Anda di halaman 1dari 3

1.

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada
perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain
atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early
Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau
sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan
seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau
penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.

2. Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :


Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal,

mendorong,

meninju,

menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan

mencuri barang.
Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang
mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain
untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi

seseorang.
Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar,
memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (exampel :
"Eh ada sih pincang lewat").

3. Dampak bullying secara umum :


Pelaku
Bullying yang terjadi pada tingkat SD dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan
pada jenjang pendidikan berikutnya.
Pelaku cenderung berperilaku agresif dan terlibat dalam gank serta aktivitas
kenakalan lainnya.
Pelaku retan terlibat dalam kasus kriminal menginjak usia remaja.

Korban
Memiliki masalah emosi, akademik, dan perilaku jangka panjang.

Cenderung memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa tertekan, suka
menyendiri, cemas, dan tidak aman.
Bullying menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan dengan sekolah
seperti tidak suka terhadap sekolah, membolos, dan drop out.

Saksi
Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan
psikologis yang berat.
Merasa terancam dan ketakutan akan menjadi korban selanjutnya.
Dapat mengalami prestasi yang rendah di kelas karena perhatian masih terfokus
pada bagaimana cara menghindari menjadi target bullying dari pada tugas
akademik.

4. anak yang berada dalam bangku sekolah dilindungi secara khusus didalam UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yaitu :
Pasal 54
Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan
kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di
dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembagapendidikan lainnya.
Dengan ketentuan pidana sebagai berikut :
Pasal 80

Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan,


atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama
3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00

(tujuh puluh dua juta rupiah).


Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat, maka
pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati, maka pelaku
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau

denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).


Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), ayat(2), dan ayat(3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang

tuanya.
5. Aspek hukum Bullying dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):
Pasal 368 (1);
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara
melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan,
untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan
orang itu atau kepunyaan orang lain, atau supaya memberi hutang maupun
menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling
lama sembilan tahun.
Pasal 351 KUHP;
Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam denga pidana
penjara paling lama lima tahun.

edangkan bullying yang terjadi pada anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 80:
Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau
penganiayaan anak, dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan
dan/atau denda paling banyak Rp. 72.000.000.
Dalam hal mengakibatkan anak luka berat, pelaku dipidana penjara paling lama 5
(lima)tahun dan/denda paling banyak Rp.100.000.000,-