Anda di halaman 1dari 7

CASE REPORT

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS


(OMSK)

Disusun
Oleh
Novan Aryandi
Silvia Apsari
Hesty Wulandari
Herin Elfani
Fifil Rizki Suitri
Konsulen Pembimbing
dr. Elfahmi, Sp.THT

Rumah Sakit Umum Daerah Solok

Otitis Media Supuratif Kronis


Otitis media supuratif kronis (OMSK) dahulu disebut otitis media perforata (OMP)
atau dalam sehari-hari congek.
Yang disebut otitis media supuratif kronis ialah infeksi kronis di telinga tengah
dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah dan terus
menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah.
Perjalanan Penyakit
Otitis media akut dengan perforasi membran timpani menjadi otitis media supuratif
kronis apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Bila proses infeksi kurang dari 2 bulan,
disebut otitis media supuratif subakut.
Beberapa faktor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK ialah terapi yang terlambat
diberikan, terapi yang tidak adekuat, virulensi kuman tinggi, daya tahan tubuh pasien rendah
(gizi kurang) atau higiene buruk.
Letak Perforasi
Letak perforasi membran timpani penting untuk menentukan tipe/jenis OMSK.
Perforasi membran timpani dapat ditemukan di daerah sentral, marginal, atik. Oleh karena itu
disebut perforasi sentral, marginal, atik
Pada perforasi sentral, perforasi terdapat di pars tensa, sedangkan diseluruh tepi
perforasi masih ada membran timpani. Pada perforasi marginal sebagian tepi perforasi
berlangsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikus. Perforasi atik ialah
perforasi terletak di daerah flaksida.

Jenis OMSK
OMSK dapat dibagi atas 2 jenis, yaitu :
1. OMSK Tipe aman (Tipe mukosa = Tipe Benigna)
2. OMSK Tipe Bahaya (Tipe tulang = Tipe Maligna)
Berdasarkan aktivitas sekret yang keluar dikenal juga OMSK aktif dan OMSK tenang.
OMSK aktif ialah OMSK dengan sekret yang keluar dari kavum timpani secara aktif,
sedangkan OMSK tenang ialah yang keadaan kavum timpaninya terlihat basah atau kering.
Proses peradangan pada OMSK tipe aman terbatas pada mukosa saja, dan biasaya
tidak mengenai tulang. Perforasi terletak di sental. Umumnya OMSK tipe aman jarang
menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Pada OMSK tipe aman tidak terdapat
kolesteatoma.
Yang dimaksud dengan OMSK maligna ialah OMSK yang disertai dengan
kolesteatoma. OMSK ini dikenal juga dengan OMSK tipe bahaya atau OMSK tipe tulang.
Perforasi pada OMSK tipe bahaya letak marginal atau di atik, kadang-kadang juga
kolesteatoma pada OMSK dengan perforasi sub total. Sebagian besar komplikasi yang
berbahaya atau fatal timbul pada OMSK tipe bahaya.
Diagnosis
Diagnosis OMSK dibuat berdasarkan gejala klinik dan pemeriksaan THT terutama
pemeriksaan otoskopi. Pemeriksaan pelana merupakan pemeriksaan sederhana untuk
mengetahui adanya gangguan pendengaran. Untuk mengetahui jenis dan derajat gangguan
pendengaran dapat dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni, audiometri tutur (Specech
Audiometri) dan pemeriksaan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) bagi
pasien/anak yang tidak kooperatif dengan pemeriksaan audiometri nada murni.
Tanda Klinik OMSK Tipe bahaya
Mengingat OMSK tipe bahaya seringkali menimbulkan komplikasi yang berbahaya
sering menimbulkan komplikasi yang berbahaya, maka perlu ditegakkan diagnosis dini.
Walaupun diagnosis pasti baru dapat ditegakkan di kamar operasi, namun beberapa tanda
klinik dapat menjadi bahaya, yaitu perforasi marginal atau atik. Tanda ini biasanya biasanya
merupakan tanda dini dari OMSK Tipe Bahaya, sedangkan pada kasus yang sudah lanjut
dapat terlihat, abses atau fistel retro aurikular, polip, atau jaringan granulasi di liang telinga
luar yang berasal dari dalam telinga tengah, terlihat kolesteatoma pada telinga tengah, sekret
seperti nanah dan berbau khas atau terlihat bayangan kolesteatoma pada foto rontgen
mastoid.
Kolesteatoma adalah suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin).
Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk sehingga kolesteotoma bertambah besar.
Menurut Grey (1954), Kolesteatoma adalah epitel kulit yang berada pada tempat yang salah,
atau karena adanya epitel kulit yang terperangkap.
Terapi OMSK
Terapi OMSK tidak jarang memerlukan waktu lama, serta harus berulang-ulang.
Sekret yang keluar tidak cepat kering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain
disebabkan oleh satu atau beberapa keadaan, yaitu :

