Anda di halaman 1dari 6

BAB IV.

ELASTISITAS
4.1. Elastisitas Zat Padat
Berdasarkan sifat elastisnya, benda padat dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
a. Benda elastis, yaitu benda yang jika diberi gaya mengalami perubahan bentuk tetapi
ketika gaya dihilangkan benda tersebut dapat kembali ke bentuk semula. Contohnya:
karet, pegas, plat logam dan sebagainya.
b. Benda plastis, yaitu benda yang jika diberi gaya mengalami perubahan bentuk tetapi
ketika gaya dihilangkan benda tersebut tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Contohnya: plastisin, tanah liat, dsb.
4.2. Hukum Hooke
Suatu pegas dengan konstanta elastisitas k yang panjang mula-mula xo ketika diberi
gaya F mengalami pertambahan panjang sebesar x sehingga panjangnya menjadi x1.
Semakin besar gaya yang diberikan semakin besar pula pertambahan panjangnya. Pada
daerah elastisnya, F sebanding dengan x dan dapat dinyatakan dalam persamaan:
F = k.x
dengan:
F = gaya (N)
k = konstanta elastisitas (N/m)
x = x1 xo = pertambahan panjang pegas (m).
Pada waktu pegas ditarik dengan gaya F, pegas juga mengerjakan gaya yang besarnya sama
dengan gaya yang menariknya, tetapi arahnya berlawanan. Gaya ini disebut dengan gaya
pemulih atau gaya pegas yaitu gaya yang berfungsi untuk mengembalikan pegas ke
keadaan semula. Secara matematis dapat kita tuliskan:
F= -k.x
Persamaan ini disebut dengan Hukum Hooke.
Oleh karena itu Hukum Hooke menyatakan bahwa:pada daerah elastisitas benda, gaya
yang bekerja pada benda sebanding dengan pertambahan panjang benda.
Konstanta Elastisitas (k)
Konstantas elastisitas suatu benda adalah suatu tetapan yang menggambarkan besar gaya
yang diperlukan untuk merubah panjang suatu benda pada daerah elastisnya. Setiap benda
memiliki konstanta elastisnya masing-masing dan antara benda yang satu dengan lainnya
mempunyai nilai yang berbeda.
Misalnya sebuah pegas mempunyai k =100 N/m, artinya agar pegas tersebut bertambah
panjang sebesar 1 m diperlukan gaya sebesar 100 N (atau benda yang bermassa 10 kg).

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

23

Contoh Soal 1:
Sebuah pegas mempunyai panjang mula-mula 10 cm. Ketika digantungkan beban 1,5 kg
panjang pegas menjadi 20 cm. Berapakah konstanta elastis pegas tersebut? (g= 10 m/s2).
Jawab:
Diket:xo = 10 cm
Pertambahan panjang pegas:
X1= 20 cm
X = x1-xo = 20 10 = 10 cm = 0,1 meter
M = 1,5 kg
Gaya
yang bekerja pada pegas adalah gaya berat dan
2
G = 10 m/s .
besarnya: F = m.g = 1,5.10 = 15 N
Dit: k = ............?
Maka: k= F/ = 15/ = 150 N/m
x

0,1

Contoh Soal 2:
Sebuah pegas mempunyai panjang mula-mula 15 cm. Jika konstanta pegas 100 N/m,
tentukan panjang akhir pegas bila digantungkan beban 70 N.
Jawab:
Diket: xo = 15 cm =0,15 m
K = 100 N/m
Kita hitung dulu pertambahan panjang pegas:
F = 70 N
x = F/k = 70/100 = 0,7 m
Dit: x1 = ............?
maka panjang akhir pegas:
x = x1-xo atau
x1 = xo + x = 0,15+0,7
= 0,85 meter

4.3. Konstanta Pegas Gabungan


4.3.a. Pegas Yang Disusun Seri
Dua buah pegas dengan konstanta k1 dan k2 disusun seri seperti gambar berikut:

k1
ks
k2

Menurut Hukum Hooke, pertambahan panjang pegas pertama


akibat gaya F adalah:
F
X1 = /k1 dan untuk pegas kedua
F
X2 = /k2
Sedangkan pertambahan panjang seri adalah:
xs =F/ks
Pertambahan panjang total pegas adalah:
xs = x1 + x2

F
F
F
1
1
1

atau

k s k1 k 2
ks k1 k2

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

ks =konstanta pengganti pegas yang disusun seri

24

4.3.b. Pegas Yang Disusun Paralel


Dua buah pegas dengan konstanta k1 dan k2 disusun paralel seperti gambar berikut:

k1

k2

F1

F2

Karena pertambahan panjang pegas sama, maka gaya yang dialami


oleh masing-masing pegas besarnya berbeda, tetapi: F1 + F2 = F
Pertambahan panjang pegas 1: x1 =F1/k1
F1 = k1.x1
Pertambahan panjang pegas 2: x2 =F2/k2
F2= k2.x2
Gaya yang bekerja pada kedua pegas:
F= F1 + F2
Kp.xp = k1.x1 + k2.x2
(karena xp =x1=x2 , pertambahan panjang kedua pegas sama), maka:

kp k1 k2
kp= konstanta pengganti pegas yang disusun paralel.

F
Contoh Soal 3:
Hitunglah konstanta pengganti dari susunan pegas berikut ini:
a.
b.
c.

