Anda di halaman 1dari 7

http://rifkihidayat08.blogspot.com/2014/06/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.

html
http://afrrin-mps.blogspot.com/2012/05/hubungan-struktur-aktivitas-oat.html
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti
jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem sirkulasi
darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah. Pusat peredaran darah
atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot yang berdenyut secara
ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke
seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler
kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena
Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagai
sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan ke seluruh
jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh. Dalam hal ini, faktor
perubahan volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu memahami anatomi fisiologi yang
ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami berbagai problematika berkaitan
dengan sistem kardivaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat kita melakukan neglicen
t( kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali memahami anantomi fisiologi kardiovaskuler
yang berfungsi langsung dalam mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi dalam tubuh dalam
proses kehidupan.
Obat kardiovaskuler adalah obat yang digunakan untuk kelainan jantung dan pembuluh
darah. Obat kardiovaskuler dibedakan menjadi beberapa bagian, diantaranya ;
1.

Obat Gagal Jantung

2.

Obat Antiaritmia

3.

Obat Antihipertensi

4.

Obat Lipidemia

5.

B.

Obat Antiangina

Obat Obat Yang Mempengaruhi Sistem Kardiovaskuler.


1. Obat Gagal Jantung
Gagal jantung dalah ketidak mampuan jantung dalam memompa darah dengan kecepatan
yang cukup untuk memnuhi kebutuhan metabolik jaringan atau organ. Pada gagal jantung
terdapat tiga poin yang menjadi sasaran pengobatan yaitu :
a) Peningkatan kontraksi sel otot jantung.
b) Penurunan beban kerja jantung
c) Pengaturan kelebihan cairan di dalam plasma.
Obat yang digunakan untuk meningkatkan kontraktilitas jantung yaitu menggunakan
glikosida jantung dan dobutamin (simpatominetika). Pada kondisi gagal ginjal kronik,
dobutamin lebih direkomendasikan namun keterbatasan cara pemberiannya yaitu diberikan
secara intravena.
Pada gagal jantung, kontraksi jantung yang lemah merangsang sistem saraf simpatik
termasuk persyarafan pada organ ginjal sehingga merangsang pelepasan renin, dan pada
pembuluh darah sehingga merangsang vasokontriksi. Aktivasi sistem reni

- angiotensin

mengakibatkan vasokontriks maupun pelepasan aldosteron dari korteks adrenal. Dalam hal ini,
semua jenis obat diuresis bisa digunakan terutama furosemid, thiazid ataupun spironolakson.
Kenaikan tekanan darah pada kondisi gagal jantug mengakibatkan kenaikan beban kerja
jantung. Dalam kaitannya hal tersebut, sistem renin angiotensin mengambil peran penting.
Oleh karena itu, ACE inhibitor (kaptopril) atau antagonis reseptor angiotensin (losartan)
sering digunakanuntuk tujuan itu. Contoh obat lainnya adalah golongan nitrat (isosobid dinitrat,
nitroprusida), yang merupakan obat vasodilator. Nitroprusida dapat menurunkan baik beban awal
(prelond) maupun beban akhir (afterload) tanpa mempengaruhi kontraktilitas jantung.
Macam macam obat yang digunakan :

Digitalis
Tanaman obat mengandung glukosida.
Biripidin
Dierikan oral atau pariental, meningkatkan miokardium tanpa menghambat Na+, K+ ATP

atau mengaktifkan adrenoseptor.


2. Obat Anti Aritmia

Aritmia merupakan gangguan ritme normal jantung karena terjadi malfungsi sistem
konduktivitas elektrik. Malfungsi dapat menyebabkan perubahan pada frekuensi denyut jantung,
ritme, pengaturan dan tempat asal impuls, atau konduksi elektrik pada otot jantung. Dalam
keadaan normal ritme jantung diatur dan dipengaruhi oleh faktor intriktik, faktor ekstristik
jantung.
Pada dasarnya gangguan ritme jantung dapat terjadi karena gangguan pembentukan
impuls, gangguan konduksi impuls atau kombinasi kedua gangguan tersebut. Kadang-kadang
nodus SA, impuls terbentuk terlalu cepat , terlalu lambat atau tidak teratur sehingga terjadi
kelainan seperti takikardia sinus, bradikardia sinus, aritmia sinus, dan henti sinus, yang dapat
mengakibatkan henti jantung. Klasifikasi obat antiaritmia dibagi menjadi 4 ( empat ) kelas,
yaitu :
1) Kelas 1, obat yang bekerja menghambat kanal ion natrium yang tergantung voltase, misalnya
prokainamid, lidokain, dan flekainid.
2) Kelas 2, obat golongan -blocker, misalnya propanolol.
3) Kelas 3, obat penghambat kanal ion kalium, misalnya bretilium, amiodaron.
4) Kelas 4, obat penghambat kanal ion klorida, misalnya verapamil.

