Anda di halaman 1dari 36
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 I. DESKRIPSI

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 I. DESKRIPSI SINGKAT a. Kompetensi : Animasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 I. DESKRIPSI SINGKAT a. Kompetensi : Animasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 I. DESKRIPSI SINGKAT a. Kompetensi : Animasi

I. DESKRIPSI SINGKAT

a. Kompetensi

: Animasi 2D

b. Jenis Produk

: Film Animasi

c. Material

: Alat Gambar ( Pencil, kertas animasi, penghapus,

penggaris, peraut), perangkat animasi dan perangkat komputer

multimedia

d. Teknik

: Menggambar, memindai (scanning), mewarnai

(coloring),

menyunting

mengemas data (back-up) dalam format DVD Video.

menata

(compositing),

rendering,

menggerakkan

(animation),

(editing),

menyimpan (saving) dan

e. Prosedur :

Pra Produksi

Menenerjemahkan storyboard

Menggambar karakter animasi

Menggambar Latar ( background )

Produksi

Memindai gambar ke dalam data komputer(scanning)

Mewarnai gambar karakter dan latar di komputer (coloring)

Menata gambar karakter dan latar (compositing)

Menggerakkan karakter animasi (animating)

Rendering dan menyimpan data hasil animasi (data visual) Pasca Produksi

Edit gambar hasil animasi (visual)

Edit suara (audio: dialog/narasi, sfx, music) berdasarkan visual

Mixing suara dan gambar

Rendering data kerja menjadi data film(*.avi / *.mpeg/ *.dat)

Mengemas (Back –up) data ke dalam format DVD player secara audio visual.

f. Waktu

: Maksimal 20 jam

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II. DESKRIPSI

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II. DESKRIPSI TEKNIS 1. Nama dan Deskripsi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II. DESKRIPSI TEKNIS 1. Nama dan Deskripsi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 II. DESKRIPSI TEKNIS 1. Nama dan Deskripsi

II. DESKRIPSI TEKNIS

1. Nama dan Deskripsi Produk Film Animasi Pendek

Film animasi pendek merupakan jenis film animasi yang memiliki durasi atau masa waktu putar yang singkat yang sudah ditentukan dimana dalam pelaksanaannya diperlukan teknik menggambar atau membuat animasi, sehingga diharapkan dari waktu yang singkat tersebut, dapat menyampaikan pesan dari gagasan cerita yang ada di story board, meskipun sederhana, menciptakan setting atau latar belakang, dilengkapi dengan ilustrasi musik dan sound effect, penguasaan operasional perangkat lunak dan keras, namun dapat menampilkan karakter tokoh dan gerak animasi yang mulus, alami, lentur, atraktif, meskipun agak berlebihan, sesuai dengan standar prinsip animasi, pemahaman mengenai anatomi manusia dan binatang, serta yang paling penting adalah, informatif, komunikatif, menarik dan menghibur.

2. Ruang Lingkup Tugas Pada LKS

a. Tugas yang diujikan meliputi pembuatan karya film animasi yang melibatkan aktifitas manusia, binatang dan latar belakang sebagai pendukung suasana serta penambahan suara sebagai penyempurnaan karya tugas, dengan durasi minimal 30 detik, maksimal 50 detik.

b. Tugas harus dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 20 jam.

c. Penjelasan teknis dan pengecekan seluruh perangkat lomba dilakukan 1 jam sebelum pelaksanaan lomba.

3. Pra -syarat Kompetensi Praktika Kerja Peserta

a. Peserta harus dapat melakukan pekerjaan secara mandiri

b. Penguasaan teknis dasar peserta meliputi:

1)

2) Kemampuan menggambar dan memahami karakter

Penggunaan perangkat lunak maupun keras.

3)

animasi. Memahami prinsip dasar animasi.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4) Memahami

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4) Memahami struktur dan proporsi karakter manusia,
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4) Memahami struktur dan proporsi karakter manusia,
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4) Memahami struktur dan proporsi karakter manusia,

4) Memahami struktur dan proporsi karakter manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain. 5) Memahami metamorfosis. 6) Pemanfaatan dan penggunaan unsur audio yang tepat pada karakter film.

4. Pra-syarat Kompetensi Pengetahuan Teori Peserta

a. Pengertian dasar teknik film animasi 2 Dimensi

b. Prinsip-prinsip dasar Animasi

c. Proses Produksi Film Animasi

d. Perangkat alat dan bahan kerja gambar animasi 2 dimensi

e. Karakterisasi perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam operasional komputer dan pendukungnya.

5. Fasilitas Pra sarana dan Sarana Kerja ( DisediakanPanitia )

a. Pra-Sarana kerja yang disediakan Meja Komputer

1)

b. Sarana kerja yang disediakan :

1)

Personal komputer dengan spesifikasi :

Hardware:

Intel Dual-Core

Ram minimal 2 GB

Harddisk minimal 80 GB

DVD – RW

Monitor LCD 23 inch.

Mouse & Keyboard

Software:

OS Windows 7

Adobe Premiere CS3

Adobe Photoshop CS3

Adobe Illustrator CS3

Adobe Flash CS3

Adobe After Effect CS3

Corel Draw X3

Nero Burning Rom Format DVD

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 6. Peralatan

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 6. Peralatan yang Diperkenankan Di bawa Peserta
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 6. Peralatan yang Diperkenankan Di bawa Peserta
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 6. Peralatan yang Diperkenankan Di bawa Peserta

6. Peralatan yang Diperkenankan Di bawa Peserta

a. ATK / Alat kerja gambar animasi

b. Laptop ( Untuk Antisipasi )

c. Portable animasi / meja kaca (light-box)

d. Scanner

e. Headset multimedia (headphone & microphone)

f. Alat gambar Digital (pen-tablet)

g. Data audio dalam format digital (Sound effect dan musik ilustrasi).

h. Peg Bar-Profesional.

