Anda di halaman 1dari 24

SURVEY & PEMETAAN

MODUL IV
GEOMORFOLOGI DAN PEMETAAN
A. PETA GEOMORFOLOGI
1. Pengertian Geomorfologi
Geomorfologi adalah merupakan salah satu bagian dari
geografi.Di mana geomorfologi yang merupakan cabang dari
ilmu geografi, mempelajari tentang bentuk muka bumi, yang
meliputi pandangan luas sebagai cakupan satu kenampakan
sebagai bentang alam (landscape) sampai pada satuan terkecil
sebagai bentuk lahan (landform).
Pembagian

Landform

berdasarkan

relief

(ditemukan

berdasarkan lereng dan perbedaan tinggi) :

Bentuk Wilayah
A Datar (flat)
Agak datar (nearly
B
flat)
Berombak
C
(undulating)
D Bergelombang
Bergumuk
E
(hummocky)
Berbukit
kecil
F
(hillmocky)
G Berbukit (hilly)
Bergunung
H
(mountain)

Persentase

Perbedaan

Lereng
<1 %

Tinggi
<2 m

1-3 %

<2 m

2-8 %

2-10 m

9-15 %

10 -50 m

15-30 %

<10 m

15-30 %

10-50 m

15-30 %

50-300 m

>30 %

>300 m

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Kelas

Sifat-sifat proses dan kondisi alamiah


Warna
Lereng
0-2 (0- Datar hingga hampir datar; tidak ada
Hijau
2%)
proses denudasi yang berarti
Agak miring; gerakan tanah kecepatan
2-4
(2Hijau
rendah; erosi lembar dan erosi alur (sheet
7%)
muda
and hill erosion); rawan erosi
Miring; sama dengan di atas, tetapi
4-8
(7dengan besaran yang lebih tinggi. Sangat Kuning
15%)
rawan erosi tanah.
Agak curam; banyak terjadi gerakan tanah
8-16
dan erosi , terutama longsoran yang Jingga
(15-30%)
bersifat nendatan.
16-35
Curam; proses denudasional intensif, erosi Merah
(30-70%)

dan gerakan tanah sering terjadi.


muda
Sangat curam; batuan umumnya mulai

35-55

tersingkap, proses denudasional sangat

(50-140%

intensif,

sudah

mulai

menghasilkan

Merah

endapan rombakan (koluvial)


Curam sekali, batuan tersingkap; proses

>55

denudasional sangat kuat, rawan jatuhan Ungu

(>140%)

batu, tanaman jarang tumbuh (terbatas)

2. Pengertian Peta Geomorfologi


Peta

geomorfologi

menggambarkan

bentuk

didefinisikan
lahan,

sebagai
beserta

peta

yang

proses

yang

mempengaruhinya dalam berbagai skala. Berdasarkan definisi di


atas maka suatu peta geomorfologi harus mencakup hal-hal sebagai
berikut :
a. Peta

geomorfologi

menggambarkan

aspek-aspek

utama

lahan disajikan dalam bentuk simbol huruf dan angka,


warna, pola garis, dan hal itu tergantung pada tingkat
kepentingan masing-masing aspek.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


b. Peta geomorfologi memuat aspek-aspek yang dihasilkan dari
sistem

survey

morfogenesa)

analitik
dan

(diantaranya

sintetik

morfologi

(diantaranya

dan

proses

geomorfologi, tanah/soil, tutupan lahan)


c. Unit utama geomorfologi adalah bentuk lahan didasarkan
atas bentuk asalnya (struktural, denudasi, fluvial, marin,
karts, angin dan es).
d. Skala peta merupakan perbandingan jarak pada peta
dengan jarak sebenarnya yang dinyatakan dalam angka,
garis, atau kedua-duanya.
3. Kegunaan Peta Morfologi
a. Untuk tujuan sains peta geomorfologi memiliki kegunaan :
1) Memberikan informasi mengenai faktor-faktor geologi
apa

yang

telah

berpengaruh

kepada

pembentukan

bentang alam suatu tempat.


