Anda di halaman 1dari 16

MANUSIA DAN PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana kita ketahui, bahwa manusia adalah salah satu makhluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna. Selain diberi bentuk atau rupa yang paling baik dan
sempurna, ia masih juga dibekali dengan kemampuan akal dan pikiran. Dengan dibekali
kemampuan akal inilah manusia mampu menciptakan berbagai macam peralatan hidup,
menciptakan

berbagai

macam

teknologi

canggih,

membentuk

masyarakat,

menyelenggarakan pemerintahan, melakukan praktik jual beli atau perdagangan,


melaksanakan peribadatan dan lain- lain. Singkat kata, manusia dengan bekal
kemampuan akal atau budinya itu, mereka mampu menciptakan berbagai macam hal- hal
baru yang merujuk pada kehidupan yang lebih maju. Akan tetapi, tanpa adanya
pendidikan, manusia tidak akan mampu untuk mengembangkan semua hal tersebut. Oleh
sebab itu betapa pentingnya pendidikn bagi kemajuan suatu bangsa untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakatnya. Dari uraian di atas, penulis merasa perlu mengetahui lebih
dalam tentang manusia dan pendidikan itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan manusia?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
3. Apakah jenis-jenis dari pendidikan?
4. Bagaimana hubungan manusia dengan pendidikan?
5. Apakah tujuan pendidikan, khususnya di Indonesia?
6. Apa sajakah masalah pendidikan yang di alami di Indonesia?

7. Apa solusi yang bisa di lakukan untuk menamggulangi masalah pendidikan di


Indonesia?
8. Bagaimana karakteristik manusia dan pendidikan masa depan?
9. Bagaimana upaya mengantisipasi masyarakat masa depan dalam upaya pendidikan?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian manusia dan pendidikan.
2. Menegetahui Jenis-jenis pendidikan.
3. Mengetahui hubungan manusia dengan pendidikan.
4. Mengetahui tujuan pendidikan, khususnya di Indonesia.
5. Mengetahui masalah-masalah pendidikan yang di alami di Indonesia dan solusi yang
bisa di ambil.
6. Mengetahui upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Manusia
Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan
bertindak. Manusia memiliki arti yang berbeda- beda menurut biologis, rohani, dan
istilah kebudayaan. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens
(Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan
menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam
hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup. Dalam kebudayaan,
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam
masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan
kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama
lain serta pertolongan. Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan
jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah lakilaki atau perempuan.
2. Pengertian Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:232)
Pendidikan berasal dari kata didik, lalu diberikan awalan kata me sehingga
menjadi mendidik yang artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam
memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan

mengenai akhlak dan kecerdasan pemikiran.


Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
darinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut Ki Hajar Dewantara


Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta
jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan
menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

3. Jenis Pendidikan

Jenis pendidkan secara umum meliputi:


1.Pendidikan Formal
Adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah dan bersifat resmi.
Ciri-ciri :
- Memiliki jenjang tertentu. Misal;TK,SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.
- Ijazah yang diperoleh memiliki nilai. Misal untuk melanjutkan sekolah dan melamar pekerjaan.
- Mempunyai kurikulum.
- Sistemnya terstruktur.
2. Pendidikan Nonformal
Adalah pendidikan yang berlangsung dimasyarakat.
Ciri-ciri :
- bersifat resmi
- ada yang tidak bersifat resmi, misal ada orang yang dengan ikhlas mengajarkan anak-anak
miskin/pengemis/pemulung untuk mengajar dan membagi ilmu.
- Bisa sebagai penunjang/membantu. Misal lembaga pendidikan, contohnya ada primagama, neutron,
ugama, ganesha dll.
- Tidak memiliki jenjang tertentu.
- Dapat diikuti oleh segala usia
- Mendapatkan sertifikat, misal yang mengikuti kursus computer, maka akan mendapatkan sertifikat.
- Mendapat ijazah, misal yang mengikuti kejar paket (paket A, paket B, paket C).
3.Pendidikan Informal
Adalah pendidikan yang diberikan oleh orangtua dan masyarakat, yang mengutamakan nilai etika, moral
dan norma.
Ciri-ciri :
- bersifat tidak resmi.
- Biasanya berupa nasihat lisan dan perbuatan.
- Tidak terpaku pada jenjang tertentu.
- Tidak terpaku pada jenis pendidikan tertentu

