Anda di halaman 1dari 9

Nafas

NAFAS PENYALURAN MERPATI PUTIH.

Setelah empat bulan belajar mengolah nafas dasar di tingkat dasar satu kini saatnya melakukan
ujian kenaikan tingkat ke dasar dua. Pagi hari Minggu di bulan Juni 1993 dengan melakukan
maraton telanjang kaki murid-murid PPS Merpati Putih mulai berlari meninggalkan Gedung
Depdiknas Senayan menuju bundaran Hotel Indonesia. Jarak satu kali arah ini kurang lebih
4km. Lalu berputar kembali ke Senayan. Jadi begitu balik sampai di Gedung Depdiknas
Senayan jarak yang ditempuh menjadi 8 km.
Masih dalam keletihan yang begitu menguras tenaga, setiap murid PPS Merpati Putih
mengambil gagang pompa dragon ukuran 1 R- 2 R , beton buis cor-coran semen, balok es,
kayu jati ukuran ubin 2020 cm, kikir besi dan menaruh di tempat tatakan yang telah
disediakan. Sebelum giliran memukul dan mematahkan benda keras itu, sehat belum menjadi
praktisi reiki melakukan olah nafas penyaluran sebagai bekal menghimpun tenaga kembali,
yang telah hilang karena berlari maraton untuk persiapan memukul benda keras itu.
Dengan mengambil sikap kuda-kuda tangguh, tangan kanan kiri dikejangkan sambil tarik nafas
melalui hidung dan buang melalui mulut mendesis sebanyak 3 kali ulangan, konsentrasi kepada
sasaran yang hendak dipecahkan serta memvisualkan bahwa benda keras itu adalah benda
lembek yang mudah patah, maka satu persatu murid PPS Merpati Putih melakukan pemukulan
benda keras itu dan semuanya bisa dipecahkan atau dipatahkan.
Atraksi mematahkan benda keras ini merupakan ujian standar di setiap tingkatan PPS Merpati
Putih di samping ujian teori tertulis. Di setiap tingkatan selalu dilatih mengolah nafas dengan
postur tubuh membungkuk, bersimpuh, push-up, kaki selonjor kedepan baik kaki kanan atau
kiri. Juga posisi push-up miring badan (perhatikan gerakan Yoga) yang bermacam-macam
gerakannya. Latihan ini dilakukan dengan menahan nafas-menarik nafas-tahan nafasmembuang nafas-tahan nafas lagi sambil badan dikejangkan mulai dari leher hingga kedua kaki
dengan kedua mata ditutup.

Setelah kita menguasai nafas dasar maka latihan berikutnya adalah nafas penyaluran, dimana
kita menyalurkan tenaga yang telah kita peroleh sewaktu pelaksanaan latihan nafas dasar
dengan menyalurkannya ke anggota badan sendiri ( kaki, tangan dan kepala) dengan membuat
gerakan yang sangat perlahan serta penuh konsentrasi. Adapun nafas penyaluran ada 5
macam yaitu:
1. Nafas Garuda
2. Nafas Dorong Tarik.
3. Nafas Kombinasi.
4. Nafas Pengarahan.
5. Nafas Listrik.
Dalam melaksanakan latihan penyaluran ini yang perlu diperhatikan ialah selama membuat
gerakan, nafas ditahan di dada, sekali tarik nafas dapat melakukan beberapa kali gerakan
sesuai kemampuan kita dan tidak memaksakan diri.
a. Nafas Garuda > dengan sikap duduk bersila tumpang kaki, tangan dilipat di depan dada,
telapak tangan saling mendorong. Lalu buang nafas melalui mulut-tahan nafas 5 sampai 10
detik (sesuai kemampuan murid) di dada lalu pejamkan mata kedua telapak tangan saling
mendorong kedepan sekuat mungkin (rasakan seakan-akan di depan kita ada pintu baja yang
tebal sulit dibuka).