7. Perangkat yang dipersiapkan untuk Anggota Tim Penilai /Juri:

a. 1 Unit Komputer + LCD Projector

b. Ballpoint biru

c. Buku catatan / block note

d. Kalkulator

e. Form penilaian.

f. Speaker dan Microphone

8. Sistem Penilaian

a. Penilaian diputuskan oleh tim juri, dengan menggunakan

format yang disediakan.

b. Penafsiran peringkat mutu angka, meliputi:

Sempurna

: 90 – 100

Sangat baik

: 80 – 89

Baik

: 70 – 79

Agak Baik

: 60 – 69

Cukup

: 50 – 59

Sedang

: 40 – 49

Kurang

: 30 – 39

Sangat kurang

: 20 – 29

Jelek

: 10 – 19

Sangat Jelek

:

0

– 9

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Waktu

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Waktu Pelaksanaan Lomba Waktu pelaksanaan lomba
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Waktu Pelaksanaan Lomba Waktu pelaksanaan lomba
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Waktu Pelaksanaan Lomba Waktu pelaksanaan lomba

9. Waktu Pelaksanaan Lomba Waktu pelaksanaan lomba film animasi adalah 2 (dua) hari kerja atau 14 jam kerja, yang meliputi, 1 jam persiapan dan penjelasan teknis lomba, ditambah 12 jam pengerjaan karya lomba dan penilaian 1 jam.

III. RENCANA PENYELENGGARAAN LOMBA Mengikuti agenda panitia pembukaan Lomba Ketrampilan Siswa

1. 27 April 2015 (1 Jam Pelaksanaan Technical meeting) Waktu / Tempat : 16.00 – 17.00 / SMK PGRI Cikampek

NO

Hari / Tanggal

Waktu

Kegiatan

1

Selasa / 28 April 2015

07.00

– 08.00

Cek PC

   

08.00

– 10.00

Pra Produksi

   

10.00

– 12.00

Pelaksanaan

 

Produksi

   

12.00

– 13.00

ISHOMA

   

13.00

– 16.00

Pelaksanaan

 

Produksi

   

16.00

– 16.45

Istirahat

   

16.45

– 17.00

Pelaksanaan

 

Produksi

2

Rabu / 29 April 2015

08.00

– 12.00

Pelaksanaan Pasca Produksi

   

12.00

– 13.00

ISHOMA

   

13.00

– 14.00

Pelaksanaan Pasca Produksi

   

14.00

– 16.00

Presentasi

   

16.00

– 16.30

Istirahat

   

16.30

– 17.00

Lanjutan Presentasi

PRINSIP FILM ANIMASI

Meskipun teknik film animasi berbeda dengan film hidup biasa (live- action) yang merekam gerak gambar obyek langsung, film animasi merupakan rekayasa gerak yang diciptakan oleh para animator, namun tidak serta merta mereka membuat gerak sekehendak mereka, tanpa ada aturan tertentu yang disepakati bersama. Prinsip film animasi

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 merupakan aturan

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 merupakan aturan baku dan standar yang harus
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 merupakan aturan baku dan standar yang harus
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 merupakan aturan baku dan standar yang harus

merupakan aturan baku dan standar yang harus diketahui oleh para animator atau pembuat film animasi. Meskipun para animator punya hak untuk mengembangkan imajinasinya sejauh mungkin dalam membuat film animasi, dan mungkin jauh dari jangkauan logika akal manusia, namun prisip dasar animasi ini sebagai suatu pegangan untuk dapat mengeploitasi imajinasi mereka sehingga secara sadar maupun tidak, harus dapat diterima dengan baik oleh masyakat yang menontonnya.

Pinsip film animasi merupakan aturan dasar yang memungkinkan karakter yang diciptakannya dapat bergerak dan hidup wajar, dalam arti dapat diterima oleh akal manusia, meskipun karakter tokoh ciptaan merupakan hasil imajinasi yang tak mungkin dapat diterima secara rasio. Prinsip animasi ini mencoba melogikakan sesuatu yang muskil dengan mencoba mengikuti hukum alam yang berlaku, meskipun ada beberapa karakter yang dilebih-lebihkan utuk memberi penekanan ekspresi tertentu agar tempak lebih mudah dipahami oleh penonoton khususnya anak-anak.

Dalam buku “Art of Animation”, Disney mengeluarkan 12 prinsip animasi yaitu :

1. Pose to Pose

Pose to pose atau penetuan posisi gambar key animation dan inbetween adalah cara animator menentukan posisi gerak karakter dari posisi awal gerak, posisi gerak selanjutnya hingga pada posisi akhir gerak. Penentuan posisi-posisi gerak ini disebut sebagai key animation. Penentuan key animation ini dimaksudkan untuk menentukan gerak dan arah gerak yang tepat dan baik, sesuai dengan sketsa cerita yang direncanakan, sehingga dapat diketahui kurang lebih jumlah gambar animasi yang dibutuhkan dan terkendali, baik kwalitas gambar maupu efiensi waktu kerja yang dibutuhkan. Key animation hanya menentukan posisi arah gerak sedangkan detail gambar gerak dibuat diantara dua titik gerak tersebut, proses ini disebut inbetween. Detail jumlah gambar gerak dibuat berdasarkan waktu atau timing yang telah direncanakan dalam gambar kerja sketsa cerita.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi
Posisi awal posisi akhir Posisi akhir Posisi gerak 1 Posisi awal Posisi gerak 2
Posisi awal
posisi akhir
Posisi akhir
Posisi gerak 1
Posisi awal
Posisi gerak 2
Posisi gerak 3 Inbetween 2 Inbetween 2
Posisi gerak 3
Inbetween 2
Inbetween 2
Posisi gerak 2 Posisi gerak 3 Inbetween 2 Inbetween 2 1 2 3 4 5 Key
1 2 3 4 5 Key animation Key animation Inbetween 1 2. Timing
1
2
3 4
5
Key animation
Key animation
Inbetween 1
2.
Timing

Seperti yang telah disebutkan pada pengertian dasar film, bahwa suatu gambar dimungkinkan hidup dan bergerak, karena serangkaian gambar dimana terdapat suatu perubahan beruntun, dan bila diputar pada mesin proyektor dalam satuan waktu tertentu akan memperlihatkan suatu gerak dari gambar tersebut. Satuan waktu tersebut disebut dengan timing, dimana telah disepakati dalam satuan standar pembuatan film, bahwa dalam satu detik terdapat 24 frame gambar pada pita film. Dan telah juga disepakati walaupun tidak menjadi keharusan bagi para

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 animator atau

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 animator atau pembuat film anim asi, bahwa
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 animator atau pembuat film anim asi, bahwa
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 animator atau pembuat film anim asi, bahwa

animator atau pembuat film animasi, bahwa 1 gambar dapat saja mewakili 2 frame, jadi dapat disepakati bahwa dalam membuat film animasi umumnya mereka membuat dalam satu detik paling tidak ada 12 gambar.

