Anda di halaman 1dari 3

Indonesia merupakan salah satu negara yang beruntung memiliki kekayaan sumber daya alam

yang cukup besar, baik sumber daya yang tidak dapat terbaharui maupun yang dapat
terbaharui. Dalam konteks ini tidak digunakan kata melimpah, sebab kata besar itu adalah
relatif. Sementara, kata melimpah seolah tidak habis-habis atau tidak terbatas. Contohnya,
sumber daya batubara Indonesia mencapai 104 miliar ton dan cadangan 21 miliar ton.
Berdasarkan data BP Statistical Review 2010, cadangan Indonesia hanya 0,5 persen dari
cadangan dunia. Sedangkan bila kita berasumsi 21 miliar ton dihitung semua sebagai cadangan
yang mineable jumlahnya tidak sampai 2,5 persen. Potensi mineral dan batubara tersebar di
berbagai kepulauan di Indonesia. Karena memiliki potensi ekonomi yang cukup besar maka
sejak lama sumber daya mineral dan batubara telah menjadi andalan pembangunan ekonomi.
Batubara adalah sisa dari fosil tanaman yang terbentuk selama sekitar 370 juta tahun yang lalu.
Tanaman dari beberapa jenis tumbuhan seperti pakis dan pakis ekor kuda yang telah mati selama
ratusan juta tahun akan bercampur dengan berbagai media tanah seperti tanah gambut dan
berbagai lapisan tanah yang digerakkan oleh lempengan tektonik.

Ketika tumbuhan ini masih hidup maka mereka menyerap energi dari sinar matahari melalui
proses fotosintesa. Namun ketika tanaman mati dan terpendam dalam tanah maka akan
bercampur dengan beberapa unsure hara seperti karbon, oksigen, sulfur, hidrogen dan nitrogen
Di Indonesia pemanfaatan batubara adalah sebagai bahan bakar PLTU, pada tahun 2005
proporsinya sebesar 63% dan meningkat menjadi 83% pada tahun 2010. Pemenuhan batubara
untuk PLTU 10.000 Mw Tahap I sudah terpenuhi secara kotraktual dari 4 PKP2B da PT BA
hingga jangka 5 tahun kedepan. Pemerintah akan terus meningkatkan peran batubara dalam

pemenuhan energi nasional. Pemanfaata batubara terus meningkat dari waktu ke waktu dari 41
juta ton pada tahun 2005 menjadi 67 ton pada tahun 2010. Proporsi batubara dalam bauran energi
nasional pada tahun 2005 sebesar 19% dan pada tahun 2010 sebesar 23%. Bauran energi bahan
bakar pembangkit saat ini masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap minyak
bumi yaitu sebesar 49,7%. Pemerintah akan berupaya untuk menurunkan ketergantungan ini
hingga menjadi 25% tahun 2025. Peran batubara dan gas bumi akan ditingkatkan demikian juga
dan energi baru terbarukan. dalam memanfaatkan batubara ada tiga faktor yang harus
diperhatikan, pertama masalah sekuriti pasokan batubara, kedua, keekonomian dan ketiga
lingkungan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO)
untuk batubara, diharapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga dapat
memenuhi kebutuhan terutama untuk pembangkit tenaga listrik. Bila penggunaan batubara saat
ini baru sekitar 50%, diharapkan pada tahun 2020 batubara dapat menyumbang 63% dari bauran
energi nasional untuk sub sektor kelistrikan.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan batubara untuk kepentingan dalam negeri (end


user domestic) bagi pemakai batubara tahun 2013 adalah sebesar 74.320. ton dengan rincian,
60,49 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), 0.74 juta ton untuk
metalurgi dan untuk kebutuhan pupuk, semen, tekstil dan pulp sebesar 13,09 juta ton, dan
pemerintah memperkirakan kebutuhan batubara domestik untuk tahun 2014 sebesar 95.550.000
Ton dengan alokasi terbesar untuk PT PLN (Persero) sebesar 57.400.000 ton disusul kemudian
untuk IPP 19.9100.000 ton dan kebutuhan industri semen sebesar 9,800.000 ton.
Penggunaan batubara yang luas pada banyak industri merupakan salah satu hal yang
sangat menguntungkan. Batubara juga digunakan untuk menghasilkan kokas, produk ini sangat
berguna karena kokas adalah bahan utama yang digunakan sebagai bahan bakar berkarbon tinggi
untuk pemrosesan logam dan juga dalam industri baja. Residu batubara yang dihasilkan pada
saat batubara dipanaskan dalam kondisi yang terkendali dan hampa udara akan
mengkonsentrasikan kandungan karbon batubara. Batubara juga merupakan material yang
banyak digunakan di rumah tangga pada kehidupan sehari-hari, sebagai pemanas rumah dan juga
untuk memasak.

Batubara ternyata juga bisa dirubah dalam bentuk bahan bakar cair dan sangat efektif
untuk menggantikan bahan bakar minyak. Pada dasarnya pengolahan batubara menjadi bahan
bakar cair akan merubah batubara bubuk atau bongkahan yang di larutkan dalam suhu tinggi.
produk batubara cair dapat dimurnikan dengan proses ulang dan bisa menghasilkan bahan bakar
minyak dengan kualitas yang lebih baik dari bahan bakar minyak yang didapatkan dari kilang
minyak secara langsung. Negara yang sudah memakai sistem ini adalah Afrika. Afrika bisa
mengatasi kekurangan sumber minyak dengan memanfaatkan batubara.

Penambangan batubara dapat menyebabkan pencemaran di tanah dan air akan berakibat
buruk bagi pertanian. Lahan gambut yang berfungsi sebagai penjernih air bisa rusak. Tak pelak,
ketahanan pangan bisa hancur. Bahkan, katanya, dari 26 persen bayi lahir di sekitar tambang
batubara berpotensi cacat.
Wilayah yang menjadi area pertambangan akan terkikis, sehingga dapat menyebabkan
erosi. Limbah hasil pengolahan tambang juga dapat mencemari lingkungan. Kegiatan industri
tambang yang menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan CO2 yang dapat menimbulkan efek
rumah kaca dan pemanasan global.