Sambil terus mendorong telapak tangan kanan/kiri mulai direntangkan ke samping kanan/kiri
sepelan mungkin dan seluruh badan tetap kejang menahan nafas. Ketika rentangan ke-2
tangan sudah di kanan/kiri badan tarik lagi kebelakang badan sehingga dada terbuka lebar,
mulai gerakan pelan-pelan kedepan dada mengulangi gerakan semula, masih tetap tahan nafas
badan tetap kejang mulai pelan-pelan membuang nafas berdesis melalui mulut.
b. Nafas Dorong Tarik > dengan sikap badan berdiri dengan kuda-kuda tengah, kedua tangan
lurus keatas, telapak tangan menghadap kedepan. Pelan-pelan badan dibungkukkan sambil
membuang nafas melalui mulut-tahan nafas 5 detik-mulai tegakkan badan sambil tarik nafas
melalui hidung-tahan nafas didada dan kepalkan tangan/jari ruas per ruas. Badan tetap
mengejang pejamkan mata, tarik tangan kebawah pelan-pelan dan tangan mengepal di
samping pinggang menghadap ke atas.
Dorong tangan lurus kedepan sambil diputar sehingga kepalan tangan menghadap ke bawah.
Bayangkan seolah-olah kita mendorong barang yang sangat berat. Tarik kembali kebelakang
seolah-olah menarik barang yang sangat berat. Lakukan dorong tarik beberapa kali (semampu
kita) lalu buang nafas dengan posisi mendorong tangan ke depan.
c. Nafas Kombinasi > dengan sekap berdiri dengan kuda-kuda tengah. Kedua tangan lurus
keatas posisi telapak tangan menghadap kedepan. Lalu bungkukkan badan badan sambil
buang nafas-tahan 5 detik. Pelan-pelan tegakkan badan sambil tarik nafas-tahan nafas di dada
dan kepalkan jari tangan ruas per ruas mata lalu dipejamkan. Tarik tangan kebawah pelanpelan dan seluruh tubuh tetap kejang sambil tangan mengepal di samping pinggang
menghadap ke atas.
Dorong tangan kedepan sambil badan diputar sehingga kepalan tangan menghadap ke bawah.
Buka kepalan tangan ruas per ruas dengan tangan direntangkan ke samping sepelan mungkin
dan seluruh badan tetap kejang. Lalu liukkan tangan sejauh mungkin ke belakang kemudian
didorong ke depan kembali melalui samping pinggang.
Setelah tangan lurus, kembali dikepalkan ruas per ruas. Kepalan tangan ditarik lagi ke samping
pinggang sambil diputar sehingga kepalan tangan menghadap keatas. Pelan-pelan tangan
didorong kedepan mengulangi gerakan semula masih dalam kondisi tahan nafas semampunya
lalu nafas dibuang melalui mulut.
d. Nafas Pengarahan > dengan posisi berdiri kuda-kuda depan kaki kiri di depan. Tangan kanan
disorong tiga kali ke depan, jari-jari terbuka lalu tangan kiri berada di depan. Posisi telapak
tangan serong ke dalam. Mulai tarik nafas-tahan 5 detik- tangan kanan ditarik ke atas
digenggam ruas per ruas.

Lalu tangan dibawa ke bawah dibuka ruas per ruas untuk merasakan apakah seluruh tubuh
sudah cukup tegang/kaku. Berikutnya jari tangan digenggam ruas per ruas lagi setelah itu
dibuka lagi ruas per ruas. Masih dalam posisi menahan nafas semampunya. Jika dirasa sudah
cukup mampu lalu buang nafas melalui mulut mendesis sambil tangan di bawa keatas.
e. Nafas Listrik > dengan posisi berdiri dengan kuda-kuda tengah, kedua tangan lurus ke atas
telapak tangan menghadap ke depan. Pelan-pelan bungkukkan badan sambil buang nafas
melalui mulut-tahan 5 detik-lalu tegakkan badan sambil tarik nafas melalui hidung-tahan nafas
di dada kepalkan jari tangan ruas per ruas diikuti mata terpejam.
Silangkan kedua lengan di depan dada tangan kanan di dalam, tangan kiri di luar. Tangan
menghadap ke dalam. Bungkukkan badan sehingga kepala lebih rendah dari pantat. Putarkan
tangan sehingga tangan menghadap ke bawah. Dua lengan tidak saling bersentuhan. Tahan
posisi ini semampunya sambil menahan nafas.Jika dirasa sudah cukup pelan-pelan buang
nafas melalui mulut mendesis.