2) Memberikan informasi mengenai bentuk bentang alam
apa yang telah terbentuk karenannya. Pada umumnya hal
tersebut diumumkan secara diskriptif.
b. Untuk tujuan terapan geomorfologi memiliki kegunaan yaitu
:
1) Memberikan informasi mengenai goemetri dan bentuk
permukaan bumi seperti tinggi dan luas.
2) Kemiringan lereng, kerapatan sungai dan sebagainya
3) Memberi informasi mengenai proses geomorfologi yang
sedang berjalan seperti :
a) Jenis proses (pelapukan,

sedimentasi,

erosi,

longsoran, pelarutan, dan sebagainya)


b) Besaran dan proses (berapa luas, berapa dalam,
berapa intensitas, dan sebagainya
1. Kegunaan Peta Geomorfologi Antara Lain Adalah :
a. Untuk tujuan sains peta geomorfologi memiliki kegunaan :
1. Memberikan informasi mengenai faktor-faktor geologi apa
yang telah berpengaruh pada pembentukan bentang alam
di suatu tempat.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


2. Memberikan informasi mengenai bentuk bentang alam
apa yang telah terbentuk karenanya pada umumnya hal
tersebut diumumkan secara deskriptif.

b. Untuk tujuan terapan peta geomorfologi memiliki tujuan


antara lain:
1. Memberikan informasi mengenai geometri dan bentuk
permukaan bumi seperti tinggi, luas, kemiringan, lereng,
kerapatan, sungai dan sebagainya.
2. Memberikan informasi mengenai proses geomorfologi
yang sedang berjalan seperti :
Jenis
proses
(pelapukan,

sedimentasi,

erosi,

longsoran, pelarutan dan sebagainya).


Besaran dan proses (berapa luas, berapa dalam,
berapa intensitas dan sebagainya).
4. Cara Membuat Peta Geomorfologi
a. Plotting Lokasi
Pilih daerah pada peta geomorfologi 3 x 3 grid

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


b. Grid
Buat grid baru dalam daerah yang telah dipilih 1 x 1 cm

c. Garis
Buat

kontur
garis
yang

menghubungkan kontur

1)
grid

Pada

tiap

yang

baru,

hitunglah beda tinggi dan kemiringan lereng.


2) Menentukan beda tinggi dengan menghitung banyaknya garis
kontur yang ada dalam 1 grid.Misalnya pada gambar di atas
terdapat 2 buah garis kontur yang berimpit dengan garis

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


warna orange maka beda tinggi = (2-1)x interval kontur = 1 x
25 = 25 m
3) Menentukan kemiringan dengan cara membandingkan antara
beda tinggi dan jarak (jarak ditentukan dari panjang garis x
skala peta). Mis panjang garis = 0,9 cm maka jarak = 0.7 x 500
= 450 m sehingga kemiringan = 25/450 = 0.056 x 100 % = 5.6
%
Pada gambar di bawah ini terdapat 9 garis kontur yang berimpit
dengan garis warna hitam maka beda tinggi

= (9-1) x interval

kontur = 8 x 25 = 200 meter.


Menentukan kemiringan dengan cara membandingkan natar beda
tinggi dan jarak (jarak ditentukan dari panjang garis x skala peta).
Misalkan garis = 1 cm maka jarak = 1 cm x 500 = 500 m sehingga
kemiringan = (200 / 500) x 100 % = 40 %.

Contoh hasil digitasi :

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


10 17
17 12
12
10
0
5
0
5
55
25 35 31
25 35 31
12 12 12
12 12 12
5
5
5
528 528 528
28
12 28
12 28
12
12
12
12
5
5
5
528 528 528
12 28
50 28
50
28
5
0
0
12
50
50
528 050 050
10 50
17 50
12
28
0
5
5
10
17
12
37 35 31
0
5
5
12 17 50
37
35
31
5
5
0
12
17
50
36 35 50
510 512 012
36
35
50
0
5
5
10
29 12
28 12
30
010 510 512
0
0
5
29
28
30
29
25
27
10 10 12
010 015 515
0
0
0
29 25 27
29 28 30
10 15 15
10 15 15
00
00
00
29
29 28
27 30
27
10
15
15
10 15 12
00
00
05
29 27
27 27
29
29
10 15 12
0
0
5
29 27 29
pembagian

