Anda di halaman 1dari 9

MATERI

KULIAH
Minggu, 06 Mei 2012

GEOSTRATEGI INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Reformasi di bidang hukum dan politik telah banyak dilakukan, namun kenyataannya
tidak membawa perubahan yang berarti dalam kehidupan rakyat, terutama menyangkut
kesejahteraan, baik lahir maupun batin. Dalam perkembangan kehidupan kenegaraan, nampak
arah prinsip konstitusionalisme dan demokrasi sangat dominan.
Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dilakukan dan dikembangkan di seluruh
dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah atau nama. Matakuliah tersebut sering disebut
sebagai civic education, citizenship education, dan bahkan ada yang menyebut sebagai
democracy education. Matakuliah ini memiliki peran yang strategis dalam mempersiapkan warga
negara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan Civic
International (1995), disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic
culture, untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintahan demokrasi (Mansoer,
2005).
Objek pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan menurut Keputusan Dirjen Pendidikan
Tinggi No.43/DIKTI/KEP/2006 salah satu yang menjadi substansi kajiannya adalah Geostrategi
Indonesia. Di mana Pancasila merupakan dasar filosofi geostrategi Indonesia. Hal ini
berdasarkan analisis sistematis bahwa Pancasila merupakan core philosophy dari Pembukaan
UUD 1945, yang menurut ilmu hukum berkedudukan sebagai staatfundamentalnorm.
Geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional dengan
memanfaatkan geopolitik Indonesia. Dengan Pancasila sebagai dasarnya, maka pembangunan
Indonesia akan memiliki visi yang jelas dan terarah.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun dalam pembahasan makalah yang berjudul Geostrategi Indonesia ini mengangkat
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Geostrategi?
2. Apa saja sifat sifat geostrategi Indonesia?
3. Apa yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Geostrategi

Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi


negara untuk menentukan tujuan dan kebijakan negara. Geostartegi

merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan nasional.


Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi
sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan Undang-Undang
Dasar 1945. Geostrategi juga untuk mewujudkan dan mempertahankan
integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi
Indonesia dirumuskan dalam wujud ketahanan nasional, sehingga bisa
dikatakan geostartegi adalah ketahanan nasional itu sendiri. Ketahanan
nasional itu sendiri adalah suatu kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam
menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan
maupun gangguan yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam,
yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangan mencapai tujuan nasional.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita ketahui geostrategi
ketahanan nasional bukan hanya mencakup ketahanan di bidang
pertahanan dan keamanan, melainkan di segala bidang yang dapat
mendukung integritas, identitas, kelangsungan hidup dan negara serta
perjuangan mencapai tujuan nasional di antaranya mencakup bidang
ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara.
Di dalam imlplementasi geostrategi ini, Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK), terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),
memiliki peranan yang sangat krusial. Mengingat bahwa Indonesia
merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000
pulau, maka tidak dapat disanggah lagi bahwa kebutuhan akan komunikasi
dan informasi sangatlah penting. TIK berperan dalam menyediakan sarana
dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi yang
dapat mencakup seluruh pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bayangkan
saja semisal Indonesia tidak memiliki Teknologi Komunikasi yang
memadai, jika suatu saat di suatu pulau atau daerah terjadi bencana dan

daerah tersebut tidak bisa menghubungi daerah lain karena keterbatasan


teknologi yang kita miliki, tentu saja hal tersebut akan mencoreng
ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai contoh yang
belum lama terjadi yaitu ketika terjadi tsunami di kepulauan Mentawai,
dimana informasi bencana tersebut baru tersebar setelah beberapa hari.
Padahal selama beberapa hari tersebut saudara-saudara kita di sana
banyak yang menderita dan membutuhkan bantuan.
Selain itu TIK yang memadai, harus memiliki kemampuan untuk
berkomunikasi bukan hanya di darat saja tetapi juga di laut, mengingat
bahwa sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Didalam upaya
menjaga pertahanan dan keamanan perairan Indonesia, TIK akan
membantu memperlancar komunikasi dan koordinasi antar kapal. Dengan
kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mencakup
pulau-pulau dan perairan di seluruh Indonesia, maka diharapkan TIK ini
akan mendukung kesatuan seluruh wilayah negara Indonesia.Suatu
strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan
kebijakan, tujuan, sarana untuk mencapai tujnas (pemanfaatan kondisi
lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik).
1. Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi
sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945.
2. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst
majemuk dan heterogen berdasarkan Pembukaan dan UUD 1945.
3. Geostrategi
Indonesia
dirumuskan
dalam
wujud
Ketahanan
Nasional.
Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahanan nasional.
4. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam
menghadapi dan mengatasi segala AGHT baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang
langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup
bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
5. Menggunakan kerangka pikir Pancasila yang komprehensif-integral, dalam IPTEK dikenal
dengan pemikiran kesisteman. Sedangkan sub sistemnya berupa aspek kekuatan alamiah dan
aspek kekuatan sosial.
6. Dalam pengaturan dan penyelenggaraan negara (kehidupan nasional) masalah keamanan dan
kesejahteraan ibarat sebagai sebuah koin. Satu sisi merupakan gambaran kesejahteraan, sisi yang
lain adalah gambaran keamanan.
7. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan sosial.

