuluh

Perintah

Tuhan versi Islam. Perintah-perintah ini tercantum dalam Al-Qur'an surat AlAn'aam 6:150-153 di mana Allah menyebutnya sebagai Jalan yang Lurus
(Shirathal Mustaqim ):
1) Tauhid (Nilai Pembebasan)
Katakanlah: "Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat
mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan yang kamu
haramkan ini." Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut
(pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang
yang

tidak

beriman

kepada

kehidupan

akhirat,

sedang

mereka

mempersekutukan Tuhan mereka. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa


yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu
mempersekutukan sesuatu dengan Dia,
2) Nikah (Nilai Keluarga)
a) Berbuat baiklah terhadap kedua orang , dan

Akhlak, Etika dan Moral

Page 10

b) Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.


Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan
c) Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji (homoseks,
seks bebas dan incest), baik yang nampak di antaranya maupun yang
tersembunyi, dan Hayat (Nilai Kemanusiaan)
d) Janganlah

kamu

membunuh

jiwa

yang

diharamkan

Allah

(membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar".


Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu
memahami (nya).
3) Adil (Nilai Keadilan)
a) Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang
lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.
b) Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak
memikulkan

beban

kepada

seseorang

melainkan

sekedar

kesanggupannya.
c) Dan apabila kamu bersaksi, maka hendaklah kamu berlaku adil kendati
pun dia adalah kerabat (mu), dan
4) Amanah (Nilai Kejujuran)
a) Penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
agar kamu ingat,
b) an bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 11

B. KETERKAITAN ANTARA AKHLAK, ETIKA DAN MORAL


1. Perbedaan Akhlak, Etika dan Moral
Perbedaan antara akhlak dengan moral dan etika dapat dilihat dari dasar
penentuan atau standar ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Standar baik
dan buruk akhlak berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasul, sedangkan moral dan
etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat
jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu baik maka baik pulalah nilai
perbuatan itu. Dengan demikian standar nilai moral dan etika bersifat lokal dan
temporal, sedangkan standar akhlak bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan
Islam, akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Karena
itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang, sebab
keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari. Inilah yang menjadi
misi diutusnya Rasul sebagaimana disabdakannya :
Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.(Hadits riwayat
Ahmad)

Secara umum dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik pada dasarnya
adalah akumulasi dari aqidah dan syariat yang bersatu secara utuh dalam diri
seseorang. Apabila aqidah telah mendorong pelaksanaan syariat akan lahir akhlak
yang baik, atau dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila
syariat Islam telah dilaksanakan berdasarkan aqidah.

2. Keterkaitan Akhlak, Etika dan Moral


Apabila etika dan moral dihubungkan maka dapat dikatakan bahwa antara
etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang
perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Tolak
ukur yang di gunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah
adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku dimasyarakat.
Menurut Ibnu Arabi hati manusia itu bisa baik dan buruk, karena di dalam
diri manusia terdapat 3 nafsu :
a. Syahwaniyah

Akhlak, Etika dan Moral

Page 12

Nafsu ini ada pada diri manusia dan binatang yaitu nafsu pada kelezatan
(makanan,minuman)

dan

syahwat

jasmani.

Apabila

manusia

tidak

mengendalikan nafsu ini maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang.
b. Al-Ghadabiyah
Nafsu ini juga ada pada diri manusia dan binatang , cenderung pada
marah, merusak, ambisi dan senang menguasai dan mengalahkan orang lain
serta lebih kuat di banding dengan syahwaniyah dan berbahaya jika tidak
dikendalikan.
c. Al-Nathiqah
Nafsu yang membedakan manusia dengan binatang.Nafsu ini mampu
membuat berzikir, mengambil hikmah, memahami fenomena alam dan manusia
menjadi agung, besar cita-citanya, kagum terhadap dirinya hingga bersyukur
kepada Allah. Yang menjadikan manusia dapat mengendalikan 2 nafsu di atas
dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk

3. Manfaat Akhlak, Etika dan Moral


a. Menjadikan insan yang lebih taqwa kepada Allah.
b. Dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
c. Memperbaiki tingkah laku manusia untuk menjadi pribadi yang baik.
d. Mengetahui dampak positif hidup rukun dalam kehidupan.
e. Memahami pentingnya arti persatuan di dalam kehudipan.
f. Menumbuhkan kesadaran pribadi untuk membentuk nuansa kebersamaan dalam
kehidupan sosial.
g. Dapat berperilaku mahmudah yaitu berakhlak terpuji dan mampu mennghindari
akhlak madzmumah.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 13

