Anda di halaman 1dari 3

Neuropati perifer

Sejumlah kelaian dapat meggangu hataran normal implus saraf perifer. Dari sudut
morfologik neuropati perifer dapat luas terbagi menjadi dua katagori utama, yaitu
degenerasi akson dan demieliisasi segmetal (kumar.2007 )
Nyeri neuropati perifer terjadi akibat kerusakan saraf perifer. Kerusaka yang
berasal dari perifer menyebabkan tidak saja pelepasan muatan spontan serat saraf
perifer yang terkena tetapi juga lepas muatan spontan sel-sel ganglion akar
dorsalis saraf yag rusak. (silvia .2014)
Macam macam Neuropati
A. Neuropati nutrisi dan metabolik
Biasaya
disebabka
oleh
diabetes

,difisinensi

tiamin,difisien

pridoksin,alkoholisme, gagal ginjal


Contoh : Neuropati diabetes adlah penyakit penyulit yang umum terjadi
pada diabetes terutama setelah hiperglikemia kronik. Banyak bukti
keterkaitan erat antara ganguan toleransi glukosa dan neuropati, terutama
neuropati serat halus menimbulkan nyeri. GTC adalah repons abnormal
terhadap uji toleransi glukosa oral 2 jam (OGTT) setiap induvidu
memperlihatkan hasil OGTT 2 jam > 140 tetapi kurang dari pada kadar
diasnostik 200 mg/dl dapat mengetahui semua bagian saraf, kecuali otak.
Gambaran klinis tersering adalah polineuropati perifer bilateral yang
terutama sensorik. Pada neuropati sensorik diabetes yang terutama terkena
adalah serat saraf kecil. Dan neuropati ini umumnya nyeri.gejala ini
meliputi rasa baal, parestesia, hiperalgesia berat, dan nyeri yang biasanya
dirasakan seperti terbakar, hasil pemeriksaan fisik mungkin normal,
dengan refleks normal,kekuatan normal,tingkat sensorik normal ,dan
elektrofisiologi juga normal.
B. Neuropati toksik
Timbal , arsen, sisplatin, vinkristin, pelarut organik
C. Neuropati peradagan
Sindrom guilain barre ,Neuropati demielinisasi inflamatorik kronis,
neuropati vaskulitis, kusta, sarkoidosis.

D. Neuropati hedediter
Neuropati motorik da sensorik herediter ( penyakit charchot-mariethoth.penyakit refsum,penyakit dejerine sottas ) neuropati sensorik
herediter, leukodistrofi.
Contoh lainya neuropati pascaherpes adalah nyeri deaferentasi dermatomal
yang terjadi akibat sekuele dari herpes zoster. Herpes zoster ditandai degan
ruam vesikular nyeri terutama pada dermatom thoraks ( T3 dan L3 ) yag
disebabkan oleh reaktivasi virus varisela zoster. Diperkiraka bahwa virus
mengingfeksi gaglion akar dorsal saat cacar air dan berdiam secara
dorman sampai mengalami pengaktifa ulang.herpes zooster paling sering
timbul pada usia 50 tahun atau lebih dan pada pasien yag tanggap imu
lemah.seperti pengidap penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin. Pada
sekitar 50% pasien berusia lanjut, nyeri rekalsitran menetap timbul di
dermatom yang terkena beberapa bula setelah lesi kulit sembuh penyebab
pasti tidak diketahui tetapi pembentukan jaringa parut da perubahan
degeneratif
Di medula spinalis, ganglion da traktus saraf mungkin merupakan faktor
yang peting.
Neuralgia trigeminus adalah suatu penyakit yang terutama mengenai orang
dewasa usia pertengahan da lanjut penyakit ini menimbulkan nyeri seperti
ditusuk yang intens dan paroksimal dengan ditribusi divisi mandibular dan
maksilaris saraf trigeminus ( nervus karnial V) divisis optalmikus saraf
yang terkena jarang terjadi , nyeri mungkin dipicu oleh rangsangan tidak
berbahaya didaerah spesifik di wajah bibir atau gusi misalnya sewaktu
makan berbicara meguap bercukur meggososk gigi atau hembusan udara
dingin. Walaupun berlangsung singkat .pasien juga mungkin mengeluh
rasa yag tidak nyaman yag terus meerus gatal, dan sensivitas di wajah.
Rasa tidak nyaman tersebut biasanya diaggap sebagai gambaran atipikal
neuraglia trigeminus walaupun jarang terjadi. Pola penjumlahan spasial
yang temporal nyeri mengisaratkan bahwa mekanismenya adalah suatu
aldonia, walaupun sebagia besar kasus idiopatik ( gejala tapa kausa yang
jelas )sebagia kasus neurologik lain seperti sklerosis multipel, tumor , atau

penekanan trigeminus oleh pembuluh darah yang melebar da berkelok


kelok.
Kausalgia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan rasa
seperti terbakar yang hebat di ekstremitas yang mungkin terjadi setelah
keruskan parsial trunkus saraf, biasanya nervus medianus di atas siku atau
nervus iskiadikus di atas lutut. Nyeri biasanya dimulai segera setelah
cedera dan, seiring dengan waktu, akan berkaitan dengan gejala otonom
dan perubahan trofik ekstremitas. Kausalgia adalah suatu subtype dari
sekelompok penyakit yang dikenal sebagai distrofi simpatis reflex, dan
semuanya menyebabkan alodinia, atau nyeri yang dipicu oleh rangsangan
ringan. Semua jaringan di ekstremitas menciut, termasuk tulang, dan
terdapat bukti adanya

hiperaktivitas simpatis, termasuk kelainan

vasomotor dan gangguan keringat. Nyeri mereda setelah blockade


simpatis. Fields dan Martin (2001) menyarankan bahwa hasil tersebut
menunjukkan bahwa system saraf simpatis dapat, pada keadaan tertentu,
secara aktif berperan dalam proses peradangan. Mekanisme lain
pembentukan nyeri mungkin mencakup hilangnya inhibisi aferen oleh
serat besar bermielin dan pembentukan impuls ektopik di tempat cedera.
Kausa distrofi simpatis reflex antara lain adalah kerusakan saraf, amputasi,
fraktur tulang kecil di tangan atau kaki, keseleo, atau tromboflebitis.
Phantom limb pain dirasakan oleh pasien sebagai sensasi perih,
pins and needles (parestesia), atau, yang lebih jarang, seperti terbakar
atau remuk di ekstremitas yang tidak lagi dimiliki oleh pasien (karena
telah diamputasi). Sensasi ini mungkin terjadi karena sebagian dari serat
nyeri terjepit di jaringan parut punting tungkai yang menyebabkan
terbentuknya impuls-impuls ektopik. Tidaklah berpengaruh bahwa bagian
dari serat yang melekat ke reseptor telah lenyap, karena di korteks
serebrum tetap ada bagian untuk ekstremitas tersebut. Yang diperlukan
adalah adanya impuls yang mencapai korteks untuk daerah tersebut.