Anda di halaman 1dari 19

CYANOPHYTA DAN CHLOROPHYTA

Disusun oleh: Kelompok 7


Ilham Romdhoni Sobur

230210140004

Azka wafi El Hakim

230210140008

Rijal Muttaqin

230210140027

Nuning Khairunnisa

230210140028

Naomi DwiJuliani F

230210140033

Siti Rahmania Sari

230210140036

Fitrian Putra Trivialdo

230210130064

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN

2015KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT. yang telah
memberikan kekuatan, berkah, dan rahmat-Nya, sehingga proses penyusunan
makalah CYANOPHYTA DAN CHLOROPHYTA dapat terselesaikan dengan
baik dan lancar. Makalah ini berisi tentang cyanophyta dan chlorophyta berupa
ciri-ciri, reproduksi, hatitat dan distribusi, serta klasifikasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak
kekurangan yang ada. Hal ini dikarenakan terbatasnya pengetahuan kami.
Jatinangor, Maret 2015
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I...................................................................................................... 1
PENDAHULUAN....................................................................................... 1
BAB II..................................................................................................... 2
PEMBAHASAN......................................................................................... 2
2.1

Cyanophyta (Alga Hijau-Biru) / Cyanobacteria...........................2

2.2

Chlorophyta (Alga Hijau)............................................................6

KESIMPULAN......................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. xvi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Planktonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan dan


sistematika plankton. Pemahaman tentang plankton dalam bidang ilmu
perikanan dan kelautan sangatlah penting, sebagai dasar bagi kita untuk
memahami tentang Fisheries and Marine Ecosystem. Banyak dari
ekosistem laut yang belum kita ketauhi. Untuk memanfaatkan segala sumber
daya alam perairan tentu penting bagi kita untuk mengetauhi segala aspek
kehidupan yang ada dalam perairan atau laut tersebut, dan sekecil apapun
bentuk dari mereka. Plakton adalah mikroorganisme renik tumbuhan atau
hewan yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang di dalam air
yang kemampuannya terbatas sehingga mudah terbawa arus.
Fitoplankton adalah plankton yang mempunyai sifat tumbuhan yang
hidupnya melayang atau mengapung didalam perairan atau dilaut.
Berdasarkan hasil penelitian, fitoplankton dibagi menjadi 4 kelas diantaranya
adalah Cyanophita dan Chlorophyta. Cyanophyta adalah makhluk hidup yang
pada umumnya banyak ditemukan dilapisan atas atau dibawah permukaan
dan biasanya disebut sebagai Alga hijau-biru. Chlorophyta adalah organisme
yang umumnya dapat ditemukan atau terakumulasi dilapisan termoklin dan
biasanya disebut sebagai Alga hijau.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah definisi, ciri ciri, reproduksi dan habitat yang

berkaitan dengan Chyanophyta ?


2. Bagaimanah definisi, ciri ciri, reproduksi dan habitat yang
berkaitan dengan Chlorophyta ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Cyanophyta (Alga Hijau-Biru) / Cyanobacteria
Cyanobacteria (Yunani, kyanos = biru, bacterion = batang kecil) sering
disebut ganggang biru sebab berwarna hijau kebiruan. Cyanobacteria dapat
berfotosintesis dan sebagian memiliki tubuh berbentuk benang seperti ganggang.
Namun, Cyanobacteria bukanlah ganggang yang sebenarnya karena bersifat
prokariotik, sedangkan ganggang memiliki sel eukariotik. Cyanobacteria
merupakan anggota dari Eubacteria. Kajian evolusi menyatakan, bahwa
Cyanobacteria ini sudah menghuni bumi sekitar 3,8 milyar tahun yang lalu, dan
sebagian sudah menjadi fosil atau lapisan kerak stromatolit.

Ciri-ciri Cyanobacteria : tidak memiliki membran inti (prokariotk, memiliki


pigmen fotosintetik, fotoautotrof, uniseluler/multiseluler, hidup
soliter/berkoloni.