Dalam hitungan satuan waktu gambar animasi, ada beberapa istilah yang berkaitan jumlah gambar untuk setiap detiknya. Apabila 1 detik 12 gambar disebut On (2)two, artinya 1 gambar untuk 2 frame, sedangkan On 1(one) berarti 1 detik 24 gambar atau 1 gambar untuk 1 frame, begitu pula On 3(three) berarti satu detik 8 gambar atau 1 gambar untuk 3 frame, dan begitu seterusnya.

Dengan waktu dapat menentukan cepat dan lambatnya suatu gerak animasi, baik gerak yang konstan, gerak yang semakin cepat atau gerak

yang semakin lambat. Yaitu dengan menentukan titik gerak jarak obyek animasi dari satu obyek gambar ke obyek gambar animasi yang lain.

Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 2) Obyek 1 2 3 4 5 6
Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 2)
Obyek
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Gambar Animasi , gerak konstan

Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 3) Obyek 1 2 3 4 5 6
Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 3)
Obyek
1 2
3
4
5
6
7
8

Gambar Animasi , gerak semakin cepat

Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 3)

semakin cepat Arah gerak animasi; waktu 1 detik (On 3) LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Obyek 1

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Obyek 1 2 Gambar Animasi , gerak
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Obyek 1 2 Gambar Animasi , gerak
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Obyek 1 2 Gambar Animasi , gerak

Obyek

1

2

Gambar Animasi , gerak semakin lambat

3. Stretch & Squash

3

4

5

6

7 8

Geraksebuahobyek agar terlihathidupdanluwesdalam film animasi, khsususnya film kartun, perluadasedikitsentuhankelenturan agar tak Terlihat kaku atau seperti sebuah benda tak berbobot. Stretch & squash merupakan prinsip animasi yang memberikan sentuhan kelenturan pada suatu benda tertentu sesuai dengan karakter materialnya, sehinga memberikan kesan obyek tersebut memiliki bobot dan muatan tertentu bila sedang melakukan gerak animasi. Sebagai contoh, bola karet tentunya akan berbeda kelenturuannya dengan bola besi atau bole bowling. Stretch adalah salah satu bentuk kelenturan suatu obyek yang mengalami sedikit penekanan pada tubuhnya ketika sedang bergerak dengan cepat. Sedangkan squash adalah bentuk kelenturan sebuah obyek benda animasi yang sedang bergerak cepat kemudian berbenturan dengan benda lain yang lebih kuat, sehingga obyek benda tersebut mengalami tekanan berat akibat dari gaya gerak tubuhnya yang tertahan oleh benda lain yang berbenturan dengan nya.

Stretch Stretch
Stretch
Stretch
Squash

Squash

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Anticipation

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Anticipation Antisipation adalah suatu gera k
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Anticipation Antisipation adalah suatu gera k
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Anticipation Antisipation adalah suatu gera k

4. Anticipation

Antisipation adalah suatu gerak ancang-ancang ketika hendak melakukan gerak utama. Seperti system kerja sebuah panah, bila hendak menembakan anak panah melesat ke depan, perlu menarik busur panah kebelakang, sejauh kecepatan melesat anak panah yang diinginkan. Kesan yang ingin disampaikan dalam prinsip animasi ini adalah untuk mengumpulkan tenaga secukupnya sebagai tenaga pendorong untuk mendapat hasil gerak maksimal pada saat memulai gerakkan. Beberapa karakter film animasi kartun yang hidup, bukan dari benda mati, umumnya selalu melakukan kegiatan prinsip film animasi ini, apalagi ketika akan melakukan aksi gerak yang membutuhkan tenaga lebih. Bahkan beberapa karakter melakukan aksi yang agak berlebihan, agar tampak lebih ekspresif dan lebih komunikatif.

agar tampak lebih ekspresif dan lebih komunikatif. gerak anticipation mengay 5. Secondary Action Contoh

gerak anticipation mengay

ekspresif dan lebih komunikatif. gerak anticipation mengay 5. Secondary Action Contoh gerak anticipation memukul

5. Secondary Action

Contoh gerak anticipation memukul

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Secondary action

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Secondary action atau aksi ke dua merupakan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Secondary action atau aksi ke dua merupakan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Secondary action atau aksi ke dua merupakan

Secondary action atau aksi ke dua merupakan gerakan yang muncul dikarenakan adanya akibat ada gaya dari gerakan atau aksi pertama sebuah obyek benda animasi, setelah gerak atau aksi pertama itu berhenti dengan tiba-tiba. Contohnya, bila sebuah anak panah meluncur dengan cepat dan tiba-tiba menancap pada sebatang kayu, maka ekor dai anak panah tersebut akan bergetar dengan keras. Ekor anak panah yang bergetar itulah yang disebut dengan gerakan kedua atau secondary action.

Dalam film kartun animasi, prinsip ini sudah menjadi keharusan, karena akan mengekspresikan kekuatan suatu daya dorong sebuah benda yang keras. Atau mengesankan suatu benda yang tampak alamiah dan wajar dalam kehidupan, hanya dalam karakter tertentu perlu dilebih-lebihkan akan tampak lebih ekspresif namun tetap natural.

akan tampak lebih ekspresif namun tetap natural. Contoh gerakan secondary action anak panah menancap

Contoh gerakan secondary action anak panah menancap pada sasarannya

secondary action anak panah menancap pada sasarannya Contoh secondary action orang mendarat LKS Tingkat

Contoh secondary action orang mendarat

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh gerak

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh gerak seconday action sdegan setelah memukul.
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh gerak seconday action sdegan setelah memukul.
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh gerak seconday action sdegan setelah memukul.
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh gerak seconday action sdegan setelah memukul.

