Anda di halaman 1dari 19

Transplantasi Organ Tubuh

Oleh :Panji Hidayat

pengertian
Transplantasi organ adalah transplantasi atau
pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu
tubuh ke tubuh yang lain, atau dari suatu tempat
ke tempat yang lain pada tubuh yang sama.
Transplantasi ini ditujukan untuk menggantikan
organ yang rusak atau tak befungsi pada penerima
dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor.
Donor organ dapat merupakan orang yang masih
hidup ataupun telah meninggal

Masih pengertian

.Organ yang ditransplantasikan disebut Graft.


Ada 5 macam Graft:
- Allograft. Terjadi pada 2 orang yang sama spesisnya
- Isograft. Terjadi pada kembar identik
- Autograft. Terjadi dengan bahan tubuh sendiri. Contohnya
operasi plastik.
- Xenograft. Transplantasi organ yang berasal dari orang lain
ataupun binatang spesies lain.
- Syhthetic graft. Transplantasi bahan buatan untuk
menggantikan atau menambah fungsi aslinya.

Apa yang menyebabkan


penderita harus menerima
transplantasi organ?
Seseorang harus menerima transplantasi organ
jika organ orang tersebut mengalami kerusakan
atau tidak berfungsi lagi. Apabila hal tersebut
terjadi, maka jalan terbaik adalah dengan
mentransplantasikan organ ke dalam tubuh
penderita agar penderita dapat tetap hidup.

Transplantasi organ
tersebut?
Transplantasi Ginjal
Transplantasi ginjal adalah suatu metode
terapi dengan cara memanfaatkan sebuah
ginjal sehat (yang diperoleh melalui proses
pendonoran) melalui prosedur pembedahan.
Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang
masih hidup (donor hidup) atau yang baru saja
meninggal (donor kadaver). Ginjal cangkokan
ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi
kedua ginjal yang sudah rusak

Lanjutan
Ginjal baru dapat diperoleh dari donor yang baru
saja meninggal dunia, atau dari donor hidup. Donor
hidup bisa keluarga, bisa juga bukan biasanya
pasangan atau teman. Jika anda tidak memiliki
donor hidup, anda akan dimasukkan ke dalam
daftar tunggu untuk memperoleh ginjal dari donor
meninggal. Masa tunggu tersebut dapat
berlangsung bertahun-tahun.
Petugas transplantasi akan mempertimbangkan
tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal
dengan penerima (resipien).

Faktor-faktor tersebut
adalah :
- Golongan darah. Golongan darah penerima (A,B, AB, atau
O) harus sesuai dengan golongan darah donor. Faktor
golongan darah merupakan faktor penentu kesesuaian yang
paling penting.
- Human leukocyte antigens (HLAs). Sel tubuh membawa 6
jenis HLAs utama, 3 dari ibu dan 3 dari ayah. Sesama
anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai.
Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun
HLAs mereka tidak sepenuhnya sesuai, asal golongan darah
mereka cocok, dan tes lain tidak menunjukkan adanya
gangguan kesesuaian.
- Uji silang antigen. Tes terakhir sebelum dilakukan
pencangkokan adalah uji silang organ. Sejumlah kecil darah
resipien dicampur dengan sejumlah kecil darah donor

Berapa biaya yang


dibutuhkan ?
Biaya yang dibutuhkan sangat besar
mengingat diperlukannya tenaga ahli
dan peralatan yang cukup rumit. Di
Indonesia, biaya untuk
mentransplantasikan ginjal tersebut
berkisar antara 80 juta sampai dengan
250 juta rupiah.

Apa akibat jika tubuh menolak


organ transplan tersebut dan hal-hal
apa penolakan tersebut?
yang dapat menyebabkan terjadinya
Akibat jika tubuh menolak organ transplan tersebut:
- Demam
- Terjadinya penggumpalan darah akibat perbedaan golongan darah.
- kerusakan pada organ transplan karena sistem kekebalan tubuh
yang menganggap organ transplan tersebut sebagai benda asing
- Peningkatan berat badan akibat penimbunan cairan.
Penyebab terjadinya penolakan tersebut:
- Perbedaan golongan darah
- Sistem imunitas tubuh

. Bagaimana cara menanggulangi


kegagalan transplantasi organ?
Cara menanggulangi kegagalan transplantasi organ
dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- mencari donor yang memiliki golongan darah
dan HLAs yg sesuai dengan resipien.
- setelah pembedahan, pasien perlu mengonsumsi
obat-obat anti-rejeksi atau imunosupresan
segera sesudah menjalani transplantasi ginjal.
Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan
menekan sistem imun tubuh sehingga
mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan
tubuh terhadap ginjal cangkokan.

