Anda di halaman 1dari 28

KIMIA FISIKA

HUKUM FASA
Kelompok
III

Sasro Arif Purba


(140405085)
Monica Nathalia Sihaloho
(140405086)
Rizki Agusman Pasaribu
(140405087)
Danil Mahaputra
(140405088)

Pendahuluan
Suatu zat dalam fasa padat, cair, dan gas
ditentukan oleh faktor tekanan (P) dan temperatur (T).
Faktor ini juga menentukan kesetimbangan dua fasa
dari materi yang sama.
Aturan fasa dapat digunakan untuk
menjelaskan perubahan keadaan yang dialami oleh
suatu komponen dalam campuran.

Pendahuluan
Syarat kesetimbangan fasa dari suatu sistem:
Sistem sedikitnya mempunyai lebih dari satu fasa

Terjadi perpindahan reversibel spesi kimia dari satu fasa ke fasa lain

Seluruh bagian sistem mempunyai P dan T yang merata

Fasa

Keadaan materi yang seragam di seluruh bagiannya, b

hanya dalam komposisi kimianya, melainkan juga dala


keadaan fisiknya.
Contohnya fasa padat, cair, dan gas.
Banyaknya fasa dalam sistem diberi notasi P.

Fasa

sistem satu fasa : Dua cairan yang bercampur hom

sistem 2 fasa : cairan polar (misal air) dan non pola

(misal :minyak) sistem belerang padat (monoklin dan


rombik)
sistem 3 fasa : es, uap air, dan air

Fasa
Berapa fasa yang ada dalam kesetimbangan berikut:
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)

Jawab:
2 fasa padatan dan 1 fasa gas

Komponen

Jumlah spesi-spesi kimia yang membentuk suatu sist

Variabel ini dibutuhkan untuk menggambarkan kompo


setiap fasa dalam sistem.

Banyaknya komponen dalam sistem disimbolkan deng

Komponen

Berapa komponen yang ada dalam kesetimbangan be


CaCO3 (s) CaO (s) + CO2(g)
Jawab:

Ada 3 zat yang berbeda secara kimiawi, tetapi sistem

berada dalam kesetimbangan sehingga komponenny

menjadi 2 buah. Komposisi ke 2 jenis zat tetap dan je


ke 3 ditetapkan.

Derajat Kebebasan
Jumlah variabel yang diperlukan untuk menentukan
Keadaan suatu sistem.
Tiga variabel dalam proses pemisahan adalah suhu,
tekanan dan komposisi (konsentrasi).
Derajat kebebasan disimbolkan dengan F F = C

Derajat Kebebasan

Berapa derajat kebebasan yang ada dalam kesetimba


berikut:
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2(g)

Jawab:

Ada 3 fasa dan 2 komponen, jadi derajat kebebasann


F=23+2=1

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 1


C
F=11+2=2

Fasa
tunggal

Berarti ada 2
variabel untuk
menentukan
keadaan sistem
yaitu, tekanan dan
temperatur

KIMIA FISIKA

HUKUM FASA
Kelompok
III

Sasro Arif Purba


(140405085)
Monica Nathalia Sihaloho
(140405086)
Rizki Agusman Pasaribu
(140405087)
Danil Mahaputra
(140405088)

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 1


C

Diagram fasa 1 komponen:


(1)Iodium
(2)Karbon dioksida

Diagram Fasa Air


Garis peleburan air menunjukkan
kemiringan negatif
Dipengaruhi oleh volume es > air
pada 0o C
Pengaruh tekanan akan menggeser
kesetimbangan ke arah kanan yang
volumenya lebih kecil yaitu air
P naik, titik lebur es turun

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 2 C


F=21+2=3

Aturan Gibbs
Dalam sistem 2
C pada fasa
tunggal

Berarti ada 3 variabel


untuk menentukan
keadaan sistem yaitu,
tekanan, temperatur,
dan
komposisi/konsentrasi.

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 2 C


Sifat-sifat larutan digambarkan dalam
diagram fasa biasanya menunjukkan
hubungan antara temperatur dan komposisi
pada P 1 atm.
Komposisi dinyatakan dalam fraksi mol (X).
nA
jumlah mol A
XA

jumlah mol A jumlah mol B nA nB


nB
jumlah mol B
XB

jumlah mol A jumlah mol B nA nB

XA + XB = 1

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 2 C


1

Cair - padat
Sistem yg mengandung 2 C

Jenis
diagram
fasa 2 C

Cair - cair
Sistem yg terdiri dari 2 cairan
bercampur sebagian.

Cair - uap
Diagram P - X pada T tetap / diagram
T X pada P tetap

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 2 C

Diagram Fasa untuk Campuran Mengandung 2 C

Diagram Temperatur-Komposisi
Cairan G komposisi Xo,
To pemanasan dimulai
T1 cairan jenuh mulai
mendidih/boilling
point. Komposisi
cairan Xo dan uap Yo
T3 semua cairan
menjadi uap
T2 hanya terdapat fasa
uap

Hukum Raoult
Dalam gas, ideal tidak ada gaya intermolekul dalam
gas
Dalam cairan, ideal gaya intermolekul dalam molekul
sejenis dan tidak sejenis adalah sama

Salah satu sifat


larutan yang penting
adalah tekanan uap
larutan

Kecenderungan menguap
merupakan cara untuk
mengetahui gaya intermolekul
dalam larutan

Hukum Raoult
Raoult (1880)

Tekanan uap pelarut (Pa) pada


permukaan larutan besarnya sama
dengan hasil kali tekanan uap pelarut
murni (Poa) dengan fraksi mol pelarut
dalam larutan (Xa)

Hukum Raoult
Hukum ini dapat ditulis:

Pa = Xa x Poa
Bila zat terlarut volatil, maka:

Pb = Xb x Pob
Bila sistem terdiri dari 2 komponen (A dan B), maka:

P = Pa + Pb atau P = Xa x Poa + Xb x Pob

Distilas
i
Campura
n cairan

Cairan
murni

Uap
diuapkan

diembunkan
dg pendingin

Pelarut

Zat
terlarut

Selain itu, untuk memisahkan 2 cairan yang bersifat


misibel dg TD berbeda.

Distilasi fraksionasi
Komposisi uap pada TD campuran berbeda dg komposisi
campuran itu sendiri

Distilasi

Latihan: Hukum Raoult


3 mol aseton dan 2 mol kloroform dicampur pada suhu 35 oC.
Tekanan uap jenuh aseton dan kloroform pada suhu tersebut
adalah 360 dan 250 torr.
a.Bila larutan tersebut dianggap ideal, hitung tekanan uap
larutan tersebut!
b.Bila larutan tersebut mempunyai tekanan uap sebesar 280
torr, hitung komposisi cairan awal campuran tersebut!

Latihan: Hukum Clapeyron


Berapa titik didih dari benzena jika diketahui titik didih
normalnya adalah 353,2 K. dan tekanan uapnya adalah 0,47
atm dan kalor penguapan molar benzene adalah 31,8 kJ/mol.
Gunakan persamaan berikut:

thanks