Anda di halaman 1dari 5

BNO 3 POSISI

Definisi
BNO 3 posisi adalah prosedur pemeriksaan radiografi pada daerah abdomen khususnya untuk
memperlihatkan kelainan yang terjadi pada tractus digestivus / gastrointestinal yang dilakukan
dalam 3 posisi pemotretan (biasanya pada kasus abdomen akut).
Teknik & Tujuan
Prosedur BNO 3 posisi dilakukan dalam 3 posisi yaitu :
1. Abdomen AP supine
Tujuan : untuk memperlihatkan ada/tidaknya penebalan/distensi pada kolon yang disebabkan
oleh massa atau gas pada kolon.
2. Abdomen AP setengah duduk
Tujuan : untuk menampakkan udara bebas dibawah diafragma.
3. Abdomen LLD (Left Lateral Decubitus)
Tujuan : untuk memperlihatkan air fluid level atau udara bebas yang mungkin terjadi akibat
perforasi kolon.
Untuk setiap posisi, perlu penundaan kira-kira 10 menit sebelum difoto, dengan tujuan untuk
memberikan waktu bagi udara yang ada di dalam perut untuk naik sampai ke posisinya yang
paling tinggi. Misalnya bila ada perforasi usus, udara yang keluar ke rongga peritoneum akan
naik sampai di bawah diafragma.
Prosedur
1. Abdomen AP supine
Posisi pasien : Pasien supine diatas meja pemeriksaan, MSP (Mid Sagital Plane / bidang
yang membagi tubuh sama bagiannya kanan dan kiri) berada di pertengahan meja. Kedua

tangan diatur lurus disamping tubuh dan kedua kaki diatur lurus.
Posisi objek : batas atas kaset pada diafragma, batas bawah pada simfisis pubis dan crista

iliaca berada dipertengahan.


CR (Central Ray) : vertikal tegak lurus ke kaset, pusat sinar diatur sejajar dengan crista
iliaca.

Lakukan ekspos saat pasien tahan nafas setelah ekspirasi penuh (karena pada saat tahan
nafas, pergerakan usus akan berhenti, diafragma akan naik, dan gambaran abdomen akan
tampak jelas).

Kriteria

gambaran : T11,T12

tampak,

Columna

Sympisis

pubis, Crista iliaca,

Vertebrae,

Ischium,Ileum, Vertebrae Lumbal, dan Fisika urinaria.

Kriteria Evaluasi :
Tampak kontur liver (Hati), ginjal, dan keadaan dalam abdomen, tampak sedikit costae
dan processus spinosus, columna vertebrae pada satu garis lurus.
Kedua SIAS terlihat simetris, os iliaca simetris
2. Abdomen AP setengah duduk
Posisi pasien : pasien duduk diatas meja pemeriksaan dengan menempatkan MSP (Mid
Sagital Plane) tubuh sejajar kaset, kedua tangan lurus disamping tubuh dan kedua kaki
diatur lurus.

Posisi objek : kaset berada dibelakang tubuh pasien dengan batas atas procxypoid dan

batas bawahnya simfisis pubis.


CR (Central Ray) : horisontal tegak lurus ke kaset, pusat sinar diatur sejajar dengan crista

iliaca (umbilikus)
Lakukan ekspos saat pasien tahan nafas setelah ekspirasi penuh.

Kriteria

gambaran

Tampak

columa

vertebrae, T11 dan T12,

Sympisis

pubis,

Vertebrae

Lumbal

Crista

iliaca,

dan

Fisika

Urinaria

Kriteria

Evaluasi :

Proyeksi ini bertujuan untuk memperlihatkan daerah sekitar diafragma


3. Abdomen LLD (Left Lateral Decubitus).
Posisi pasien : pasien tidur miring ke sisi kiri, kedua genue ditekuk (difleksikan), kedua

tangan diletakkan di atas kepala.


Posisi objek : batas atas kaset pada diafragma, batas bawah pada simfisis pubis dan crista

iliaca berada dipertengahan. kaset berada di belakang punggung.


CR (Central Ray) : horizontal sejajar kaset, pusat sinar diatur sejajar dengan crista iliaca.
Lakukan ekspos saat pasien tahan nafas setelah ekspirasi penuh.

Kriteria
Lumbal, Diafragma,

gambaran : Vertebrae
Krista iliaca, T11 dan

T12

Kriteria Evaluasi =
Diafragma dan Abdomen bawah terlihat
Batas air dan udara (air-fluid level) di abdomen dengan detail soft tissue tampak di
anterior abdomen
Hal-Hal yang Dinilai

Hal hal yang dinilai dapat dilihat dari masing-masing posisi :


1. Abdomen AP supine
Dinding abdomen : lemak praperitoneal kanan dan kiri baik atau menghilang.
Garis psoas kanan dan kiri baik / menghilang / pelembungan (bulging)
Batu yang radioopak, kalsifikasi, atau benda asing yang radioopak.
Kontur ginjal kanan dan kiri
Gambaran udara usus :
- Normal
- Pelebaran lambung, usus halus, kolon
- Penyebaran dari usus-usus yang melebar
- Keadaan dinding usus.
- Jarak antara 2 dinding usus yang berdampingan.

Kesuraman yang dapat disebabkan oleh cairan di luar usus atau massa tumor.

2. Abdomen AP setengah duduk


Gambaran udara, cairan, di dalam atau luar usus, misalnya pada abses.
Gambaran udara bebas di bawah diafragma.

Gambaran cairan di rongga pelvis atau abdomen bawah.

3. Abdomen LLD (Left Lateral Decubitus)


Hampir sama seperti posisi setengah duduh, hanya saja udara bebas letaknya antara hepar
dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen.