Anda di halaman 1dari 6

KEANEKARAGAMAN PISCES DI KECAMATAN BATU AMPAR PULAU

PADANG TIKAR KABUPATEN KUBU RAYA


Sri Kurniati1
(1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Tanjungpura)

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada hari Sabtu, 10 Januari 2015 di kecamatan Batu Ampar,
Pulau Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya. Kuliah lapangan ini dilakukan untuk melihat
keanekaragaman pisces di kecamatan Batu Ampar, Pulau Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya.
Pada penelitian ini dilakukan metode pengamatan dan wawancara langsung kepada nelayan
setempat untuk mengetahui keragaman jenis pisces yang ada di kecamatan Batu Ampar pulau
Padang Tikar Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil
bahwa terdapat 22 jenis ikan yang ada di TPI Teluk Air, Padang Tikar. Ikan yang ditemukan
berbagai macam jenis, tetapi terdapat ikan langka yaitu ikan tirusan. Ikan ini di ekspor dan
mempunyai harga jual yang tinggi. Sedangkan ikan jenis lain dijual di daerah setempat dan
diimpor juga di pasar flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat.
Kata kunci : pisces, tirusan
PENDAHULUAN
Pulau Padang Tikar merupakan pulau
yang dikelilingi perairan baik laut maupun
sungai dengan luas wilayah yaitu 189,6 km2.
Padang Tikar mempunyai topografi dataran
rendah. Perairan ini mempunyai potensi yang
besar apabila dimanfaatkan dengan baik.
Aktifitas masyarakat yang beragam untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi dengan
memanfaatkan wilayah perikanan laut
maupun pesisir. Selain itu perairan merupakan
transportasi utama masyarakat.
Sebagian besar masyarakat di pulau
Padang Tikar bermatapencaharian sebagai
nelayan, karena wilayah tersebut merupakan
wilayah
pesisir.
Untuk
mengetahui
Jurnal Ekowan

keanekaragaman jenis ikan yang ada di


kecamatan Batu Ampar, Pulau Padang Tikar,
Kabupaten Kubu Raya, maka dilakukanlah
penelitian ini.
Ikan adalah anggota vertebrata
poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di
air dan bernapas dengan insang. Ikan
merupakan kelompok vertebrata yang paling
beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih
dari 27,000 di seluruh dunia. Secara
taksonomi,
ikan
tergolong
kelompok
paraphyletic yang hubungan kekerabatannya
masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi
menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75
spesies termasuk lamprey dan ikan hag, ikan
bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800
spesies termasuk hiu dan pari, dan sisanya
Page 1

tergolong ikan bertulang keras


Osteichthyes) (Dahlina, 2014).

(kelas

Berdasarkan habitat hidupnya, ikan


dibedakan dua macam yaitu ikan air tawar dan
ikan air asin (laut). Ikan air tawar adalah ikan
yang menghabiskan sebagian atau seluruh
hidupnya di air tawar, seperti sungai dan
danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%.
Dalam banyak hal lingkungan ini berbeda
dengan lingkungan perairan laut, dan yang
paling
membedakan
adalah
tingkat
salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan
membutuhkan adaptasi fisiologis yang
bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi
ion dalam tubuh. 41% dari seluruh spesies
ikan diketahui berada di air tawar. Hal ini
karena spesiasi yang cepat yang menjadikan
habitat yang terpencar menjadi mungkin
untuk ditinggali. (Riki dalam Desrita (2011)).
Sebanyak 13.000 spesies air tawar
hidup di danau dan sungai yang cakupannya
hanya 1% di permukaan bumi, sedangkan
16.000 spesies hidup di habitat air laut yang
merupakan 70% bagian permukaan bumi
(Leveque
et
al,
2008).
Menurut
Adiesoemarto dan Rifai, dalam Haryono dkk
(2002) ada sekitar 8500 spesies ikan terdapat
di Perairan Indonesia, dan jumlah jenis ikan
tersebut masih terus bertambah dengan
ditemukannya jenis-jenis baru. Dilihat dari
jumlah jenis ikan air tawar, Indonesia
menempati rangking ke dua di dunia setelah
Brazil dan pertama di Asia (Budiman dkk,
2002).
Jumlah spesies/jenis ikan adalah yang
terbanyak jika dibandingkan dengan jumlah
spesies hewan vertebrata lainnya. Menurut
Lagler (1977), jumlah spesies ikan yang telah
Jurnal Ekowan