2.

2.2 Sifat- Sifat Geostrategi Indonesia


1.
Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalangeostrategi Indonesia
ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman,gangguan, hambatan dantantangan terhadap identitas,
integritas,eksistensi bangsa dan negara Indoesia.
Bersifat developmental/pengembangan.yaitu pengembangan potensi kekuatanbangsa dalam ideologi, politik,
ekonomi,sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.

2.3 PengertianHakikat Ketahanan Nasional


Pengertian Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik
yang datang dari luar maupun dari luar negeri, yang langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
dalam mengejar tujuan nasional Indonesia (Suradinata, 2005: 47).
Dalam hubungan dengan realisasi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, maka filsafat
Pancasila merupakan esensi dari staatsfundamentalnorm atau pokok kaidah negara yang
fundamental. Konsekuensinya Pancasila merupakan suatu pangkal tolak derivasi duari seluruh
peraturan perunfang-undangan di Indonesia, termasuk hukum dasar dan selurh system hokum
positif lainnya (Kaelan, 2004). Sementara itu dalam hubungannya dengan ketahanan nasional,
dalam konsepsi dan seluruh pelaksanaannya harus memiliki landasan yuridis yang jelas. Atas
dasar pengertian inilah maka landasan konstitusional atau landasan yuridis ketahanan nasional
Indonesia adalah UUD 1945, yang bersumber pada dasar falsafah Pancasila.
2.3.1 Konsepsi Ketahanan Nasional
Secara konseptual, ketahanan nasional suatu bangsa dilatarbelakangi oleh:
1. Kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara sehingga ia mampu mempertahankan
kelangsungan hidupnya
2. Kekuatan apa yang harus dimiliki oleh suatu bangsa dan negara sehingga ia selalu mampu
mempertahankan kelangsungan hidupnya, meskipun mengalami berbagai gangguan, hambatan
dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar.
3. Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya, mengandung makna keteraturan (regular)
dan stabilitas, yang di dalamnya terkandung potensi untuk terjadinya perubahan (the stability
idea of changes) (Usman, 2003:5).
Berdasarkan konsep pengertiannya maka yang dimaksud dengan ketahanan adalah suatu
kekuatan yang membuat suatu bangsa dan negara dapat bertahan, kuat menghadapi ancaman,
gangguan, hambatan dan tantangan. Tantangan adalah merupakan suatu usaha yang bersifat
menggugah kemampuan, adapun ancaman adalah suatu usaha untuk mengubah atau merombak
kebijaksanaan atau keadaan secara konsepsional dari sudut kriminal maupun politis. Adapun
hambatan adalah suatu kendala yang bersifat atau bertujuan melemahkan yang bersifat
konseptual yang berasal dari dalam sendiri. Apabila hal hal tersebut berasal dari luar maka dapat
disebut sebagai kategori gangguan.

a.

2.3.2 Berdasarkan pengertian sifat-sifat dasar ketahanan nasional adalah:


Integratif
Hal itu mengandung pengertian segenap aspek kehidupan kebangsaan dalam hubungannya