C. RUANG LINGKUP AKHLAK


1. Ruang Lingkup Akhlak
Ruang lingkup akhlak islami adalah sama dengan ruang lingkup ajaran
islam itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan. Akhlak diniah
(agama/ islami) mencangkup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah,
hinga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuhan, dan benda-benda
yang tak bernyawa). Berbagai bentuk dan ruang lingkup akhlak islami yang
demikian itu dapat dipaparkan sebagai berikut :
a) Akhlak Terhadap Allah
Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang
seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada tuhan sebagai
Khalik.Sikap atau perbuatan tersebut memiliki ciri-ciri perbuatan akhlaki
sebagaimana telah disebutkan diatas.
Sekurang-kurangnya ada empat alasan mengapa manusia perlu
berakhlak kepada Allah.Pertama, karena Allah-lah yang telah menciptakan
manusia.Dia menciptakan manusia dari tanah yang diproses menjadi
benih.Degan demikian sebagai yang diciptakan sudah sepantasnya berterima
kasih kepada yang menciptakannya.Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.
Al-Thariq, 86: 5-7 :


)( ) (


) (


Artinya : Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia
diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari
antara tulang sulbi dan tulang dada.

Kedua, karena Allah-lah yang telah memberikan perlengkapan


pancaindera, berupa pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati sanubari,
disamping anggota tubuh yang kokoh dan sempurna kepada manusia.
Ketiga, karena Allah-lah yang telah menyediakan berbagai bahan dan
sarana yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti bahan
Akhlak, Etika dan Moral

Page 14

makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, air, udara, binatang ternak dan
sebagainya.
Keempat,

Allah-lah

yang

telah

memuliakan

manusia

dengan

diberikannya kemampuan menguasai daratan dan lautan.


Banyak cara yang dapat dilakuka dalam berakhlak kepada Allah. Di
antaranya dengan cara tidak menyekutukan-Nya, takwa kepada-Nya, mencintaiNya, ridho dan ikhlas terhadap segala ketentuan-Nya da bertaubat, mensyukuri
nikmat-Nya, selal bedoa kepada-Nya, beribadah, dan selalu mencari keridhoanNya.
Quraish shihab mengatakan bahwa titik tolak akhlak terhadap Allah
adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dia memiliki
sifat-sifat terpuji demikian agung sifat itu, jangankan manusia, malaikat pun
tidak akan menjangkaunya. Berkenaan dengan akhlak kepada Allah dilakukan
dengan cara banyak memujinya. Selajutnya sikap tersebut dilanjutkan dengan
senantiasa bertawakkal kepada-Nya, yaitu denganmenjadikan Tuhan sebagai
satu-satunya yang menguasai diri manusia.

b) Akhlak Terhadap Manusia


Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan
perilaku terhadap sesama manusia. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya
dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negative seperti membunuh,
menyakiti badan, atau mengambil harta tanpa alasan yang benar, melainkan
juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang
dibelakangnya, tidak peduli aib itu benar atau salah, walaupun sambil
memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu.





Artinya : Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah
yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si
penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.(QS. AlBaqarah ;263)

Akhlak, Etika dan Moral

Page 15

Disisi lain Al-Quran menerangkan bahwa setiap orang hendaknya


didudukan secara wajar. Tidak masuk kerumah orang lain tanpa izin, jika
bertemu saling mengucapkan salam, dan ucapan yang dikeluarkan adalah
ucapan yang baik.














Artinya : Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil
(yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat
kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan
orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada
manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu
tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu,
dan kamu selalu berpaling. (QS.Al-Baqarah : 83)

Setiap ucapan yang diucapkan adalah ucapan yang benar,


Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah
dan Katakanlah Perkataan yang benar (QS. Al-ahzab :70)

Jangan mengucilkan seseorang atau kelompok lain, tidak wajar pula


berprasangka buruk tanpa alasan, atau menceritakan keburukan seseorang, dan
menyapa atau memanggil dengan sebutan buruk. Selanjutnya yang melakukan
kesalahan hendaknya dimaafkan.Pemaafan ini hendaknya disertai dengan
kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan.
Akhlak, Etika dan Moral

Page 16

Selain itu juga dianjurkan agar menjadi orang yang pandai mengendalikan
nafsu amarah, mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepetingan
sendiri.

c) Akhlak Terhadap Lingkungan


Yang dimaksud dengan lingkungan disini ialah segala sesuatu yang di
sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak
bernyawa.
Pada dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan
bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah.Kekhalifahan menurut adanya
interaksi

antara

manusia

alam.Kekhalifahan

dengan

mengandung

arti

sesamanya

dan

pengayoman,

manusia

terhadap

pemeliharaan,

serta

bimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya.