Ciri-Ciri Cyanophyta
Ciri-ciri yang dimiliki oleh alga hijau-biru (Cyanophyta), antara lain:

Struktur tubuh terdiri atas satu sel, ada pula yang bersel banyak. Yang
bersel banyak berupa benang atau koloni,
Tidak berkloroplas, tetapi berklorofil,
Sel-sel bersifat prokariotik yaitu bahan ini belum terbungkus oleh
membran inti atau karioteka,
Mempunyai pigmen fikosianin,
Sebagai vegetasi perintis, yaitu dapat hidup pada daerah yang tumbuhan
lain tidak dapat hidup,
Cara hidupnya sebagai epifit atau sebagai endofit pada hewan atau
tumbuhan dan sebagai plankton,
Pada umumnya alga biru berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan
membelah diri atau fragmentasi.
Ciri-ciri khusus Cyanophyta :
5

Warna umum hijau ( kebanyakan hidup di air tawar ), kecuali


Trichodesmium Eritreum (berwarna merah dan banyak terdapat di laut ),
Kelompok tertentu memfiksasi N2 dari atmosfer
a. kelompok filamen punya hetericys,
b. kelompok filamen tanpa heterocyst,
c. kelompok Unicell ,
Pada umumnya tidak memiliki alat gerak,
Sebagian besar dinding selnya diselaputi lendir,
Jenis-jenis tertentu sering mengalami blooming.

Reproduksi Cyanophyta/Cyanobacteria

Cyanobacteria bereproduksi
secara

aseksual,

yaitu

dengan

pembelahan biner, fragmentasi, dan


pembentukan endospora.
1. Pembelahan Biner

Pembelahan biner dapat terjadi pada Cyanobacteria uniseluler maupun


multiseluler yang berbentuk filamen (benang). Pada Cyanobacteria uniseluler,
sel-sel hasil pembelahan ada yang langsung memisah, dan ada pula yang tetap
bergabung sehingga membentuk koloni (misalnya Gloeocapsa). Sel-sel hasil
pembelahan pada Cyanobacteria yang berbentuk filamen menyebabkan filamen
menjadi bertambah panjang.
2. Fragmentasi

Fragmentasi adalah pemutusan sebagian tubuh organisme. Bagian tubuh


yang terlepas akan tumbuh menjadi individu baru. Fragmentasi terjadi pada
Cyanobacteria yang berbentuk filamen. Pemutusan bagian tubuh dapat terjadi
di bagian-bagian tertentu pada sel-sel yang mati. Filamen hasil pemutusan
disebut hormogonium. Hormogonium ini memiliki panjang filamen yang

berbeda-beda, dan bila terlepas dan filamen induk maka akan tumbuh menjadi
Cyanobacteria baru. Contoh Cyanobacteria yang mengalami fragmentasi antara
lain Oscillatoria sp. dan Plectonema boryanum.
3. Pembentukan Endospora

Pembentukan endospora terjadi bila kondisi lingkungan kurang


menguntungkan, misalnya pada kondisi kekeringan. Sel yang mengandung
endospora ini disebut akinet. Akinet berasal dari sel vegetatif, berukuran lebih
besar dari sel-sel tubuh lainnya karena mengandung cadangan makanan, dan
berdinding tebal. Bila kondisi lingkungan membaik, maka endospora akan
tumbuh menjadi Cyanobacteria baru, contohnya Nostoc sp.