50
50
33
33

10
10
00
40
40
50
50
33
33

75
75
38
38

75
75
31
31

50
50
30
30

10
10
75
75 50 75
0
32 31 33
022
32
22
15
10
75 25
25 50
50 10
15
75
0
0
32
48
31
031 32 48 31 0
25
45 50 42 42 25
42
31
0
0
5
5
5
45
50
42
42
42
48 5
48
050 050 548 5
10
10
12
15
15
50 50 48 48 48
0
0
5
0
0
10
10
12
15
15
37 37 31 31 31
0
0
5
0
0
45 15 15 12 10
37
37
31
31
31
0
0
0
5
0
45
15
15
12
10
50 31 31 35 33
015 015 017 5
12 0
10
50
31
31
35
33
0
0
5
5
0
15
31 15
33 17
38 12
35 10
33
17 0
15
075 010 517 5
0
5
5
0
31
25 33 38 35 33
25
31
31
33
75 10 17 17 15
15 015 510 5
10 0
10
25
0
0
0
0
0
25 31 31 33
30 30 21 21 25
15 15 10 10 10
10 12 10 10 10
00
05
00
0
0
0
0
30
30 30
31 21
21 21 25
10
12 12
12 10
10 10
15 10
05
55
00
0
0
31 31
31 21
31 21
33 25
30
12 12 10 15 10
5
5
0
0
0
31 31 31 33 25
warna pada pembagian

25
25
48
48

75
75
33
33

75
75
28
28

75
33

75
33

75
28

10
10
0
0
25
10
25
0
10
25
0
10
25
0
10
33
0
10
33
0
10
33
0
10
33
0
10
33
10
0
0
33
20
10
0
75
27
20
75
10
27
0

10
10
0
0
25
10
25
0
10
25
0
12
25
5
12
25
5
15
25
0
15
37
0
15
37
0
15
35
15
0
0
35
27
15
12
0
5
27
28
12
12
5
5
27 28
10 12
75
0
5
27
27 28
12
75
5
27
28
landform

ini :

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

10
10
0
0
25
10
25
0
10
25
0
12
25
5
12
25
5
15
25
0
15
37
0
15
37
0
15
37
15
0
0
37
25
15
15
0
0
25
25
15
15
0
0
25
15
0
25
Beri
15
warna
setiap
0
grid
sesuai
25
pada relief di bawah

SURVEY & PEMETAAN

Beda

tinggi

75-

150,dengan kemiringan 21-30, kemungkinan kategori perbukitan.


Beda tinggi 25 500 dengan kemiringan 31-50, kemungkinan
kategori perbukitan bergelombang yang curam.

Grid yang digabungkan kemungkinan kedua kategori menjadi


seperti gambar di bawah ini

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN

Peta geomorfologi akan menjadi seperti ini :

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN

B. PLANIMETER
1. Pengertian Planimetri
Planimetri merupakan metode penentuan luasan secara
grafis. Pada dassarnya penentuan luasan dan volume memiliki
banyak cara dan metode. Akan tetapi, untuk menghitung
luasan pada peta geomorfologi metode grafis yaitu dengan
bantuan alat Planimeter.
2. Pengertian Planimeter
Planimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk
menentukan

wilayah

dimana

bentuk

dua

dimensi

yang

luasannya berbentuk tidak beraturan. Planimeter ada dua


macam, yaitu planimeter manual dan planimeter digital. Pada

laporan ini akan dibahas tentang planimeter manual.


Gambar 1. Planimeter manual
3. Bagian-bagian planimeter
Alat planimetri terdiri dari dari dua tangkai (batang)
yang dihubungkan oleh sendi yang memungkinkan kedua
tangkai tersebut bergerak bebas pada meja gambar. Tangkai

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


yang pertama disebut tangkai jarum tetap atau tangkai batang
(kutub), dibagian ujung lain dari tangkai tetap terdapat jarum
pelacak tetap yang disebut dengan kutub planimeter. Tangkai
yang kedua disebut tangkai pelacak. Pada ujung-ujung tangkai
pelacak terdapat sebuah roda (roda ukur) dan jarum pelacak
untuk menelusuri batas daerah yang diukur. Roda ukur dapat
berputar bersamaan dengan gerakan dari jarum pelacak.
Banyaknya putaran dapat dibaca pada piringan berskala yang
dihubungkan dengan roda ukur.

