Anda di halaman 1dari 6

I.

Pendahuluan

Kemajuan tekmologi yang pesat berdampak positif bagi dunia kedokteran dan
kesehatan.
Banyak temuan-temuan yang didapatkan dengan bantuan teknologi,
diantaranya dengan ditemukannya pengobatan-pengobatan yang inovatif dan
memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
Dahulu, banyak penyakit yang sangat tipis kemungkinannya untuk dapat sembuh,
saat ini dengan kemajuan teknologi, kesempatan untuk seorang penderita kanker untuk
sembuh sangat besar. Contoh lainnya adalah dengan berdirinya bank plasenta, yaitu bank
yang berfungsi sebagai tempat menyimpan darah tali pusat atau plasenta (cord blood).
Plasenta adalah organ berbentuk cakram yang menghubungkan janin dengan
dinding rahim yang menjadi jalan perantara bagi pernapasan, pemberian makanan, dan
pertukaran zat buangan antara janin dan darah ibu. Plasenta keluar dari rahim mengikuti
janin yang baru lahir. Orang awam biasa menyebutnya dengan ari-ari atau tembuni.
Plasenta ibarat lumbung makanan bagi janin selama di perut ibu.
Pada umumnya masyarakat Indonesia menyimpan tali pusat (ari-ari) anak yang
baru lahir di dalam kendi dan menguburnya di halaman depan rumah. Ada juga yang
membuangnya di sungai yang mengalir. Belum banyak yang tahu bahwa darah yang
mengalir dalam tali pusat tersebut dapat digunakan untuk pengobatan medis dikemudian
hari.
Dengan penelitian yang ditunjang dengan kemajuan teknologi membuat kita dapat
menyimpan darah tali pusat anak kita dengan tujuan untuk mengantisipasi kebutuhan
pengobatan medis anak dimasa yang akan datang.
Darah plasenta atau darah tali pusat adalah darah yang tertinggal dalam tali pusat
dan plasenta sesaat setelah bayi dilahirkan dan setelah tali pusat dipotong. Darah tali
pusat merupakan sumber yang kaya akan haematopoeitic stem cell (HSCs), yang secara
mendasar berperan dalam pembentukan sel darah dan meregenerasi sistem kekebalan
tubuh, serta memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel darah
seperti digambarkan pada diagram dibawah ini.
Gambar 1. Darah dan sel kekebalan
darah merah

darah putih

thrombosit

membawa oksigen ke semua


sel dalam tubuh

melawan infeksi

membantu pembekuan
darah bila ada cedera

Hingga saat ini, sudah lebih dari 80 penyakit dan kondisi yang dapat disembuhkan
dengan transplantasi sistem sel darah pusat ini mulai dari parkinson hingga kanker. Sel
darah tali pusat pun telah digunakan untuk mengobati penyakit genetik terkait sistem
imun dan darah, kanker dan kelainan darah seperti neuroblastoma, leukemia dan limfoma
dan talasemia. ketika ditransplantasikan kepada pasien, sel punca hematopoietik
bermigrasi ke dalam sumsum tulang dan memproduksi sel darah yang baru,
meningkatkan sistem imunitas. Dengan kemajuan teknologi yang cepat, diharapkan
jumlah penyakit yang dapat diobati dengan terapi sel punca dapat bertambah.
2.