Habitat Cyanophyta
Cyanophyta dapat ditemukan pada berbagai lingkungan misalnya
danau, laut, sungai, tanah, batu, dan rawa. Cyanophyta dapat terlihat dengan mata
telanjang berupa lapisan tipis berwarnahijau biru, merah, atau ungu
kehitaman. Pada saat tertentu, Cyanophyta yang hidup di air muncul berlimpah
sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanophyta tersebut.
Contohnya Cyanophyta berwarna hijau biru (A n a b a e n a ) membuat air sawah
tampak kehijauandan Cyanophyta merah (Ascillatoria rubescens) membuat
laut di daerah Timur Tengah berwarnamerah sehingga disebut Laut Merah.
Beberapa jenis Cyanophyta yang dapat mengikat nitrogen berperan
sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan), misalnya
pantai berpasir atau gurun. Cyanophyta, Syneckococcus lividus dapat hidup di
habitat yang ekstrim, misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4,0)
dan temperatur tinggi (70 C). Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup
bersimbiosis dengan organisme lain, misalnya Nostoc dan Anabaena
azollae. Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen)
P e l t i g e r a , serta hidup diakar tumbuhan paku Cycas. Anabaena azollae hidup
di daun tumbuhan paku air A z o l l a p i n a t a . Simbiosis antara Cyanophyta
dengan organisme lain saling memberi keuntungan.
Cyanophyta terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada
organisme simbiotiknya. Sedangkan
organism
simbitiknya
memberikan
kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanophyta.

Pengelompokan Cyanophyta
Cyanophyta bersel satu, antara lain :

Chroococcus
Chroococcus

Klasifikasi :
Chroococcus
Empire : Prokaryota
Kingdom : Eubacteria
Subkingdom : Negibacteria
Fillum : Cyanobacteria
Kelas : Cyanophyceae
Subkelas : Oscillatoriophycideae
Ordo : Chroococcales
Famili : Chroococcaceae
Genus : Chroococcus
Chroococcus, Hidup didasar kolam yang tenang, berkembang biak secara
vegetatif dengan membelah diri, mempunyai pengikat sel-sel muda

Klasifikasi :
Empire : Prokaryota
Kingdom : Eubacteria
Subkingdom : Negibacteria
Fillum : Cyanobacteria
Kelas : Cyanophyceae
Subkelas : Oscillatoriophycideae
Ordo : Chroococcales
Gloeocapsa

Famili : Microcystaceae
Genus : Gloeocapsa
Gloeocapsa, Alga ini hampir serupa dengan Chroococcus, mempunyai selubung
berwarna. Hidup pada batu-batuan dan juga sebagai epifit pada tanaman lain.
Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri.
Cyanophyta berbentuk koloni, antara lain :

Policystis
Policystis, Spesies penyusun koloni berbentuk bola, atau agak tidak teratur.
Perkembangannya dengan membelah diri dari masing-masing penyusun koloni
juga dengan fragmentasi koloni.
Cyanophyta berbentuk benang atau filamen

Oscillatoria
Classification:
Empire Prokaryota
Kingdom Eubacteria
Subkingdom Negibacteria
Phylum Cyanobacteria
Class Cyanophyceae
Subclass Oscillatoriophycideae
Order Oscillatoriales

