Anda di halaman 1dari 6

7.

Bintik buta
Bintik buta merupakan tempat masuk dan membeloknya bekas saraf menuju otak. Berbeda dengan bintik kuning,
bintik buta tidak memeliki sel-sel penglihat sehingga tidak dapat menanggapi rangsangan cahaya.

Bintik buta adalah lokasi keluarnya serabut2 saraf yang menjulur dari otak ke rongga mata. Saraf2 itu kemudian
menyebar ke seluruh lapisan retina, kecuali di lokasi keluarnya itu sendiri.
Karena tidak ada sel2 saraf reseptor cahaya di daerah tsb, bintik buta tidak bisa merespon cahaya.
Bintik buta itu lokasi anatomis, bukan sel, jaringan, atau organ, jadi tidak punya fungsi.

PRAKTIKUM 1
I.

Judul

II. Tujuan
III.
1.
2.
3.
4.

: Menguji Indra Peraba ( Kulit )


: Mengetahui kulit tubuh yang peka terhadap rangsangan.

Alat & Bahan


Pensil runcing
Es batu dibungkus plastik
Air hangat dibungkus plastik
Slayer/Kain

VI.

Pertanyaan

1. Menurutmu, bagian kulit manakah yang memiliki kepekaan tinggi? Mengapa demikian?
2. Saraf apakah yang membuat kulit peka terhadap rasa sakit?
VII.
Jawaban
1. Bagian kulit yang memiliki kepekaan tinggi yaitu pada bagian ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki,
karena pada ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki banyak berkumpul saraf-saraf bebas maupun berkapsul,
yang semuanya itu berfungsi sebagai alat peraba. Selain itu, lapisan kulit pada ujung jari juga relatif tipis sehingga
rangsangan lebih cepat dihantarkan ke ujung-ujung saraf daripada bagian tubuh lainya.
2. Saraf yang membuat kulit peka terhadap rasa sakit yaitu
a. Korpuskula Pacini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan
b. Ujung saraf tanpa selaput, yang merupakan ujung saraf perasa nyeri.

berupa tekanan.

VIII. Kesimpulan
Kulit yang memiliki kepekaan tinggi yaitu pada bagian ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki.Saraf yang
membuat kita peka terhadap rasa sakit yaitu korpuskula pacini dan ujung saraf tanpa selaput.

PRAKTIKUM 2
I.

Judul

: Menguji Indra Pengecap ( Lidah )

II.

Tujuan

: Mengetahui pembagian daerah pengecap pada lidah

III. Alat & Bahan


1. Larutan gula
2. Larutan kina ( Pahitan )
3. Larutan garam
4. Larutan asam ( Asam Jawa )
5. 4 buah kuas
6. Air mineral
7. 4 buah gelas
8. Slayer/Kain

VI. Pertanyaan

.
.

Tuliskan bagian lidah yang peka terhadap rasa manis, asin, asam dan pahit!
Bandingkanlah hasil pengamatan pada siswa A dan siswa B! Apakah keduanya memiliki pembagian daerah
pengecap yang sama?
Jawaban

Pembagian lidah berdasarkan daerah kepekaan nya :


a. Bagian lidah yang peka terhadap rasa manis terdapat di bagian ujung lidah
b. Bagian lidah yang peka terhadap rasa asin terdapat di bagian tepi depan lidah
c. Bagian lidah yang peka terhadap rasa asam terdapat di bagian tepi belakang lidah
d. Bagian lidah yang peka terhadap rasa pahit terdapat di bagian pangkal lidah
2. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, siswa A dan B memiliki pembagian daerah pengecap yang sama
VIII. Kesimpulan
Pada lidah bagian ujung peka terhadap rasa manis, bagian tepi depan lidah peka terhadap rasa asin, bagian
tepi belakang lidah peka terhadap rasa asam, dan bagian pangkal lidah peka terhadap rasa pahit. Normalnya
manusia memiliki pembagian daerah pengecap yang sama.

BAB II ISI
A. UJI BINTIK BUTA MATA
1.
Alat dan Bahan
v Penggaris, kertas dan spidol
2.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.
9.
3.