Contoh gerak seconday action sdegan setelah memukul.

6. Follow Trough & Over Lapping Action

Prinsip ini melibatkan dua benda yang bisa saja sama atau berbeda

namun saling berkaitan satu dengan yang lain, dan bisa saling pengaruh

mempengaruhi dalam setiap gerakannya. Benda A, misalnya, akan selalu mengikuti gerak benda B yang telah lebih dulu bergerak, prinsip ini disebut follow trough. Namun karena perbedaan waktu dalam setiap pergerakan dimana benda B bergerak terlebih dahulu, kemudian benda A bergerak menyusul kemudian dalam jeda waktu yang berbeda maka akan terjadi tumpang tindih gerakan antar gerakan benda A dengan gerak benda B, prinsip ini disebut Over Lapping Action atau gerakan yang tumpang tindih.

A

A

A

Over Lapping Action atau gerakan yang tumpang tindih. A A A contoh follow trough& overlapping acti

contoh follow trough& overlapping action gerakjambulrambutdengankepala orang yang bergeraknaikturun

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 B A

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 B A A B A B A
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 B A A B A B A
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 B A A B A B A
B A A B A B A B
B
A A
B
A B A
B

contoh follow trough & overlapping action gerak bendera

7. Easy in & Easy Out

Sekali lagi meskipun film animasi merupakan hasil rekayasa dan imajinasi luar biasa dari para kreator, namun gerak animasinya tak lepas dari hukum fisika alam yang belaku, seperti gaya gravitasi, bobot, kecepatan, percepatan, daya, hokum sebab akibat dan lain-lain. Meskipun karakter animasi itu tidak rasional akan tetapi dia harus logis atau ada alas an ang tepat untuk dapat diterima akal.

Prinsip animasi Easy in & easy out merupakan suatu kaidah animasi yang berprinsip pada dasar hukum ilmu fisika yang berlaku yang berkaitan sekali dengan gerak animasi, agar tampak logis, wajar, berbobot dan berkesan hidup pada saat ditonton.

Seperti pada hukum fisika, yang berkaitan dengan bobot sebuah benda, misalnya mobil, bila dalam kecepatan tertentu, terkesan mobil itu tertarik kebelakang atau seakan terseret (terbawa) dengan suatu daya yang cukup kuat, sehingga dapat menarik mobil tersebut. Tapi apabila mobil dengan kecepatan tertentu itu tiba-tiba berhenti maka sisa daya yang masih ada di mobil itu masih ada dan mendorong bagian mobil lain, sehingga seakan-akan ada gerak belebihan yang mendorong bagian lain dari mobil itu. Begitu pula dengan suatu benda yang memiliki bobot ringan seperti daun yang jatuh, tidak langsung ke tanah tapi tertahan sejenak oleh udara yang bertiup pelan, sehingga daun itu melayang perlahan-lahan ke bawah dengan berayun-ayun oleh tekanan udara yang ada di sekitar itu. Pada saat ayunan itu turun maka akan ada percepatan yang meningkat, tetapi ketika ayunan itu menaik maka akan ada percepatan yang menurun, hingga pada titik kulminasi tertentu dan kemudian

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 berayun ke

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 berayun ke bawah dengan cepat. Gerak ini
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 berayun ke bawah dengan cepat. Gerak ini
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 berayun ke bawah dengan cepat. Gerak ini

berayun ke bawah dengan cepat. Gerak ini berlaku karena ada daya tarik bumi atau grafitasi yang menarik daun itu namun tertahan karena ada pergesekannya dengan udara, sehingga terjadi gerakan seperti itu.

dengan udara, sehi ngga terjadi gerakan seperti itu. Contoh gerak easy in & easy out pada

Contoh gerak easy in & easy out pada akselerasi percepatan mobil.

in & easy out pada akselerasi percepatan mobil. Contohgerak easy in & easy out padadaun yang

Contohgerak easy in & easy out padadaun yang melayangjatuh.

8.

Arch

Semua gerakan di alam ini bersifat melingkar atau melengkung. Itu sudah menjadi hukum alam, karena pada setiap benda yang memiliki bobot tertentu, pada pergerakan tertentu dipengaruhi oleh gaya gravitasi pada titik tertentu, sehingga pada kecepatan tertentu, tidak serta merta dapat dibelokan pada sudut yang tajam, pasti ada gerak melengkungnya.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Begitu pula

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Begitu pula dengan prinsip animasi arch atau
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Begitu pula dengan prinsip animasi arch atau
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Begitu pula dengan prinsip animasi arch atau

Begitu pula dengan prinsip animasi arch atau gerak melengkung, agar tidak tampak menjadi kaku, gerak setiap karakter animasi selalu melengkung, meskipun gerak itu cukup ekstrim saling berlawanan arah.

Prinsip animasi arch membuat gerak karakter animasi tampak menjadi luwes, dinamis, hidup dan indah. Seperti gerakan menari, melompat, berayun, berbelok atau gerakan memutar. Dengan gerakan melengkung akan terkesan benda itu memiliki bobot dan terpengaruh oleh gaya gravitasi seperti alam nyata, sehingga karakter itu tampak lebih hidup seperti dalam dunia nyata dan secara logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya.

logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah
logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah
logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah
logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah
logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah
logis dapat diterima akal oleh penonton yang melihatnya. Contoh gerak melengkung prinsip anim asi arch sebuah

Contoh gerak melengkung prinsip animasi arch sebuah mobil yang berbelok

9.

prinsip anim asi arch sebuah mobil yang berbelok 9. Exaggeration Sudah menjadi syarat mutlak ba hwa
Exaggeration
Exaggeration

Sudah menjadi syarat mutlak bahwa sebuah film animasi khusunya kartun, selain memahami beberapa hal yang logis juga harus memahami teknik exaggeration yaitu teknik yang mengdramatisir adegan agar tampak lebih ekspresif dan komunikatif, meskipun gerakannya dibuat agak berlebihan bahkan sangat ekstrim. Seperti mencoba mengekspresikan wajah yang sangat terkejut, dengan mulut yang