Apabila kita sudah menguasai nafas dasar maka untuk membuat mahir nafas penyaluran tidak
harus mengulangi seluruh rangkaian dari pola nafas dasar. Semakin lama kita mampu menahan
nafas, semakin pelan kita melaksanakan gerakan dan semakin keras kita mengejangkan
seluruh otot tubuh, akan mendapatkan manfaat yang lebih besar untuk kesehatan tubuh
asalkan dalam latihan ini tidak memaksakan diri. Setiap membuang nafas bersamaan dengan
membuka kepalan tangan.
Begitulah hidup sehat sebelum menjadi praktisi reiki bersama teman-teman seperguruan PPS
Merpati Putih melakukan latihan olah nafas. Memang capai sekali latihan yang menguras
tenaga ini. Tapi manfaat ke depannya adalah mendapatkan kelenturan otot, kepekaan tubuh
karena ada getaran energi yang keluar dari tubuh serta disiplin dalam latihan akan membuat
kita tidak mudah patah semangat dalam menghadapi kerasnya hidup ini.
Seiring berjalannya waktu latihan PPS Merpati Putih, ada khabar Reiki mulai masuk ke
Indonesia tahun 1996. Teknik penyembuhan Reiki begitulah orang menyebutnya, berasal dari
Jepang. Sebagai praktisi tenaga dalam ( PPS Merpati Putih) yang sudah mahir menguasai
teknik pernafasan, dengan mudah pula menyerap teknik Reiki.
Sebab tubuh energi yang sudah terbentuk di kala menjadi Praktisi PPS Merpati Putih akan
mudah pula menyerap Energi Reiki melalui penyelarasan/inisiasi. Sahabat sehat dengan
kundalini reiki yang sama-sama pernah belajar Silat Merpati Putih pun mengakui bahwa modal
dasar pernapasan sudah ada, maka tinggal menggandakan power energi untuk praktek reiki.

Teknik Dasar
TEKNIK PENGOLAHAN NAFAS
Bernapas adalah kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. seseorang bisa bertahan tidak
makan dan minum selama beberapa hari, namun tidak ada yang bisa bertahan hidup tanpa
bernapas selama itu. Seorang yang tidak terlatih hanya bisa bertahan tidak bernapas antara
30 s/d 60 second, sementara orang yang terlatih bisa lebih dari itu. Ada yang sanggup
menahan napas antara 1 sampai 5 menit, contohnya seperti para penyelaman alami yang
biasa menyelam dilautan tanpa alat bantu.

Kebutuhan oxygen didalam darah, pembuluh syaraf dan otak dipenuhi dengan cara
bernapas. Darah menyerap oxygen dari udara yang dihirup dan masuk kedalam paru paru.
Darah membawa oxygen tersebut keseluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Terhentinya
aliran darah kejantung atau otak akibat penyumbatan atau penggumpalan darah dapat
mengakibatkan kematian mendadak karena jantung atau otak tidak dapat memenuhi
kebutuhan oxygennya.
Bernapas menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia, namun banyak orang yang tidak
memperhatikan cara bernapas yang baik, efisien dan benar. Dalam kehidupan sehari hari
kebanyakan manusia hanya menggunakan 20-30% dari kapasitas paru parunya untuk
bernapas. Perhatikan cara bernapas anda sehari hari, anda hanya bernapas pendek-pendek
tidak menggunakan kemampuan paru paru anda secara maksimal. Cara bernapas seperti ini
mengakibatkan paru paru tidak bekerja maksimal. Sebagian besar kapasitas paru paru tidak
terpakai. Satu ketika mungkin anda pernah menarik napas dalam dan memenuhi paru paru
anda dengan udara ,selanjutnya anda bernapas seperti biasa lagi ( napas pendek), didalam
paru paru anda akan tertinggal udara sisa yang pada akhirnya akan menjadi udara basi
yang dapat merusak sel paru paru anda.