Gambar 2. Bagian-bagian Planimeter


Keterangan :
1. Batang kutub
2. Batang pelacak
3. Kutub planimeter (tetap)
4. Sendi (engsel)
5. Jarum pelacak
6. Roda ukur berskala
7. Piringan berskala
8. Klem (untuk mengatur panjang batang pelacak)
9. Skala Nonius
4. Cara menggunakan Planimeter
Langkah-langkah mempersiapkan alat planimeter sebelum
digunakan untuk menghitung luas :

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


1) Sediakan peta yang akan diukur
2)

Letakan Peta yang akan dgunakan di atas meja, dan


usahakan agar tidak bisa berpindah posisi

3) Mengeluarkan alat dari box alat


4) Mengatur panjang batang pelacak
5) Mencari

posisi

untuk

kutub

planimeter.

Posisi

kutub

diusahakan agar batang pelacak dapat menjangkau seluruh


garis batas dengan sudut antara batang pelacak dengan
batang kutuk lebih kecil dari 180.
6) Setelah kutub terpasang, gerakkan mengelilingi area batas
untuk mengetahui ada tidaknya hambatan dari gerak roda
Langkah menghitung luas:
1) Lihat titik merah pada lensa alat, kemudian tepatkan titik
tersebut pada garis/ batas wilayah yang akan dicari luasannya.
2) Tempatkan jarum pelacak mulai dari titik awal (misal x0 ), yang
telah ditentukan, kemudian putar roda ukur maju (searah
jarum jam) atau mundur (berlawanan arah jarum jam) melalui
x1 sampai kembali ketitik awal (x0).
Pada titik start awal sebelum mulai menyusuri garis batas,
dilakukan pembacaan terlebih dahulu pada titik start. Nilai
didapat dari piringan berskala dan skala nonius. Tahap ini juga
dilakukan pada titik akhir (x1).
Syarat dari pengukuran luas dengan planimeter yang baik
adalah selisih antara bacaan di x0 dan x1 tidak lebih dari 20.
Dengan konversi tertentu, maka luas akan dapat dihitung.
Ketelitian hasil sangat bergantung pada besar atau kecilnya skala
peta. Semakin besar skala petanya, akan semakin teliti hasil
luasannya.
Penghitungan Luas dengan Planimeter

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Untuk mendapatkan luasan suatu daerah permukaan
bumi dipeta maka diadakan pengukuran dengan metode
planimetri dari titik awal x0 sampai dengan titik akhir x1
dengan menggunakan rumus :
1. Ldn = Lxn x skala peta
2. Lds = Ld1 + Ld2 + + Ldn
3. SP =

Lds
x 100 %
Lp

4. Tkp = Sp 100 %
Keterangan :
Ldn = luas daerah ke-n pada planimeter
Lds = luas daerah keseluruhan pada planimeter
Sp =

selisih perhitungan antara luas peta dan luas peta pada

planimeter
Lp = luas peta
Tkp = tingkat keselahanpengukuran
HASIL PERHITUNGAN LUAS PADA PETA GEOMORFOLOGI

Diketahui

Peta

1221

25000
= 30525000

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

Luas
x

SURVEY & PEMETAAN


1. Menghitung luas setiap daerah
Ld1 = 0037 x 25000 = 925000
Ld2 = 0312 x 25000 = 7800000
Ld3 = 0136 x 25000 = 3400000
Ld4 = 0147 x 25000 = 3625000
Ld5 = 0601 x 25000 = 1502500
2. Menghitung luas keseluruhan
Lds = 925000 + 7800000 + 3400000 + 3625000 + 1502500
= 30825000
3. Menghitung selisih perhitungan peta asli dan hasil pengukuran
30825000
Sp =
x 100 % = 100.98 %
30525000
4. Menghitung Kesalahan pengukuran
Tkp = 100.98 % - 100 % = 0.98 %
5. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Hasil ploting lokasi yang telah ditentukan, dengan
menghitung beda tinggi dan kemiringan lereng, maka dapat
disimpulkan jika daerah tersebut terdiri dari beberapa
kondisi eksisting yang berbeda, mulai dari datar (0-2%),
miring (7-15%), agak curam (15-30%), serta didominasi oleh
kondisi alam yang curam dimana persen kemiringannya
sebesar 30-70%
Berdasarkan pengukuran luasan dengan menggunakan
alat planimeter yang dibandingkan dengan luasan asli peta,
didapatkan ketelitian pengukuran sebesar 99.02 %.
b. Saran
Untuk

mengurangi

kesalahan

dalam

pengukuran,

praktikan diharapkan telah mengetahui cara penggunaan


alat

dan

sebelum

digunakan

dikalibrasi .