Profil PT. Cordlife Persada

Cordlife Group Limited berdiri pertama kali di Singapura pada tahun 2001 dan
mendirikan PT. Cordlife Persada yang mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2003
sebagai bank darah tali pusat yang pertama di Indonesia. Hal ini membuat Cordlife
menjadi pemimpin pasar dibidangnya.
Misi Cordlife adalah menyediakan peluang terbaik dari keberhasilan terapi sel
punca dewasa untuk memberikan harapan dan menyelamatkan kehidupan. Cordlife juga
berkomitmen untuk menerapkan sistem manajemen kualitas berdasar pada perbaikan
yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua aspek dari pelayanannya secara
terus menerus menjalankan dan sesuai dengan standar terapi selular internasional (ICT).
Proses pengambilan dan penyimpanan darah tali pusat
Dengan teknologi canggih dan penelitian terus menerus serta tim ahli yang
berkompeten, Cordlife menyediakan fasilitas tempat pemrosesan dan penyimpanan yang
terakreditasi secara internasional.
Isolasi sel punca adalah suatu tahap yang penting dalam penyimpanan darah tali
pusat. Hal ini mempengaruhi jumlah dari sel punca yang dapat diambil atau dipanen dari
darah tali pusat. Jumlah sel yang berhasil diambil sangatlah penting oleh karena jumlah
yang semakin banyak dari sel punca dapat meningkatkan kesuksesan transplantasi atau
terapi.
Itulah sebabnya Cordlife meningkatkan cara pemrosesan darah tali pusat dari
secara manual menjadi teknologi pemrosesan darah tali pusat otomatis sepenuhnya
untuk membantu memaksimalkan investasi anda. Cordlife adalah bank darah tali pusat
satu satunya di singapura yang menawarkan teknologi pemrosesan darah tali pusat yang
disebut paling otomatis sepenuhnya didunia, dikenal sebagai Sepax2.
Sepax2 adalah teknologi yang dibuat di Swiss dan telah disetujui US FDA
yang aman dan steril untuk mendapatkan sampai 99% dari sel punca dari darah tali
pusat; sampai dengan 52% lebih banyak dari metode pemrosesan lainnya. Sistem ini
bekerja secara tertutup yang menjamin sterilitas dari darah tali pusat dengan mengurangi
paparan terhadap pencemaran melalui udara.
Proses pengambilan sel induk dari tali dilakuan sesaat setelah bayi lahir. Darah
yang ada di tali pusat akan diambil dan disimpan dalam kantong yang steril. Di dalam
darah tersebut bisa didapat sekitar 800 juta sel induk. Proses selanjutnya yaitu
memeriksakan kondisi darah tersebut di laboratorium apakah tercemar oleh penyakit atau
tidak. Kemudian dengan teknologi canggih, tim ahli akan memisahkan sel darah dan
2

plasma darah, sehingga yang tersisa hanya cairan yang mengandung sel inti. Kedua
proses ini memakan waktu selama 48 jam. Cairan sel induk disimpan di ruang
pengawetan yang bersuhu minus 196 derajat celcius. Dan akan dipantau secara periodik
untuk mengetahui perkembangan kondisi sel induk.
Sel induk ini apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat dimanfaatkan oleh
pemiliknya. Selain berguna untuk mengobati penyakit yang diderita pemiliknya, juga
dapat dimanfaatkan oleh orangtua dan saudara kandung. Tingkat efektivitas pengobatan
ini dapat mencapai 75% apabila digunakan oleh saudara kandung dan 50% bagi kedua
orangtua. Hal ini dapat dicapai apabila sel induk memiliki kecocokan golongan darah
dan struktur gen.
Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara mentransplantasikan sel induk ke
organ yang rusak. Sel induk akan berkembang membentuk sel baru. Untuk melakukan
transplantasi, disesuaikan dengan berat badan si penderita, idealnya setiap kilogram berat
badan dibutuhkan sekitar 15 juta-20 juta sel induk. Misalnya, penderita yang berbobot 30
kilogram, harus mendapatkan transplantasi sel induk sebanyak 450 juta sel. Ada
kekuatiran deposit sel induk akan berkurang. Tapi dengan berkembangnya teknologi
kedokteran yang canggih, julah populasi sel induk yang ada di bank dapat ditingkatkan
lebih banyak lagi.
3.

Analisis SWOT

3.1. Strength
Cordlife menyediakan fasilitas-fasilitas antara lain:

Mempunyai fasilitas pemrosesan dan penyimpan tali pusat yang berkualitas dan
terakreditasi secara international;

Menyediakan fasilitas pilihan penyimpan yang fleksibel nasabah dapat


memutuskan apakah ingin menyimpan tali pusat di Indonesia atau di Singapura.

