Anda di halaman 1dari 3

Perkenalkan, nama saya Rheza Raditya Wardhana, biasa

dipanggil Rheza, Za, Ja, Adit, dan Dit, tapi terserah kalian ingin
memanggil saya dengan nama panggil lain yang penting nyaman di
benak kalian. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kami
merupakan keluarga yang berkecukupan, tidak kurang dan tidak
lebih.

Setidaknya

kedua

orangtua

saya

masih

mampu

untuk

membiayai pendidikan saya dan kedua adik saya yang masih duduk
di bangku SMA dan SMK. Saat ini saya sedang menjalani masa OBM,
OBM itu singkatan dari Orientasi Belajar Mahasiswa yang diikuti oleh
para mahasiswa baru tahun 2014 di salah satu perguruan tinggi
favorit di Indonesia yaitu Universitas Indonesia. Saya adalah salah
satu

mahasiswa

baru

UI

yang

mendapat

kesempatan

untuk

menduduki satu kursi di jurusan Teknik Industri.


Sekarang saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada
kalian, Siapa yang tidak kenal dan tidak ingin berkuliah di Universitas
Indonesia?

Tentu

saja

hampir

mayoritas

masyarakat

Indonesia

mengenal dan ingin berkuliah di perguruan tinggi negeri favorit itu.


PTN favorit? Kenapa favorit? Iya, karena banyak orang yang ingin
berkuliah di sana dan banyak juga orang hebat yang keluar dari sana.
Apa yang muncul di pikiran kalian jika mendengar 2 huruf atau 1 kata
UI? Susah masuknya, mahal biayanya, jauh dari rumah, atau PTN
terbaik di Indonesia. Semua yang muncul di pikiran itu tidak salah,
namun untuk memastikannya lagi, kita harus mencobanya langsung.
Universitas Indonesia, UI, kampus yang bercirikan makara
dengan warna kuning, dan sering disebut kampus perjuangan.
Kampus ini disebut kampus perjuangan karena untuk masuk dan
keluar dari kampus ini butuh perjuangan yang tidak biasa. Sekarang,
di secarik lembaran kertas ini saya ingin sedikit bercerita tentang
perjuangan saya untuk bisa dan berhasil diterima di kampus yang
penuh perjuangan ini.

Mari kita flashback ke masa lalu saya terlebih dahulu, waktu


saya masih kecil, saya sudah terbiasa dengan mutasi sekolah atau
sering pindah-pindah sekolah karena pekerjaan orangtua yang
nomaden. Ketika saya masih menginjak jenjang sekolah. Selama saya
berada di jenjang SD dan SMP, saya adalah bukan anak yang pintar di
sekolah melainkan anak yang bisa dibilang nakal, malas dalam
belajar, dan hanya ingin bermain setiap saat. Namun ketika mulai
menginjak jenjang SMA, saya tersadar akan kebutuhan cita-cita dan
impian saya yang belum terpenuhi apalagi untuk melihat masa
depan.
Mulai masa SMA inilah saya ingin berubah untuk menjadi lebih
baik dalam menuntut ilmu. Saya mulai mengikuti bimbel di suatu
tempat, disana saya belajar bersama dan memanfaatkan waktu
dengan sebaik

mungkin,

saya

juga

mulai

mengikuti

berbagai

olimpiade/lomba untuk menambah pengalaman dan sertifikat jika


kelak dibutuhkan. Selama 3 tahun saya bimbel dan belajar bersama,
dengan harapan nilai saya akan meningkat dan bisa berprestasi di
sekolah. Lambat-laun harapan itu berubah menjadi kepastian. Waktu
terasa begitu cepat, detik-detik ujian nasional, pendaftaran Jalur
Undangan SNMPTN, Jalur Tertulis SBMPTN maupun Jalur-jalur Mandiri
PTN lainnya semakin dekat. Dalam benak saya sekarang adalah
berdoa dan berusaha fokus pada UN dan Jalur Tertulis SBMPTN karena
itu yang bisa saya lakukan sekarang. Jalur Undangan SNMPTN telah
dilewati karena kriteria persyaratan jalur tersebut adalah prestasiprestasi akademik kita selama di SMA pada semester satu sampai
semester lima. Saya hanya tersenyum sipu melihat perjuangan saya
selama ini dan mengangkat dagu dengan tegar untuk apa yang akan
saya terima nanti.
Suatu saat ketika hari dimana pengumuman Jalur Undangan
SNMPTN 2014 tiba, siang hari pukul 13.15, saya membuka website
SNMPTN. Disana, kita harus memasukkan no. Pendaftaran/NISN dan

tanggal lahir, setelah sudah saya masukkan data tersebut, lalu saya
klik kolom tulisan LIHAT HASIL SELEKSI dan muncul kolom berwarna
hijau bertuliskan Selamat, Anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014,
Teknik Industri, UI. Seketika melihat itu, saya benar-benar tidak
percaya tapi saya harus bersyukur kepada yang maha kuasa dan
berterimakasih kepada kedua orangtua.
Disini saya ingin memberi tahu kepada kalian khususnya adikadik kelas saya untuk Follow your dreams, they know the way, but
make sure your mind drive it carefully. Suatu kebanggaan bagi saya
dan siswa/i yang telah diterima di UI. Mulai detik ini saya akan
berusaha untuk menjadi mahasiswa dan akan menjadi almamater
sukses yang dapat membanggakan keluarga, masyakarakat, UI, dan
Indonesia.