Bagian paru paru yang jarang digunakan lama kelamaan menjadi rusak dan tidak mampu
lagi mensuplai oxygen kedalam darah. Napas menjadi sesak dan pendek, badan menjadi
cepat lelah, suplai oxygen keseluruh bagian tubuh jadi berkurang. Akibatnya tubuh menjadi
lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit. Orang yang tidak melatih cara bernapas
dengan baik dan benar pada usia diatas 40 tahun kondisi tubuhnya semakin buruk dan
mudah dihinggapi berbagai penyakit. Karena itu perhatikanlah cara bernapas anda, latihlah
pernapasan anda dengan mengikuti berbagai olah raga.
Banyak olah raga yang dapat meningkatkan kapasitas paru paru dan aliran oxygen didalam
darah seperti olah raga aerobic, senam, dan olah raga pernapasan seperti Thai chi,
waitankung, yoga, Mahatma, Satria Nusantara, Silat tenaga dalam dan lain lain. Olah raga
tersebut diatas saat ini menjamur di mana mana pilihlah salah satu yang sesuai dengan
selera anda. Pernapasan yang baik dan benar akan menjadikan tubuh sehat dan prima,
tidak mudah diserang berbagai penyakit. Dengan badan yang sehat dan prima anda dapat
melindungi diri dari pengeluaran biaya pengobatan berbagai penyakit yang sangat mahal.
Olah Napas dan Kesehatan

Olah napas bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia, dengan olah napas kita
bisa menjadi dokter bagi diri kita sendiri. Beberapa penyakit rutin seperti flu, batuk, dan
masuk angin bisa sembuh tanpa obat dan sulit untuk kambuh lagi. Tingkat kesehatan tubuh
meningkat yang ditandai dengan meningkatnya kebugaran tubuh dan tenaga fisik. Stress
hilang, fisik dan mental menjadi lebih rileks, lebih sabar, tenang, mudah mengendalikan
emosi dan mudah berkonsentrasi. Gairah seksual meningkat, daya tahan terhadap berbagai
penyakit meningkat, metabolisme tubuh membaik, kadar kolesterol dan gula darah menjadi
normal dan pada tingkat selanjutnya bisa mengatasi tekanan darah rendah atau tinggi.
Sistem pernapasan yang buruk menyebabkan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap
berbagai penyakit. Seluruh organ tubuh tidak bekerja dengan baik sehingga menimbulkan
ketidak selarasan dan ketidak harmonisan pada system tubuh. Jika tidak segera diperbaiki
dalam jangka panjang hal tersebut dapat menyebabkan kekacauan pada metabolism tubuh
dan berlanjut dengan timbulnya berbagai kerusakan pada organ tubuh. Pada usia paruh
baya berbagai penyakit mulai datang menyerang, kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah
tinggi atau rendah, asam urat, cepat lelah, sering pusing, mudah terkena penyakit harian
seperti flu, batuk, masuk angin. Menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan banyak
pekerjaan yang tidak mampu diselesaikan dengan baik. Emosi juga jadi tidak stabil mudah
marah, kecewa, dan stress.
Tehnik pengolahan napas yang sehat
Sejak ribuan tahun berbagai perguruan silat dan seni beladiri didunia, guru meditasi, guru
yoga, para pendeta di India dan China telah mengenalkan tehnik pernapasan yang baik
kepada para muridnya. Tehnik pernapasan tersebut terus dikembangkan dan dipelajari
banyak orang hingga saat ini. Di Indonesia berkembang tehnik seni pernapasan yang fokus
pada peningkatan kesehatan seperti Satria Nusantara, Mahatma, Senam tera, Thai chi dan
lain lain. Pada beberapa perguruan silat dan seni bela diri, olah napas digunakan untuk
membangkitkan kekuatan tenaga dalam, hingga mampu memecahkan benda keras seperti
balok es, tumpukan bata, gagang pompa dragon, besi kikir, balok kayu hanya dengan sekali
pukulan tangan saja, serta mampu menahan tusukan benda tajam atau pukulan benda
keras.

Kalau zaman dahulu olah napas ini cenderung digunakan untuk meningkatkan kekuatan
tenaga dalam oleh para jawara dan pesilat untuk membela diri atau bertarung mengalahkan
musuh. Dengan adanya perubahan zaman dimana orang sudah tidak memerlukan kekuatan
fisik dan pertarungan lagi untuk mempertahankan hidup, maka dewasa ini orang lebih
menyukai tehnik pengolahan napas digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan
kebugaran tubuh. Secara umum kita mengenal 4 macam cara bernapas, yaitu pernapasan
perut, pernapasan dada, pernapasan pundak dan pernapasan sempurna atau gabungan.