Jenis pendidikan yang di kelompokkan atas dasar kekhususan tujuan pembelajaran,


meliputi :
Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan
pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas
(SMA).
Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk
bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK).jenis ini termasuk ke dalam pendidikan formal.
Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan
terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta
didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.
Salah satu yang dikembangkan dalam pendidikan tinggi dalam keprofesian adalah yang disebut program
diploma, mulai dari D1 sampai dengan D4 dengan berbagai konsentrasi bidang ilmu keahlian.
Konsentrasi pendidikan profesi dimana para mahasiswa lebih diarahkan kepada minat menguasai keahlian
tertentu. Dalam bidang keahlian dan keprofesian khususnya Desain Komunikasi Visual terdapat jurusan
seperti Desain Grafis untuk D4 dan Desain Multimedia untuk D3 dan Desain Periklanan (D3). Dalam
proses belajar mengajar dalam pendidikan keprofesian akan berbeda dengan jalur kesarjanaan (S1) pada
setiap bidang studi tersebut.
Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program
sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta
didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman
terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.
Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau
peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung
dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah
(dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).

4. Hubungan Manusia dan Pendidikan


Pendidikan merupakan upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran melalui
proses belajar agar seseorang mampu untuk mengembangkan potensi dirinya dalam hal
agama, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang nantinya akan
sangat berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat disekitanya.
Pendidikan mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan
hakikat hidup dan kehidupan. Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia.
Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan
dengan manusia lain, individu dapat hidup dengan tenang. Pendidikan membantu agar
tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan
pribadinya masing-masing. Manusia dengan pendidikan merupakan suatu kesatuan yang
sangat sulit untuk dipisahkan karena hubungan timbal balik diatara keduanya sangat erat.
Seperti manusia memerlukan pendidikan untuk mengembangkan pengetahuannya. Begitu
juga dengan pendidikan membutuhkan manusia untuk dapat terus mengembangkan suatu
pendidikan.
Pada hakikatnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, yakni keluarga,
masyarakat, dan sekolah/ lembaga pendidikan. Keluarga sebagai lembaga pertama dan
utama pendidikan, masyarakat sebagai tempat berkembangnya pendidikan, dan sekolah
sebagai lembaga formal dalam pendidikan. Pendidikan keluarga sebagai dasar untuk
membentuk kepribadian anak.

5. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat sebagai berikut:
1. Tujuan pendidikan terdapat dalam UU No2 Tahun 1985 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang
maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan kerampilan, kesehatan jasmani dan
rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan
berbangsa.
2. Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu Meningkatkan kualitas
manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin,
beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus
menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat
kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa
para pahlawan, serta berorientasi masa depan.
3. TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan
atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang
berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan
dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan
sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai
budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan
yang termaktub dalam UUD 1945.

Tujuan pendidikan Agama adalah mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta dan
pendidikan Agama lebih mengutamakan akhlak. Secara lebih luas pendidikan Agama bertujuan
untuk:

Pembinaan Akhlak

Penguasaan Ilmu

Keterampilan bekerja dalam masyarakat

Mengembangkan akal dan Akhlak

Pengajaran Kebudayaan

Pembentukan kepribadian

Menghambakan diri kepada Tuhan

Dan menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat


6. Masalah Pendidikan di Indonesia
Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109
(1999). Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada
pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The
World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan
ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Indeks Pembangunan Pendidikan Untuk Semua atau education for
all (EFA) di Indonesia menurun tiap tahunnya. Tahun 2011 Indonesia berada diperingkat 69 dari 127 negara dan
merosot dibandingkan tahun 2010 yang berada pada posisi 65. Indeks yang dikeluarkan pada tahun 2011
oleh UNESCO ini lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam (34), serta terpaut empat peringkat dari Malaysia
(65).

Salah satu penyebab rendahnya indeks pembangunan pendidikan di Indonesia adalah tingginya
jumlah anak putus sekolah. Sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu
anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan. Data
pendidikan tahun 2010 juga menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah.
Bahkan laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan menunjukan bahwa setiap menit ada
empat anak yang putus sekolah.
Menurut Staf Ahli Kemendikbud Prof. Dr. Kacung Marijan, Indonesia mengalami masalah
pendidikan yang komplek. Selain angka putus sekolah, pendidikan di Indonesia juga menghadapi
berbagai masalah lain, mulai dari buruknya infrastruktur hingga kurangnya mutu guru. Masalah
utama pendidikan di Indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang
belum standar, dan kualitas infrastruktur yang belum memadai.