Langkah Kerja
Menggambar tanda + dan (kurang lebih berjarak 5 cm) pada kertas karton/kertas ketik.
Memegang gambar tersebut didepan mata dengan tangan kanan dengan posisi tanda + terletak didepan mata
sebelah kanan.
Menutup mata kiri dengan tangan kiri.
Memusatkan pandangan mata pada tanda + , meskipun tanda - masih terlihat.
Menggerakkan tangan kanan menuju mata secara perlahan-lahan sampai tanda + menghilang . Ukurlah jarak
antara mata dengan kertas gambar.
Menggerakkan kembali kertas gambar menjauhi mata sampai tanda + tampak kembali. Mengukur kembali jarak
antara mata dan kertas gambar. Ketika tanda - mengahilang memperlihatkan bahwa bayangan tanda tersebut jatuh
tepat pada bintik buta
Melakukan langkah kerja mulai no. 1 sampai no. 6, tetapi tangan yang memegang kertas adalah tangan kiri dan
mata yang dipakai untuk melihat adalah mata kiri, posisi tanda + di depan mata kiri.
Semua siswa sebaiknya melakukan kegiatan no. 1 sampai no. 7.
Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel.
Teori

Bintik buta adalah tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata. Benda yang terkena cahaya
akan membiaskan cahayanya melalui kornea dan diteruskan ke aqeus humor, pupil, lensa mata, vitrous humor,
kemudian retina. Cahaya yang masuk ke bagian bintik kuning retina akan mengenai sel-sel batang dan kerucut. Sel
kerucut sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang
dihantarkan ke saraf optik ke otak besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus oksipitalis ini terjadi
asosiasi berupa kesan melihat benda
Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian
bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel batang dan kerucut yang
meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya,
bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik
buta pada retina.
4.
Tabel Hasil Pengamatan
NO
NAMA SISWA
JARAK TANDA ( + ) TIDAK TERLIHAT
MATA KANAN
MATA KIRI
1.
Syaiful haq
25,6 cm
23,8 cm
2.
Sofiana
20,1 cm
17,6 cm
3.
Niluh
19,4 cm
18 cm
4.
Intan dina
18 cm
17,5 cm
RATA RATA
20,75 cm
19,25 cm
5.

Pertanyaan
a.
Apakah bintik buta mata kiri dan kananmu sama?
b.
Apakah bintik buta setiap orang sama? Berapa rata-ratanya?
c.
Mengapa benda tidak tampak pada waktu bayangan jatuh pada bintik buta?

6.

Jawaban

a.

Tidak, Mata kanan lebih peka dari pada mata kiri karena jarak tanda (+) hilang lebih cepat di mata
kanan.Namun, dilihat secara umum, tidak terdapat perbedaan yang terlalu signifikan dari beberapa
pengukuran. Perbedaan di atas dapat disebabkan karena kurang ketelitian dalam pengukuran maupun
kurangnya konsentrasi.

b.

Jarak bitik buta untuk setiap orang relative berbeda, tergantung dari kemampuan mata masing-masing.
Tetapi ada juga beberapa orang yang kemungkinan memiliki jarak bintik buta yang sama. Rata-ratanya
yaitu 20,75 cm untuk mata kanan dan 19,25 cm untuk mata kiri.

c.

Karena bintik buta mata tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga bila bayangan benda
jatuh tepat di bintik buta, maka otak tidak akan mendapat kan sinyal dari mata karena bayangan itu jatuh
tidak pada sel-sel yang peka cahaya.

