Anda di halaman 1dari 12

RENAL FUNCTION TEST

BUN
BLOOD UREA NITROGEN

Urea dihasilkan sebagai


produk akhir metabolisme
protein dan diekskresi
melalui ginjal.
Peningkatan kadar nitrogen
urea darah dapat menjadi
indikasi terjadinya dehidrasi,
gagal prarenal atau gagal
ginjal.
Dehidrasi yang berasal dari
muntah, diae atau
ketidakadekuatan asupan
cairan dapat mengakibatkan
peningkatan kadar BUN.

Jika sudah diberi cairan


yang cukup seharusnya
BUN kembali ke nilai
normal; jika tidak waspadai
gagal ginjal.
Nilai rujukan :

Lansia > tinggi dari dewasa


Dewasa 5-25 mg/dl
Anak 5-20 mg/dl
Bayi 5-15 mg/dl

KLINIS

Penurunan kadar : kerusakan hepar yang parah, diet


rendah protein, hidrasi berlebih, malnutrisi dan pengaruh
obat fenotiazin.
Peningkatan kadar : Dehidrasi, asupan tinggi protein,
perdarahan GI, gagal prarenal (rendahnya suplai darah ke
ginjal yang disebabkan oleh CHF, DM, IMA, insufisiensi
ginjal karena syok, sepsis, penyakit ginjal.

CREATININ

Kreatinin, produk sampingan


katabolisme otot, berasal dari hasil
penguraian kreatin fosfat otot.
Jumlah kreatinin yang dihasilkan
sebanding dengan massa otot.
Kreatinin difiltrasi oleh glomerulus
dan dieksresi dalam urin.
Kreatinin serum dianggap lebih
sensitif dan merupakan indikasi
khusus pada penyakit ginjal
dibandingkan BUN.

Jika kadar BUN dan


kreatinin normal
dehidrasi. Jika kadar
BUN dan kreatinin
meningkat gangguan
ginjal
Nilai rujukan :
Lansia << akibat
penurunan massa
otot
Dewasa 0,5- 1,5
mg/dl
Bayi 0,7- 1,7 mg/dl
Bayi baru lahir 0,81,4 mg/dl

KLINIS

Penurunan kadar :
Kehamilan, eklampsi
Peningkatan kadar:
GGK/GGA, syok (berkepanjangan), SLE, kanker (usus,
kandung kemih, testis, uterus dan prostat), leukemi,
penyakit hodgkin, hipertensi esensial, nefropati
diabetik, pengaruh obat (amfoterisin B, sefalosporin,
gentamicin, metildopa, dll)

NATRIUM

Natrium adalah kation


utama dalam cairan
ektraseluler, dan memiliki
efek menahan air.
Jika terdapat kelebihan
natrium di dalam cairan
ektraseluler, akan lebih
banyak air yang
direabsorbsi dari ginjal.
Nilai rujukan
Dewasa & anak 40-220
mEq/l/24jam

Klinik

Penurunan kadar :
sindrom chusing, CHF,
gagal hepar, gagal
ginjal, asupan natrium
(garam) rendah, obat
(senyawa kortison)
Peningkatan kadar:
Penyakit Addison,
dehidrasi, hipertensi
esensial, DM ,
hipofungsi hipofisis
anterior, asupan
natrium tinggi, obat
(diuretik kuat).

KALIUM

Kalium elektrolit yang


paling banyak ditemukan di
cairan intraseluler.
80-90% kalium tubuh
diekskresikan melalui
ginjal.
Jika terdapat kerusakan
jaringan, kalium keluar
dari sel dan masuk ke
cairan ekstraseluler.
Nilai rujukan:
Dewasa 25-100 mEq/l
Anak 17-57 mEq/l

Klinis:
Penurunan kadar:
Peningkatan kadar
kalium serum, GGA,
diare, obat (diuretik
hemat kalium)
Peningkatan kadar :
Penurunan kadar
kalium serum,
dehidrasi/kelaparan,
GGK, asidosis diabetik,
obat (diuretik boros
kalium).

KLORIDA

Klorida anion yang


paling banyak ditemukan di
cairan ekstraselular
Berperan penting dalam
mempertahankan
keseimbangan cairan
tubuh, osmolalitas cairan
tubuh (dengan natrium),
serta keseimbangan asambasa.
Nilai rujukan:
Dewasa 95-105 mEq/l
Anak 98-105 mEq/l
Bayi 95-110 mEq/l
Bayi baru lahir 94-112
mEq/l

Klinik:
Penurunan kadar :
Muntah, aspirasi
lambung, diare,
hipokalemi,
hiponatremi, diet rendah
garam,asidosis diabetik,
infeksi akut, luka bakar,
diaforesis berlebih,
alkalosis metabolik, obat
(diuretik)
Peningkatan kadar:
Dehidrasi, hipernatremi,
kanker lambung,
disfungsi ginjal, obat
(asatezolamid)

CREATININE CLEARANCE
Creatinine Clearance:
Banyaknya plasma (ml) darah yang dibersihkan dari
creatinine dalam waktu 1 menit (ml/menit).
Bila ada dugaan kelainan faal ginjal yaitu:
1. Creatinine darah yang meninggi
2. Uremia
3. Oedema
Rumus Creatinine Clearance = U x D
P
U = Kadar Creatinine Urine (mg%)
P = Kadar Creatinine Plasma (mg%)
D = Diuresis/menit

GFR (GLOMERULAR FILTRATION


RATE)
GFR adalah laju rata-rata penyaringan darah yang
terjadi di glomerulus yaitu sekitar 25% dari total
curah jantung per menit sekitar 1.300 ml. GFR
digunakan sebagai salah satu indikator menilai
fungsi ginjal.
Rumus menghitung GFR:
GFR laki2: (140-umur) x BB / [72 x Serum Kreatinin]
GFR perempuan: GFR (laki2) x 0,85
Nilai GFR normal: 90-120 ml/min/1,73 m2