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 terbuka lebar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 terbuka lebar dan mata yang terbelal ak,
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 terbuka lebar dan mata yang terbelal ak,
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 terbuka lebar dan mata yang terbelal ak,

terbuka lebar dan mata yang terbelalak, bila perlu bola mata sampai keluar. Atau kelenturan suatu tubuh atau benda yang terlalu berlebih, tidak peduli dari bahan ataupun materialnya, seperti gerak laju mobil yang kedodoran, dengan lenggak-lenggok tubuh mobil dan terbatuk- batuk. Bola besi yang mengalami stretch luar biasa layaknya bola karet, begitu pula dengan tubuh manusia atau binatang yang tiba-tiba menjadi panjang atau bahkan gepeng ketika sedang melakukan adegan sedang meluncur dengan cepat atau tertimpa sebuah benda besar, dan lain sebagainya.

Semuanya ini, tiada lain menjadikan film animasi tampak lebih hidup, dinamis dan lebih berkarakter.

Prinsip animasi ini merupakan bentuk akumulasi berbagai bentuk prinsip animasi sebelumnya karena seluruh kegiatan pergerakan animasi yang berkaitan dengan exaggeration atau mendarmatisir secara ekstrim suatu gerakan atau adegan tentunya memanfaatkan berbagai prinsip-prinsip animasi sebelumnya, seperti stretch & squash, anticipation hingga secondary action dan lain sebagainya. Sehingga sebagai seorang animator dapat dengan mudah mengekspresikan karakternya dengan baik dan dapat mewujudkan imajinasinya dalam bentuk visual yang nyata.

mewujudkan imajinasinya dalam bentuk visual yang nyata. Beberapa contoh gerakan exaggeration LKS Tingkat Jawa

Beberapa contoh gerakan exaggeration

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 10. Staging

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 10. Staging Dalam penataan panggung pertunjuk an
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 10. Staging Dalam penataan panggung pertunjuk an
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 10. Staging Dalam penataan panggung pertunjuk an

10. Staging

Dalam penataan panggung pertunjukan dikenal dengan staging, yaitu mengatur posisi pemain agar panggung sebagai bidang (frame) pandangan penonton terisi dengan komposisi yang baik, proporsional enak dilihat atau dan komunikatif, sehingga penonton tidak terlalu lelah dalam menyimak jalan cerita dan merasa terlibat di sana.

Pada film animasi, prinsip animasi staging tidak jauh berbeda, hanya terletak pada penentuan tata letak obyek gambar pada bidang (frame) gambar dengan format standar film atau televisi. Jelasnya, pada prinsip ini, pembuat film animasi harus memahami beberapa teknik bahasa film, seperti jarak pengambilan gambar, sudut pengambilan gambar, gerak kamera dan lain-lain. Dengan demikian jalinan cerita dapat disusun dengan komposisi gambar yang baik dan komunikatif dan berkesinambungan antara adegan satu dengan adegan yang lain.

Pertimbangan komposisi obyek gambar animasi pada format standar film atau televisi pada prinsip animasi staging, haruslah komunikatif, proporsional, mudah, enak dilihat dan nyaman. Pada posisi mudah dalam arti mudah dikenali (komunikatif dan efektif) dan mudah untuk mengerjakannya dalam proses pembuatan animasi (efesien).

Penentuan staging umumnya dirancang dalam sebuah naskah film yang disebut story-board atau script visual, dimana dapat ditentukan komposisi obyek yang baik dan benar sesuai dengan tutututan cerita.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi yang

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi yang staging yang baik dan posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi yang staging yang baik dan posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi yang staging yang baik dan posisi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Posisi yang staging yang baik dan posisi

Posisi yang staging yang baik dan posisi staging yang buruk

yang staging yang baik dan posisi staging yang buruk Komposisi staging yang memberikan kesan tertentu

Komposisi staging yang memberikan kesan tertentu secara strutural

11. Appeal

Dalam mengatur komposisi staging suatu adegan cerita, posisi karakter tokoh perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya, karena pada posisi tersebut karakter tokoh tersebut dapat menyiratkan berbagai kesan dan pesan yang tersampaikan kepada penonton, baik secara langsung maupun tak langsung.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Kesan karakter

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Kesan karakter yang akan disampai kan ini
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Kesan karakter yang akan disampai kan ini
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Kesan karakter yang akan disampai kan ini

Kesan karakter yang akan disampaikan ini yang disebut dengan appeal atau posisi yang paling baik dan paling berkesan, baik dari jarak pengmbilan gambar, dari sudut pengambilan gambar ataupun dari gerak kameranya.

Prinsip appeal merupakan cara yang baik untuk menyampaikan sesuatu pesan dalam bentuk kesan yang menarik, cantik dan komunikatif dari sebuah karakter yang ingin disampaikan. Sehingga tanpa perlu dibeebrakan dengan kata-kata, sudah tersampaikan maknanya dalam bentuk gambar pesan apa yang akan disampaikan.

Beberapa film animasi tertentu seperti film animasi produksi Jepang atau Anime, banyak yang mamanfaatkan prinsip ini, dengan cukup menampilkan beberapa gambar diam yang sangat berkesan. Dan beberapa usaha ini cukup berhasil dan efektif, tanpa harus mengeksplorasi gerak animasi yang berlebihan, namun pesan telah tersampaikan dengan sedikit gerak animasi, cut to cut beberapa buah gambar yang diambil dari beberapa bagian gambar utama (master shoot) dan sedikit gerak kamera sudah dapat mempeson penonton, dan yang paling utama pesan telah tersampikan.

