Anda di halaman 1dari 24

Farah Ganela Zilzikra

Jundan Subhan
Irraisa Lisseptiyana
Izharuddin Kamal
Johan Eka Setiawan
Oktaviani

ANALISIS SISTEM TENAGA


LISTRIK
Konsep Dasar Sistem Tenaga

KONSEP DASAR SISTEM TENAGA


Konsep dasar sistem tenaga mempelajari dasardasar dari sebuah rangkaian listrik, dimulai dari
perhitungan notasi tunggal maupun notasi
ganda, pengaturan daya serta arahnya, serta
kuantitas per unit rangkaian tiga fasa.

PENGENALAN
Tegangan pada rel rel suatu sistem tenaga
dapat kita anggap berbentuk sinusoida murni
dan
berfrekuensi
konstan.
Dalam
mengembangkan sebagian besar teori teori
dalam
ini
kita
akan
mempergunakan
representasi phasor dari tegangan tegangan
dan arus arus sinusoida, dan kita akan
memakai huruf huruf besar V dan I untuk
menyatakan phasor phasor ini.

PENGENALAN
Huruf huruf kecil menyatakan nilai nilai
sesaat ( instantaneous). Untuk menyatakan
tegangan yang dibangkitkan ( emf atau
electromotive force) akan digunakan huruf E
sebagai ganti V, untuk memperjelas perbedaan
antara suatu emf dan suatu selisih potensial
biasa antara dua titik.

NOTASI SUBSCRIPT-TUNGGAL

Gambar 2.1

Rangkaian diatas merupakan suatu rangkaian AC


dengan emf yang digambarkan dalam lingkaran.
Eg adalah emf, dan tegangan antara titik dan
digambarkan sebagai Vt.
Arus yang mengalir dalam rangkaian adalah IL dan
tegangan pada ZL adalah VL.

NOTASI SUBSCRIPT-TUNGGAL
Dalam gambar 2.1 tegangan sesaat dan
tegangan phasor menyatakan tegangan pada
simpul terhadap simpul referensi , dan
adalah positif jika berada pada potensial yang
lebih tinggi dari . Maka :

NOTASI SUBSCRIPT-GANDA
Penggunaan tanda-tanda polaritas untuk
tegangan-tegangan dan panah-panah arah untuk
arus dapat dihindari dengan menggunakan
notasi subscript-ganda. Dengan menggunakan
notasi subscript-ganda, pengertian rangkaianrangkaian tiga-fasa dapat lebih diperjelas.

NOTASI SUBSCRIPT-GANDA
Tegangan sesaat pada pada Za menunjukkan
bahwa tegangan terhadap titik terhadap titik b
dan tegangan adalah positif selama setengah
cycle ketika berada pada potensial yang lebih
tinggi dari b. Maka, tegangan phasor adalah dan
dengan rumusan :

DAYA PADA RANGKAIAN-RANGKAIAN AC


BERFASA TUNGGAL
Daya dalam watt yang diserap oleh suatu beban
pada setiap saat adalah sama dengan jatuh
tegangan (voltage drop) pada beban tersebut
dalam volt dikalikan dengan arus yang mengalir
lewat beban dalam ampere.

DAYA PADA RANGKAIAN-RANGKAIAN AC


BERFASA TUNGGAL
adalah kuantitas dari daya. atau daya rata-rata,
juga disebut daya nyata (real power). Satuan dasar
dari daya, baik sesaat maupun rata-rata adalah watt.
biasanya diukur dalam kilowatt atau megawatt.
Cosinus dari sudut fasa diantara tegangan dan arus
dinamakan faktor daya ( power factor). Suatu
rangkaian induktif dikatakan mempunyai faktor
daya yang ketinggalan (lagging power factor), dan
rangkaian kapasitif dikatakan mempunyai faktor
daya yang mendahului (leading power factor).

DAYA PADA RANGKAIAN-RANGKAIAN AC


BERFASA TUNGGAL
Komponen dari daya sesaat dinamakan daya
reaktif sesaat (instantaneous reactive power)
dan menggambarkan energi yang berganti-ganti
mengalir menuju ke beban dan keluar dari beban.
Nilai maksimum dari daya yang selalu berubahubah ini yang dituliskan dengan , dinamakan
daya reaktif atau daya volt ampere yang akan
sangat berguna dalam melukiskan bekerjanya
suatu sistem tenaga.