B. INDERA PENGECAP
1. Alat dan Bahan
v Larutan gula
v Larutan kina
v Larutan garam
v 4 buah cotton bud
v Larutan asam
3.

Teori
Cita rasa merujuk pada stimulasi bintil pengecap, reseptor yang ada pada lidah. Ketika kita membicarakan
tentang cita rasa makanan, umumnya yang kita maksud adalah rasa makanan. Indra lain dalam konteks terpisah,
tetapi akson pengecapan dan penciuman bersatu pada sebuah sel di sebuah area yang disebut korteks

endopiriform (Fu, Sugai, Yoshimura, dan Onoda, 2004). Adanya penggabungan tersebutlah yang memungkinkan
pengecapan dan penciuman menyatukan pengaruhnya dalam hal pemilihan makanan. Reseptor cita rasa bukanlah
neuron sejati, tetapi merupakan sel-sel kulit yang termodifikasi. Sama seperti neuron, reseptor cita rasa memiliki
membran yang dapat tereksitasi dan melepaskan neurotransmitter untuk mengeksitasi neuron. Neuron tersebutlah
yang akan mengantarkan informasi ke otak. Seperti layaknya sel kulit, reseptor cita rasa secara bertahap terkikis
dan tergantikan, tiap reseptor bertahan selama 10 hingga 14 hari (Kinnamon, 1987). Reseptor cita rasa mamalia
berada di dalam bintil pengecap yang terletak di papilla (papillae), suatu struktur yang ada di permukaan lidah.
Tiap papilla mengandung nol hingga 10 atau bahkan lebih bintil pengecap (Arvidson dan Friberg, 1980), dan dalam
tiap bintil pengecap terdapat sekitar 50 sel reseptor. Pada manusia dewasa, sebagian besar bintil pengecap terletak
pada sepanjang sisi luar tepian lidah, pada bagian tengah hanya terdapat sedikit bintil pengecap atau tidak sama
sekali (Kalat, 2010).
Pengecap merupakan fungsi utama taste buds dalam rongga mulut, namun indera pembau juga sangat
berperan pada persepsi pengecap. Selain itu, tekstur makanan seperti yang dideteksi oleh indera pengecap taktil
dari rongga mulut dan keberadaan elemen dalam makanan seperti merica, yang merangsang ujung saraf nyeri, juga
berperan pada pengecap. Makna penting dari indera pengecap adalah bahwa fungsi pengecap memungkinkan
manusia memilih makanan sesuai dengan keinginannnya dan mungkin juga sesuai dengan kebutuhan jaringan akan
substansi nutrisi tertentu (Diah Savitri, 1997). Indera pengecap kurang lebih terdiri dari 50 sel epitel yang
termodifikasi, beberapa di antaranya disebut sel sustentakular dan lainnya disebut sel pengecap. Sel pengecap terus
menerus digantikan melalui pembelahan mitosis dari sel disekitarnya, sehingga beberapa diantaranya adalah sel
muda dan lainnya adalah sel matang yang terletak ke arah bagian tengah indera dan akan segera terurai dan larut
(Guyton, 1997). Sensasi rasa pengecap timbul akibat deteksi zat kimia oleh resepor khusus di ujung sel pengecap
(taste buds) yang terdapat di permukaan lidah dan palatum molle. Sel pengecap tetap mengalami perubahan pada
pertumbuhan, mati dan regenerasi. Proses ini bergantung pada pengaruh saraf sensoris karena jika saraf tersebut
dipotong maka akan terjadi degenerasi pada pengecap. (Sunariani et al., 2007).
4.
Tabel Hasil Pengamatan
1.
Siswa A
Jenis larutan
Ujung lidah
(A)

Tepi belakang
lidah
(C)

Pangkal lidah
(D)

Larutan gula (manis)

Larutan lemon (asam)

Larutan garam (asin)

Larutan daun pepaya (pahit)

2.
Siawa B
Jenis larutan

Ujung lidah
(A)

Tepi depan
lidah
(B)

Tepi belakang
lidah
(C)

Pangkal lidah
(D)

Larutan gula (manis)

Larutan lemon (asam)

Larutan garam (asin)

Larutan daun pepaya (pahit)

5.
1.
2.

6.
1.

Tepi depan
lidah
(B)

Pertanyaan
Tuliskan bagian lidah yang peka terhadap rasa manis, asin, asam dan pahit!
Bandingkanlah hasil pengamatan pada siswa A dan siswa B! Apakah keduanya memiliki pembagian daerah
pengecap yang sama?
Jawaban
Pembagian lidah berdasarkan daerah kepekaan nya :

a.
b.
c.
d.
2.

1.
v
v
v
v
3.