Prinsip appeal ini jadi semakin penting dalam film animasi terutama, minimal untuk efektifitas dan efisiensi dalam kerja proses pembuatan film animasinya.

efisie nsi dalam kerja proses pembuatan film animasinya. LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba Animasi TAHUN
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Komposisi gambar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Komposisi gambar yang memberikan kesan anggun dan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Komposisi gambar yang memberikan kesan anggun dan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Komposisi gambar yang memberikan kesan anggun dan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Komposisi gambar yang memberikan kesan anggun dan

Komposisi gambar yang memberikan kesan anggun dan gagah

12. Personality

Karakter tokoh film animasi akan lebih kuat, bermakna, hidup dan berkarakter apabila dipahami terlebih dahulu segala sesuatunya tentang karekater tersebut, seperti sifat fisik, sifat psikis, latar belakang ekonomi sosial budaya ataupun historisnya, sehingga dapat dideskripsikan dengan baik bentuk karakter apa yang akan dikembangkan.

Penyelusuran pemahaman karakter semacam ini disebut dengan personality, sebagai suatu bentuk prinsip animasi yang perlu dipahami. Untuk memahami personality suatu karakter tentunya mau tak mau harus melakukan pendalaman studi literature yang bersinggungan dengan berbagai disiplin ilmu lain seperti psikologi, social, budaya, sejarah, geografi, biologi dan lain-lain yang berkaitan dengan tuntutan cerita, dalam bentuk data secara verbal maupun visual.

Pendalaman personality pada proses pembuatan film animasi tak cukup pada karakter tokoh saja tapi juga pada setting cerita, property dan jalinan cerita yang akan diangkat. Sehingga akan semakin jelas arah karakter mana yang mau dibawa. Tentunya akan sangat berkaitan dengan karakter cerita, apakah akan menjadi film komedi, action, petualangan ataupun drama.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja Pembuatan Film Animasi Untuk melakukan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja Pembuatan Film Animasi Untuk melakukan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja Pembuatan Film Animasi Untuk melakukan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja Pembuatan Film Animasi Untuk melakukan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Proses Kerja Pembuatan Film Animasi Untuk melakukan

Proses Kerja Pembuatan Film Animasi

Untuk melakukan beberapa latihan dan tugas membuat film animasi sederhana, perlu beberapa fasilitas perangkat alat dan bahan yang menunjang proses pembuatan film animasi.

1. Perangkat Dasar Kerja Animasi Gambar

2. Peg Bar

Pekerjaan menggambar animasi, merupakan pekerjaan istimewa dibanding dengan pekerjaan menggambar lainnya, karena pekerjaan ini membuat runtutan gambar hasil analisa gerak yang direkam satu demi satu proses gerak, oleh karena itu membutuhkan berlembar-lembar gambar kerja, dimana tiap lembar gambar terdapat satu gambar proses gerak yang akurat dan dalam satu garis gerak, bila terjadi pergeseran

gambar yang keluar dari garis gerak itu maka gerak animasi tesebut dimungkinkan akan tidak sempurna.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Peg Bar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Peg Bar merupakan suatu alat penaha n
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Peg Bar merupakan suatu alat penaha n
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Peg Bar merupakan suatu alat penaha n

Peg Bar merupakan suatu alat penahan kertas agar tak terjadi pergeseran gerak gambar dari garis gerak yang telah ditentukan. Sehingga memudahkan animator menggambar urutan gambar yang bergerak dengan tenag tanpa merasa kuatir akan ada terjadinya pergeseran gerak gambar animasi. Dalam proses produksi film animasi gambar, ada dua jenis peg bar yang digunakan, yaitu;

a. Peg bar profesional, yaitu peg bar yang digunakan dengan standar internasional, biasa digunakan untuk kebutuhan produksi film komersial dan professional.

untuk kebutuhan produksi film komersial dan professional. b. Peg bar non profesional, yaitu peg bar yang

b. Peg bar non profesional, yaitu peg bar yang digunakan untuk kalangan non professional dan lebih bersifat studi atau sedang dalam proses pembelajaran mengenal animasi dan bersifat eksperimental. Bukansuatuhaluntukkebutuhankomersialdan professional.

Bukansuatuhaluntukkebutuhankomersialdan professional. 2. MejaGambarAnimasi ( Portable animation )

2. MejaGambarAnimasi (Portable animation)

Perangkatcukuppentingdalam proses pembuatan film animasigambar, salahsatunyaadalahmejagambaranimasi. Mejagambarinimiripdenganmeja trace, ataumejagambaruntukmenjiplakgambar. Meja yang dilengkapidengansaranakacaesatauflexiglass yang dilengkapilampupenerang di bawahnya.Karena dalam membuat gambar key animation atau inbetween, perlu mengetahui posisi gambar dengan tepat antara gambar satu dengan yang lainnya, sedangkan dengan lembar kertas gambar yang bertumpuk akan sulit

melihat posisi gambar yang tembus pandang, dengan meja gambar animasi yang dilengkapi kotak penerang, maka akan memudahkan dalam proses penggambarannya.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Meja gambar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Meja gambar animasi yang ideal akan dilengkapi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Meja gambar animasi yang ideal akan dilengkapi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Meja gambar animasi yang ideal akan dilengkapi

Meja gambar animasi yang ideal akan dilengkapi beberapa sarana yang lebih memudahkan dalam proses pembuatan animasinya, salah satunya adalah cakram yang terbuat dari plate besi dengan kaca trace ditengahnya atau flexiglass, yang dapat diputar bebas dan memudahkan animator menggambar dari berbagai posisi gambar tanpa harus merubah posisi tubuhnya. Meja animasi ada yang dibuat lengkap sampai pada kaki meja atau cukup menjadi meja portable saja, artinya dapat dipindahkan ke meja lain sekehendak animator mencari posisi gambar yang nyaman.

lain sekehendak animator mencar i posisi gambar yang nyaman. 3. AlatPembolongKertas Sesuaidengan peg bar yang
lain sekehendak animator mencar i posisi gambar yang nyaman. 3. AlatPembolongKertas Sesuaidengan peg bar yang
lain sekehendak animator mencar i posisi gambar yang nyaman. 3. AlatPembolongKertas Sesuaidengan peg bar yang

3.

