Anda di halaman 1dari 8

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

Saat ini banyak negara berkembang menghadapi masalah polusi udara


yang jauh lebih serius dibandingkan negara maju. Macam polusi udara ini
beragam. mulai dari asap kendaraan, asap industry, asap akibat pembakaran hutan.
hingga asap rokok. WHO mengungkapkan bahwa lebih dari delapan ratus ribu
warga dunia tewas karena pencemaran udara dan sebagian besar berasal dari
wilayah Asia.
Semakin bertambahnya kebutuhan manusia akan transportasi membuat
pengguna kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat. Menurut World
Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan
jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100%. Sebagian besar
kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat
perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan
kualitas kurang baik( Jamal Zaini.,2008).
Di Indonesi, sumber polusi utama berasal dari asap kendaraan. Dari
berbagai sumber bergerak seperti mobil penumpang, truk, bus, lokomotif kereta
api, kapal terbang, dan kapal laut, kendaraan bermotor saat ini maupun
dikemudian hari akan terus menjadi sumber yang dominan dari pencemaran udara
di perkotaan. Jika dibandingkan dengan sumber stasioner seperti industri dan
pusat tenaga listrik, jenis proses pembakaran yang terjadi pada mesin kendaraan
bermotor tidak sesempurna di dalam industri dan menghasilkan bahan pencemar
pada kadar yang lebih tinggi, terutama berbagai senyawa organik dan oksida
nitrogen, sulfur dan karbon. Selain itu gas buang kendaraan bermotor juga
langsung masuk ke dalam lingkungan jalan raya yang sering dekat dengan
masyarakat, dibandingkan dengan gas buang dari cerobong industri yang tinggi.
Contohnya Jakarta, 70% pencemaran udara disebabkan oleh kendaraan bermotor
(Thomas Ari Negara.,2004).
Sebagian besar penelitian polusi udara terfokus pada efek akibat
inhalasi/terhirup melalui saluran pernapasan mengingat saluran napas merupakan
pintu utama masuknya polutan udara kedalam tubuh. Data Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, berbagai penyakit seperti
infeksi saluran pernapasan. asma . bahkan angka kematian bayi ikut meningkat
seiring dengan adanya polusi udara ini. Beberapa studi epidemiologi pun
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 1

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

menyimpulkan adanya hubungan yang erat antara tingkat pencemaran udara


perkotaan dengan angka kejadian (prevalensi) penyakit pernapasan. Pengaruh dari
pencemaran khususnya akibat kendaraan bermotor tidak sepenuhnya dapat
dibuktikan karena sulit dipahami dan bersifat kumulatif (Jamal Zaini, 2008).
Kendaraan bermotor akan mengeluarkan berbagai jenis gas maupun
partikulat yang terdiri dari berbagai senyawa anorganik dan organik dengan berat
molekul yang besar yang dapat langsung terhirup melalui hidung dan
mempengaruhi masyarakat. Terlebih lagi. saat ini penyakit yang paling banyak
diderita adalah infeksi saluran pernapasan yang dikarenakan pencemaran polusi
yang dihasilkan gas karbonmonoksida pada kendaraan (Prof.dr.Umar Fahmi
A.MPH.Phd. 2009).
Walaupun gas buang kendaraan bermotor terutama terdiri dari senyawa
yang tidak berbahaya seperti nitrogen, karbon dioksida dan uap air, tetapi
didalamnya terkandung juga senyawa lain dengan jumlah yang cukup besar yang
dapat membahayakan kesehatan maupun lingkungan. Bahan pencemar yang
terutama terdapat didalam gas buang buang kendaraan bermotor adalah karbon
monoksida (CO), berbagai senyawa hindrokarbon, berbagai oksida nitrogen
(NOx) dan sulfur (SOx), ozon dan partikulat debu termasuk timbel (PB). Namun
untuk gas buang yang paling berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan
meliputi oksida nitrogen, oksida sulfur, dan ozon (Wikipedia, 2008).
Melihat kenyataan tersebut, maka dalam esai ini akan diuraikan,
mengapa gas buang dari asap kendaraan bisa menyebabkan penyakit pada saluran
pernapasan, apa tipe penyakit saluran pernapasan tersebut dan bagaimana bisa
menyebabkan kematian serta sedikit uraian mengenai upaya penangggulangan
dari pemerintah dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat agar
tidak terserang atau tidak memperparah penyakit saluran pernapasan tersebut,
Selama ini masyarakat hanya memperhitungkan dampak dari polusi udara
terhadap lingkungan tetapi tidak memperkirakan bahwa asap kendaraan bermotor
yang selama ini disepelekan pun ternyata ikut mengambil andil atas penyakit
saluran napas yang mereka anggap sebagai penyakit musiman, seperti contohnya
penyakit penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan misalnya batuk
pilek, asma, sesak napas, faringitis, dan lainnya,
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 2