Beroperasi 365 hari dalam setahun;

Pelayanan customer service 24 /7 yang bersahabat;

dilengkapi dengan sistem cadangan berlapis untuk menyediakan tenaga listrik 24/7
yang tidak terputus;

Tahan terhadap banjir dan api;

Menyediakan CordBlood Network, yaitu program yang dimulai Cordlife dengan


membantu pencarian unit darah tali pusat yang cocok bila dibutuhkanan untuk
anak, orang tua biologisnya dan kakek/nenek biologisnya. Dengan CordBlood
Network, Nasabah dapat melindungi 3 generasi keluarga Anda dengan menyimpan
darah tali pusat bayi Anda dengan Cordlife;

Cordlife Care 360 yaitu tambahan perlindungan terdiri dari Cordlife


GUARANTEE (jaminan unit darah tali pusat yang sesuai atau SGD$50,000 apabila
unit darah tali pusat kehilangan viabilitas pada transplantasi sel punca
hematopoetik (HSCT) secara autologus), Cordlife SHIELD (Dalam hal terjadi
Cordlife menghentikan operasinya, Cordlife akan mengirim darah tali pusat bayi
3

nasabah ke bank darah tali pusat dengan standar kualitas yang sebanding untuk
melanjutkan penyimpanan, tanpa ada biaya tambahan), Cordlife GUARD (Cordlife
telah menambah cakupan asuransi, untuk melindungi nasabah dan keluarga dari
kerugian finansial yang disebabkan oleh malpraktek secara langsung), Cordlife
PRICEWATCH (Cordlife menjamin bahwa biaya+ simpanan tahunan akan tetap
pada jumlah yang tertera dalam perjanjian untuk 21 tahun. +Biaya penyimpanan
tahunan standar kecuali VAT), Cordlife ASSURE, Cordlife TRANSFER, Cordlife
PLEDGE dan Cordlife SECURE.
3.2. Weakness
Biaya penyimpanan tali pusat yang relatif mahal membuat untuk saat ini Cordlife
hanya terjangkau oleh kalangan atas saja. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 11,5 juta
untuk tahun pertama dan Rp. 1,65 juta untuk tahun berikutnya.
3.3. Opportunity
Peluang bisnis disektor Bank Plasenta ini sangat menjanjikan. Hal ini dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain pesaing yang masih sangat jarang dikarenakan bisnis ini
memerlukan teknologi canggih dan dukungan penelitian yang terus menerus, juga
antusiasme peminat yang cukup tinggi ditambah lagi dengan potensi pasar di Indonesia
yang sangat besar dengan melihat jumlah usia produktif dan angka kelahiran yang tinggi.
Tingkat kesadaran masyarakat terutama golongan menengah keatas akan
pentingnya kesehatan juga semakin tinggi, yang dipicu oleh kekuatiran masyarakat akan
ditemukannya penyakit-penyakit baru, yang beberapa belum ada obatnya, menjadi salah
satu faktor berkembangnya bisnis bank plasenta ini. Tingkat pendidikan, daya beli dan
kecenderungan masyarakat Indonesia yang gemar mengikuti tren juga mempunyai
pengaruh yang positif terhadap bisnis ini.
Kebutuhan akan teknologi dan fasilitas membuat biaya menyimpan tali pusat dalam
Bank Plasenta sangat mahal untuk sebagian masyarakat. Oleh karena itu, Cordlife
membidik target kalangan atas sebagai pasarnya. Kalangan artis dan pengusaha serta
pasangan muda dari kalangan atas menjadi target pasar Cordlife.
3.4. Threat
Bisnis ini memerlukan teknologi yang canggih dan penelitian yang terus menerus.
Hal ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Ada wacana dari para ahli kedokteran seharusnya pemerintah mempunyai bank
plasenta yang dikelola oleh pemerintah sendiri.
Hal ini untuk menjaga dan
mengantisipasi agar manfaat penyimpanan tali pusat tersebut dapat dinikmati oleh
masyarakat menengah ke bawah yang pada umumnya tidak mampu untuk menjadi
nasabah Cordlife dikarenakan biaya yang tinggi. Berikut ini daftar perusahaan bank
darah tali pusat yang beroperasi di Indonesia, yang menjadi pesaing Cordlife, antara lain:
Cellsafe
www.cellsafe.co.id

Penyimpanan : Indonesia dan Malaysia


Jangka waktu : 1,10,20 tahun
Biaya : Tahun pertama Rp 11 juta, Rp 1,5 juta tahun berikutnya
Jaminan (jika rusak) : Kompensasi Rp 200 juta
4

Cyrocord
www.cryocord.co.id

Penyimpanan : Malaysia
Jangka Waktu : 21 tahun
Biaya : RM 3.500 (cord blood) dan RM 12.000 (umbilical cord)
Jaminan : CryoSure menjamin pembayaran uang kembali dalam hal sel
induk anak tidak dapat digunakan saat ada kebutuhan guna pengobatan.