Pernapasan perut

Duduk tegak sambil bersila atau duduk tegak diatas kursi dengan kedua kaki terjuntai
menyentuh lantai, kedua tangan diletakan diatas lutut. Tarik napas sedalam mungkin hingga
memenuhi rongga paru paru. Perhatikan perut anda saat bernapas. Ketika menarik napas,
perut akan menggembung dan saat menghembuskan napas, perut mengempis. Kebiasaan
yang sering dilakukan tanpa kita sadari adalah ketika menarik napas justru perut
mengempis dan sebaliknya pada saat menghembuskan napas perut menggembung.
Lakukan pernapasan perut ini beberapa kali hingga anda terbiasa. Lakukan penarikan napas
dengan perlahan dan panjang dan hembuskan dengan cara perlahan dan panjang pula
sampai beberapa kali. Kemudian lakukan pula penarikan dan penghembusan napas dengan
cara yang agak cepat, beberapa kali.
Ketika baru mulai mungkin anda akan merasa janggal karena anda tidak terbiasa dengan
cara bernapas seperti ini, tanpa anda sadari selama ini anda telah bernapas dengan cara
yang keliru. Perhatikan anak bayi, mereka bernapas dengan pernapasan perut, ketika
menarik napas perut menggembung dan ketika menghembuskan napas perut mengempis.
Itulah pernapasan yang baik, namun entah bagaimana setelah dewasa cara seperti itu pelan
- pelan ditinggalkan.
Pernapasan Dada
Caranya sama seperti diatas, hanya perhatian anda diarahkan kearah dada. Pada saat
menarik napas, dada dikembangkan dan saat menghembuskan napas perut dikempiskan.
Ulang cara bernapas seperti ini hingga beberapa kali hingga anda merasa biadsa. Tanpa
disadari sebenarnya kebanyakan orang bernapas dengan cara seperti ini, hanya saja
dilakukan dengan menarik dan menghembuskan napas secara pendek dan cepat.
Pernapasan Pundak
Cara dan sikap duduk sama seperti pernapasan perut dan dada, hanya perhatian anda
diarahkan kearah pundak. Saat menarik napas bawalah udara sampai kebagian pundak atau
dada bagian atas, sehingga pundak akan naik. Saat menghembuskan napas pundak
diturunkan kembali keposisi biasa. Lakukan cara bernapas seperti ini hingga anda merasa
biasa.
Pernapasan gabungan atau sempurna
Pada pernapasan perut ada kelemahan yaitu udara hanya memenuhi bagian bawah dari
paru paru sedangkan bagian atas masih kosong. Sebaliknya pada pernapasan dada atau
pundak udara hanya memenuhi bagian atas paru paru sedang bagian bawahnya masih
kosong. Agar udara masuk dengan sempurna dan memenuhi seluruh ruang didalam paru
paru maka dilakukanlah pernapasan gabungan yaitu dengan menggabungkan tehnik
pernapasan perut, dada dan pundak sekaligus pada saat bersamaan .
Ambil sikap duduk seperti ketiga cara pernapasan diatas. Tarik napas sedalam mungkin
dimulai dengan menggembungkan perut, kemudian dada dikembangkan dan pundak
diangkat keatas. Kemudian hembuskan napas dimulai dengan mengempiskan perut
dilanjutkan dengan menurunkan dada dan pundak. Ketika menarik napas anda akan
merasakan bahwa seluruh ruang paru-paru anda dipenuhi oleh udara, dan sebaliknya ketika
menghembuskan napas paru - paru anda akan dikosongkan dengan sempurna. Inilah cara
bernapas yang baik dan sempurna, lakukan ini dengan berulang-ulang hinga anda merasa
biasa. Lakukan penarikan dan penghembusan napas secara perlahan dan pajang beberapa
kali. Kemudian lakukan pula hal yang sama untuk penarikan dan menghembuskan napas
secara cepat.