Dalam pandangan Islam, seseorang tidak dibenarkan mengambil buah
sebelum matang, atau memetik bunga sebelum mekar, karena hal ini berarti
tidak

member

kesempatan

kepada

mahkluk

untuk

mencapai

tujuan

penciptaannya.
Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses
yang sedang berjalan, dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Yang
demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab, sehingga ia tidak
melakukan perusakan, bahkan dengan kata lain setiap perusakan terhadap
lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri.
Binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa semuanya
diciptaka oleh Allah SWT, dan menjadi milik-Nya, serta semuanya memiliki
ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini mengantarkan seorang muslim
untuk menyadari bahwa semuanya adalah umat Tuhan yang harus
diperlakukan secara wajar dan baik.
Pada saat jaman peperangan terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang
melakukan penganiayaan.Jangankan terhadap menusia dan binatang, bahkan
mencabut dan menebang pohonpun terlarang, kecuali kalau terpaksa, tetapi itu
pun harus seizin Allah, dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan
penciptaan dan demi kemashlatan terbesar. Allah berfirman :

Akhlak, Etika dan Moral

Page 17




Artinya : Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang
kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya,
Maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak
memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik. (QS. Al-Hasyr
:5)

Alam dengan segala isinya telah ditundukan Tuhan kepada manusia,


sehinga dengan mudah manusia dapat memanfaatkannya.Jika demikian,
manusia tidak mencari kemenangan, tetap keselarasan dengan alam.Keduanya
tunduk kepada Allah, sehimgga mereka harus dapat bersahabat.
Selain itu akhlak Islami juga memperhatikan kelestarian dan
keselamatan binatang.nabi Muhammad SAW. Bersabda :Bertakwalah kepada
Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang, kendarailah, dan beri makanlah
dengan baik .

Uraian tersebut di atas memperlihatkan bahwa akhlak Islami sangat


komprehensif, menyeluruh dan mencangkup berbagai makhluk yang diciptakan
Tuhan. Hal yang demikan dilakuka karena secara fungsional seluruh makhluk
tersebut satu sama lain saling membutuhkan. Punah dan rusaknya salah satu bagian
dari makhluk Tuhan itu akan berdampak negative bagi makhluk lainnya.

2. Macam-macam Akhlak
a. Akhlak kepada Allah
1) Beribadah kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah Allah untuk
menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Seorang muslim beribadah
membuktikan ketundukkan terhadap perintah Allah.
2) Berzikir kepada Allah, yaitu mengingat Allah dalam berbagai situasi dan
kondisi, baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati. Berzikir kepada
Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 18

3) Berdoa kepada Allah, yaitu memohon apa saja kepada Allah. Doa
merupakan inti ibadah, karena ia merupakan pengakuan akan keterbatasan
dan ketidakmampuan manusia, sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan
Allah terhadap segala sesuatu. Kekuatan doa dalam ajaran Islam sangat
luar biasa, karena ia mampu menembus kekuatan akal manusia. Oleh karena
itu berusaha dan berdoa merupakan dua sisi tugas hidup manusia yang
bersatu secara utuh dalam aktifitas hidup setiap muslim.Orang yang tidak
pernah berdoa adalah orang yang tidak menerima keterbatasan dirinya
sebagai manusia karena itu dipandang sebagai orang yang sombong ; suatu
perilaku yang tidak disukai Allah.
4) Tawakal kepada Allah, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan
menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan.
5) Tawaduk kepada Allah, yaitu rendah hati di hadapan Allah. Mengakui
bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, oleh
karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh dan sombong, tidak mau
memaafkan orang lain, dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada
Allah.

