Anda di halaman 1dari 3

Termoset (thermo-hardening polymer)

Termoset adalah suatu bahan yang dalam pemrosesannya mengalami perubahan


kimia. Hasil akhirnya berbeda daripada bahan awalnya. Setelah proses
pembuatannya sempurna, bahan ini tidak dapat dilunakkan kembali kepada
bentuk lain karena bahan ini hanya dapat dibentuk sekali saja melalui
pemanasan. Nama lain untuk termoset adalah thermo-hardening polymer.
Wilson HJ, Mansfield MA, Health JR, Spence D. Dental Material 8th ed. Oxford:
Blackwell Scientific Publication, 1987 : 353-71.
Termoplastik
Termoplastik adalah bahan yang tidak mengalami perubahan kimia
sewaktu pembentukan yang hasil akhirnya adalah sama seperti asli kecuali
bentuknya. Bahan termoplastik dapat dilunakkan dan dibentuk berulang-ulang
dengan cara pemanasan. Termoplastik mengeras setelah mould, dan larut dalam
larutan organik. Seluloid, selulosa nitrat, resin vinil, nilon, polikarbonat, polieten
dan polystyrene merupakan contoh bahan termoplastik yang digunakan sebagai
basis gigitiruan. Basis selulosa digunakan sekitar tahun 1870 dan mempunyai
kelemahan yaitu melengkung ketika dipakai di dalam mulut, stain dan warna
yang jelek. Resin vinil mempunyai ciri-ciri yang diperlukan sebagai basis
gigitiruan tetapi mempunyai tahap resistensi yang rendah terhadap fatik dan
menyebabkan terjadinya fraktur setelah pemakaian yang lama. Wilson HJ,
Mansfield MA, Health JR, Spence D. Dental Material 8th ed. Oxford: Blackwell
Scientific Publication, 1987 : 353-71.
MANIPULASI NILON Termoplastik
Nilon tidak dapat larut pada hampir semua kondisi. Hal ini karena nilon
tidak bisa membentuk adonan (dough) melalui teknik yang biasa tetapi bahan
tersebut harus diinjeksi ke dalam kuvet dengan tekanan. Teknik injection
moulding ini memerlukan peralatan yang khusus. Ruangan pada mould diisi
dengan resin (nilon termoplastik) di bawah tekanan menggunakan injektor.
Pemasangan spru dilakukan dengan cara memasukkan spru dari bagian
belakang kuvet ke bagian posterior dari malam pada kedua sisi model, nilon
dibentuk di dalam mould gips. Kemudian nilon dilunakkan menggunakan furnace
pada suhu 248,8-265,5 C. Nilon yang lunak ditekan masuk menggunakan alat
injektor. Kortrakulkij K. Effect of denture cleanser on color stability and flexural
strength of denture base materials. Thesis. Thailand: University of Mahidol,
2008: 1-73.
Sifat-Sifat dai bahan R.Termoplastik
1. Pengerutan
Pengerutan linear pada nilon sebesar 0.3-0.5 %. Pengerutan linear memberi
efek nyata pada adaptasi basis gigitiruan. Berdasarkan pada pengerutan
volumetrik sebesar 7 %, basis gigitiruan harus menunjukkan pengerutan linear
kurang lebih 2%. Anusavice KJ. Phillips buku ajar Ilmu bahan kedokteran gigi.
Alih bahasa; Johan Arief Budiman, Susi Purwoko. Edisi 10. Jakarta: EGC, 2004:
29-61, 192-219.
2. Perubahan Dimensi
Teknik injection moulding menunjukkan stabilitas dimensi yang baik
dibanding dengan teknik compression moulding. Garfunkel dan Anderson dkk
(1988) menyatakan bahwa dari hasil penelitian menunjukkan perubahan
dimensi pada injection moulding lebih rendah daripada compression moulding.

Kortrakulkij K. Effect of denture cleanser on color stability and flexural


strength of denture base materials. Thesis. Thailand: University of Mahidol,
2008: 1-73.
3. Penyerapan air
Penyerapan air yang tinggi merupakan kekurangan utama dari nilon. Hal ini
karena nilon termoplastik mempunyai serat yang menyerap air. Nilon
termoplastik juga memiliki sifat hidroskopi yaitu kemampuan suatu zat untuk
menyerap molekul air dari lingkungannya. Jenis nilon yang pertama memiliki
nilai penyerapan air yang tinggi yaitu 8,5 %, kemudian dikembangkan jenis
nilon yang ditambah glass reinforced yang memiliki penyerapan air yang
relatif rendah hingga 1,2 %. Kortrakulkij K. Effect of denture cleanser on color
stability and flexural strength of denture base materials. Thesis. Thailand:
University of Mahidol, 2008: 1-73.
4. Porositas
Porositas Nilon hampir tidak memiliki porositas.9 Porositas pada nilon
disebabkan masuknya udara selama proses injection moulding. Bila udara ini
tidak dikeluarkan, gelembung-gelembung besar dapat terbentuk pada basis
gigi tiruan. Anusavice KJ. Phillips buku ajar Ilmu bahan kedokteran gigi. Alih
bahasa; Johan Arief Budiman, Susi Purwoko. Edisi 10. Jakarta: EGC, 2004: 2961, 192-219.
5. Stabilitas warna
Stabilitas warna adalah kemampuan dari suatu lapisan permukaan atau
pigmen untuk bertahan dari degradasi yang disebabkan pemaparan dari
lingkungan. Yu-lin Lai dkk (2003) mempelajari stabilitas warna dari empat
bahan polimer dan menemukan bahwa diskolorisasi nilon setelah perendaman
dalam larutan kopi dan teh lebih besar daripada resin akrilik. Kortrakulkij K.
Effect of denture cleanser on color stability and flexural strength of denture
base materials. Thesis. Thailand: University of Mahidol, 2008: 1-73.
Kekurangan dan Kelebihan R.Termoplastik
Keuntungan nilon termoplastik adalah :
1. Tidak menggunakan cangkolan logam maupun kawat yang dapat terlihat di
permukaan gigi sehingga dapat meningkatkan estetik.
2. Tipis dan ringan tetapi sangat kuat sehingga tidak mudah patah dan
mengalami kerusakan.
3. Biokompatibilitas tercapai karena bahan nilon termoplastik bebas monomer
dan logam, yang menjadi dasar penyebab reaksi alergi pada beberapa pasien
serta
tidak bersifat toksik.
4. Tekanan hampir seluruhnya disalurkan ke gigi penyangga dan struktur
tulang dibawahnya.
5. Pasien bebas melakukan pergerakan selama pengunyahan karena
fleksibilitas gigitiruan yang tinggi sehingga meningkatkan kenyamanan.
6. Bahan yang translusen menggambarkan warna jaringan yang berada
dibawahnya sehingga gigitiruan hampir tidak terlihat.
7. Tidak berubah posisi akibat adanya air, stabil, tekstur tidak berubah dan
tidak kehilangan retensi dari gigi.
Walls AWG, Mccabe JF. Appilied dental materials 9th ed. Munksgaard :

Blackwell, 2008 :110


Kerugian Nilon termoplastik
1. Kesulitan dalam memperbaiki apabila terjadi kerusakan.
2. Pembuatannya memerlukan peralatan khusus di laboratorium.
Walls AWG, Mccabe JF. Appilied dental materials 9th ed. Munksgaard :
Blackwell, 2008 :110