Tempo menarik dan menghembuskan napas
Agar energy yang didapat dari bernapas bisa betul- betul maksimal, dibutuhkan kontak
yang baik dan sempurna antara darah dengan oxygen yang masuk kedalam paru paru.
Dalam tehnik olah napas kita mengenal pernapasan kontinu atau berkesinambungan dan
pernapasan terputus. Pada pernapasan kontinu, menarik dan menghembuskan napas
dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan tidak boleh terhenti oleh penahanan
napas. Pernapasan kontinu ini biasa di temukan pada olah raga pernapasan Thai chi dan

Meditasi. Napas ditarik dan dihembuskan dengan halus dan perlahan, sehingga kontak
antara darah dan oxygen diparu paru bisa berlangsung dengan sempurna.
Sebaliknya pada pernapasan terputus, antara menarik dan menghembuskan napas diselingi
dengan jedah waktu menahan napas. Menahan napas dilakukan pada saat paru paru telah
dipenuhi udara atau pada saat udara didalam paru paru telah kosong sempurna. Napas
ditarik dengan halus dan perlahan selama beberapa hitungan hingga udara memenuhi
seluruh ruangan paru paru, kemudian ditahan selama beberapa hitungan, selanjutnya
dihembuskan dengan halus dan perlahan selama beberapa hitungan, dan ditahan dalam
keadaan paru paru kosong selama beberapa hitungan pula, demikian selanjutnya kembali
pada penarikan napas seperti semula. Lama penahanan napas biasanya separuh waktu
yang digunakan untuk menarik dan menghembuskan napas. Misalnya menarik dan
menghembuskan napas selama 10 hitungan maka lama menahan napas adalah selama 5
hitungan. Cara seperti ini biasa dilakukan pada latihan yoga, meditasi dan silat untuk
membangkitkan tenaga dalam.
Manfaat penahanan napas
Betapapun banyaknya udara yang dihirup oleh paru paru jika sel Hb didalam darah
jumlahnya kurang, maka kemampuan darah untuk menyerap oxygen dan menyalurkannya
keseluruh bagian tubuh juga akan berkurang. Disamping meningkatkan kemampuan paruparu menghirup udara dari luar, jumlah Hb dalam darah juga perlu ditingkatkan.
Peningkatan jumlah Hb dalam darah bisa dilakukan dengan tehnik penahanan napas.
Dengan menahan napas ketika paru- paru dipenuhi udara maupun kosong mengakibatkan
proses pengambilan oxygen oleh darah terhenti, sehingga terjadi kekurangan oxygen
didalam darah. Kondisi ini merangsang darah untuk membentuk lebih banyak sel Hb,
sehingga ketika menarik napas oxygen yang diserap oleh darah jumlahnyapun meningkat,
demikian pula pada waktu membuang napas jumlah co2 yang dibuang juga lebih banyak
Penahanan napas juga akan menyebabkan berkurangnya jumlah oxygen dalam jaringan
tubuh, yang menyebabkan meningkatkan keasaman jaringan tubuh. Cairan jaringan yang
asam ini merangsang pembuluh pembuluh kapiler dan pembuluh darah untuk melebar
sehingga jumlah darah yang mengalir lebih banyak. Pelebaran pembuluh darah berpengaruh
terhadap tekanan darah yaitu memperkecil hambatan terhadap aliran darah, sehingga
tekanan darah cenderung menjadi normal.
Penahanan napas juga membantu meningkatkan daya konsentrasi, dan menstabilkan
emosi. Fikiran dan emosi terasa lebih mantap dan mudah berkonsentrasi pada saat
melakukan penahanan napas. Coba perhatikan, ketika anda memasukan ujung benang
kelubang jarum jahit, anda dapat lebih mudah memasukan benang tersebut dengan
menahan napas dibandingkan jika anda tidak menahan napas. Pada latihan meditasi
penahanan napas sangat membantu dalam meningkatkan konsentrasi. Penahanan napas
bisa dilakukan dua kali yaitu pada saat udara penuh dan kosong atau hanya satu kali, dipilih
salah satu pada saat udara penuh atau kosong saja . Penahan napas dua kali disebut
pernapasan segiempat, sedangkan penahan napas satu kali disebut pernapasan segitiga.