diberi nama diperkirakan sekitar 15 000 17


000 jenis, dari sekitar 40 000 jenis ikan yang
ada. Persentase spesies hewan menurut Lagler
et al. (1977) dari lima kelas Vertebrata adalah
sebagai berikut (Gambar 1): Pisces 20 000
spesies (48,1%), Aves 8600 spesies (20,7%),
Reptilia 6000 spesies (14,4%), Mammalia
4500 spesies (10,8%), dan Amphibia 2500
spesies (6,0%).
Bila dilihat dari segi perikanan dan
produksi ikan bahwa perairan sangat penting,
karena system perakaran hutan bakau serta
produksi bahan organic yang dihasilkannya
sangat mendukung kestabilan sifat fisik-kimia
kualitas air untuk menopang sebagian fase
daur hidup berbagai jenis ikan. Kemerosotan
fungsi ekologis hutan bakau akan berdampak
pada penurunan produksi perikanan tangkap.
Hal ini karena hutan bakau berfungsi
menyediakan nutrisi untuk organisme (Sagala,
2011).
Pisces memiliki habitat di air dengan
alat pernafasan berupa insang. Hewan ini
mempunyai sirip yang berfungsi untuk
menentukan arah gerak di dalam air dan
memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan
air. Termasuk hewan berdarah dingin
(poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan
dengan lingkungan. Pisces berkembang biak
dengan bertelur (ovipar) (Dahlina, 2014).
Berdasarkan hal di atas, maka dilakukan
penelitian
ini
untuk
mengetahui
keanekaragaman jenis pisces di kecamatan
Batu Ampar, Pulau Padang Tikar, Kabupaten
Kubu Raya.

Page 2

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini dilakukan di kawasan
perairan pulau Padang Tikar Kecamatan Batu
Ampar kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini
dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2015.
Pada penelitian ini alat yang digunakan yaitu
kamera dan alat tulis.

jenis ikan hasil tangkapan dan keragaman ukuran.


Data tentang sistem pemasaran, daerah pemasaran
dan harga jual didapatkan dengan cara wawancara.
Identifikasi jenis ikan didasarkan atas beberapa
sumber di internet.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penilitian yang dilakukan di

Pengumpulan
data
dan
informasi
dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan
wawancara pada nelayan setempat. Pengamatan
langsung dilakukan untuk mengetahui keragaman

di kawasan perairan pulau Padang Tikar


Kecamatan Batu Ampar kabupaten Kubu
Raya diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 1. Jenis Ikan yang diketahui berdasarkan point count di TPI Teluk Air, Padang Tikar
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12.
13
14
15
16.
17.
18.
19
20.
21.
22.

Jenis Ikan
Pari elang
Tirusan
Duri
Julung-julung
Buntal
Belanak
Kerapu
Sembilang
Kakap
Pirang
Ikan mayung
Ikan simerah
Ikan Tudung tempayan
Ikan glodok
Ikan sebelah
Ketang-ketang
Ikan tenggiri
Tenggiri papan
Ikan ronggeng
Ikan teri
Ikan pesut
Ikan malong

Nama ilmiah
Aetomyleus nichofii
Pseudesciaena soldado
Arius leiotetocephalus
Zenarchopterus buffonis
Diodon holocanthus
Liza melinoptera
Epinephelus bleekeri
Plotasus canius
Lates calcarifer
Setipinna taty
Arius thalassinus
Lutjanus fuscescens
Platax teira
Penopthalmus koelreuteri
Achioides melanorhynchus
Scatophagus argus
Scomberomorus commerson
Scomberomorus guttatus
Eusphyra blochii
Anchovies sp.
Orcaella brevirostris
Congresox talabonoides