b. Akhlak kepada diri sendiri


1) Sabar, yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari
pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya.Sabar
diungkapkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan ketika
ditimpa musibah.
2) Syukur, yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak
bisa terhitung banyaknya. Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan
perbuatan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan
alhamdulillah, sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan
menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya.
3) Tawaduk, yaitu rendah hati, selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya,
orang tua, muda, kaya atau miskin. Sikap tawaduk melahirkan ketenangan
jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan
tidak menyenangkan orang lain.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 19

c. Akhlak kepada keluarga


Akhlak terhadap keluarga adalah mengembangkann kasih sayang di
antara anggota keluarga yang diungkapkan dalam bentuk komuniksai.
Akhlak kepada ibu bapak adalah berbuat baik kepada keduanya dengan
ucapan dan perbuatan. Berbuat baik kepada ibu bapak dibuktikan dalam
bentuk-bentuk perbuatan antara lain : menyayangi dan mencintai ibu bapak
sebagai bentuk terima kasih dengan cara bertutur kata sopan dan lemah lembut,
mentaati perintah, meringankan beban, serta menyantuni mereka jika sudah tua
dan tidak mampu lagi berusaha.
Komunikasi yang didorong oleh rasa kasih sayang yang tulus akan
dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Apabila kasih sayang telah mendasari
komunikasi orang tua dengan anak, maka akan lahir wibawa pada orang tua.
Demikian sebaliknya, akan lahir kepercayaan orang tua pada anak oleh karena
itu kasih sayang harus menjadi muatan utama dalam komunikasisemua pihak
dalam keluarga.
Dari

komunikasi

batin,keakraban,

dan

semacam

itu

akan

keterbukaan

di

antara

lahir

saling

anggota

keterikatan

keluarga

dan

menghapuskan kesenjangan di antara mereka. Dengan demikian rumah bukan


hanya menjadi tempat menginap, tetapi betul-betul menjadi tempat tinggal yang
damai dan menyenangkan, menjadi surga bagi penghuninya. Melalui
komunikasi seperti itu pula dilakukan pendidikan dalam keluarga, yaitu
menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak sebagai landasan bagi
pendidikan yang akan mereka terima pada masa-masa selanjutnya.

d. Akhlak kepada sesama manusia


1) Akhlak terpuji ( Mahmudah )
a) Huznuzan
Berasal dari lafal husnun ( baik ) dan Adhamu (Prasangka).
Husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik. Lawan kata
husnuzan adalah suuzan yakni berprasangka buruk terhadap seseorang.
Hukum kepada Allah dan rasul nya wajib, wujud husnuzan kepada
Allah dan Rasul-Nya antara lain:

Akhlak, Etika dan Moral

Page 20

(i) Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah Allah dan
Rasul-Nya Adalah untuk kebaikan manusia
(ii) Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua larangan agama pasti
berakibat buruk.
Hukum husnuzan kepada manusia mubah atau jaiz (boleh
dilakukan). Husnuzan kepada sesama manusia berarti menaruh
kepercayaan bahwa dia telah berbuat suatu kebaikan. Husnuzan
berdampak positif berdampak positif baik bagi pelakunya sendiri
maupun orang lain.
b) Tawaduk
Tawaduk berarti rendah hati. Orang yang tawaduk berarti orang
yang merendahkan diri dalam pergaulan. Lawan kata tawaduk adalah
takabur. Allah berfirman , Dan rendahkanlah dirimu terhadap
keduanya, dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai
Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah
mendidik aku pada waktu kecil. (Q.S. Al Isra/17:24)
Ayat di atas menjelaskan perintah tawaduk kepada kedua orang tua.\
c) Tasamu
Artinya sikap tenggang rasa, saling menghormati dan saling
menghargai sesama manusia.
Allah berfirman, Untukmu agamamu, dan untukku agamaku (Q.S. Al
Kafirun/109: 6)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa masing-masing pihak bebas
melaksanakan ajaran agama yang diyakini.
d) Taawun
Taawun berarti tolong menolong, gotong royong, bantu
membantu dengan sesama manusia.
Allah

berfirman,

...dan

tolong

menolonglah

kamu

dalam

(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong


dalam berbuat dosa dan permusuhan...(Q.S. Al Maidah/5:2)

2) Akhlak tercela ( Mazmumah )