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) polusi udara memberikan kontribusi


hingga 800,000 kematian setiap tahunnya. Bahkan WHO dan American thoracic
(ATS) 2005 memaparkan polusi udara menimbulkan penyakit yang terkait
respirasi, gejala batuk, sesak, hingga infeksi saluran pernapasan, Infeksi saluran
pernapasan acap kali timbul akibat polusi udara yang terhirup dalam jangka
panjang dan tanpa disadari dampak akhirnya(Nurul Ulfah,2009),
Organ pernafasan memang merupakan bagian yang diperkirakan paling
banyak mendapatkan pengaruh karena yang pertama berhubungan dengan bahan
pencemar udara. Emisi kendaraan bermotor mengandung berbagai senyawa kimia,
meliputi 60% gas CO dan 15% gas hidrokrabon serta 5% campuran senyawa
lainnya seperti senyawa nitrogen, sulfur ataupun ozon (Srikandi Fardiaz, 2000).
Sejumlah senyawa spesifik yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor
seperti oksida - oksida sulfur dan nitrogen, partikulat dan senyawa-senyawa
oksidan, dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran pernafasan.
Walaupun kadar oksida sulfur di dalam gas buang kendaraan bermotor dengan
bahan bakar bensin relative kecil, tetapi tetap berperan karena jumlah kendaraan
bermotor dengan bahan bakar solar makin meningkat. Selain itu menurut studi
epidemniologi, oksida sulfur bersama dengan partikulat bersifat sinergetik
sehingga dapat lebih meningkatkan bahaya terhadap kesehatan (Wikipedia,2009),
Sulfur dioksida (SO2) merupakan gas buang yang larut dalam air yang
langsung dapat terabsorbsi di dalam hidung dan sebagian besar saluran ke paruparu, dan partikulat di dalam gas buang kendaraan bermotor berukuran kecil,
partikulat tersebut dapat masuk sampai ke dalam alveoli paru-paru dan bagian lain
yang sempit. Sifat iritasi terhadap saluran pernafasan, menyebabkan SO2 dan
partikulat dapat membengkaknya membran mukosa dan pembentukan mukosa
dapat meningkatnya hambatan aliran udara pada saluran pernafasan, Kondisi ini
akan menjadi lebih parah bagi kelompok yang peka, seperti penderita penyakit
jantung atau paru-paru dan para lanjut usia.
Sedangkan untuk nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas yang paling
beracun. Bagian dari saluran yang pertama kali dipengaruhi adalah membran
mukosa dan jaringan paru. Organ lain yang dapat dicapai oleh NO2 dari paru
adalah melalui aliran darah. Data epidemilogi tentang resiko pengaruh NO2
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 3

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

terhadap kesehatan manusia sampai saat ini belum lengkap, maka evaluasinya
banyak didasarkan pada hasil studi eksprimental. Berdasarkan studi menggunakan
binatang