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

terlebih

dahulu

alat

SURVEY & PEMETAAN

MODUL III
PENGUKURAN DENGAN MENGGUNAKAN GPS
A. PENGERTIAN GPS
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan
penentuan posisi

yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini

didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi


mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan
cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan
orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi
tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat
memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter
(orde nol) sampai dengan puluhan meter.
GPS atau Global Positioning System dalam pengertiansederhana adalah
salah satu sistemyang akan membantu kita untuk mengetahui posisi kita berada
saat ini. GPS bekerja dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat
GPS (handphone atau Blackberry yang dilengkapi teknologi GPS misalnya).
Untuk memperoleh detil posisi yang seakurat mungkin, GPS sebaiknya digunakan
di ruang terbuka Penggunaan GPS di dalam ruangan, hutan ataupun di tempat
yang

banyak

gedung-gedung

tinggi,

akan

membuat

GPS

bekerja

kurangakurat.Informasi GPS ditransmisikan oleh beberapa satelit (tiga satelit


misalnya) sehingga GPS receiver mampu mengkalkulasi dan menampilkan
seakurat mungkin posisi, kecepatan dan informasi waktu kepada pengguna GPS.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Keistimewaan GPS adalah mampu bekerja dalam berbagai kondisi cuaca,
siang atau malam. Keakuratan sebuah perangkat GPS bisa mencapai 15 meter,
bahkan model terbaru yang dilengkapi teknologi Wide Area Augmentation System
(WAAS) keakuratannya sampai 3 meter.
Jika handphone, blackberry atau mungkin Motorola Milestrone / Droid
anda telah dilengkapi dengan fitur GPS, maka anda bisa melihat posisi anda
berada saat ini di maps (Google Maps, misalnya), bahkan anda bisa menentukan
berapa lama perjalanan anda dari suatu tempat ke tempat lain, terus anda juga bisa
mengukur berapa kecepatan kendaraan anda, dan tentunya anda juga diberi
petunjuk jalan yang mesti dilalui, berapa liter bensin yang dibutuhkan untuk anda
bisa sampai ketujuan. Ada berbagai banyak manfaat yang bisa anda peroleh dari
GPS di handphone anda, apalagi dengan dukungan berbagai aplikasi,yang
tentunya bisa memudahkan anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sistem GPS
Satelit GPS mengelilingi bumi 2x sehari
Satelit ini mentransmisikan signal ke bumi
Signal tersebut digunakan untuk menghitung posisi
GPS membedakan waktu yang ditransmisikan untuk menghitung posisi
Waktu tersebut dihitung sebagai jarak dari beberapa Satelit GPS untuk hitung
posisi di bumi & permukaannya, termasuk exosphere
Dasar Kerja GPS
GPS harus memilii setidaknya 3 satelit untuk hitung posisi 2D dan
pergerakannya.
Dengan 4 satellites, GPS kita dapat menghitung posisi 3D position (latitude,
longitude & ketinggian).
Dengan informasi posisi, GPS dapat menghitung data lain seperti : kecepatan,
arah, lintasan, jarak tempuh, jarak ke tujuan, matahari terbit & terbenam dan
lain-lain.
Keakuratan Perangkat GPS
GPS umumnya memiliki 12 chanel secara parallel.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Faktur atmosfir dapat mengurangi ketepatan.
GPS untuk penerbangan dapat mencapai keakurasian sampai dengan +/- 15
meters.
WAAS (Wide Area Augmentation System) dapat meningkatkan keakurasian
hingga +/- 3 - 8 meters.
Tidak ada alat khusus atau biaya extra untuk mendapatkan signal WAAS,
selama negara tersebut memasang WAAS ground / koresi satelit.
Sedang Differential GPS (DGPS) dapat meningkatkan keakurasian hingga +/3-5 meter.
DGPS terdiri dari alat yang menerima signal dan mentransmisikan ulang
untuk mengoreksi posisi, alat ini dipakai untuk penerbangan, di Halim Airport
ada 2 unit DGPS untuk meningkatkan keakurasian.
Untuk koreksi ini GPS kita harus memiliki differential beacon receiver and
antenna, seperti pada GPS295 dimana kita dapat menyetel frequensi dari
beacon tersebut.
Sumber Kesalahan
Keterlambatan dari pantulan Ionosphere dan troposphere : terjadi penurunan
ketepatan akibat dari keterlambatan waktu saat signal saat menembus lapisan
ini, namun GPS dapat mengkoreksi dengan mengasumsikan factor kesalahan
rata rata.
Eror dari Pantulan signal: hal ini terjadi jika signal GPS berpantul melalui
objek spt bangunan atau gunung sebelum dia diterima unit kita.
Kesalahan Waktu dari unit kita: Ketepatan waktu / jam dari unit kita tidak
setepat jam Atom di GPS satelit (GPS memakai Atomic Clock). Untuk itu ada
sedikit error waktu.
Orbital errors - dikenal sebagai ephemeris errors, hal ini terjadi jika ada
pergeseran dari orbit / laporan dari satelit untuk posisinya.
Jumlah satelit yang diterima: Tambah banyak signal yang diterima tambah
tinggi ketepatannya, Banugnan, gunung, gangguan elektronik, bahkan pohon
rindang dapat mengurangi ketepatan.
Posisi relative dari Satelit / gangguan sisi miring: hal ini terjadi jika posisi
satelit terletak pada sudut yang sangat lebar atau sangat dekat atau hamper
berhimpitan satu sama lain sehingga perhitungan ketepatan berkurang.
Penurunan degradasi yang diatur oleh departemen pertahanan Amerika / SA
(Selective Availability): hal ini dilakukan untuk menghindari militer