Berdasarkan tabel di atas, terdapat 22


spesies ikan pulau Padang Tikar Kecamatan

Batu Ampar kabupaten Kubu Raya, tepatnya


di TPI Teluk Air. Ikan tersebut terdiri atas
Jurnal Ekowan

Family
Mobulidae
Centropomidae
Ariidae
Belonidae, Hemiramphidae
Diodontidae
Mugilidae
Serranidae
Plotosidae
Centropomidae
Engraulidae
Ariidae
Lutjanidae
Ephippidae
Gobiidae
Soleidae
Scatophagidae
Scombridae
Scombridae
Sphyrnidae
Engraulidae
Delphinidae
Muraenesocidae

berbagai macam family, diantaranya yaitu:

Mobulidae,
Centropomidae,
Ariidae,
Belonidae, Hemiramphidae, Diodontidae,
Mugilidae, Serranidae, Plotosidae,
Page 3

Centropomidae, Engraulidae, Lutjanidae,


Gobiidae,
Soleidae,
Scatophagidae,
Engraulidae, Delphinidae, Scombridae,
Ephippidae, dan Muraenesocidae. Menurut
wawancara yang dilakukan, masih banyak lagi
jenis ikan yang ditemukan pada daerah tersebut.

Ikan pari (rays) termasuk dalam sub


grup elasmobranchii, yaitu ikan yang
bertulang rawan dan grup Cartilaginous.
Ikan pari mempunyai bentuk tubuh gepeng
melebar (depressed) dimana sepasang sirip
dada (pectoral, fins)-nya melebar dan
menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya,
sehingga tampak atas atau tampak bawahnya
terlihat bundar atau oval. Ikan pari
umumnya mempunyai ekor yang sangat
berkembang (memanjang)
menyerupai
cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan
pari dilengkapi duri penyengat sehingga
disebut 'sting-rays', mata ikan pari
umumnya terletak di kepala bagian samping.
Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal
(terminal mouth) dan umumnya bersifat
predator. Ikan ini bernapas melalui celah
insang (gill openings atau gill slits) yang
berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang
adalah dekat mulut di bagian bawah
(ventral). Ikan pari jantan dilengkapi
sepasang alat kelamin yang disebut
"clasper" letaknya di pangkal ekor. Ikan pari
betina umumnya berbiak secara melahirkan
anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 56 ekor.

Gambar 1. Pari Elang


Ikan ronggeng adalah martil di
kepalanya (disebut "cephalofoil") yang
sempit
dan
panjang
menyamping,
membedakannya dari jenis-jenis cucut martil
yang lain. Lebar cephalofoil ini mencapai
40-50% panjang tubuh cucut, dari atas
terlihat seperti bentuk sayap atau mata
panah, dengan tonjolan kecil di depan
hidungnya. Tak sebagaimana cucut martil
yang lainnya (marga Sphyrna), hidung cucut
ronggeng ini terletak agak ke tengah pada
cephalofoil. Cucut yang tak seberapa besar;
panjang tubuhnya tidak melebihi 1,86 m.
Tubuh berwarna kelabu atau abu-abu
kecoklatan di sisi atas, dan lebih pucat di
bagian perutnya.
Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan kepada nelayan setempat, bahwa
terdapat banyak jenis ikan yang biasanya
didapat. Menurut para nelayan, ikan yang
meiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu ikan
tirusan (Pseudesciaena soldado). Ikan ini di
ekspor. Menurut Armiyanto (2012),
Ikan
tirusan (Pseudesciaena soldado) memiliki

segudang manfaat untuk kesehatan manusia.