percobaan,

pengaruh

yang

membahayakan

seperti

misalnya

meningkatnya kepekaan terhadap radang saluran pernafasan, dapat terjadi setelah


mendapat pajanan sebesar 100 g/m3. Percobaan pada manusia menyatakan
bahwa kadar NO2 sebsar 250 g/m3 dan 500 g/m3 dapat mengganggu fungsi
saluran pernafasan pada penderita asma dan orang sehat.
Senyawa yang lebih rendah lagi tingkat kelarutannya namun juga cukup
membahayakan adalah ozon, hampir semua ozon dapat menembus sampai alveoli.
Ozon merupakan senyawa oksidan yang paling kuat dibandingkan NO2 dan
bereaksi kuat dengan jaringan tubuh. Evaluasi tentang dampak ozon dan oksidan
lainnya terhadap kesehatan yang dilakukan oleh WHO task group menyatakan
pemajanan oksidan fotokimia pada kadar 200-500 g/m dalam waktu singkat
dapat merusak fungsi paru-paru anak (Srikandi Fardiaz,2000).
Profil kesehatan DKI Jakarta 2004 menunjukkan bahwa sekitar 46%
penyakit gangguan pernapasan terkait dengan pencemaran udara (ISPA 43%,
iritasi mata 1,7% dan asma 1,4%), dan sekitar 32% kematian kemungkinan terkait
dengan pencemaran udara (penyakit jantung dan paru-paru 28,3% dan pneumonia
3,7%) Di tahun yang sama di Yogyakarta (Profil Kesehatan Yogyakarta 2004),
sebanyak 32% penyakit ganggugan pernapasan terkait dengan pencemaran udara
(ISPA 22%, gangguan pernapsan lain 7,7%, dan asma 2,2%), Kecenderungan
yang sama terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan juga terlihat pada data
di kota-kota besar lain, seperti Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar (Jamal
Zaini, 2008).
Dari data tersebut dapat dilihat ternyata penderita ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Akut) lah yang terbanyak menyerang terutama pada anak anak yang
tergolong sangat rentan terhadap penyakit ini (Prof,T,K, Partha Sarathy, 2009).
Penyakit penyakit yang tergolong ISPA ini meliputi batuk pilek, radang
tenggorokan, dan bronchitis yang jika bertambah parah akan mengarah pada
pneumonia, Bahkan Universitas Birmingham pun ternyata telah menemukan
adanya hubungan antara pneumonia dengan kematian akibat polusi udara yang
disebabkan oleh kendaraan bermotor (Wikipedia,2007).
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 4

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

ISPA yang disebabkan oleh faktor lingkungan biasanya diderita oleh anak
yang memiliki bakat alergi. Asap kendaraan inilah yang termasuk dalam alergen
anak anak penderita ISPA. Awalnya mungkin hanya batuk pilek biasa, tetapi bila
tidak ditanggulangi lebih lanjut maka dapat menyebabkan faringitis atau radang
tenggorokan. Bila infeksinya sudah mengena laring. bisa menjadi laringitis seperti
suara parau atau bahkan hilang, namun sifatnya masih sementara. Jika peradangan
ini sudah mencapai bronkus atau yang disebut dengan bronchitis, maka disinilah
gejala gejala dari parahnya infeksi karena bronchitis bisa menjadi penyebab dari
pneumonia jika tidak ditangani secara cepat. Gejala bronchitis hampir mirip
dengan faringitis, hanya saja ditambah dengan sesak napas yang disebabkan
penyempitan saluran napas sebagai akibat pembengkakan bronkus (Anonymous,
2009).
Pneumonia yang ditangani secara cepat dan tuntas, maka akan muncul
komplikasi seperti batuk darah, radang selaput otak, pleural effusion atau bahka
berakhir pada kematian. Mengingat penderita penyakit sebagian besar adalah anak
anak terutama pada balita, yang bisa dibilang system imunnya masih tegolong
belum sempurna, sehingga kemungkinan persentase kematiannya cukup tinggi.
Pneumonia bertanggungjawab sekitar 21 % atas kematian anak anak di bawah 5
tahun, dan dari 1000 kelahiran anak, 12-20% meninggal karena pneumonia
(Anyonomous, 2009). Beberapa kasus pneumonia di dunia tergolong tinggi,
misalnya di India sebanyak 43,000 kasus, China 21,000 kasus, Pakistan 10,000
kasus, Bangladesh, Nigeria dan termasuk Indonesia memilki 56,000 kasus
pneumonia(WHO,2009).
Berangkat dari kenyataan tersebutlah, kemudian pemerintah melakukan
langkah langkah awal untuk mengurangi kadar emisi gas buang dari kendaraan
bermotor in. Sebagai solusi awal, pemerintah sudah melakukan pengujian emisi
gas buang secara berkala dari setiap kendaraan. Selain itu pemerintah pun sudah
melakukan kebijakan untuk percepatan pembuatan BBN (Bahan Bakar Nabati).
Solusi ini dilakukan sebagai pengganti solar atau bensin. Untuk solar digunakan
bio diesel yang merupakan bentuk ester dari minyak nabati sedangkan untuk
bensin digunakan bio_ethanol yang merupakan anhydrous alcohol berasal dari
fermentasi tetes/nira tebu, singkong, jagung atau sagu. Solusi lainnya seperti
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 5

