Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH METODE SAMPLING AIR

LABORATORIUM LINGKUNGAN

Disusun oleh :
Rizki Hamdisyar

210801111200

Diah Indra Rini

21080111130034

Novarida Hidayanti

210801111300

Samsul Aripin

210801111300

TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya

sehingga makalah ini dapat

diselesaikan.
Makalah ini berisikan tentang Metode Sampling Air.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang, September 2012


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah kunci untuk praktek di laboratorium secara sukses ialah
pengambilan sampel secara tepat, serta penanganan dan penyimpanan
sampel yang diambil.
Pengambilan sampel dan pengujian kualitas air dilakukan untuk berbagai
keperluan, diantaranya untuk:
dibandingkan dengan standar (baku mutu yang disyaratkan)
mengetahui kinerja suatu sistem pengolahan (Seperti : IPA,
IPAL,IPLT)
monitoring kualitas (air sungai, air danau)
merancang model sistem pengolahan
mengetahui efisiensi sistem pengolahan

1.2 Tujuan
Untuk

BAB II
ISI
2.1 Pengambilan Contoh Uji
Maksud pengambilan contoh uji (sampling), adalah mengumpulkan volume
contoh uji yang akan diteliti dengan jumlah sekecil mungkin, tetapi masih
mewakili (representatif), yaitu masih mempunyai sifatsifat yang sama dengan
sumber contoh tersebut (misal badan air/sungai, danau/waduk, mata air, sumur
dll.).
Pengambilan contoh uji adalah merupakan langkah pertama dari serangkaian
penelitian suatu badan air, dimana urutannya adalah sebagai berikut :
(1) Pengambilan contoh uji yang representatif
(2) Transportasi dan penanganan contoh uji
(3) Analisa di laboratorium
Jadi jelas bahwa hasil analisa hanya berlaku, jika langkah langkah lain telah
dilaksanakan dengan lengkap.

2.2 Jenis Contoh Uji


Ada 3 (tiga) jenis contoh uji ( sampel ), yaitu :
(1) Contoh ( sampel ) sesaat ( Grab sample ) :
Contoh uji yang diambil di satu titik dan di suatu saat atau volume contoh
uji yang diambil langsung dari badan air yang sedang diteliti.
(2) Contoh (sampel) sesaat terpadu ( Integrated Sample )
Contoh uji yang diambil dari beberapa aliran (n aliran bagian) pada saat/
waktu yang sama.
Pengambilan contoh uji dengan cara ini adalah untuk mewakili seluruh
badan air pada saat yang sama, misal untuk mengetahui beban pencemaran

aliran aliran bagian terhadap sungai induk. Contoh uji terdiri dari n
aliran bagian ( 1 contoh sesaat dari tiap aliran bagian), dimana volume
setiap contoh uji sebanding dengan debit aliran masing masing aliran
bagian, yaitu :
volume contoh bagian i

debit aliran bagian i

---------------------------------volume contoh terpadu

-----------------------------debit total

( i = 1,2,3,n )
(3) Contoh (sampel) campuran ( Composite sample )
Contoh uji yang diambil di satu titik pada beberapa saat. Jenis contoh uji
cara ini adalah dimaksudkan untuk mewakili secara merata perubahan
parameter pada suatu badan air yang sedang diteliti selama masa yang
cukup panjang secara mendetail dengan pekerjaan yang terbatas.
Contoh campuran meliputi x menit dan terdiri dari y contoh bagian yang
diambil setiap x/y menit, dengan volume tiap contoh uji sesuai dengan
volume air yang mengalir melalui titik pengambilan contoh dalam
waktu x/y menit ( sekitar pengambilan contoh tersebut), sehingga :
volume contoh bagian i

volume air selama x/y menit

---------------------------------- = -----------------------------------------------volume contoh campuran

seluruh volume air selama x menit

Untuk pengambilan contoh uji (sampel) campuran biasanya digunakan


alat pengambilan contoh uji otomatis yang dilengkapi dengan pengukur
debit. Tetapi bila alat tersebut tidak ada, maka scontoh bagian diambil
dengan volume yang diperkirakan cukup, kemudian debit air dihitung
secara manual (penampamg sungai x kecepatan aliran). Dengan rumus di
atas maka
volume setiap sampel bagian dapat dihitung untuk
digabungkan/dicampur menjadi sampel campuran.

Cara sederhana lainnya (walaupun tidak menggambarkan contoh


campuran murni) adalah sbb. :

x
= 120 menit ( 2 jam )
y
= 15 menit
x/y
= 120/15 = 8
Volume total sampel =
2 liter ( 2000 ml )
Volume sampel bagian = 2000 ml/8 = 125 ml
Jumlah frekwensi, dan titik pengambilan contoh air dilaksanakan sesuai
dengan kebutuhan.