a) Hasad
Akhlak, Etika dan Moral

Page 21

Artinya iri hati, dengki. Iri berarti merasa kurang senang atau
cemburu melihat orang lain beruntung. Allah berfirman, Dan
janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah
kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.(Karena) bagi laki-laki
ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun)
ada bagian dari mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian
dari karunia-Nya... (Q.S. AnNisa/4:32)
b) Dendam
Dendam yaitu keinginan keras yang terkandung dalam hati
untuk membalas kejahatan. Allah berfirman, Dan jika kamu
membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan
yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhlah
itulah yang terbaik bagi orang yang sabar (Q.S. An Nahl/16:126)
c) Gibah dan Fitnah
Membicarakan kejelekan orang lain dengan tujuan untuk
menjatuhkan nama baiknya. Apabila kejelekan yang dibicarakan
tersebut memang dilakukan orangnya dinamakan gibah. Sedangkan
apabila kejelekan yang dibicarakan itu tidak benar, berarti pembicaraan
itu disebut fitnah. Allah berfirman, ...dan janganlah ada diantara kamu
yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang
suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu
merasa jijik... (Q.S. Al Hujurat/49:12)
d) Namimah
Adu domba atau namimah, yakni menceritakan sikap atau
perbuatan seseorang yang belum tentu benar kepada orang lain dengan
maksud terjadi perselisihan antara keduanya. Allah berfirman, Wahai
orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu
membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak
mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang
akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Q.S. Al Hujurat/49:6)

Akhlak, Etika dan Moral

Page 22

D. IMPLEMENTASI AKHLAK, ETIKA DAN MORAL DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI
1. Akhlak
a. Akhlak kepada Allah SWT.
Saat beribadah kepada Allah, ada tata caranya
1) Pakaian yang kita kenakan harus sopan,bersih dari hadast besar dan hadast
kecil.
2) Kita harus bertawaduk kepada-Nya, rendah hati kepada-Nya, kita harus
menyadari bahwa sehebat apapun kita, tidak akan pernah bisa menandingi
kehebatan dan kemahakuasaan-Nya.
3) Dimana dan kapanpun kita berada, yang pertama yang harus kita ingat yaitu
Allah SWT.
b. Akhlak kepada manusia
1) Selalu menghargai sesama tanpa membedakan derajat dan pangkat.
2) Menjaga lisan dan perbuatan kiata, yaitu tidak pernah melakukan hal-hal
yang sekiranya akan menyinggung dan menyakiti hati orang lain.
3) Selalu memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan, selagi kita
bisa dan mampu untuk memmbantunya.
c. Akhlak kepada lingkungan
1) Tidak membuang sampah di sembarang tempat.
2) Menjaga kelestarian hutan.
3) Tidak melakukan pemburuan hewan secara berlebihan, agar tidak terjadi
suatu kepunahan.

2. Etika
a. Etika Berbeda Pendapat
1) Ikhlas dan mencari yang hak serta melepaskan diri dari nafsu di

saat

berbeda pendapat.
2) Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.
3) Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur'an dan
Sunnah.
4) Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan
fitnah.
Akhlak, Etika dan Moral

Page 23

b. Etika Bergaul dengan orang lain


1) Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka
cacat.
2) Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq
mereka, lalu

pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang

sepantasnya.
3) Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari
mereka diberi hak dan dihargai.
4) Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan
tanyakanlah keadaan mereka.

c. Etika Buang Hajat


1) Segera membuang hajat.
2) Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera
melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi
kesehatan jasmani.
3) Menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat).
4) Menghindari tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan manusia dan
tempat berteduh mereka.

d. Etika Di Jalan
1) Berjalan dengan sikap wajar dan tawadlu, tidak berlagak sombong di saat
berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah
dari orang lain karena takabbur.
2) Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
3) Tidak mengganggu, yaitu tidak membuang kotoran, sisa makanan di jalanjalan manusia, dan tidak buang air besar atau kecil di situ atau di tempat
yang dijadikan tempat mereka bernaung.
4) Menjawab salam orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenal.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 24

e. Etika Jenazah dan Ta'ziah


1) Segera merawat janazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban
keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka.
2) Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak
merobekrobek baju.
3) Disunatkan mengantar janazah hingga dikubur.
4) Memohonkan ampun untuk janazah setelah dikuburkan.

f. Etika Makan dan Minum


1) Berupaya untuk mencari makanan yang halal.
2) Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat
beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan
minummu itu.
3) Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan
begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di
tanganmu.
4) Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada,
dan jangan sekali-kali mencelanya.

g. Etika Pergaulan Menurut Islam


Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan
lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat
mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang masih hidup
di dunia ini.
1) Taaruf
Taaruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan
melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan taaruf
kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan
semua ciri khas pada diri seseorang.
2) Tafahum
Memahami, setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua
yang ia sukai dan yang ia benci. Dengan memahami kita dapat memilih dan

Akhlak, Etika dan Moral

Page 25

memilah siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus
kita jauhi.
3) Taawun
Sikap taawun (saling menolong). Islam sangat menganjurkan kepada
ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasullullah
SAW telah mengatakan bahwa Bukan termasuk umatnya orang yang tidak
peduli dengan urusan umat Islam yang lain.
Al-Ma`idah ayat ke-2 :

Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah


kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertaqwa (takut)lah
kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Keras adzab-Nya.
Taaruf, tafahum , dan taawun tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan
ikhlas karena Allah.

h. Etika Berbicara
1) Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan.
2) Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu
keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapannya jelas dapat difahami oleh
semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan.
3) Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagimu.
4) Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Abu
Hurairah Radhiallaahu 'anhu di dalam hadisnya menuturkan : Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa
bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia
dengar".(HR. Muslim)

i. Etika Bertetangga
1) Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu
Hurairah Radhiallaahu anhu : ....Barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan hari Akhir, maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya. Dan di

Akhlak, Etika dan Moral

Page 26

dalam riwayat lain disebutkan: hendaklah ia berprilaku baik terhadap


tetangganya. (Muttafaqalaih).
2) Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak
membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak
boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya,
karena hal tersebut menyakiti perasaannya.
3) Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah.
Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan
hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka
yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan
merahasiakan aib mereka.
4) Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara
radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman
mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: Demi Allah, tidak beriman;
demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa,
wahai Rasulullah? Nabi menjawab: Adalah orang yang tetangganya tidak
merasa tentram karena perbuatan-nya. (Muttafaqalaih).

3. Moral
a. Membersihkan hati serta mensucikan hubungan dengan Allah SWT. Keyakinan
semacam ini harus tertanam dalam hati, dikerjakan dan diamalkan serta
disampaikan pada orang lain. Kesucian hatinya nampak dalam perilakunya
sehari-hari dan menyatakan bahwa yang baik itu adalah yang diakui baik oleh
Islam, sedang yang buruk adalah yang dinyatakan oleh Islam buruk pula.
b. Memperhatikan seluruh perintah dan larangan agama. Karena percuma
beragama kalau tidak diiringi amal. Banyak orang mengaku beragama Islam,
tetapi tidak dikerjakannya seruhan agama atau tidak dihentikannya semua
larangan. Orang yang demikian selamanya tidaklah merasakan kelezatan cinta
menjadi seorang Muslim.
c. Belajar melawan kehendak diri dan menaklukkannya kepada kehendak Allah
SWT. Pekerjaan ini amat berat dan sulit, hanya orang-orang yang mempunyai
kemauan teguh dan hati yang sabar serta tahan yang dapat mengerjakannya.
Akhlak, Etika dan Moral

Page 27

Nabi Muhammad bersabda, Bahwa peperangan di antara akal dan hawa nafsu,
di antara seruan kebenaran dengan suara setan. Lebih besar daripada segala
macam peperangan di dalam dunia ini. Setelah beliau kembali dari peperangan
sekecil-kecilnya, kepada peperangan yang sebesar-besarnya yakni peperangan
memerangi hawa nafsu.
d. Setelah sanggup berjuang melawan hawa nafsu sendiri, harus sanggup berjuang
dengan musuh-musuh yang hendak menghinakan agama atau melanggar batasbatas keyakinanya.
e. Menegakkan persaudaraan di dalam Islam, bertolong-tolongan di antara sesama
muslim.
f. Agama Islam adalah agama kemanusiaan, manfaatnya tidaklah dirasakan oleh
umat Islam saja, tetapi oleh seluruh umat manusia. Kedatangan Islam telah
membawa nikmat dan rahmat ke seluruh muka bumi tidak membedakan segala
bangsa dan kaum.

Akhlak, Etika dan Moral

Page 28

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN

Akhlak, Etika dan Moral

Page 29

DAFTAR PUSTAKA

1. http://wizanies.blogspot.com/2007/08/akhlak-etika-moral.html
2. http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-akhlak-menurut-para-ahli.html
3. http://andicvantastic.blogspot.com/2013/11/pengertian-keterkaitanetikamoralakhlak.html
4. http://astro-remaja.blogspot.com/2013/05/ruang-lingkup-akhlak-islami.html
5. http://rusmini-andiani.blogspot.com/2012/10/penerapan-etika-moral-dan-akhlakdalam.html
6. http://astro-remaja.blogspot.com/2013/05/ruang-lingkup-akhlak-islami.html
7. http://zaza31412.blogspot.com/2011/06/implementasi-akhlak-dalam-islam.html
8. http://zaza31412.blogspot.com/2011/06/implementasi-akhlak-dalam-islam.html
9. http://kafeilmu.com/moral-menurut-pandangan-islam/
10. Din Al-Islam Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum

Akhlak, Etika dan Moral

Page 30