AlatPembolongKertas

Sesuaidengan peg bar yang digunakannya, peg bar yang professional diperlukanpembolongkertaskhususuntukanimasi.Sedangkan peg bar

yang

professionalumumnyamenggunakanpembolongkertasstandarumum yang

berlakudiperkantorandalamkepentinganpenyimpanandokumenkantor.

non

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. KertasGambarAnimasi.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. KertasGambarAnimasi. Ketas gambar animasi, hampir sama
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. KertasGambarAnimasi. Ketas gambar animasi, hampir sama
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. KertasGambarAnimasi. Ketas gambar animasi, hampir sama

1.

KertasGambarAnimasi.

Ketas gambar animasi, hampir sama dengan ketas gambar biasa, hanya diberi lobang sesuai dengan penggunaan peg barnya. Namun untuk kebutuhan key animasi dan inbetween, diusahakan tidak terlalu tebal, bila perlu setipis mungkin, agar mudah terlihat tembus pandang pada saat akan mennetukan posisi gambar dan harus kuat, karena kerja animator yang penuh dengan sketsa kasar dan ekspresif, memungkinkan akan mudah rusak dan lusuh, minimal dengan berat kertas 70 gram. Ukuran kertas animasi cukup beragam, untuk standar profesional 10,5 X 14 inch. Dengan luas bidang gambar animasi 8,75 X 12 inchi. Namun ada beberapa ukuran yang sangat bergantung pada gambar kerja atau lay-out story buard yang menuntut akan adanya pergerakan kamera. Sedangkan untuk kebutuhan kertas animasi non professional, ukuran kertasnyapun disesuaikan dengan standar umum, seperti kertas ukuran A4, setengah A4, A3 atau ukuran B4.

seperti kertas ukuran A4, setengah A4, A3 atau ukuran B4. Kertasanimasistandar professional Kertasanimasistandar non

Kertasanimasistandar professional

A4, A3 atau ukuran B4. Kertasanimasistandar professional Kertasanimasistandar non professional LKS Tingkat Jawa

Kertasanimasistandar non professional

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 2. RakKertasgambar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 2. RakKertasgambar Kerja animator akanmenghasilkanbe
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 2. RakKertasgambar Kerja animator akanmenghasilkanbe
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 2. RakKertasgambar Kerja animator akanmenghasilkanbe

2. RakKertasgambar

Kerja animator akanmenghasilkanberlembar-lembarkerasanimasi yang bilataksegeraditertibkan,

yang

sudahdigambar,

temapatuwadahuntukmenyimpanitudenganaman.

Rakkertasanimasidibuatsedemikianrupauntukmengatursekaligusmenyusu

ngambaranimasi

akanmenjadikekacauandalammenyusunkembaliurutangambar

olehkarenaitudiperlukansarana,

yang

belumsecaratertib,

yang

sudahseesaiatu

rapihdanaman.Fungsirakkertasanimasipuntidaksekedarmenyimpanakante

demi

adeganceritasecaraberurutan,

animasiselanjutnya.

Tentusajauntuklebihmemudahkanlagiperluditandaidenganbeberapakodea

proses

tapidapatdisusunsesuaidenganadegan

sehinggasemakinmudahmencaridalam

taunomortertentu,

yang

memudahkandalammencaridanmenemukangambaradegan

yang

dibutuhkan.

3. PerangkatPenunjangKerjaAnimasi

a. Kamera.

Adalah alat untuk merakam gambar, baik gambar yang diam yaitu kamera fotografi maupun gambar yang bergerak yaitu kamera film atau kamera video. Untuk kamera yang digunakan untuk gambar animasi adalah kamera film atau kamera video yang dijalankan secara stop- frame, yaitu merekam gambar dengan cara seperti menggunakan kaera fotografi memotret gambar diam, tetapi merekam gambar secara beruntun gambar demi gambar (frame by frame). Dengan teknologi digital, kamera digital dimungkinkan untuk merekam gambar animasi baik animasi gambar maupun animasi obyek (stop-frame, kemudian dipindahkan ke komputer, untuk kemudian diproses lebih lanjut hingga menghasilkan film animasi. Kamera animasi, umumnya dilengkapi dengan beberapa alat penunjang seperti dudukan kamera, tripot (threefoot), lampu penerang dan dudukuannya dan meja animasi atau rostroom.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi

Perangkatrekamanimasigambar &Perangkatrekamanimasi stop frame

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 b. Scanner

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 b. Scanner . Sesungguhnya alat ini digunakan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 b. Scanner . Sesungguhnya alat ini digunakan
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 b. Scanner . Sesungguhnya alat ini digunakan

b. Scanner.

Sesungguhnya alat ini digunakan untuk memindahkan/memindai gambar ke komputer dengan hasil yang mendekati akurasi yang tinggi atau mendekati sempurna dari gambar yang sebenarnya. Dalam proses animasi, scanner digunakan untuk mengganti kamera, selain itu dengan menggunakan alat ini gambar animasi lebih tajam dan halus dibandingkan bila menggunakan kamera video atau kamera digital.

bila menggunakan kame ra video atau kamera digital. scanner c. Program KomposisiGambar. Program perangkat lunak

scanner

c. Program KomposisiGambar.

Program perangkat lunak (soft-ware) yang digunakan untuk memproses gambar animasi, dengan memberi warna, mengatur posisi gambar- gambar animasi pada posisinya teratur dan tersusun. Komposisi obyek gambar animasi dengan gambar latar belakang dan depan. Sehingga mudah menggerakannya pada proses produksi film animasi berikutnya. Program komputer yang digunakan umumnya ada dua jenis yaitu program vector dan program bitmap. Yang termasuk program vector adalah Corel Draw!, Macromedia Free-hand atau Flash, Adobe Illustrator dan lain-lain. Sedangkan program bitmap adalah Program Adobe Photoshop, Photopaintdan lain-lain.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program komposisigambaranimasi d. Program Moving
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program komposisigambaranimasi d. Program Moving
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program komposisigambaranimasi d. Program Moving
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program komposisigambaranimasi d. Program Moving

Contoh program komposisigambaranimasi

d. Program MovingdanEditing Animasi.

Program movingyaitu program perangkatlunak (soft-ware) yang digunakanuntukmenggerakangambaranimasi (still image) menjadibergerakdanhidup, kemudiandirendermenjadi data video

(moving image).

