Anda di halaman 1dari 13

MARAKNYA KRIMINALITAS PADA

PERDAGANGAN WANITA

ASSETIA RAHMAWATI
1406559206
ADM. FISKAL

Peta Konsep

Latar Belakang
Kriminalitas bukanlah sebuah istilah yang
asing lagi, khususnya bagi masyarakat
Indonesia.

Perdagangan wanita merupakan salah satu


bentuk kriminalitas yang sulit untuk diatasi.

Rumusan Masalah
Apa faktor yang menyebabkan
terjadinya kriminalitas dan
perdagangan wanita?

Kriminalitas
Segala sesuatu yang melanggar
hukum atau sebuah tindak
kejahatan. (Kartini Kartono, 2005)

Pelaku kriminalitas
disebut seorang
kriminal.

Perdagangan Wanita
Tindakan pengiriman seseorang dengan ancaman
kekerasan, penculikan, penyekapan, penipuan, penjeratan
utang,baik yang dilakukan di dalam Negara maupun antar
Negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan
orang tereksploitasi. (GAATW / Global Alliance Against
Traffic in Women/ Aliansi Global Melawan Perdagangan
Perempuan)

Faktor Terjadinya
Kriminalitas

1. Jenis makanan memberikan efek dietetic (pengaruh


agresifitas)

2. Daerah-daerah kota dan industry yang padat dan bising


(menstimulasi penduduknya menjadi kejam, bengis, mendekati
kebiadaban)

3. Masyarakat urban yang kompleks (sehingga orang


cenderung bertingkah laku semau sendiri yang menjurus
kepada pola-pola yang kriminal)

Faktor Terjadinya
Perdagangan Wanita
1. Kemiskinan

6. Budaya
Konsumerisme

2. Marjinalisasi

5. Pernikahan dini
yang berakhir
perceraian

3.Pendidikan

4. Masalah
dalam
keluarga

Modus Operandi
Perekrutmen
1. Dengan rayuan, menjanjikan berbagai
kemewahan/janji palsu
2. Menjebak/menjerat dengan hutang dan
mengancam
3. Menyalahgunakan wewenang
4. Menculik, menyekap, dan mempekosa

Upaya Perlindungan
Korban Perdagangan Wanita
1. Penampungan dalam tempat yang aman
2. Pemulangan (kedaerah asalnya atau ke dalam
negeri)
3. Rehabilitasi (pemulihan kesehatan fisik, psikis)
4. Reintegrasi (penyatuan kembali
ke keluarganya atau lingkungan masyarakatnya)

Kesimpulan
Perdagangan wanita merupakan suatu perbuatan yang
melanggar hukum dan melanggar Hak Asasi Manusia
yang secara nyata di larang oleh setiap Negara.
Perdagangan wanita itu sendiri di dasari berbagai faktor.
Upaya pemerintah dalam menanggulangi khasus ini
sudah terstruktur dengan baik.

Saran
Pemerintah harus membuat kebijakan seperti:
meningkatkan pendidikan dengan system wajib
belajar 9tahun,
meningkatkan kapasitas penegak hukum yaitu
melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di
daerah perbatasan, imigrasi dan kedutaan besar,
membuat suatu aturan atau undang-undang yang
mengatur khusus tentang perdagangan wanita
supaya lebih mengikat dan pelaku akan jera saat
bertindak.

Daftar Pusaka
Chazawi, Adami. 2000. Kejahatan Terhadap

Tubuh dan Nyawa. Jakarta: PT RajaGrafindo


Persada.
Santoso, Tono dan Eva Achjani Zulfa. 2001.

Kriminologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.


Yentriyani, Andy. 2003. Politik Perdagangan

Perempuan. Yogyakarta: Galang Press.