DAYA PADA RANGKAIAN-RANGKAIAN AC


BERFASA TUNGGAL
Jika daya sesaat dalam persamaan berupa daya pada
rangkaian yang hampir seluruhnya kapasitif sedangkan
tegangan yang terpasang sama, akan menjadi negative,
sehingga dan juga negative.
Jika rangkaian-rangkaian kapasitif dan induktif
dihubungkan paralel, daya reaktif sesaat untuk rangkaian
RL akan berbeda fasa dengan daya reaktif sesaat untuk
rangkaian RC.
Daya reaktif net adalah selisih antara untuk rangkaian RL
dan untuk rangkaian RC. Nilai positif diberikan pada untuk
beban induktif dan nilai negative untuk beban kapasitif.

DAYA KOMPLEKS
Jika tegangan pada suatu beban atau pada
bagian dari suatu rangkaian dan arus ke beban
atau bagian tersebut dinyatakan dengan , maka
perkalian dari tegangan dan conjugate dari arus
adalah

DAYA KOMPLEKS
Kuantitas ini, yang disebut daya kompleks,
dengan penulisan . Dalam bentuk kompleks
menjadi

Karena adalah merupakan sudut fasa antara


tegangan dan arus, jadi sama dengan dalam
persamaan-persamaan terdahulu, maka

DAYA KOMPLEKS
Daya reaktif akan menjadi positif jika sudut fasa
diantara tegangan dan arus adalah positif, jika ,
yang juga berarti bahwa arus adalah tertinggal
( lagging) terhadap tegangan.
akan menjadi negative untuk , yang berarti juga
bahwa arus mendahului terhadap tegangan
sesuai dengan pemilihan tanda positif untuk daya
reaktif dari suatu rangkaian induktif dan tanda
negative untuk daya reaktif dari suatu rangkaian
kapasitif.

SEGITIGA DAYA
Suatu segitiga daya dapat digambar untuk suatu
beban induktif. Untuk beberapa beban-beban
yang dihubungkan paralel, total adalah jumlah
daya rata-rata dari semua beban, yang harus
digambar pada sumbu mendatar untuk suatu
analisis grafis. Untuk suatu suatu beban induktif,
digambarkan vertikal keatas karena bertanda
positif. Suatu beban kapasitif akan mempunyai
daya reaktif negative, dan karenanya
digambarkan vertikal kebawah.

SEGITIGA DAYA
Segitiga daya yang disusun dari dan untuk
suatu beban tertinggal dengan sudut fasa
dikombinasikan dengan segitiga yang disusun
dari dan , yang merupakan beban kapasitif
dengan yang negative. Kedua beban yang
dihubungkan paralel ini menghasilkan suatu
segitiga dengan sisi-sisi dan dan hipotenusa .
Sudut fasa antara tegangan dan arus yang dicatu
ke beban kombinasi adalah .

SEGITIGA DAYA

Gambar 2.7. segitiga daya untuk suatu beban induktif

ARAH DARI ALIRAN DAYA


Hubungan antara , dan tegangan rel , atau
tegangan yang dibangkitkan , dengan tandatanda dari dan penting dalam pembahasan
aliran daya dalam suatu sistem. Masalahnya
menyangkut arah dari aliran daya, yaitu apakah
daya dibangkitkan atau diserap jika tegangan
dan arus sudah ditetapkan.

KUANTITAS PER UNIT


Definisi dari nilai perunit untuk suatu kuantitas
ialah perbandingan dari kuantitas terhadap nilai
dasarnya yang dinyatakan dalam decimal.
Perbandingan (ratio) dalam persentase adalah
100 kali nilai dalam per unit. Metode
perhitungan dengan persentase maupun per unit
adalah lebih sederhana daripada menggunakan
langsung nilai-nilai ampere, ohm, dan volt.

MENGUBAH DASAR DARI KUANTITAS PER


UNIT
Impedansi per unit untuk suatu komponen dari
suatu sistem dinyatakan menurut suatu dasar
yang berbeda dengan dasar yang dipilih untuk
bagian dari sistem dimana komponen tersebut
berada. Karena semua impedansi dalam bagian
manapun dari suatu sistem harus dinyatakan
dengan dasar impedansi yang sama, dalam
membuat perhitungan perlu mempunyai cara
untuk dapat merubah impedansi per unit dari
suatu dasar ke dasar yang lain

MENGUBAH DASAR DARI KUANTITAS PER


UNIT
Impedansi per unit dari suatu elemen rangkaian

KESIMPULAN
Konsep Dasar Sistem Tenaga adalah salah satu
bagian yang fundamental dalam mempelajari
analisis sistem tenaga kelistrikan. Hal ini
dikarenakan bagian ini membahas secara dasar
mengenai konsep notasi dan aspek dasar dalam
sebuah rangkaian fasa AC, baik itu satu fasa
maupun 3 fasa.