Obat yang sering digunakan :

Kuinidin (Gol. IA)


Di berikan secara oral, dengan tujuan untuk menekan kecepatan pacu jantung serta

menekan konduksi dan ekstabilitas terutama pada jaringan yang mengalami depolarisasi.
Kuinidin bersifat penghambat adrenoseptor alfa yang dapat menyebabkan atau meningkatkan
reflek nodus sinoatrial. Pada pemberian intravena akan lebih menonjol efeknya.
Prokainamid (Gol. IA)
Efek fisiologik prokainamid sama seperti kuinidin. Bersifat penghambat ganglion.
Dengan konsentrasi teurapeutik, diberikan secara intravena dan intramoscular serta 75% adsorbsi
pada pemberian oral.

Lidokain (Gol. IB)


Lidokain adalah obat aritmia yang lazim dipakai dengan pemberian secara intravena.

Insiden toksisitasnya rendah dan mempunyai efektifitas tinggi pada aritmia dengan infark otot
jantung akut.

Fenitoin (Gol. IB)


Sebagai obat barisan kedua karena efktifitasnya terbatas.

3. Obat Antihipertensi
Tekanan darah dalam arteri besar terutama di tebtukan oleh curah jantung satu pihak dan
resistensinya perifer di lain pihak. Curah jantung menentukan tekanan sistolik, yaitu tekanan
darah pada waktu katup aorta terbuka, sedangkan resistensinya perifer lebih banyak berpengaruh
terhadapa tekanan diastolik. Artinya, tekanan darah tinggi diakibatkan volume darah lebih besar
dibandingkan ruangan yang tersedia pada pembuluh darah, serta volema darah yang dipompa
oleh jantung terlalu cepat.
Pada kondisi prehipertensi ini, meskipun belum hipertensi namun penderita harus mulai
melakukan terapi terutama terapi non farmakologi, dan mencegah aktivitas yang dapat
meningkatkan tekanan darah.
Strategi menurunkan tekanan darah berdasarkan hal di atas, tekanan darah yang tinggi
bisa di turunkan melalui penurunan curah jantung atau resistensi perifer. Penurunan curah
jantung di pengaruhi oleh :
1. Penurunan frekuensi denyut jantung
2. Penurunan kontraktilitas jantung
3. Penurunan retensi air dan natrium
Sedangkan resistensi perifer diturunkan dengan menghambat vasodilatasi. Berdasarkan
hal tersebut, obat hipertensi diklasifikasi menjadi 5 ( lima ) yaitu :
1. Obat yang mempengaruhi resistensi perifer, meliputi :
-blocker,
Calcium antagonist,
Golongan nitrat,
2. Obat diuresis ( penurunan volume darah ), meliputi :
Thiazid,
Furosemid,
Diuresis hemat kalium,
3. Obat yang mempengaruhi sistem renin-angiotenin, meliputi :
ACE inhibitors,
Antagonist reseptor angiotensin II,
4. Oabt yang mempengaruhi curah jantung, meliputi :
Non-selective Blockers,
Selective Blockers,
5. Obat bereaksi pada pusat ( central blockers ), meliputi :
Klonidin
Metildopa

guanabenz
4. Obat Hiper Lipidemia
Lipid termasuk kolesterol dan trigliserid, mengalami transport dalam plasma, membentuk
komplek dengan protein sebagai lipoprotein. Berdasarkan kandungan protein dan lipid,
lipoprotein dibagi menjadi empat jenis yaitu kilomikron, low- dan very low- density lipid ( LDL
dan VLDL ), semuanya termasuk kolesterol jahat, dan high density lipid ( HDL ) termasuk
kolesterol baik.
Kilomikron berperan dalam transport kolesterol dan trigliserida dari saluran pencernaan
menuju ke jaringan, kandungan trigliserida dipecah oleh lipoprotein lipase menjadi asam lemak
bebas, yang kemudian diambil oleh jaringan tersebut. Sisa kilomikron di ambil ke hati,
kolesterolnya disimpan untuk diubah menjadi asam empedu, atau dilepas kembali dalam bentuk
VLDL.
Asam empedu disimpan dalam kandung empedu, di lepaskan ke duodenum untuk
membantu pencernaan lemak di ileum. VLDL berperan dalam transport kolesterol dan
trigliserida menuju kejaringan, sebagian besar trigliserida dipecah oleh lipase menjadi asam
lemak bebas dan masuk ke jaringan.
LDL terbantuk mengandung komponen kolestrol jumlah besar, diambil oleh jaringan atau
hati dengan proses endositosis melalui reseptor LDL spesifik. Kolesterol diambil oleh HDL
untuk ditransport kolesterol dalam jaringan, dan diubah menjadi LDL atau VLDL.
Kenaikan kadar LDR meningkatkan resiko penyakit jantung iskemia. Penyakit tersebut
disebabkan karena terjadi plak intima pembuluh darah yang menebal, yang dinamakan ateroma.
Pembuluh darah tersebut bisa pecah dan terjadi trombosis sehingga menyebabkan infark
miokardial. Proses penebalan pada dinding pembuluh darah, akibat terjadi ateroma yang
mengandung lipid, termasuk kolesterol dan triglisrida dinamakan atherosklerosis. Manifestasi
dari atherosklerosis adalah penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah
perifer.
Obat penurun lipid ditujukan untuk menurunkan kadar kolesterol-LDL plasma. Obat
penurun lipid dibagi menjadi empat yaitu :
1. HMG-Co A reductase inhibitors. Obat ini merupakan obat lini pertama untuk pasien
dengan hiperkolesterolemia. Obat ini beraksi menghambat enzim HMG-CoA reductase,
enzim yang mengkatalisis perubahan HMG-CoA menjadi asam mevalonat, tahap penentu
dalam sisntesis kolesterol. Obat ini mengurangi kadar kolesterol intraseluler, sehingga
menyebabkan sel/jaringan mengambil esktraseluler. Obat ini menghasilkan penurunan