Babybanks
Penyimpanan : Taiwan
www.babybanks.co.id Jangka Waktu : 21 tahun
Biaya : Tahun pertama SGD 3.250, SGD 250 untuk tahun berikutnya. Jika
langsung bayar annual fee selama 20 tahun total SGD 5.625
Jaminan : Unit stem cell pengganti lainnya atau kompensasi USD 30.000
dari perusahaan asuransi jika tidak dapat memberikan stem cell pengganti
Stemcord
www.stemcord.com

4.

Penyimpanan : Singapura
Jangka waktu : 1,6,11,21 tahun
Biaya : Tahun pertama gratis, biaya pendaftaran 1.950 SGD untuk semua
jangka waktu. Jangka waktu 1 tahun, tahun kedua SGD 275/ tahun, jangka
waktu enam tahun 250x5 SGD, jangka waktu 11 tahun 237,5 SGD x 10,
jangka waktu 21 tahun 225 SGD x 20
Jaminan : SGD 75.000

Kesimpulan

Mendirikan bank plasenta merupakan bisnis yang menjanjikan dimasa yang akan
datang. Meskipun dalam bisnis ini investasi yang diperlukan sangat tinggi karena terkait
dengan teknologi yang canggih dan perlu penelitian yang berkesinambungan serta tim
ahli dibidangnya.
Di Indonesia bisnis ini berkembang pesat mengingat Cordlife merupakan Bank
Plasenta pertama di Indonesia. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
tingkat pendidikan, daya beli, jumlah penduduk dan tingginya angka kelahiran ikut
berperan dalam berkembangnya industri ini.
Cordlife perlu meningkatkan pelayanan dan menjaga loyalitas nasabah serta
mencoba menarik nasabah baru. Selain itu menjaga kualitas tempat penyimpanan,
menyediakan pelayanan yang dapat diakses 24 jam, serta melakukan sosialisasi tentang
manfaat menyimpan tali pusat kepada semua kalangan, baik dengan mengadakan seminar
maupun dengan cara jemput bola dengan membuka stand di rumah sakit bersalin untuk
mencoba menarik minat ibu-ibu yang sedang mengandung agar menyimpan tali pusat
bayinya di Cordlife.
Untuk keberlanjutan (sustainability) dan perkembangan bisnis ini Cordlife perlu
terus mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis baik lokal, regional maupun
internasional. Antara lain dengan melakukan analisis yang berkelanjutan antara
perusahaan dan stakeholder, terutama masyarakat. Hal ini dapat digunakan perusahaan
untuk mengembangkan pendekatan dalam menanggapi isu teknologi yang kompleks dan
dinamis. Cordlife juga harus secara kontinu mengeksplorasi peran dan proses dari
kebijakan publik dan melakukan tanggung jawab sosial bisnis. Dalam pengambilan
keputusan, lingkungan bisnis harus menjadi pertimbangan guna menciptakan sistem
bisnis yang berkelanjutan.
5

5.

Referensi

Kuncoro, Mudrajad, Prof., Ph.D. (2009), Ekonomika Indonesia Dinamika Lingkungan


Bisnis di Tengah Krisis Global, Yogyakarta, UPP STIM YKPN;
Definisi Plasenta, http://kamusbahasaindonesia.org/plasenta, diakses tanggal 18 Maret
2015.
www.cordlife.co.id, diakses tanggal 18 Maret 2015.
Tim Dokter RS. Husada, Tali Plasenta Bayi Dapat Menyembuhkan Penyakit,
http://www.husada.co.id/index.php/promo-kegiatan/tips-kesehatan/52-tali-plasentabayi-dapat-menyembuhkan-penyakit, diakes tanggal 18 Maret 2015.
Djamaludin Ancok, Lingkungan Sosial dan Bisnis, http://ancok.staff.ugm.ac.id/, diakses
tanggal 22 Maret 2015.
Tri Wahono, Ini Daftar Bank Darah Tali Pusat, http://health.kompas.com, diakses
tanggal 23 Maret 2015.