dengan lingkungan sosialnya, lingkungan alam dan suasana ke dalam saling


mengadakanpenyesuaian yang selaras dan serasi.
b. Mawas ke dalam
Ketahanan nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, untuk
mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya. Pengaruh luarnya adalah hasil yang wajar dari
hubungan internasional dengan bangsa lain.
c. Menciptakan kewibawaan
Ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat integrative mewujudkan suatu
kewibawaan nasional serta memiliki deterrent effect, yang harus diperhitungkan pihak lain.
d. Berubah menurut waktu
Ketahanan nasional suatu bangsa pada hakikatnya tidak bersifat tetap, melainkan sangat dinamis.
Ketahanan nasional dapat meningkat atau bahkan dapat juga menurun, dan hal ini sangat
tergantung kepada situasi dan kondisi.
Konsepsi ketahanan nasional tidak memandang aspek-aspek alamiah dan kemasyarakatan
secara terpisah-pisah melainkan meninjaunya secara korelatif, di mana aspek yang satu
senantiasa berhubungan erat dengan lainnya, sedangkan keseluruhannya merupakan suatu
konfigurasi yang menimbulkan daya tahan nasional.
2.3.3 Ketahanan Nasional sebagai Kondisi
Ditinjau dari segi sifatnya maka sebenarnya konsepsi ketahanan nasional tersebut bersifat
objektif dan umum, oleh karena itu secara teoritis dapat diterapkan di negara manapun juga.
Dalam hubungan dengan penerapan konsepsi tersebut faktor situasi dan kondisi negara sangat
menentukan. Oleh karena itu meskipun secara konsepsional sama, namun karena situasi dan
kondisi negara berbeda-beda, maka wujud ketahanan nasional akan berbeda-beda pula.
Dalam hubungan dengan ketahanan nasional Indonesia dengan memperhatikan berbagai
macam bahaya, gangguan yang mengancam, serta situasi dan kondisi dalam negara Indonesia,
maka ditentukan strategi untuk memertahankan kelangsungan hidup negara Indonesia. Bagi
bangsa dan negara Indonesia bahaya yang mengancam dapat berupa subversi dan infiltrasi
terhadap semua bidang kehidupan masyarakat, serta adanya kelemahan-kelemahan yang inheren
denga suatu masyarakat majemuk yang sedang membangun, maka strategi yang dipilih adalah
strategi untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia, maka cara
yang dipilih adalah dengan memantapkan ketahanan nasional. Strategi ini ditentukan
berdasarkan pengalaman sendiri, yang kemudian diolah dan disistematisir hingga menjadi
doktrin. Demikianlah maka ketahanan suatu bangsa adalah merupakan suatu persoalan universal,
sedang cara dan strategi yang ditentukan berbeda-beda. Terdapat berbagai istilah misalnya
strategy of interdependence, strategy of limited war, sedangkan bagi bangsa Indonesia
dikembangkan konsepsi strategi ketahanan nasional (Suradinata, 2005: 50).
2.3.4 Asas- Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan
kebutuhan manusia 8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan

keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang
ada padanya.
Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan
menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya
memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu,
keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah
satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas Komprehensif Intergral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh
menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang,
serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa
secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang
saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan
lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat
positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas kedalam dan ke luar.
Mawas kedalam: mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan
nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan
nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
Mawas ke luar: mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta
menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan
adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin
kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional,
agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian,
interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong,
tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan
kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang
saling menghancurkan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Geostrategi merupakan metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan
melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi

pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang
lebih baik, lebih aman, dan bermartabat.
Geostrategi Indonesia diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan
mempertahankan integritas bangsa dan wilayah tumpah darah negara Indonesia, megingat
kemajemukan bangsa Indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara Indonesia, maka
geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik yang
datang dari luar maupun dari luar negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mengejar
tujuan nasional Indonesia. Ketahanan Nasional berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan
berbangsa dan bernegara, diantaranya aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek
pertahanan dan keamanan.

DAFTAR RUJUKAN
Aminnatul Widyana. 2008. Geostrategi Indonesia, (Online),
widyana.blogspot.com/), diakses 31 Januari.
Scribd. 2011. Geostrategi Indonesia, (Online),
query=Geo+Strategi), diakses 31 Januari.

(http://aminnatul-

(http://www.scribd.com/search?

Ihsan. 2011. Ketahanan Nasional Sebagai Geostrategi Indonesia,


(Online),
(http://ihsanfiles.wordpress.com/category/uncategorized/), diakses 31
Januari.
Muhammad Latif. 2011. Peranan IPTEK Dalam Implementasi Geostrategi Indonesia,
(http://mardoto.com/tag/kewarganegaraan/), diakses 31 Januari.
Hendra. 2011. Geostrategi Indonesia, (Online), (http://hendraabisgaul.blogspot.com),
31 Januari.

Diposkan oleh njoseph Stiawan di 19.54

(Online),

diakses

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke


Pinterest

1 komentar:
1.

Muhammad Badriansyah Putra11 Maret 2013 16.58


Terima
kasih
gan,
buat referensi tugas

atas

ilmu

yang

Balas
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Waktu adalah Uang
Pengikut
Arsip Blog

2014 (1)

o
o

2012 (5)
Mei (2)
GEOSTRATEGI INDONESIA
belajar dan pembelajaran
April (2)
Februari (1)

Mengenai Saya

njoseph Stiawan
Lihat profil lengkapku
Template Simple. Diberdayakan oleh Blogger.

di

bagikan,