kadar kolesterol dan LDL plasma, dan menaikan HDL plasma. Contoh obatnya :
2.

lovastatin, simvastatin, pravastatin, atorvastatin, cerivastatin.


Resin pengikat asam empedu. Obat ini merupakan resin penukaran anion yang
mengikat muatan negatif asam empedu dalam usus halus, untuk mencegah reabsorpsi
asam empedu (sirkulasi enterohepatik). Resin ini tidak mengalami absorpsi dan
metabolisme. Kompensasi tubuh terhadap penurunan asam empedu adalah perubahan
kolesterol menjadi asam empedu dalam hati, sehingga menurunkan kadar kolesterol,
selanjutnya menurunkan kadar LDL dalam plasma. Contoh obat adalah kolestiramin dan
kolestipol. Efek samping penggunaan resin ini adalah bisa mempengaruhi absorpsi obat

3.

lain dan vitamin larut lemak.


Golongan fibrat. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase. Hal
ini menyebabkan peningkatan hidrolisis trigliserida dalam kilomikron dan VLDL,
membebaskan asam lemak bebas untuk disimpan dalam jaringan atau untuk proses
metabolisme dalam otot striata. Disamping itu, obat ini juga menurunkan LDL dan
menaikan HDL. Contoh obat : klofibrat, fenofibrat, gemibrozil, siprofibrat,
bezafibrat.
Nicotinic acid. Asam nikotinat merupakan vitamin, dapat menurunkan kadar lipid. Obat

4.

ini bekerja menghambat sintesis trigliserida hepatik dan proses sekresi VLDL dari hati.
5. Obat Antiangina
Sebagian besar pasien angina pektoris diobati dengan beta-bloker atau antagonis
kalsium. Meskipun demikian, senyawa nitrat kerja singkat, masih berperan penting untuk
tindakan prefilaksis sebelum kerja fisik dan untuk nyeri dada yang terjadi sewaktu
a.

istirahat.
Golongan nitrat
Senyawa nitrat bekerja langsung merelaksasi otot polos pembuluh vena, tanpa
bergantung pada sistem persarafan miokardium. Dilatasi vena menyebabkan alir balik vena
berkurang sehingga mengurangi beban hulu jantung. Selain itu, senyawa nitrat juga

merupakan vasodilator koroner yang poten


Gliseril trinitrat, kodenya 7-240
Isosorbid dinitrat, kodenya 7-242
Isosorbid mononitrat, kodenya 7-242
Pentaeritritol tetranitrat, kodenya 7-241
b. Golongan antagonis kalsium
Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion kalsium
transmembran, yaitu mengurangi masuknya ion kalsium melalui kanal kalsium lambat ke

dalam sel ototpolo, otot jantung dan saraf. Berkurangnya kadar kalsium bebas didalam selsel tersebut menyebabkan berkurangnya kontraksi otot polos

pembuluh darah

(vasodilatasi), kontraksi otot jantung (inotropik negatif), serta pembentukan dan konduksi
impuls dalam jantung (kronotropik dan dromotropik negatif).
Amplidipin besilat
Diltiazem hidroklorida
Nikardipin hidroklorida
Nifedipin
Nimodipin
c. Golongan beta-bloker
Obat-obat penghambat adrenoseptor beta (beta-bloker) menghambat adrenoseptor-beta di
jantung, pembuluh darah perifer, bronkus, pankreas, dan hati. Saat ini banyak tersediabeta-bloker
yang pada umumnya menunjukkan efektifitas yang sama. Namun, terdapat perbedaan
perbedaan diantara berbagai beta-bloker, yang akan mempengaruhi pilihan dalam mengobati
penyakit atau pasien tertentu. Beta-bloker dapat mencetuskan asma dan efek ini berbahaya.
Karena itu, harus dihindarkan pada pasien dengan riwayat asma atau penyakit paru obstruktif
menahun.
1. Propranolol hidroklorida, kodenya 7-138
2. Asebutolol, kodenya 7-138
3. Atenolol
4. Betaksolol
5. Bisoprolol fumarat
6. Karvedilol
7. Labetalol hidrklorida, kodenya 7-268
8. Metoprolol tartrat, kodenya 7-208
9. Nadolol
10. Oksprenolol hidroklorida, kodenya 7-201
11. Pindolol
12. Sotalol hidroklorida, kodenya 7-208