Kualitas Guru

Dalam dunia pendidikan guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan
pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam
pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang
dilaksanakan oleh guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.
Secara umum, kualitas guru dan kompetensi guru di Indonesia masih belum sesuai dengan yang
diharapkan. Dari sisi kualifikasi pendidikan, hingga saat ini dari 2,92 juta guru baru sekitar 51% yang
berpendidikan S-1 atau lebih sedangkan sisanya belum berpendidikan S-1. Begitu juga dari persyaratan
sertifikasi, hanya 2,06 juta guru atau sekitar 70,5% guru yang memenuhi syarat sertifikasi sedangkan
861.670 guru lainnya belum memenuhi syarat sertifikasi.

Dari segi penyebarannya, distribusi guru tidak merata. Kekurangan guru untuk sekolah di perkotaan, desa,
dan daerah terpencil masing-masing adalah 21%, 37%, dan 66%. Sedangkan secara keseluruhan
Indonesia kekurangan guru sebanyak 34%, sementara di banyak daerah terjadi kelebihan guru. Belum lagi
pada tahun 2010-2015 ada sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan yang akan pensiun sehingga
harus segera dicari pengganti untuk menjamin kelancaran proses belajar.

Kualitas Kurikulum

Kurikulum pendidikan di Indonesia juga menjadi masalah yang harus diperbaiki. Pasalnya kurikulum di
Indonesia hampir setiap tahun mengalami perombakan dan belum adanya standar kurikulum yang
digunakan. Tahun 2013 yang akan datang, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan
perubahan kurikulum pendidikan nasional untuk menyeimbangkan aspek akademik dan karakter.
Kurikulum pendidikan nasional yang baru akan selesai digodok pada Februari 2013 itu rencananya segera
diterapkan setelah melewati uji publik beberapa bulan sebelumnya.
Mengingat sering adanya perubahan kurikulum pendidikan akan membuat proses belajar mengajar
terganggu. Karena fokus pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan berganti mengikuti adanya
kurikulum yang baru. Terlebih jika inti kurikulum yang digunakan berbeda dengan kurikulum lama
sehingga mengakibatkan penyesuaian proses pembelajaran yang cukup lama.

Kualitas Infrastuktur

Dari dulu hingga sekarang masalah infrastruktur pendidikan masih menjadi hantu bagi pendidikan di
Indonesia. Hal ini dikarenakan masih banyaknya sekolah-sekolah yang belum menerima bantuan untuk
perbaikan sedangkan proses perbaikan dan pembangunan sekolah yang rusak atau tidak layak dilakukan
secara sporadis sehingga tidak kunjung selesai.
Berdasarkan data Kemendiknas, secara nasional saat ini Indonesia memiliki 899.016 ruang kelas SD
namun sebanyak 293.098 (32,6%) dalam kondisi rusak. Sementara pada tingkat SMP, saat ini Indonesia
memiliki 298.268 ruang kelas namun ruang kelas dalam kondisi rusak mencapai 125.320 (42%). Bila
dilihat dari daerahnya, kelas rusak terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 7.652, disusul
Sulawesi Tengah 1.186, Lampung 911, Jawa Barat 23.415, Sulawesi Tenggara 2.776, Banten 4.696,
Sulawesi Selatan 3.819, Papua Barat 576, Jawa Tengah 22.062, Jawa Timur 17.972, dan Sulawesi Barat
898.
7. Solusi Bagi Permasalah Pendidikan di Indonesia
Untuk membatu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu
pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaring kerjasama untuk memperoleh dana
pendidikan, dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga perantara
tersebut bekerjasama dengan pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat untuk
bersama-sama memberbaiki kualitas pendidikan di Indonesia di karenakan tanggung jawab
pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan, lembaga tersebut melakukan pendampingan kepada guruguru di Indonesia dan pemberian apresiasi lebih kepada guru-guru kreatif. Pendampingan
dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalitas, kreatifitas, dan kompetensi guru
dengan model pendampingan berupa seminar, lokakarya, konsultasi, pelatihan dan praktek.
Pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan yang didukung oleh pemerintah dan
pihak terkait.