Penolakan umumnya terjadi pada setiap proses


transplantasi organ. Penolakan biasanya bisa
diatasi dengan menambah dosis atau jumlah
obat immunosupresan. jika penolakan tidak
dapat diatasi, berarti pencangkokkan telah
gagal. ginjal yang ditolak bisa dibiarkan di
dalam tubuh resipien, kecuali jika:
demam terus menerus
air kemih mengandung darah
tekanan darah tetap tinggi.
jika pencangkokkan gagal, maka harus segera
kembali dilakukan dialisa.
upaya pencangkokkan berikutnya bisa dilakukan
setelah penderita benar-benar pulih dari
pencangkokkan yang pertama

Pandangan Islam
Islam memerintahkan agar setiap penyakit diobati.
Membiarkan penyakit bersarang dalam tubuh dapat
berakibat fatal, yaitu kematian. Membiarkan diri
terjerumus pada kematian adalah perbuatan
terlarang,

( 29: )
"... dan janganlah kamu membunuh dirimu !
Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu."
(QS. An-Nisa 4: 29)

Lanjutan
Maksudnya, apabila sakit, berobatlah secara
optimal sesuai dengan kemampuan karena setiap
penyakit sudah ditentukan obatnya. Dalam
sebuah riwayat diceritakan bahwa seorang Arab
Badui mendatangi Rasulullah saw. seraya
bertanya, Apakah kita harus berobat? Rasulullah
menjawab, Ya hamba Allah, berobatlah kamu,
sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit
melainkan juga (menentukan) obatnya, kecuali
untuk satu penyakit. Para shahabat bertanya,
Penyakit apa itu ya Rasulullah? Beliau
menjawab, Penyakit tua. (HR. Abu Daud,
Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad

lanjutan

Nah, transplantasi termasuk salah satu jenis


pengobatan. Dalam kaidah metode pengambilan
hukum disebutkan Al-Ashlu fil muamalati alibaahah illa ma dalla daliilun ala nahyi. (Pada
prinsipnya, urusan muamalah (duniawi) itu
diperbolehkan kecuali kalau ada dalil yang
melarangnya). Maksudnya, urusan duniawi silakan
dilakukan selama tidak ada dalil baik Al Quran
ataupun hadits yang melarangnya.
Transplantasi bisa dikategorikan urusan muamal
(duniawi). Kalau kita amati, tidak ada dalil baik
dari Al Quran ataupun hadits yang melarangnya.

Lanjutan
Jadi trasplantasi itu urusan duniawi yang
diperbolehkan. Persoalannnya, bagaimana
hukum mendonorkan organ tubuh untuk
ditransplantasi? Islam memerintahkan untuk
saling menolong dalam kebaikan dan
mengharamkannya dalam dosa dan pelanggaran.



( 2: )
"Dan tolong menolonglah kamu dalam berbuat
kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong
menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran." (QS. Al-Maidah 5 :2)

Lanjutan

Menolong orang lain adalah perbuatan


mulia. Namun tetap harus memperhatikan
kondisi pribadi. Artinya, tidak dibenarkan
menolong orang lain yang berakibat
membinasakan diri sendiri, sebagaimana
firman-Nya,

( 195: )
dan janganlah kamu menjerumuskan
dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS.
Al-Baqarah 2: 195

Lanjutan
Muktamar Tarjih Muhammadiyah Ke- 21 di Klaten yang
berlangsung pada tanggal 20 25 H, bertepatan dengan
tanggal 6 11 April 1980, telah membahas masalah
transplantasi ini dan telah memutuskan sebagai berikut :
1. Transplantasi organ adalah masalah ijtihadiyah duniawi,
maka hukumnya berputar pada Kuasa-Nya.
2. Berobat adalah wajib hukumnya.
3. Transplantasi dari segi melukai dan merusak jaringan
dari organ tubuh, hukumnya haram.
4. Ototransplantasi yang donor dan resepiennya satu
individu, hukumnya mubah
5. Homotransplantasi baik living donor maupun cadaver
donor karena darurat menurut medis, hukumnya mubah
6. Semua pencangkokan yang membahayakan baik secara
ruhani maupun jasmani, hukumnya haram.

Pertanyaan :
1. Apakah boleh mengambil sumber
transplantasi organ dari orang yang sudah
meninggal ? Sedangkan dalam Islam kita
tidak boleh menyakiti mayat !
2. Bagaimana hukumnya jika transplantasi
organ itu berasal dari orang yang bukan
beragama Islam ?

SEKIAN