Anda di halaman 1dari 20

Sintesis dan Karakterisasi Silika

Gel Berpori untuk Aplikasi


Biomedis
Franciska Jubilate
H23111005

Latar Belakang

Biomaterial adalah salah satu bahan yang sering digunakan


sebagai pengganti dari

bagian tubuh dan struktur antomi

manusia.

Hal ini karena bahan-bahan tersebut memiliki sifat yang tidak


merugikan tubuh.

Bahan yang sering digunakan adalah polimer yang memiliki


berat molekul yang tinggi

Misalnya poli etilen, polikaktida, poli asam akrilik dll.

Agar dapat digunakan sebagai bahan yang dapat diobligasikan pada tulang,
bahan tersebut harus memiliki lapisan apatit pada permukaan tulang ketika
didalam tubuh.
Salah satu bahan biomaterial yang menarik untuk dikembangkan adalah
hidroksi apatit (Ca10 (Po4)6 (OH)2.

Rumusan Masalah
1.

Bagaimana sintesis dari silika gel agar dapat digunakan sebagai


bahan pengganti anatomi tubuh?

2.

Bagaimana pengaruh dari variasi suhu dan konsentrasi asam


akrilik terhadap karakteristik kristal HAP yang terbentuk pada
permukaan silika yang dihasilkan?

3.

Bagaimana pengaruh dari perendaman silika gel pada larutan


simulasi cairan tubuh (SBF) terhadap pembentukan kristal HAP
pada permukaan silika yang dihasilkan?

Tujuan Penelitian
1.

Untuk mengetahui sintesis dari silika gel agar dapat digunakan sebagai
bahan pengganti anatomi tubuh.

2.

Untuk mengetahui pengaruh dari variasi suhu dan konsentrasi asam


akrilik terhadap karakteristik kristal HAP

yang terbentuk pada

permukaan silika yang dihasilkan.


3.

Untuk mengetahui pengaruh dari perendaman silika pada larutan


simulasi cairan tubuh (SBF)
permukaan silika.

terhadap pembentukan kristal HAP

Tinjauan Pustaka

Silika
Silika adalah senyawa hasil polimerisasi
asam silikat yang tersusun dari rantai
satuan SiO4 tetrahedral dengan rumus
umum SiO2.
Dialam senyawa silika banyak ditemukan
pada pasir, kuarsa gelas/kaca.

Tetra Etil Orto Silikat( TEOS) atau asam akrilik

TEOS merupakan senyawa dengan wujud cairan dan tidak berwarna.

TEOS termasuk kedalam senyawa silikon ester.

Etil silikat biasanya digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan cat
dan sebagai pelekat dalam able ve kaca dan logam.

TEOS dapat dibuat dengan beberapa raksi diantaranya ialah reaksi


langsung dari Si, sintesis Van Ebelmen dan transesterfikasi.

Cara Kerja
A.Prefarasi silika Gel
TEOS

Asam Akrilik

- dihidrolisis dengan H2O dan


asam nitrat
- + Asam nitrat pH 2

- dipanaskan 700 c
- ditambahkan dalam
larutan TEOS

Larutan TEOS

-dipanaskan dengan variasi suhu (40,50 dan


90 C) selama 20 jm, ditutup.
- direndam dlm air dan etanol(50:50)
-dioven selama 2 jam pada 80 C
-dipanaskan pada 400 C dgn tingkat
pemanasan 1 C/ menit selama 2 jam.
Silika gel

B. Karakterisasi Silika Gel

Silika gel hasil sinter dikarakterisasi dengan XRD menggunakan selfert


JSO- BEBYEREX-2002 dengan ukuran 0,02pada tingkat 1/menit dan
discen pada kisaran 0-60 2teta pada plat datar geometri dengan radiasi Cu

C. Pembuatan larutan simulasi


cairan tubuh (SBF)

SBF dibuat dengan melarutkan NaCl, KCl, CaCl2, NaHCO3, glukosa,


MgCl2.6H2O, Na2HPO4, KH2PO4, MgSO4.7H2O kedalam air suling
dan larutan penyangga pH 7,3 pada suhu 37 C .

Silika hasil preparasi direndam dalam SBF kemudian di karakterisasi


dengan menggunakan FT-IR dan XRD.

Pembahasan

Sintesis didasarkan pada persiapan silika gel sebagai polimer anorganik


yang dihasilkan dari hidrolisis dan polikondensasi dari silikon alkoksida
dengan adanya polimer inert, dengan metode sol gel.

Pada suhu rendah proses sol gel dapat membentuk gel sendiri, tetapi pada
suhu tinggi pembentukan gel berkurang.

Pembentukan gel yang tinggi akan menyebabkan konsentrasi kelompok SiOH juga tinggi pada permukaan sampel sehingga dapat menyebabkan
adanya HAP nukleasi.

Spektrum FT-IR

FT-IR spectra of the silica gel sample surfaces soaked in SBF showed apatite
formation after 168 hours of immersion.

Gambar a,b,c menunjukan sfktrum FT-IR dari silika gel pada beberapa
konsentrasi asam akrilik dan variasi suhu. Dari spektrum ini puncak
serapan pada 470 dan 810 cm-1 adalah serapan untuk Si-O-Si yang
merupakan vibrasi bending, pada daerah serapan 1100 cm-1 adalah
serapan vibrasi Si-O dan 960 cm-1 vibrasi untuk Si-OH. Serta terdapat
puncak yang tajam pada daerah 3400-3450 cm-1 yang berasal dari
kelompok hidroksi dari permukaan silika yang telah mengalami hidolisis
dan polikondensasi TEOS dengan air

Spektrum XRD

Gambar 4 menunjukan film tipis dari XRD sampel pada berbagai suhu
(40,50.90C) sebelum direndam dalam SBF.

Gambar 5 menunjukan spektrum setelah perendaman dalam SBF selama


168 jam. Dari gambar dapat dilihat bahwa setelah melalui perendaman
maka silika gel sinter membentuk fasa apatit pada permukaannya dalam
cairan tubuh simulasi.

Kesimpulan

Komposit asam akrilik /TEOS disintesis menggunakan metode sol gel.

Dengan adanya perendaman silika pada larutan simulasi cairan tubuh


(SBF) maka mempercepat proses terjadinya pembentukan kristal HAP
permukaan silika.

Pengaruh dari variasi suhu dan konsentrasi asam akrilik berbanding lurus
dengan pembentukan HAP pada permukaan silika.