1. Adanya perforasi membran timpani yang permanen, sehingga telinga tengah


berhubungan dengan dunia luar
2. Terdapat sumber infeksi di faring, nasofaring, hidung dan sinus paranasal
3. Sudah terbentuk jaringan patologik yang irreversibel dalam rongga mastoid
4. Gizi dan higiene yang kurang
Prinsip terapi OMSK tipe aman ialah konservatif atau dengan medikamentosa. Bila
sekret keluar terus menerus, maka diberikan obat pencuci telinga, berupa larutan H 2O2 3%
selama 3-5 hari. Setelah sekret berkurang, maka terapi dilanjutkan dengan memberikan obat
tetes telinga yang mengandung antibiotika dan kortisteoid. Secara oral diberikan antibiotika
dari golongan ampisilin, atau eritromisin (bila pasien alergi terhadap penisilin), sebelum hasil
tes resistensi diterima. Bila dicurigai penyebabnya adalah telah resisten, atau dari tes
resistensi terbukti resisten diberikan antibiotika lini kedua : Amoksisilin-Asam Clavulanat,
Ciprofloxacin, Levofloxasin, Cefixime, Clindamisin, Cefadroxyl. Terapi fokal infeksi adalah
dekongestan, mukolitik. Bila sekret telah kering, tetapi perforasi masih ada setelah observasi
selama 2 bulan, maka idealnya dilakukan mirioplasti atau timpanoplasti.
Prinsip terapi OMSK tipe bahaya ialah pembedahan, yaitu mastoidektomi. Jadi bila
terdapat OMSK tipe bahaya, maka terapi yang tepat ialah dengan melakukan mastoidektomi
dengan atau tanpa timpanoplasti. Terapi konservatif dengan medikamentosa hanyalah
merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan.
Jenis Pembedahan pada OMSK
1. Mastoidektomi sederhana
Operasi ini dilalukan pada OMSK tipe aman yang tidak sembuh dengan pengobatan
konservatif. Dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik. Tujuannya ialah
supaya infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi. Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak
diperbaiki.
2. Mastoidektomi radikal
Operasi ini dilakukan pada OMSK bahaya dengan infeksi atau kolesteatoma yang
sudah meluas. Pada operasi ini rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua
jaringan patologik. Dinding batas antara liang telinga luar dan liang telinga tengah dengan
mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi satu ruangan.
3. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
Operasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolesteatoma di daerah atik, tetapi belum
merusak kavum timpani. Seluruh rongga dibersihkan dan dinding posterior liang telinga
direndahkan. Tujuan operasi ialah membuang semua jaringan patologik dari rongga mastoid,
dan mempertahankan pendengaran yang masuh ada
4. Miringoplasti
Operasi ini dikenal juga Timpanoplasti tipe 1, rekontruksi hanya dilakukan pada
membran timpani. Tujuan operasi ini ialah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga
tengah pada OMSK tipe aman dengan perforasi yang menetap.
5. Timpanoplasti
Operasi ini dikerjakan pada OMSK tipe aman dengan kerusakan yang lebih berat atau OMSK
tipe aman yang tidak bisa ditenangkan dengan pengobatan medikamentosa. Tujuan operasi ialah
menyembuhkan penyakit dan memperbaiki pendengaran
6.Timpanoplasti dengan pendekatan ganda (Combined Approach Tympanoplasty)
Operasi ini merukapakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK
tipe bahaya atau OMSK tipe aman dengan jaringan granulasi yang luas. Tujuan operasi untuk
menyembuhkan pendengaran tanpa melalukan teknik mastoidektomi radikal. Membersihkan
kolesteatoma dan jaringan granulasi di kavum timpani, dilakukan melalui dua jalan yaitu melalui
liang telinga dan rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior.

