Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM EMBRIOLOGI DAN

HISTOLOGI HEWAN
PERCOBAAN 4
PENGAMATAN TAHAP PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM

Oleh:
MAXIMUS TIGO
F05112047
KELOMPOK 3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2015

yaitu lapisan atas dan lapisan bawah. Pergerakan ke tengah pada permukaan dan pergerakan sel ke arah dalam pada garis tengah blastodik menghasilkan lekukan yang disebut sebagai primitif streak ( Campbell.PENGAMATAN TAHAP PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM A. kemudian melepas dan memisah. Pembelahan awal menghasilkan tudung sel yang disebut sebagai blastodik yang berada di atas kuning telur yang terbagi itu. Untuk Mengamati tahapan perkembangan embrio ayam pada berbagai umur 2. atau epiblast dan hipolast. 1984). Pada unggas. Pada ayam dan berbagai jenis aves lainnya. hewan. DASAR TEORI Setelah fertilisasi. dan beberapa protista. 2000 ). dan tahapan embrionik ini adalah ekivalen blastula pada unggas. lalu berpindah ke arah menuju kuning telur. Rongga diantara kedua lapisan ini adalah blastosoel versi unggas (analog dengan blastosolvertebrata tanpa amnion). Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan. Fertilisasi terjadi dalam sebuah oviduk. Dalam organisme yang berkembang biak secara seksual. zigot akan mulai membelah oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiselular. sel telur sebenarnya hanya terdiri atas kuning telur dan di sisi satunya lagi sebuah daerah sitoplasma tipis dan sebuah nukleus. Hasil dari proses ini disebut embrio (Yatim. Blastomer kemudian memisah menjadi dua lapisan. Dalam tumbuhan. meskipun bentuknya berbeda dari bola berlubang pada embrio awal katak. TUJUAN 1. Menggambarkan dan memberi keterangan berdasarkan pengamatan B. dan albumin serta cangkang disekresikan sebagai lapisan tambahan oleh kelenjar-kelenjar khusus saat telur bergerak menuruni oviduk. tahapan-tahapan blastula dan gastrula terjadi saat telur masih . hasilnya adalah satu sel yang disebut zigot yang memiliki seluruh DNA dari kedua orang tuanya. ketika satu sel sperma membuahi ovum. jalur migrasi sel lapisan yang bagian atas berpindah ke arah garis tengah blastodiks. sel telur burung mengalami pembelahan meroblastik dimana pembelahan sel hanya terjadi dalam daerah kecil sitoplasma yang bebas kuning telur.

berada dalam oviduk. terdapat sepasang ovari. Organogenesis merupakan proses lanjutan setelah terbentuk neurula. dan endoderm. Penebalan ini kemudian memanjang ke arah anterior sehingga membentuk parit dengan pematangan deisebut daerah primitif. Lubang oviduk itu disebut ostium abdominalis. berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Uterus sebenarnya belum ada. Gastrula ayam ditandai dengan adanya penebalan di daerah posterior blastoderm di area pellucida. Proses ini meliputi pembentukan bakal organ dari lapisan ektoderm. Kantung allantois. dimana kantung ini merupakan suatu kantung yang terbentuk sebagai hasil evaginasi bagian ventral usus belakang pada tahap awal perkembangan. Bagian dari kuning telur yaitu kantung chorion. Fungsi kantung ini sebagai tempat penampungan dan penyimpanan urin dan sebagai organ pertukaran gas antara embrio dengan lingkungan .2002). 1984). Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan jalan melakukan kopulasi(Yatim. Dinding oviduk selanjutnya tersusun atas musculus dan ephytelium yang bersifat glandular. Blastodisk selapis sel yang berasal dari nukleus dan sitoplasma telur yang difertilisasi. hipoblast dan rongga erkhentreron. membran tipis di sebelah luar albumen dan cangkok yang berbahan zat kapur yang disebut oleh kelenjar di sebelah caudal. mesoderm. dimana membran ekstra embrio yang paling luar dan yang berbatasan dengan cangkang atau jaringan induk. merupakan tempat pertukaran antara embrio dan lingkungan diseitarnya adalah chorion atau serosa. Gastrula ayam memiliki epiblast. Perkembangan embrio ayam pada berbagai umur inkubasi merupakan media yang jelas untuk memperlihatkan organogenesis Pada ayam betina. hanya yang dextrum mengalami atrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Tahap neurula ayam mirip dengan embrio katak yaitu melalui tahap keping neural. yakni albumen sebagai putih telur. yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur. mengalami delaminasi hingga menghasilkan sebuah cakram berlapis dua yang mengelilingi blastosol (Fried. lipatan neural dan bumbung neural. Dari ovari menujulur oviduk panjang berkelok-kelok.