Family Oscillatoriaceae
Genus Oscillatoria
Oscillatoria, Spesies ini tubuhnya berupa benang tebal terdiri atas sel-sel vegetatif
yang pipih, bagian luar terbungkus selubung lendir dari bahan gelatin. Alga ini
dapat melakukan gerakan maju mundur yang dikenal dengan gerak osilasi.
Perkembangan dengan membelah diri pada se-sel vegetatif serta dengan
fragmentasi filamen atau benang. Potongan filamen tersebut kemudian
membentuk hormogonium, dan selanjutnya hormogonium tersebut tumbuh
menjadi benang baru.
Nostoc, Nostoc tubuhnya berupa benang yang terdiri atas sel-sel yang berbentuk
bola. Diantara sel-sel pembentuk benang terdapat sel yang berbentuk lain di sebut
heterokista, dengan dinding sel yang tebal. Pada bagian heterokista inilah filamen
mudah putus. Potongan benang tersebut merupakan homogonium yang kemudian
tumbuh menjadi benang baru. Heterokista dapat pula menjadi benang baru.
Rivularia, Alga ini berbentuk seperti cambuk. Sel-sel pada pangkalnya lebih besar
dari pada sel sel pada ujungnya. Sel pertama pada pangkal benang mempunyai
bentuk yang berbeda dari sel yang lain. Sel ini merupakan heterokista yang
berfungsi sebagai alat perkembangbiakan.
2.2 Chlorophyta (Alga Hijau)
Chlorophyta (Yunani, chloros = hijau) adalah ganggang yang berwarna
hijau karena memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta pigmen
tambahan karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning). Klorofil b adalah
jenis klorofil yang terdapat pada tumbuhan dan tidak dimiliki oleh ganggang lain,
kecuali Chlorophyta dan Euglenophyta. Chlorophyta memiliki dinding sel dan
selulosa. Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk amilum, protein, dan
minyak.
Ganggang hijau memiliki warna dari gelap sampai hijau terang, yang
berasal dari klorofil a dan b, yang mereka miliki dalam jumlah yang sama dengan
tumbuhan tingkat tinggi. Warna mereka secara keseluruhan ditentukan oleh
jumlah pigmentations lainnya termasuk beta-karoten (yang berwarna kuning) dan
xanthopil (yang kekuningan atau kecoklatan.) Seperti tumbuhan tingkat tinggi,

10

mereka menyimpan makanan mereka sebagai pati dalam plastida, dan kebanyakan
dinding sel terdiri dari selulosa.
Ciri-ciri Cholorphyta
Ciri-ciri Umum Chlorophyta:

Bersifat kosmopolit
Eukariot
Umumnya uniseluler
Hidup berkoloni
Berfilamen
Memiliki pigmen klorofil (klorofil a dan b)
Karoten, (, , ),
Memiliki beberapa xantofil.

Ciri-ciri khusus Chlorophyta:


Sebagian anggota memiliki flagel sehingga dapat bergerak sedikit, bentuk
flagelnya isokontae, jumlah dan letak sangat bervariasi (apical, subapikal, lateral).
Filum Chlorophyta termasuk ke dalam filum yang memilii anggota terbanyak
daripada filum yang lainnya. Chlorophyta ditemukan pula pada lingkungan semi
akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab dan kulit batang pohon yang
lembab. Chlorophyta berwarna hijau terang.
Chlorophyta Chlorophyta memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa
atau polimer xylosa atau mannose atau hemiselulosa. Klorofil dalam alga hijau
terkumpul dalam suatu organel sel yang disebut kloroplas. Pada anggota phylum
Chlorophyta, bentuk dari kloroplasnya bermacam-macam antara lain mangkuk,
gelang, pita spiral, jala dan bintang. Di dalam kloroplas terdapat butiran padat
yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung. Alga ini hampir
90 % hidup di air tawar dan 10 % hidup di laut sebagai plankton, menempel pada
batuan atau tumbuhan lain.
Reproduksi pada Chlorophyta
Perkembangbiakan pada chlorophyta terjadi dengan 3 cara yaitu:

11

1.

Secara vegetative
Perkembanganbiakan vegetatif pada chlorophyta dengan fragmentasi
tubuhnya dan pebelahan sel.

2.

3.

Secara seksual
Melalui konjugasi yaitu perkembangbiakan secara kawin contohnya
spirogyra.
Isogami yaitu peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama.
Contoh: Chlorococcum, Chlamydomonos, Hydrodictyon.
Anisogami yaitu peleburan dua gamet yang ukurannya tidak sama.
Contoh: Chlamydomonas, Ulva.
Oogami yaitu peleburan dua gamet yang satu kecil dan bergerak (sebagai
sperma) yang lain besar tidak bergerak (sebagai sel telur). Contoh:
Chlamydomonas, Valva, Spirogya, Aedogonium.
Secara aseksual
Perkembanganbiakan secara aseksual dapat terjadi dengan pembentukan:
Zoospora yaitu sel berflagel 2 contohnya Chlamydomonos.
Aplanospora yaitu spora yang tidak bergerak contohnya Chlorococcum.
Autospora yaitu aplanospora yang mirip dengan sel induk contohnya

Chlorella.
Habitat dan Distribusi
Ganggang hijau yang umum di daerah di mana cahaya berlimpah, seperti
air dan pasang dangkal kolam renang. Alga hijau kurang umum di laut daripada
ganggang coklat dan merah. Sebagian besar Chlorophyta hidup secara
fotoautotrof di air tawar, beberapa jenis lainnya hidup di laut sebagai fitoplankton.
Ada pula yang hidup di tanah yang lembap, tembok basah, di salju, atau
menempel di tubuh tumbuhan atau hewan. Namun, ada pula yang hidup
bersimbiosis mutualisme dengan organisme eukariotik lainnya. Contoh
Chlorophyta yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen (lumut kerak),
yaitu Trebouxia dan Pseudotrebouxia.
Chlorophyta ada yang uniseluler soliter atau berkoloni dan multiseluler.
Chlorophyta uniseluler yang memiliki flagela dapat bergerak aktif (motil).
Chlorophyta multiseluler berbentuk benang, lembaran, atau seperti tumbuhan
tingkat tinggi.

12

Terdapat sekitar 7.000 spesies Chlorophyta yang sudah diidentifikasi,


antara lain sebagai berikut.
Chlorella
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Chlorococcales

Familia

: Oocystaceae

Genus

: Chlorella

Spesies

: Chlorella vulgaris

Uniseluler, sel berbentuk seperti bola-bola kecil, kloroplas berbentuk


seperti mangkok, dan hidup di air tawar. Dinding sel Chlorella terbentuk dari
selulosa dan tidak berflagela. Reproduksi terjadi secara vegetatif dengan
membelah diri dan membentuk spora. Chlorella dapat berkembang biak dengan
cepat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dibudidayakan untuk
diolah menjadi makanan suplemen dan kosmetik. Chlorella dikenal sebagai PST
(protein sel tunggal) dan mengandung 45% protein, 20% lemak, 20% karbohidrat,
dan 10% vitamin (riboflavin, vitamin B12, karoten).

Gambar 1. Chlorella vulgaris


Chlorococcum
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

13

Ordo

: Cholorocales

Familia : Cholorocaceae
Genus : Cholorococcum
Spesies : Chlorococcum sp.
Hidup

di

air

tawar, bersifat

uniseluler, dan

soliter. Kloroplas

Chlorococcum berbentuk seperti mangkok.

Gambar 2. Chlorococcum sp.


Volvox
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Volvocales

Familia

: Volvocaceae

Genus

: Volvox

Spesies

: Volvox sp (Imam Prasetyo, 1967)


Koloni berbentuk bola yang tersusun dari sekitar 500 sel dengan dua

flagela dan terangkai oleh benang sitoplasma. Volvox memiliki alat kelamin
(anteridium dan oogoniurn) dan sel-sel yang membesar, yang terletak di bagian
permukaan koloni. Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang
akan tumbuh dan membentuk koloni anak.

14

Gambar 3. Volvox sp (Imam Prasetyo, 1967)

Scenedesmus
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Chloroccoccalles

Famili

: Scenedesmaceae

Genus

: Scenedesmus

Spesies

: Scenedesmus sp.
Memiliki flagela, dikenal sebagai PST (protein sel tunggal) dan

dimanfaatkan untuk produksi makanan suplemen.

Gambar 4. Scenedesmus sp.


Hydrodictyon
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Cholorococales

Familia

: Hydrodictyaceae

15

Genus

: Hydrodictyon

Spesies

: Hydrodictyon sp.