2.3 Metode Sampling Air


Beberapa metode sampling air adalah sebagai berikut :
1. Kick Sampling
Metode ini digunakan pada perairan dangkal dengan air yang mengalir.
Jaring tangan dipegang secara vertikal melawan aliran sungai dengan muka
jaring berada pada jarak 1-2 dm di depan kaki operator (pengambil sample).
Setelah itu bergerak mundur secara perlahan dengan mengaduk dan
menendang sedimen lumpur ke dalam jaring. Pada umumnya hal ini
dilakukan selama 1 menit atau sampai jarring terhalang dengan lumpur
sehingga air tidak bisa melewati jarring. Kemudian kosongkan isi jarring
dengan mengeluarkan Lumpur ke dalam wadah (tangki kecil), dan digunakan
penjepit atau pinset untuk mengambil organisme yang terjaring di jaring.
2. The Brush Method
The brush method merupakan suatu metode dengan menggunakan tongkat
atau sikat untuk mengeluarkan organisme dari bawah batu , Lumpur , akar
tanaman

dan

tumbuhan-tumbuhan

di

permukaan

dimasukkan kedalam suatu wadah atau tangki yang kecil.

sungai

kemudian

3. Netting
Pada metode netting ini digunakan saringan atau jaring tangan yang
dijalankan berlawanan dengan arus air dan pengamilannya hanya pada
permukaan air saja kemudian dimasukkan kedalam tangki kecil kemudian di
identifikasi.
4. Sampling The Bottom
Metode sampling the bottom menggunakan perairan yang dalam mungkin
agak sulit.Dalam kondisi ini lebih baik menggunakan sebuah perahu dan
bottom sampler. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan saringan halus
yang berukuran 0.5mm dan sedimen yang didapat dari sampel di hilangkan
oleh gerakan yang sangat cepat di permukaan air. Sampel yang didaptakan di
masukkan kedalam suatu wadah dan diidentifikasi.
2.4 Persyaratan Pengambilan Contoh Air
1) Peralatan
Alat pengambilan contoh air harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh air (misalnya untuk
keperluan pemeriksaan logam, alat pengambilan contoh tidak terbuat dari

logam),
Mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya,
Contoh mudah dipindahkan ke botol penampung tanpa ada sisa bahan

tersuspensi di dalamnya,
Kapasitas alat disesuaikan dengan keperluan dan tergantung dari maksud

pemeriksaan,
Mudah dan aman dibawa

2) Jenis Alat Pengambilan Contoh Air

Alat pengambil contoh sederhana (ember plastik, botol).

Botol biasa diberi pemberat yang dapat digunakan pada kedalaman

tertentu.
Alat pengambil contoh setempat secara mendatar yang digunakan untuk

pengambilan contoh di sungai atau air mengalir pada kedalaman tertentu.


Alat pengambil contoh secara tegak, untuk mengambil contoh pada lokasi
yang airnya tenang atau aliran sangat lambat pada kedalaman tertentu,

seperti di danau, waduk dan muara sungai.


Alat pengambil contoh pada kedalaman yang terpadu, untuk mendapatkan

contoh yang mewakili semua lapisan air.


Alat pengambil contoh secara otomatis, digunakan untuk contoh gabungan
waktu dari air limbah atau air sungai tercemar, agar diperoleh kualitas air

rata-rata selama periode tertentu.


Alat pengambil contoh untuk pemeriksaan gas terlarut yang dilengkapi

tutup sehingga alat dapat ditutup segera setelah terisi penuh.


Alat pengambil contoh untuk pemeriksaan bakteri, yaitu botol gelas yang
ditutup kapas atau aluminium foil, tahan panas dan tekanan selama proses

sterilisasi.
Alat pengambilan contoh untuk pemeriksaan plankton berupa jaringan

yang berpori 173 mesh/inchi.


Alat pengambil contoh untuk pemeriksaan hewan benthos, misalnya
Echman grap, digunakan untuk pengambilan contoh pada sumber air yang
alirannya relatif kecil.

2.5 Waktu dan Frekuensi Pengambilan Contoh


1. Waktu pengambilan contoh
Untuk pemantauan kualitas air, interval waktu pengambilan contoh diatur
pada hari dan jam yang berbeda, sehingga dapat diketahui perbedaan
kualitas air setiap hari maupun setiap jam. Sebagai contoh apabila
pengambilan contoh pertama dilakukan pada hari Senin jam 06.00, maka
pengambilan contoh selanjutnya dilakukan pada hari Selasa jam 07.00, dst
2. Frekuensi pengambilan contoh
Frekuensi pengambilan contoh untuk keperluan pemantauan dilakukan
berdasarkan keperluan atau apabila belum ditetapkan, maka sebagai
pegangan dapat dilakukan sebagai berikut :

Untuk sungai/saluran yang tercemar berat, setiap 2 minggu sekali,

selama satu tahun;


Untuk sungai/saluran yang tercemar ringan sampai sedang, sebulan

sekali, selama satu tahun;


Untuk air alami yang belum tercemar, setiap 3 bulan sekali selama satu

tahun;
Untuk air danau/waduk, setiap 2 bulan selama satu tahun;
Untuk aliran air tanah, setiap 3 bulan selama satu tahun.