Lembaga tersebut juga memediasi masyarakat, pendidik, dan pihak terkait lainnya untuk
menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dalam memperbaiki kurikulum pendidikan.
Diharapkan dengan adanya lembaga ini, ide-ide kreatif untuk memperbaiki kurikulum pendidikan
dapat tertampung dan pemerintah dapat mempertimbangkan ide masyarakat untuk kebijakan yang
dibuat.
Dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan guru, kepala sekolah, dan pengelola sekolah,
lembaga tersebut melakukan pendampingan guna mewujutkan manajemen sekolah yang baik.
Proses yang dilakukan berupa konsultasi, lokakarya, dan pelatihan ditunjukan kepada guru, staf
dan pimpinan sekolah. Pihak manajemen sekolah diharapkan mampu membawa sekolah yang
dipimpinnya
untuk
berkembang
dan
meraih
prestasi
yang
diharapkan.
Lembaga perantara tersebut juga berperan membantu manajemen sekolah untuk mengembangkan
kerjasama dengan instansi-instansi terkait guna memperoleh dana pengembangan infrastruktur
sekolah.Tidak hanya itu, lembaga tersebut juga dapat menggalang dana dari sponsor untuk
perbaikan bangunan sekolah yang hampir rusak di wilayah terpencil.
Dukungan masyarakan, lembaga sosial, dan lembaga pers memiliki fungsi dalam meningkatkan
pemahaman pentingnya pendidikan melalui penyebaran informasi. Oleh karena itu, lembaga
tersebut mempunyai tugas untuk meningkatkan dukungan tersebut dengan cara bekerja sama
dengan pihak masyarakat, lembaga sosial, dan pers. Dengan demikian informasi seputar
perbaikan mutu pendidikan di Indonesia dapat tersalurkan dengan mudah.

Perkiraan Masyarakat Masa Depan


Keadaan masa depan tentunya tidak dapat di samakan dengan keadaan sekarang, semakin
berkembangnya zaman maka semakin banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus di penuhi
oleh masyarakat. Di tambah dengan pengetahuan yang semakin luas maka terciptalah halhal baru yang sebelumnya belum pernah ada guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perkiraan Keadaan Masa Depan :
1. Perkembangan Iptek makin cepat
Perkembangan iptek yang semakin cepat dapat membuat berbagai kemudahan
untuk manusia. Dalam hal ini perkembangan Iptek di karenakan oleh
bertambahnya tuntutan kebutuhan manusia dari waktu ke waktu dan
bertambahnya rasa ingin tahu yang tinggi. Kemajuan Iptek juga bisa di karenakan
ingin menjadi yang lebih maju dari yang lainnya.

2. Perkembangan arus informasi makin padat dan cepat

Perkembangan arus informasi yang sangat cepat dapat membuat kita lebih tahu
keadaan di belahan bumi yang lain walaupun tidak langsung berada di lokasi
tersebut. Hal ni dapat membuat kita lebih bisa mengenali situasi dan kondisi
Negara yang bahkan belum pernah kita datangi sebelumnya.
3. Kecenderungan globalisasi makin kuat
Globalisasi dapat di artikan sebagai suatu proses menyatakan dunia itu satu tidak
di batasi jarak dan kondisi geografis, sehingga dunia tidak lagi mengenal adanya
batasan-batasan, seluruh Negara bebas untuk di masuki oleh siapa saja dengan
perantara seperti internet ataupun media elektronik. Jadi kita bebas untuk bisa
mengetahui adat istiadat dan kondisi di belahan dunia lain.
4. Tuntutan layanan professional
Dengan berkembangnya zaman maka keahlian seseorng haruslah lebih baik dari
sebelumnya. Maka di butuhkan keprofesionalan tinggi dari zaman ke zaman.
Setiap layanan harus dilakukan dengan sangat professional artinya harus di
lakukan oleh seorang yang mengerti dan memiliki ilmu tentang hal yang di
kerjakan tersebut.

Upaya Pendidikan dalam Mengantisipasi Masa Depan


Pendidikan berperan penting dan merupakan salah satu faktor yang dapat membantu manusia
dalam menghadapi kemungkinan di masa depan. Tingkat pendidikan baik formal maupun non
formal berbanding lurus dengan keberhasilan seorang dalam menghadapi keadaan di masa
depan, hal terssebut berarti semakin tinggi pendidikan seorang maka semakin tinggi
kemungkinannya untuk berhasil menghadapi masa depan.