DATA PASIEN
No. MR
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Tanggal Lahir
Alamat
Status Perkawinan
Pekerjaan
Agama
Suku Bangsa/Daerah
Nama Ayah
Nama Ibu
Tanggal Berobat
Keluhan Utama
:
Keluhan Tambahan :
RPS

RPD

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Telinga berbau busuk


Telinga berair sejak 3 tahun yll (Hilang-Timbul)
Sakit kepala berputar
Ada masalah pendengaran
Batuk (-)
Pilek (-)
Bersin (-)
Gangguan Pendengaran (+)
Vertigo (+)
Demam (-)
Nyeri Menelan (-)
Nyeri Mengunyah (-)
- Sewaktu umur 8 bulan, telinga pernah termasuki air susu, semenjak itu
mulai sering sakit kepala.
-

Riwayat Pengobatan :
Riwayat Keluarga
Riwayat Pekerjaan
Riwayat Sosial
Riwayat Ekonomi

:
:
:
:

Keadaan Umum
Kesadaran
Vital Sign
Pemeriksaan THT
- Telinga

:
:
:
:
:

093715
Nia Anggraini
Perempuan
20 tahun
22-09-1994
Lubuk Tarok Sijunjung
Belum Menikah
Pelajar
Islam
Patorang
Edi Irawan
Delpita
21 Oktober 2014

Sewaktu SD, pernah jatuh, dan telinganya berdarah


Suka menyelam di sungai
Magh (-)
Hipertensi (-)
DM (-)
Rinitis Alergi (-)
Alergi Obat Cefadroxile

Obat sebelumnya : - Paracetamol


- Ceftrizine
- Cefadroxile
Tidak ada keluarga yang menderita penyakit seperti ini sebelumnya
- (Pelajar)
Hygiene Buruk, Suka menyelam di sungai
Menengah-Kebawah
Baik
Compos Mentis
- Daun telinga normal (tidak ada edema, abses, dll )
- Liang telinga lapang
- Mukosa hiperemis hiperemis di ADS
- Ada sedikit sekret jernih di ADS

- Telinga berbau busuk


- Pada telinga kanan, ada perforasi di daerah central sebanyak 2 lobang dan
perforasi di daerah marginal 1 lobang, tidak tampak kolesteatoma
- Pada telinga kiri, ada perforasi di daerah central sebanyak 1 lobang
- Refleks cahaya pada membran timpani hilang
- Tes Rinne :
-Weber :
- Swabach :
- Hidung

- Mulut

Kiri (-)
Kanan (-)
Tidak ada lateralisasi
Memanjang

- Tampak dari luar : normal (tidak ada deformitas)


- Rongga hidung lapang
- Ada sedikit sekret
- Mukosa normal
- Konka Normal
- Septum Nasi Normal
- Tonsil
T1-T1
- Lidah tidak kotor
- Hiperemis
(-)

Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan Audiometri

Interpretasi :

- Hantaran Tulang Normal (<30 dB)


- Penurunan Hantaran Udara (>30dB)
- Jarak GAP > 10 dB
Hasil :
Tuli Konduktif
Pemeriksaan Penunjang lain yang dianjurkan :

Diagnosis

Diagnosis Banding :

Terapi :

Kultur dan tes resistensi


Rontgen Mastoid (Posisi Schullner)
CT Scan Mastoid

ADS : Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Benigna/Aman


Tuli Konduktif ADS
AD: Dicurigai Otitis Media Supuratif Kronis tipe Maligna/Tulang
Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Maligna/Tulang
Otitis Eksterna (OE)
Tumor Telinga

Benigna :
Larutan H2O2 3%
Ciprofloxacin`
Paracetamol
*Operasi jika perlu

500 mg
500 mg

2x1
3x1

Edukasi :

-Tutup telinganya sewaktu mandi


-Hindari telinga dimasuki air
-Jaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh
-Rajin olah raga

Komplikasi :

-Meningitis
-Paralisis N.Facialis
-Erosi Tulang Pendengaran
-Abses Otak
-Hindrosefalus otitis
-Fistel Labirin
-Tuli Saraf

Prognosis :

Ad Vitam : Dubia ad bonam


Ad Sanationam : Dubia ad bonam
Ad Fungsionam : Dubia ad bonam