Biasanya digunakan dalam masakan Cina
yang di masak di dalam sup dan segelintir
orang menganggap perut ikan menjadi
Jurnal Ekowan

Page 4

barang mewah (meskipun belum tentu


mahal) Ketika dimasak, perut ikan menyerap
rasa
dari
bahan-bahan
sekitarnya.
Gelembung ikan ini adalah sumber kolagen,
Bila kita membeli kering maka kita
akan menemukan kriteria : keras dan padat,
ada sebagian yang berbentuk seperti balon,
warna kuning cerah atau kadang kehitaman,
tergantung pengolahan dan cuaca dan harus
direndam sebelum digunakan untuk
melunakkan. Ketika dimasak, memiliki
tekstur yang lembut dan licin.

SIMPULAN
Berdasarkan
penelitian
yang
dilakukan di kecamatan Batu Ampar, Pulau
Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya dapat
disimpulkan bahwa:
1. Terdapat 22 jenis ikan yang ada di
TPI Teluk Air, Padang Tikar.
2. Ikan yang ditemukan berbagai
macam jenis, tetapi terdapat ikan
langka yaitu ikan tirusan.
3. Ikan yang diperoleh ada yang di
ekspor yaitu ikan tirusan, sedangkan
21 jenis lainnya di impor di pasar
Flamboyan, Pontianak.
DAFTAR PUSTAKA

Gambar 1. Ikan Tirusan


(Sumber: https://dutalaut.wordpress.com/)
Selain mendapatkan ikan, nelayan juga
mendapatkan jenis udang-udangan, diantaranya
yaitu udang ketak. Udang ini memiliki nilai
ekonomis yang tinggi, sehingga memiliki nilai
jual yang tinggi.

Gambar 2. Udang Ketak

Sebagian besar ikan yang ditemukan


di impor di pasar Flamboyan, Pontianak.
Harga ikan sangat bervariasi, tergantung
pada jenis ikan.

Jurnal Ekowan

Armiyanto, Fajar. 2012. Keajaiban dari Fish


Maw.
(Online).
http://fishmawku.blogspot.com/201
2/06/keajaiban-dari-fish-maw.html.
Diakses tanggal 23 Januari 2015.
Budiman,
Arie,
A.J.Arief,
A.H.Tjakrawidjaja. 2002. Peran
Museum Zoologi Dalam Penelitian
dan Konservasi Keanekaragaman
Hayati (ikan). Jumal Iktiologi
Indonesia, 2(2):5l-55.
Dahlina, Sri. 2014. Keanekaragaman Jenis
Pisces Dan Pelestarian Pisces Di
Akurium
Sinkazoo.
(Online).
http://sridahlina17.blogspot.com/20
14/12/jurnal-pisces.html. Diakses
tanggal 23 Januari 2015.

Page 5

Desrita, Dera. 2011. Laporan Praktikum


Kelas
Pisces.
(Online).
http://deradesrita.blogspot.com/201
1/11/laporan-praktikum-kelaspisces_25.html. Diakses tanggal 23
Januari 2015.
Haryono, Agus H.Tjakrawidjaja dan Awal
Riyanto. 2002. Iktiofauna di
Perairan Sekitar Gunung Kabela
Taman Nasional Bogani Nani
Wartabone Sulawesi Utara. Jurnal
Iktiologi Indonesia, 2(2): 31-40.
Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller, and
D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology.

Jurnal Ekowan

Second edition. John Wiley and


Sons, Inc., New York.
Leveque, C., T. Oberdorff, D. Paugy, M. L.
J. Stiassny, P. A. Tedesco. 2008.
Global Diversity of Fish (Pisces) in
Freshwater.
Hydrobiologia,
595:545567.
Sagala, E. 2011. Indek Saprobik Komunitas
dalam
menentukan
Tingkat
Pencemaran di Perairan L:aut
antara Muara Sungai Benu dan
Pulau Betet, Kabupaten Banyuasin,
Propinsi
Sumatera
Selatan.
Maspari Journal: Vol. 2: 11-18.

Page 6