dan anti adhesi (Adnan. berdasarkan jumlah lapisan embrional. 2010). hewan dikelompokkan menjadi: 1) Hewan diploblastik : Memilki 2 lapisan embrional. 2) Hewan triploblastik : Memilki tiga lapisan embrional yakni: a) Triploblastik aselomata : tak memilki rongga tubuh b) Triploblastik pseudoselomata : memilki rongga tubuh yang semu. METODOLOGI 1. C. c) Triploblastik selomata : memiliki rongga tubuh yang sesungguhnya. Stria primitif berbentuk sempurna pada inkubasi telur 18 jam (Sugiyanto. penawar goncangan. 1996).luarnya. Gastrulasi pada ayam merupaan proses dari pembentukan stria primitif yang terdiri dari alur dan pematang primitif berupa garis dilinea mediana. Lapisan penyusun kantung allantois sama dengan kantung yolk. Kantung amnion. - Inkubator Cawan Petri Gunting Pinset Gelas Objek Mikroskop Bahan Telur Ayam Kampung Fakultas . yaitu basil pelipatan mesoderm. Alat b. ectoderm dan endoderm. kantung ini adalah suatu membran tipis yang berasal dari somatoplura berbentuk suatu kantung yang menyelubungi embrio yang berisi cairan. Dimana kantung ini berfungsi sebagai pelindung embrio terhadap kekeringan. Blastulasi pada ayam termasuk blastula yang berbentuk pipih atau cakram (diskoblastik) yang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut: periblas hipoblas dan juga sentoblas. Alat dan Bahan a. yaitu splanknopleura yang terdiri atas endoderm di dalam dan mesoderm splank di luar. Waktu dan Tempat Waktu : Hari/Tanggal : Tempat : Laboratorium Pendidikan Biologi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura 2. pengaturan suhu intrauterus.

Diletakkan kertas saring di atas bakal embrio sehingga hanya bakal embrio yang tampak pada lubang kertas saring tersebut. Dipilih telur ayam kampung yang telah di inkubasi selama 24 jam.NaCl fisiologis 0. Diangkat kertas saring dengan menggunakan pinsetsehingga bakal embrio yang telah di bersihkan ikut bersama kertas saring.9 %. f. 48 jam. c. g. d. e. Dipindahkan embrio ke atas gelas objek dan diletakkan di bawah mikroskop.Tabel Hasil Pengamatan No - Gambar - Keterangan . kemudian diamati dan digambar bagian-bagiannya. Dipecahkan cangkang telur yang telah di inkubasi selama 24 jam dan dituangkan ke dalam cawan petri yang telah diberi NaCl fisiologis 0.Kertas Saring 3. lubang pada kertas saring disesuaikan dengan besar embrio ayam yang akan diamati. Dibuat lubang pada kertas saring dengan menggunakan gunting. D.9% . b.. dan 72 jam. Cara Kerja a. Perlakuan yang sama dilakukan untuk telur dengan masa inkubasi 48 jam dan 72 jam. HASIL PENGAMATAN .

- - - - - - - .

sedangkan bagian tengahnya agak terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zygot blastoderm. sel benih berkembang menjadi bentuk seperti cincin dengan bagian tepinya gelap. 48 jam dan 72 jam. Pengamatan dilakukan dengan memecahkan telur dan melihat perkembangan embrionya. Telur ayam yang diamati adalah telur ayam kampung yang telah di simpan dalam tempat penetasan telur selama 24 jam. Bentuk awal embrio belum terlihat jelas.- - - E. - Pada pengamatan embrio 24 jam. PEMBAHASAN - Pada praktikum ini bertujuan untuk mengamati tahapan perkembangan embrio ayam pada berbagai umur dan menggambarkan serta menberi keterangan berdasarkan pengamatan. - .

Erlangga. 2000. 2002. Jane B. 2010. Embriologi. Mitchell. Reece and Lawrence G. W. - Fried. Biologi edisi 5 jilid 3. Penerbit UGM: Yogyakarta. Jakarta. N. 1984. Perkembangan Hewan. - Yatim. G. Erlangga: Jakarta - Sugiyanto.- - DAFTAR PUSTAKA . Perkembangan Hewan.Adnan. Alih Bahasa: Wasman manalu. Bandung: Tarsito .A. Biologi Edisi 2. 1996. Penerbit UNM: Makasar Campbell.