Anda di halaman 1dari 3

Pengertian statistik berasal dari bahasa Latin, yaitu status yang berarti

negara dan digunakan untuk urusan negara. Hal ini dikarenakan pada mulanya,
statistik hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan
masalah yang berhubungan dengan kenegaraan saja seperti : perhitungan
banyaknya penduduk, pembayaran pajak, gaji pegawai, dan lain sebagainya.
Seiring dengan perkembangan zaman, statistik mulai mencakup hal-hal yang lebih
luas. Cakupan statistik tidak hanya bertumpu pada angka-angka untuk
pemerintahan saja, tetapi telah mengambil bagian di berbagai bidang kehidupan,
termasuk kegiatan berbagai bidang penelitian, seperti pendidikan dan psikologi,
pertanian, sosial, dan sains.
Statistik dalam arti sempit mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai
data yang disajikan dalam bentuk (1) Tabel dan diagram, (2) Pengukuran tendensi
sentral (rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik), (3) Pengukuran
penempatan (median, kuartil, desil, dan presentil), (4) Pengukuran penyimpangan
(range, rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpangan rata-rata,
simpangan baku, variansi, koefisien variansi dan angka baku), dan (5) Angka
indeks.

Beberapa Metode Statistika


Metode Statistika dapat dibagi menjadi :
1. Statistika Deskriptif (deskriptif artinya bersifat memberi gambaran)
Statistika Deskriptif : metode yang berkaitan dengan pengumpulan,
peringkasan

,penyajian

data

sehingga

memberikan

informasi

organisation, summarization and presentation of data


2. Statistika Inferensia = Statistika Induktif (inferential;inference artinya
menarik opini/kesimpulan)
Statistika Inferensia : metode yang berkaitan dengan analisis data untuk
peramalan dan/atau penarikan kesimpulan.
Secara khusus, penggunaan metode statistic dalam bidang kesehatan antara
lain dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Mengukur peristiwa-peristiwa penting atau vital event yang terjadi di


masyarakat.
2. Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui masalah-masalah
3.

kesehatan yangterdapat di dalam berbagai kelompok masyarakat.


Membandingkan status kesehatan masyarakat di satu tempat dengan tempat
lain atau statuskesehatan masyarakat sekarang dengan status kesehatan

4.

lampau.
Meramalkan status kesehatan masyarakat di masa-masa mendatang. Evaluasi
tentang perjalanan, keberhasilan dan kegagalan dan suatu program kesehatan

5.

atau pelayanankesehatan yang sedang dilaksanakan.


Evaluasi tentang perjalanan, keberhasilan, dan kegagalan dari suatu program

6.

kesehatan atatu pelayanan kesehatan yanhg sedang dilaksanakan.


Keperluan estimasi tentang kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan

7.

kesehatan sertamenentukan secara pasti target pencapaian tujuan.


Keperluan penelitian pada masalah-masalah kesehatan, keluarga berencana,

8.
9.

lingkungan hidup dan lain-lain.


Perencanaan dan sistem administrasi kesehatan.
Keperluan publikasi ilmiah di media massa
Di bidang farmasi terdapat pula penggunaan statistika seperti

dalam

penelitian ilmiah, statistik memiliki peranan sebagai penyedia data untuk


mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang seolaholah tersembunyi dalam angka-angka statistik. Dalam kegiatan proses belajar
mengajar, statistik banyak membantu dalam menganalisis soal-soal yang
diberikan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, statistik memiliki peranan
sebagai sarana analisis dan interpretasi dari data kuantitatif ilmu pengetahuan,
sehingga diperoleh suatu kesimpulan dari berbagai data tersebut.

Contoh penggunaan atau penerapan Statistika dalam ilmu farmasi


Rata-rata kandungan parasetamol dalam tablet parasetamol, standar

deviasinya, kisaran, variansi, (Statistika deskriptif) .


Penemuan jenis bahan obat baru : membantu mengidentifikasi dampak
bahan antibiotika agar memenuhi syarat kelayakan produksi.

Sebanyak 25 % di antara semua pasien yang menerima suntikan obat


tertentu, ternyata kemudian menderita efek samping obat tersebut.

(Statistika deskriptif).
Untuk membuat campuran obat-obatan harus terlebih dahulu membuat

tabel mengenai takaran-takaran, jenis bahan yang diperlukan.


Efek antihipertni suatu obat A secara nyata lebih besar daripada obat B dan

lain-lain (statistik inferensial).


Penemuan suatu jenis bahan obat baru ataupun upaya mengidentifikasikan
bagaimana dampak suatu bahan antibiotika yang sediannya dijadikan
alternatif guna menyembuhkan sejenis penyakit,

tentulah memerlukan

pengujian secara cermat sehingga memenuhi syarat kelayakan untuk


diproduksi secara massal

Anda mungkin juga menyukai