Hidup di air tawar (sering ditemukan di sawah), tidak memiliki flagela dan
membentuk koloni seperti jala, kloroplas juga berbentuk jala. Panjang koloni
dapat mencapai 30 cm. Hydrodictyon mengalami reproduksi aseksual dengan
membentuk zoospora, dan melepas sel koloninya untuk membentuk koloni baru.
Reproduksi secara seksual dengan konjugasi.

Gambar 5. Hydrodictyon sp.


Spirogyra
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Zygnematales

Familia

: Zygnemataceae

Genus

: Spirogyra

Spesies

: Spirogyra sp.

Hidup di air tawar (misalnya kolam), berbentuk benang bersekat, dan


berlendir. Kloroplas Spirogyra berbentuk spiral. Reproduksi aseksual dengan
fragmentasi, dan seksual dengan konjugasi yang menghasilkan zigospora.

16

Gambar 6. Spirogyra sp.


Ulothrix
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Ulothrixcales

Familia

: Ulothricaceae

Genus

: Ulothrix

Spesies

: Ulothrix sp.

Berbentuk benang, hidup di air tawar atau laut, melekat pada medium
dengan holdfast, dan bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi.

Gambar 7. Ulothrix sp.


Oedogonium
Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Oedogoniales

Familia

: Oedogoniaceae

Genus

: Oedogonium

Spesies

: Oedogonium sp.
Hidup di air tawar, berbentuk benang, dan kloroplas berbentuk seperti jala.

Reproduksi Oedogonium secara aseksual dengan zoospora, dan seksual dengan


fertilisasi ovum oleh spermatozoid. Ovum dihasilkan oleh oogonium yang
berbentuk menggembung, sedangkan spermatozoid dihasilkan oleh anteridium
yang berbentuk pipih. Anteridium dan oogonium yang berada pada talus yang
sama disebut homotalus, sedangkan anteridium dan oogonium yang berada pada
talus yang berbeda disebut heterotalus.

17

KESIMPULAN
Cyanophyta merupakan organisme prokariotik, sering disebut sebagai
Cyanobacteria karena lebih erat kaitannya dengan bakteri daripada algae lain.
Cyanophyta merupakan komponen penting dalam siklus nitrogen dan
produsen.Sedangkan Chlorophyta merupakan kelompok alga terbesar dan yang
paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak.warna
hijau dari klorofil a dan b yang sama dalam proporsi sebagai 'tinggi' tanaman serta
c klorofil tetapi dilaporkan terdapat di beberapa prasinophyceae; U-karoten, dan
berbagai karakteristik xanthophylls yang memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan.

18

Dadan

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad.http://www.sridianti.com/ciri-ciri-chlorophyta-alga-hijau.html.

(diakses pada Sabtu,14 Maret 2015 14:45)


Herbarium Bandungense. http://www.sith.itb.ac.id/herbarium/index.php?
c=herbs&view=detail&spid=189298. (diakses pada Sabtu, 14 Maret 2015 15:20)
Rury Ratnafuri. http://www.academia.edu/6501408/Fitoplankton_di_Air_Tawar.
(diakses pada Sabtu,14 Maret 2015 14.30)
Sridianti.http://www.sridianti.com/ciri-ciri-cyanobacteria-bakteri-hijau-biru.html
(diakses pada Minggu, 15 Maret 2015 19:31)
Yuni

Rosalina.

http://www.academia.edu/8496402/Klasifikasi_chlorophyta.

(diakses pada Sabtu, 14 Maret 2015 15:00)


http://budisma.net/2015/01/ciri-ciri-alga-biru-cyanophyta.html
Kinasih Cahyono.
http://www.academia.edu/8395736/DIVISI_SCYPZOPHYTA_Kelas_Cyanophyta
(Diakses pada Minggu, 15 Maret 2015 20.07)
http://www.algaebase.org/search/species/detail/?species_id=23746 (Diakses pada
Minggu, 15 Maret 2015 22.17)

19