Untuk pemula biasanya dipilih pernapasan segitiga, karena saat yang berat dirasakan
adalah pada saat menahan napas.
Olah napas dan Meditasi
Meditasi bukanlah ritual keagamaan tertentu ataupun pemujaan. Meditasi juga bukanlah
menarik energy atau kekuatan dari makhluk ghaib ataupun sarana berkomunikasi atau
berhubungan dengan semacam jin atau setan. Meditasi sama sekali tidak ada hubungannya
dengan klenik atau pun ilmu-ilmu perdukunan lainnya. Meditasi berasal dari bahasa latin
yaitu meditari (berpikir) dan mederi (menyembuhkan). Pada prinsipnya meditasi adalah
kegiatan untuk memasuki alam bawah sadar kita. Pada saat kita menyelami pikiran bawah
sadar kita mengalami proses peningkatan kesadaran. Semakin dalam menyelam, kita akan
bisa mencapai puncak kehidupan spiritual. Di situ kita bisa menemukan tujuan hidup kita
yang sebenarnya. Namun, kita mempunyai kebebasan untuk menentukan sampai sejauh
mana kita akan menyelami pikiran bawah sadar itu. Yang pasti, semakin dalam kita

memasuki pikiran bawah sadar, kesunyian dan keheningan akan semakin kita rasakan.
Selain itu, energi yang kita miliki pun akan semakin besar dan kekuatannya semakin
meningkat.
Meditasi biasanya dilakukan dengan memusatkan perhatian pada obyek tertentu, misalnya
dengan memandang lilin, bagian tengah hidung atau merasakan denyut nadi, jantung, dan
lain sebagainya. Selama meditasi napas dilakukan dengan halus dan perlahan, perhatian
tidak lepas dari titik focus. Meditasi bisa juga dilakukan dengan mengkonsentrasikan
perhatian dan fikiran pada bacaan mantera, doa, kalimat zikir atau bacaan Quran.
Pernapasan meditasi bisa menggunakan pernapasan kontinu, atau pernapasan terputus
dengan pola pernapasan segi empat atau segitiga. Belajar meditasi merupakan bagian dari
latihan mengendalikan pikiran. Meditasi adalah latihan konsentrasi yang dapat digunakan
untuk mempertajam fikiran dan meningkatkan kepekaan terhadap suasana sekitar.
Kita mengenal dua macam meditasi, yaitu meditasi diam dan meditasi bergerak. Meditasi
diam yang dilakukan dengan berbagai sikap duduk seperti pada meditasi yoga, tafakur, para
pendeta hindu, budha atau pada perguruan seni beladiri, sedangkan meditasi bergerak
dilakukan dengan berbagai jurus dan gerak, contohnya seperti pada Thai Chi dan pada
beberapa perguruan seni bela diri. Sebenarnya dalam Islam kita juga dapat menemui
meditasi diam dan bergerak ini, contohnya kegiatan tahanuts, Itikaf, tafakur ini bisa
dimasukan pada kategori meditasi diam, sedangkan sholat bisa dikategorikan pada meditasi
bergerak.
Olah napas dan tenaga dalam
Pada beberapa perguruan silat dan seni bela diri penggabungan teknik jurus dan olah napas
digunakan untuk membangkitkan dan meningkatkan kemampuan tenaga dalam serta
kepekaan, sehingga mampu memecahkan benda keras seperti balok es, balok kayu, gagang
pompa dragon dan lain sebagainya serta mampu mendeteksi keberadaan benda
disekitarnya dengan mata tertutup. Kita kenal beberapa perguruan silat dan seni beladiri di
Negara kita yang menggunakan tehnik jurus dan pengolahan napas untuk membangkitkan
tenaga dalam seperti perguruan Merpati Putih, Prana sakti, Margaluyu, Satria Nusantara,
Sin Lam Ba dan banyak lagi.
Penggabungan tehnik jurus dan olah napas memberi kekuatan energy hidup pada setiap sel
tubuh sehingga mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap benturan benda keras.