Tuntutan bagi manusia masa depan :


1. Harus mampu mengembangkan kehidupannya secara pribadi.
Pengembangan kehidupan secara pribadi dapat dilakukan dengan :
Memperkuat dasar keimanan dan ketaqwaan, membiasakan untuk
berperilaku yang baik agar terhindar dari dampak negatif dari
perkembangan manusia masa depan, serta mengembangkan
pengetahuan dan ketrampilan dasar agar bisa menghadapi
perkembangan di masa depan dengan lebih baik.

2. Harus mampu mengembangkan kehidupannya sebagai anggota


masyarakat..
Pengembangan kehidupan sebagai anggota masyarakat, antara lain:
memperkuat kesadaran hidup beragama dalam masyarakat serta
terus mempertahankan adat dan kebudayaan daerah,
menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam masyarakat, serta
memberikan dan atau mengembangkan pengetahuan dan
ketrampilan yang diperlukan dalam masyarakat.
3. Harus mampu mengembangkan kehidupannya sebagai warga
Negara yang baik.
Pengembangan kehidupan sebagai warganegara, antara lain:
mengembangkan perhatian pengetahuan tentang hak dan
kewajiban sebagai warganegara yang baik, menanamkan rasa ikut
bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara, dan
memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan
untuk berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

BAB III

PENUTUP

A.

Kesimpulan

Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak. Pendidikan adalah daya
upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan
hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Pendidikan
mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan kehidupan. Pendidikan
berguna untuk membina kepribadian manusia. Dengan pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik
sehingga di dalam pergaulan dengan manusia lain, individu dapat hidup dengan tenang.
Jenis pendidikan secara umum meliputi: pendidikan Formal, Pendidikan nonformal, dan Pendidkan
Informal.
Jenis pendidikan yang di kelompokkan atas dasar kekhususan tujuan pembelajaran, adalah pendidikan
umum, pendidikan kejuruan, pendidikan profesi, pendidikan akademik, pendidikan keagamaan,
pendidikan vokasi dan pendidikan khusus.
Tujuan Pendidikan di Indosesia khususnya telah tertuang dalam UU No2 Tahun 1985, TAP MPR NO
II/MPR/1993, dan TAP MPR No 4/MPR/1975.
Tujuan pendidikan agama khususnya bertujuan untuk mempersiapkan anak didik untuk hidup di dunia
dan akhirat.
Masalah utama pendidikan di Indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang
belum standar, dan kualitas infrastruktur yang belum memadai.
Untuk membatu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah
untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaring kerjasama untuk memperoleh dana pendidikan, dan
menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik.
Perkiraan masyarakat masa depan:
1. Perkembangan Iptek makin cepat
2. Perkembangan arus informasi makin padat dan cepat
3. Kecenderungan globalisasi makin kuat
4. Tuntutan layanan profesional
Upaya mengantisipasi masa depan
Masa depan dapat di antisipasi dengan pendidikan sejak dini yang kita lakukan, karena masyarakat masa
depan memiliki tuntutan sebagai berikut:
1. Harus mampu mengembangkan kehidupannya secara pribadi

2. Harus mampu mengembangkan kehidupannya sebagai anggota masyarakat


3. Harus mampu mengembangkan kehidupannya sebagai warganegara

B.

Saran

Sebagai manusia masa depan kita sebagai mahasiswa harus paham apa itu teknologi dan
pendidikan. Kita harus menguasai kedua hal tersebut. Harus paham dan tanggap terhadap
perubahan jaman dan tantangan masa depan. Serta harus siap dengan segala upaya-upaya untuk
menghadapi permasalahan tentang teknologi dengan pendidikan yang kita miliki.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Manusia, Teknologi dan Pendidikan. Diakses dari:
http//ochimath.wordpress.com/2012/01/12/manusia-teknologi-dan-pendidikan/
Herimanto & Winarno. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta : Bumi Aksara
Suwarno. 2011. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Surakarta : Qinant

http://positivego.blogspot.com/2012/11/masalah-pendidikan-diindonesia.html
http://gitabahasa.wordpress.com/category/macam-macam-pendidikan
http://k-pendidikan.blogspot.com/2009/11/jenis-pendidikan.html rechi
muhammad syaputra