Jawab:
a. Pegas susunan seri:

1 1 1

ks k1 k2
1 1 1 2 1

ks 50 100 100 100
1 3
100
ks
N/ m
ks 100
3

b. Pegas susunan c. Pegas susunan seri dan paralel:


paralel:
k1 dan k2 paralel, maka:
kp = k1+ k2
kp =k1 + k2 =20+30=50 N/m
kp = 10 + 5
kp dengan k3 seri, maka:

kp=15 N/m

1 1 1 1 1

k T k p k 3 50 50
1 2
k T 25 N / m
k T 50

Contoh Soal 4:
Dua buah pegas dengan konstanta 30 N/m dan 50 N/m disusun secara paralel. Tentukan
pertambahan panjang pegas jika diberi beban 10 kg (g=10 m/s2).
Diket: k1=30 N/m
jawab: Kita hitung dulu konstanta penggantinya:
k2=50 N/m
k=k1+k2=30+50=80 N/m
Maka pertambahan panjangnya:
m=10 kg
m.g
10.10
F
Dit:
x=......?
x= /k = /k =
/80 = 1,25 N/m

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

25

4.4. Getaran Pada Pegas


4.4. a. Periode dan Frekuensi Getaran Pada Pegas
Pegas yang digantungkan beban kemudian ditarik dan dilepaskan maka pada pegas
akan terjadi getaran (gerak harmonik sederhana). Besaran yang terkait secara langsung
dengan getaran pada pegas adalah periode dan frekuensi.
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran.(simbol T satuannya
sekon)
Frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam 1 sekon (simbol f satuannya Hz).

Jika pada pegas dengan konstanta k


digantungkan beban dengan massa m
kemudian digetarkan, maka periode dan
frekuensi getarannnya adalah:

m
1 k
dan f
k
2 m
T = periode getaran (sekon)
F =frekuensi getaran(Hz)
m =massa beban (kg)
T 2

A
B
Simpangan
C

Contoh Soal 5:
Pada ujung sebuah pegas dengan k =40 N/m digantungkan sebuah beban dengan massa 100
gram kemudian digetarkan. Hitung periode dan frekuensi getaran pegas tersebut.
Diket: k= 40 N/m
Jawab:
m=100 gram =0,1 kg
m
0,1
2
2. 0,01 0,1 sekon
Periode: T 2
Dit:
T dan f=...?
k
40
1
1
10
Frekuensi: f=
Hz
T 0,1

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

26

4.4.b. Persamaan Simpangan Gerak Harmonik Sederhana


Simpangan gerak harmonik sederhana dapat dianggap sebagai proyeksi lintasan
gerak melingkar beraturan pada diameter lingkaran. Gambar berikut melukiskan sebuah
partikel yang bergerak melingkar beraturan dengan kecepatan sudut dan jari-jari r.
Anggap mula-mula partikel berada di titik P dan setelah selang waktu t partikel berada di
titik Q. Besar sudut yang ditempuh adalah:
= .t

R
S

Qy
y

x
U

W
V

Proyeksi titik Q terhadap diameter lingkaran (sumbu y) adalah titik Qy. Jika garis OQy=y
(simpangan gerak harmonik), maka:
y
sin
atau y R . sin
R
karena amplitudo
getaran ( A ) r ( jari jari l int asan ), maka :
y A . sin
karena t , maka persamaan simpangan gerak harmonik sederhana secara umum dapat
dinyatakan dalam persamaan:

y = A. sin . t
y = A. sin (.t+
Apabila sudut fase awal getaran maka:
y = simpangan
A = amplitudo getaran
 = kecepatan sudut getaran (rad/s) =2f = 2/T
t = waktu getaran (sekon)
S
udut fase awal getaran.(radian)

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

27

Contoh Soal 6:
Sebuah benda melakukan gerak harmonik sederhana dengan persamaan simpangan
y = 6 sin (0,5t+/6) y dalam cm dan t dalam sekon. Tentukan amplitudo, periode dan
frekuensi getaran tersebut.
Diket: y = 6 sin (0,5t+/6)
Dit: A,T dan f=.....?
Jawab:
Berdasarkan persamaan umum simpangan dan persamaan yang
diketahui:
y=A.sin(t +o)
y=6 sin (0,5t+/6), kita peroleh:
A = 6 cm
=0,5sehingga:
=2/T atau T=2/ =2/0,54 sekon
f =1/T = =0,25 Hz

SOAL LATIHAN 4:
1. Sebuah pegas memiliki konstanta 45 N/m. Ketika beban dengan massa 225 gram
digantungkan pada pegas tersebut ternyata panjang pegas menjadi 35 cm, hitunglah
panjang pegas mula-mula.
2. Dua pegas masing-masing memiliki konstanta 200 N/m dan 600 N/m disusun secara
seri. Hitunglah:
a. Konstanta penggantinya (ks)
b. Pertambahan panjang pegas jika pada gabungan pegas tersebut digantung beban 5
kg. (g=10 m/s2).
3. Pada ujung sebuah pegas dengan k =80 N/m digantungkan sebuah beban dengan massa
100 gram kemudian digetarkan. Hitung periode dan frekuensi getaran pegas tersebut.,
4. Dua pegas masing-masing memiliki konstanta 200 N/m dan 600 N/m disusun secara
paralel . Hitunglah:
a. Konstanta penggantinya (kp)
b. Pertambahan panjang pegas jika pada gabungan pegas tersebut digantung beban 10
kg. (g=10 m/s2).
c. Jika susunan pegas tersebut digetarkan, hitunglah periode dan frekuensi
getarannya.
5. Suatu partikel melakukan gerak harmonik sederhana dengan persamaan simpangan:
y = 4 sin 6t (y dalam cm dan t dalam sekon). Tentukan amplitudo, periode dan
frekuensi gerak harmonik tersebut.
6. Sebuah benda melakukan gerak harmonik sederhana dengan amplitudo 3 cm dan
periode 4 sekon. Tentukan simpangan benda setelah 4 sekon.

Fisika SMA kelas XI Semester Ganjil


. Elastisitas

28