Sesungguhnya program moving animasicukupbanyak yang ditawarkanseperti program untukversi bitmap, yaitu; Animasi Pro, Re- tas, toons, Adobe Image-ready, Adobe Premierre, Adobe After-effect, 3D Studio untukanimasi 3 dimensi, Maya, Soft-image, silicon graphic dan lain-lain. Dan animasiversi vector, seperti; Macromedia Flash, Corel Rave, dan lain-lain. Sedangkan program editing yaituperangkatlunak (soft-ware) yang dugankanuntukmenyuntingataumengeditbeberapagambar video (moving image), menjadisuatujalinancerita yang utuh, kemudianmenggabungkanjugadenganberbagaisuara yang mendukungnyaseperti; annauccer / narasi, monolog atau dialog, sound effect (sfx) danmusiklatar. Sehingga menjadi sebuah film atau video yang utuh dan bercerita atau bertutur (feature). Program editing yang ditawarkanjugacukupberagam, yaitu; Adobe Premierre, After-effect, Video Editing Machine, Vegas, Video Ulited, Macromedia Director, dan lain-lain.

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program moving animasi e. Langkah Proses
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program moving animasi e. Langkah Proses
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program moving animasi e. Langkah Proses
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program moving animasi e. Langkah Proses
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 Contoh program moving animasi e. Langkah Proses

Contoh program moving animasi

e. Langkah Proses Kerja

Membuat gambar kerja (lay-out story-board), dengan menentukan; format bidang (frame) gambar animasi, sketsa arah gerak dan posisi obyek gambar animasi (seperti gambar di atas).

Membuat key-animasi obyek gambar animasi, dengan mengikuti titik- titik posisi yang telah dikerjakan di gambar kerja. Buatlah dengan sketsa kasar, ntuk mendapat bentuk yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Dan tentukan titik-titik posisi gambar untuk kebutuhan inbetween.

Membuat inbetween, untuk mendapatkan detail gerak gambar animasi, seperti yang telah direncanakan di gambar key animasi.

Menghaluskan gambar, dengan menjiplak ulang gambar animasi yang sudah ajdi agar bersih dan rapih terutama pada garis (barik/out-line) obyek gambar animasi.

Melakukan perekaman gambar dengan cara memotret gambar dengan kamera stop frame, atau dengan memindai (scan) gambar ke komputer.

Mengatur dan menyusun gambar animasi pada program gambar seperti Adobe Photoshop, agar tersusun sesuai dengan urutan gerak gambarnya dan teratur tidak keluar dari garis atau titik gerak animasi, sehingga gerak dapat mulus berjalan.

Simpan secara berurutan dalam data direktori khusus, dengan kode atau nama file yang berurutan sesuai dengan gambar animasi yang ada, dengan ekstension data *.jpg atau *.tif , sesuai dengan kebutuhan.

Menggerakan gambar dan mengedit animasi pada program animasi khusus seperti adobe imge ready, macromedia flash atau program editing seperti adobe premiere.

Render dan publish film animasi pada kompres data dengan ekstension *.gif, *.flic, *.wave, *.exe, *.avi, *.dat atau *.mpegav. untuk dapat dijalankan di program atau perangkat khusus yang dapat memutar film animasi dengan mulus dan lancar. CONTOH GERAK ANIMASI

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. Anjing

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. Anjing bergerak 1 2. Anjing bergerak
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. Anjing bergerak 1 2. Anjing bergerak
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. Anjing bergerak 1 2. Anjing bergerak

1. Anjing bergerak 1

PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 1. Anjing bergerak 1 2. Anjing bergerak 2 3. Burung terbang

2. Anjing bergerak 2

TAHUN 2015 1. Anjing bergerak 1 2. Anjing bergerak 2 3. Burung terbang 1 LKS Tingkat

3. Burung terbang 1

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung terbang 2 LKS Tingkat Jawa
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung terbang 2 LKS Tingkat Jawa
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung terbang 2 LKS Tingkat Jawa
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung terbang 2 LKS Tingkat Jawa

4. Burung terbang 2

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 4. Burung terbang 2 LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil

5. Burung terbang 3

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil LKS Tingkat Jawa

6. Burung Kecil

JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil LKS Tingkat Jawa Barat Bidang
JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil LKS Tingkat Jawa Barat Bidang
JAWA BARAT TAHUN 2015 5. Burung terbang 3 6. Burung Kecil LKS Tingkat Jawa Barat Bidang
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 7. Katak

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 7. Katak melompat. 8. Manusia bergerak 1
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 7. Katak melompat. 8. Manusia bergerak 1
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 7. Katak melompat. 8. Manusia bergerak 1

7. Katak melompat.

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 7. Katak melompat. 8. Manusia bergerak 1 LKS Tingkat Jawa

8. Manusia bergerak 1

BARAT TAHUN 2015 7. Katak melompat. 8. Manusia bergerak 1 LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Manusia

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Manusia bergerak 1 10. Rusa melompat
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Manusia bergerak 1 10. Rusa melompat
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Manusia bergerak 1 10. Rusa melompat

9. Manusia bergerak 1

PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 9. Manusia bergerak 1 10. Rusa melompat LKS Tingkat Jawa Barat

10.Rusa melompat

BARAT TAHUN 2015 9. Manusia bergerak 1 10. Rusa melompat LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 11. Tupai

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS

11. Tupai bergerak.

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS Tingkat Jawa Barat

12.Anjing Berjalan

BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba Animasi
BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba Animasi
BARAT TAHUN 2015 11. Tupai bergerak. 12. Anjing Berjalan LKS Tingkat Jawa Barat Bidang Lomba Animasi
LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing

LOMBA KETERAMPILAN SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK
MENENG AH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK

13. Anjing berjalan2

PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK PGRI Cikampek ‐ Afif
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK PGRI Cikampek ‐ Afif
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015 13. Anjing berjalan2 Contac Person : SMK PGRI Cikampek ‐ Afif

Contac Person : SMK PGRI Cikampek Afif Syarifudin ( 087779260408 )