Bagian lidah yang peka terhadap rasa manis terdapat di bagian ujung lidah
Bagian lidah yang peka terhadap rasa asin terdapat di bagian tepi depan lidah
Bagian lidah yang peka terhadap rasa asam terdapat di bagian tepi belakang lidah
Bagian lidah yang peka terhadap rasa pahit terdapat di bagian pangkal lidah
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, siswa A dan B memiliki pembagian daerah pengecap yang sama
C. INDERA PERASA / PERABA
Alat dan Bahan
Pensil runcing
Air hangat dibungkus plastic
Es batu dibungkus plastic
spidol
Teori
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan
tekanan.
Susunan Kulit. Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis.
Padaepidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian
dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya.
Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang
menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan
pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan
ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah
lapisan tanduk disebut stratum korneum.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan
serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar
rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu
juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada
waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat
timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
Fungsi Kulit. Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba
dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta
pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor-reseptor
khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerahepidermis. Reseptor untuk tekanan,
ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung
reseptornya terletak di dekat epidermis.

4.

Tabel Hasil Pengamatan

v Pensil
N
O
1.

Nama siswa

Syaiful haq

v ES Batu
N
Nama siswa
O
1.

Syaiful haq

Telapak tangan
Sakit
Tidak
9 titik
2 titik

Frekuensi
Leher
Sakit
Tidak
4 titik
7 titik

Telapak kaki
Sakit
Tidak
5 titik
6 titik

Telapak tangan
Dingin
Tidak
7 titik
4 titik

Frekuensi
Leher
Dingin
Tidak
5 titik
6 titik

Telapak kaki
Dingin
Tidak
8 titik
3 titik

v `Air Panas
N
Nama siswa
O
1.
5.

Syaiful haq

Telapak tangan
Panas
Tidak
9 titik
2 titik

Frekuensi
Leher
Panas
Tidak
4 titik
7 titik

Telapak kaki
Panas
Tidak
6 titik
5 titik

Pertanyaan
1.
Menurutmu, bagian kulit manakah yang memiliki kepekaan tinggi? Mengapa demikian?
2.
Saraf apakah yang membuat kulit peka terhadap rasa sakit?

6.
1.

Jawaban
Bagian kulit yang memiliki kepekaan tinggi yaitu pada bagian ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki, karena
pada ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki banyak berkumpul saraf-saraf bebas maupun berkapsul, yang
semuanya itu berfungsi sebagai alat peraba. Selain itu, lapisan kulit pada ujung jari juga relatif tipis sehingga
rangsangan lebih cepat dihantarkan ke ujung-ujung saraf daripada bagian tubuh lainya.
2.
Saraf yang membuat kulit peka terhadap rasa sakit yaitu
a. Korpuskula Pacini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa tekanan.
b. Ujung saraf tanpa selaput, yang merupakan ujung saraf perasa nyeri.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan diatas dapat kami simpulkan :
1.
Bitik buta dari setiap orang relative berbeda tergantung kemampuan mata dan kesehatan mata masingmasing.
2.
Titik buta pada mata kanan sekitar 21 cm (diambil dari hasil rata-rata)
3.
Titik buta pada mata kiri sekitar 19 cm (diambil dari hasil rata-rata)
4.
Bintik buta mata tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga bila bayangan benda jatuh
tepat di bintik buta, maka otak tidak akan mendapat kan sinyal dari mata karena bayangan itu jatuh tidak
pada sel-sel yang peka cahaya.
5.
Pada lidah bagian ujung peka terhadap rasa manis, bagian tepi depan lidah peka terhadap rasa asin, bagian tepi
belakang lidah peka terhadap rasa asam, dan bagian pangkal lidah peka terhadap rasa pahit.
6.
Normal nya manusia memiliki pembagian daerah pengecap yang sama.
7.
Kulit yang memiliki kepekaan tinggi yaitu pada bagian ujung jari, telapak tangan dan telapak kaki.
8.
Saraf yang membuat kita peka terhadap rasa sakit yaitu korpuskula pacini dan ujung saraf tanpa selaput.

Anda mungkin juga menyukai