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

Blending 10% (B10)

merupakan komposisi 10 %

minyak nabati dan 90%

minyak solar, B10 jauh lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai cetane lebih
tinggi yang mencapai 64 sehingga membuat kinerja mesin kendaraan jauh lebih
tinggi dibandingkan solar biasa. Sementara nilai kadar asap turun hingga 10
20%. Penurunan juga terjadi pada kandungan sulfur pada hasil pencampuran
tersebut(Thomas Ari Negara, 2004).
Selain itu perlu juga usaha dari masyarakat dalam mencegah terlalu
banyaknya kadar ketiga jenis gas penyebab penyakit pada saluran napas tersebut.
Maka dari itu berangkat dari fakta dan dampak negatif polusi udara, penggunaan
masker menjadi sama penting layaknya sebuah helm bagi para pengendara motor,
walau berdalih memakai helm penuh (full face helmet), hal tersebut tidak
menjamin kebersihan udara yang dihirup karena partikulat yang sangat kecil
masih bisa tetap masuk. Solusi yang paling jitu, hanya dengan menggunakan
masker, baik itu masker balaclava (model topeng) atau masker sederhana penutup
hidung dan mulut. Hal ini disosialisasikan PT Medifarma Laboratories yang
menggelar "Kampanye Udara Sehat Decolsin", pada 3 November 2008. Hal kecil
ini bisa mengurangi banyaknya gas buang dari asap kendaraan bermotor yang
terhirup masuk ke dalam tubuh (Nurul Ulfah, 2009).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ternyata asap kendaraan yang
selama ini dianggap remeh masyarakat ikut ambil andil atas beberapa gangguan
pernapasan yang banyak dialami oleh masyarakat belakangan ini. Gejalanya
mungkin tidak secara langsung menyerang tubuh namun jika dalam jangka
panjang hal ini dibiarkan berlangsung maka dapat mempengaruhi kesehatan
saluran pernapasan, bahkan bisa menyebabkan kematian pada anak anak. Dalam
hal ini yang menjadi penyebab utama dari gangguan saluran pernapasan itu
sendiri merupakan kandungan dari emisi kendaraan bermotor yang berupa oksida
sulfur, oksida nitrat dan ozon yang bersifat racun di dalam tubuh. Pemerintah
sudah melakukan cukup banyak upaya penanggulangan kadar polusi udara yang
disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Namun tentunya perlu kesadaran dari
masyarakat juga untuk lebih menghindarkan atau mencegah merebaknya penyakit
saluran pernapasan dengan melakukan upaya pencegahan yang salah satunya
adalah menggunakan masker pada saat bepergian, terutama bagi pengguna sepeda
Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 6

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

motor. Dengan adanya upaya upaya tersebut, tentunya diharapkan angka


pengidap penyakit saluran pernapasan terutama pengidap ISPA yang diakibatkan
oleh senyawa senyawa kandungan dari emisi kendaraan bermotor semakin
menurun tiap tahunnya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. Acute Respiratory Infection (ARI). http://www.who.int akses
Februari 2009
Anonymous. Air Pollution. http://www.wikipedia.com. Akses February 2007.
Anonymous. Pollutants. http://www.wikipedia.com. Akses February 2007.
Anonymous. Emmission Factor. http://www.wikipedia.com. Akses February 2007.
Anonymous. Infeksi Saluran Pernapasan Atas. http://www.wikipedia.com. Akses 6
September 2009.
Anonymous. Udara Kotor dalam Ruang parker Basemen. http://www.kiat-hidupsehat.com. Akses 21 Januari 2009
Anonymous. Penyakit Akibat Angin dan Cuaca. http://www.nakita.net. Akses
April 2006
Fardiaz S.2000.Polusi Air dan Udara.Yogyakarta.Kanisius.
Hidayatullah.

Pencemaran

Udara

Ancaman

Anak

Anak.

http://udarakota.bappenas.go.id. Akses 16 Januari 2007


Nama : Eva Yudia
NIM
: 09.06.0005
Page 7

Asap Kendaraan, Pendiam yang Mematikan

Ulfah N. Penyakit Penyakit Polusi yang Menghantui Warga Jakarta.


http://www.detikhealth.com. Akses 10 September 2009.
Ulfah N.Diskusi Polusi Jakarta Ancaman Serius terhadap Kesehatan oleh Prof
Dr. Umar Fahmi A.MPH.Phd. http://www.detikhealth.com. Akses 10
September 2009
Robins, 2007, Buku Ajar Patologi Volume 2, Edisi 7, Penerbit Buku Kedokteran
EGC, Jakarta
Sarathy P. Acute Respiratory Infection in Children. http://www.medindia.com.
Akses 11 Agustus 2009
Thomas Ari Negara. Bahayanya Pencemaran Udara. http://www.kamase.org.
Akses 28 September 2004

Nama : Eva Yudia


NIM
: 09.06.0005
Page 8