Disamping itu setiap sel tubuh juga akan memancarkan energy biomagnetis, karena
jumlahnya yang sangat banyak, energy tersebut akan memancar disekitar tubuh
merupakan perisai magnetis yang dapat melindungi diri dari berbagai serangan. Energi
biomagnetis yang memancar disekitar tubuh itu akan bekerja secara otomatis jika ada
kekuatan emosi negatip yang menyerang. Perlindungan perisai magnetis ini sering
diperagakan oleh perguruan Satria Nusantara, Sin Lamba dan Al Hikmah, dan ini
merupakan daya tarik tersendiri bagi peminat untuk memasuki perguruan seni beladiri
tersebut.
Olah Napas dan sholat Khusuk
Pengaturan napas dalam sholat memang tidak lazim dilakukan. Umumnya umat Islam
belajar sholat sejak masa kanak-kanak hanya diajarkan tata cara gerak sholat dan bacaan
yang harus dibaca pada setiap gerakan. Sebagian besar umat Islam mengerjakan sholat
hanya sebagai kegiatan rutin yang merupakan kewajiban, tanpa memahami manfaat dan
kekuatan yang tersembunyi dalam kegiatan sholat tersebut. Jika dilakukan dengan tepat
dan benar sebenarnya kegiatan sholat mirip dengan meditasi bergerak seperti Thai Chi.
Kegiatan sholat yang benar juga mampu meningkatkan energy pada setiap sel tubuh dan
membangkitkan medan biomagnetis disekitar tubuh, yang dapat melindungi yang
bersangkutan dari serangan energy negatif.
Dengan pengaturan napas yang tepat dan benar serta memahami setiap kalimat yang
dibaca dalam sholat akan didapat kondisi khusuk. Ucapan, fikiran dan perasaan menyatu
dalam makna kalimat (ayat) yang diucapkan dalam sholat. Konsentrasi terpusat pada setiap
kalimat yang dibaca dalam sholat tersebut, sehingga dicapai kondisi khusuk. Pengolahan

napas yang tepat dan benar dapat mencegah pelaku sholat dari gerakan yang terburuburu, sholat dilakukan dengan tumaninah dan khusuk. Teknik pengaturan napas dalam
sholat ini dapat anda temukan diblog ini pada tulisan Mencapai sholat khusuk
Olah napas dan membaca Quran
Pengaturan dan pengendalian napas juga terdapat pada saat membaca Quran. Pengaturan
napas diatur dalam hukum tajwid bacaan Quran. Bacaan Quran dilakukan dengan sekali
tarikan napas dan hanya boleh berhenti pada tempat yang telah ditentukan (waqaf). Jika
terputus ditengah jalan boleh berhenti pada tempat yang tidak mengubah makna dan
bacaan harus diulang kembali mulai dari beberapa kata sebelumnya.
Membaca Quran disamping mengandung aspek olah napas juga mengandung aspek
meditasi. Kegiatan membaca Quran bisa dimasukan kategori meditasi diam ketika
dilakukan sambil duduk dan meditasi bergerak ketika dilakukan dalam sholat. Membaca
Quran dengan tajwid dan makhraj yang tepat dan benar mempunyai efek sama seperti
melakukan olah napas . Karena itu membaca Quran merupakan obat yang dapat
menenangkan hati, fikiran dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Latihan Teknik pernapasan
Olah napas yang tepat dan benar dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh.
Dewasa ini sudah banyak orang yang melakukan latihan olah napas untuk mendapat
kebugaran dan kesehatan tubuh. Kalau anda berjalan pagi dilapangan Monas pada hari
kerja atau di sekitar Stadion Utama pada hari minggu anda akan menemui kelompok orang
yang melakukan latihan olah napas ini. Latihan olah napas bisa didapat dengan mengikuti
latihan senam Yoga, Seni Pernapasan Satria Nusantara, Kalimasada, Mahatma, Thai Chi,
Wai tankung dan lain sebagainya yang tum buh menjamur di kota besar di Indonesia ini.
Pada beberapa perguruan silat seperti Perisai Diri, Merpati Putih, Sin lam Ba, dan banyak
lagi anda juga akan mendapatkan latihan olah napas untuk membangkitkan tenaga dalam.
Bagi umat Islam dalam membaca Quran dengan benar dan tartil atau melakukan sholat
khusuk juga terdapat tehnik pengolahan napas, yang insya Allah juga dapat meningkatkan
kesehatan dan kebugaran tubuh.