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


menggunakan ketepatan dalam hal khusus, dan militer bahkan menggunakan /
mengatur orbit yang terfokus pada area tertentu seperti apda perangteluk, SA
ini telah di hapuskan, karena pihak sipil khususnya penerbangan sipil
mengajukan keberatan akhirnya pada Mei 2000, pemerintah menghapuskan
SA ini agar penerbangan sipil memiliki ketepatan yang lebih baik.
B. KEMAMPUAN GPS
Beberapa kemampuan GPS antara lain dapat memberikan informasi
tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di
bumi ini tanpa tergantung cuaca. Hal yang perlu dicatat bahwa GPS adalah satusatunya sistem navigasi ataupun sistem penentuan posisi dalam beberapa abad ini
yang memiliki kemampuan handal seperti itu. Ketelitian dari GPS dapat mencapai
beberapa mm untuk ketelitian posisinya, beberapa cm/s untuk ketelitian
kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian waktunya. Ketelitian posisi
yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu metode penentuan
posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode pengolahan datanya.
C. TIPE ALAT (RECEIVER ) GPS
Ada 3 macam tipe alat GPS, dengan masing-masing memberikan tingkat
ketelitian (posisi) yang berbeda-beda. Tipe alat GPS pertama adalah tipe Navigasi
(Handheld, Handy GPS). Tipe nagivasi harganya cukup murah, sekitar 1 4 juta
rupiah, namun ketelitian posisi yang diberikan saat ini baru dapat mencapai 3
sampai 6 meter. Tipe alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe
pemetaan), yang biasa digunakan dalam survey dan pemetaan yang membutuhkan
ketelitian posisi sekitar sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Tipe
terakhir adalah tipe Geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian
posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise
positioning seperti pembangunan jaring titik kontrol, survey deformasi, dan
geodinamika. Harga receiver tipe geodetik cukup mahal, mencapai ratusan juta
rupiah untuk 1 unitnya.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN

MODUL IV
PENGUKURAN LUAS
A. TUJUAN INSTRUKSI UMUM
1.

Mahasiswa dapat memahami

cara/metode dalam pegukuran luas.


2.

Mahasiswa dapat memahami


jenis alat yang secara mekanis/elektris dapat digunakan untuk penentuan luas
suatu bidang.

B. TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS


1.
Mahasiswa dapat melakukan perhitungan-perhitungan luas
bangun, baik bangun sederhana menyudut maupun tidak beraturan, denan
menggunakan metode-metode analitis/bentuk bangun yang akan diukur, yaitu
Metode sympson, Metode Trapesium, Meode Kubus, Metode Geometris, dan
Metode Lajur.
2.
Mahasiswa dapat mengoperasikan peralatan pengukuran luas,
3.

yaitu planimeter, baik jenis manual maupun digital.


Mahasiswa dapat melakukan pengukuran-pengukuran luas praktis
pada aktifitas kontruksi/pekerjaan sipil yang berbeda.

4.
C. PERALATAN
1.
2.
3.
4.
5.

Planimeter Manual Tipe Roller KP-46


Planimeter Digital KP-90N
Planimeter Digital KP-92N
Kertas Milimeter
Alat-alat Tulis

D. TINJAUAN PUSTAKA DAN PROSEDUR PENGUKURAN


Metode-metode pengukuran yang dapat diterapkan dalam perhitungan luas:
1.
Metode Kubus/Kisi-Kisi
Perhitungan luas pada metode ini yaitu dengan menggunakan media bantu
berupa kertas millimeter untuk meletakkan bidang bangun yang akan diukur
luas, sesuai skala gambar yang digunakan.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


AREAL A
Skala 1: 1.000

Gambar 5.1
Areal A berskala 1 : 1.000 akan diukur dengan cara grafis dengan menghitung
jumlah otak-kotak/kubus yang terdapat pada bangun tersebut.
Areal/Kotak dihitung jumlahnya.
Luas 1 kotak dihitung sesuai skala gambar.
Jumlah luas kotak merupakan total enjumlahan luas bentuk
-

kubus tersebut.
Bagian tepi dengan batas tidak beraturan diestimasi secara

grafis, kemudian dihitung jumlah kotak-koak batas tersebut.


Luas total merupakan jumlah luas kotak persegi dengan
bangun di batas yang tidak beraturan.

2.

Metode Geometris
Segmen 1

AREAL A
Skala 1: 1.000

Segmen 2
Segmen 3

Gambar 5.2
Pada metode ini, juga dengan media kertas millimeter, gambar/areal yang
akan diukur dibagi kedalam bentuk/bangun yang secara geografis dapat
dihitung dengan rumus luas bangun yang ada, misalnya segitiga dan trapezium.
Masing-masing segmen dihitung menurut rumus bangun/geometrisnya. Luas
dihitung menurut skala gambar. Total luas merupakan jumlah luas seluruh
segmen.
3.

Metode Trapesium

Strip
Stella Maria Doloksaribu
F 111 10
158
Offset 1

Offset 2

Offset 3

Offset 4

Offset 5

AREAL A
Skala 1: 1.000

SURVEY & PEMETAAN

Gambar 5.3
Pada metode ini, juga dengan media kertas millimeter, areal A dibagi
kedalam 4 sub areal (4 Strip) sehingga akan terdapat 5 garis potong (offset).
Perhitungan luas dilakukan dengan menggunakan persamaan :
Luas = Lebar Strip*(rata-rata offset awal dan akhir + jumlah offset lainnya
Sebagai catatan, lebar strip dan panjang offset tergantung hasil ukur gambar
sesuai skala.
4.

Metode Sympson

AREAL A
Skala 1: 1.000

Q
Strip

Gambar 5.4
Offset 1
Offset 2
Offset 3 Offset 4 Offset 5
Pada metode
ini,
areal
harus
dibagi(y4)
kedalam(y5)segmen-segmen dengan jumlah
(y0)
(y1)
(y3)
offset harus ganjil. P dan Q merupakan titik-titik terluar.
Rumus perhitungan luas :
Luas = 1/3 lebar strip*[offset pertama + offset terakhir + 2(jumlah offset
ganjil) + 4(jumlah offset genap)]
Luas = 1/3 lebar strip* [y0 + y4 + 2(y2) + 4(y1 + y3)]
5.
Metode Koordinat
Metode ini merupakan metode yang paling akurat untuk bangun ukur/bidang
dengan batas garis/sudut sehingga membentuk sgi banyak (polygon) tertutup,
yang sama titik-titiknya memiliki koordinat masing-masing.

D
C

Gambar 5.5
Diketahui : koordinat masing-masing titik :
A

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Titik
A
B
C
D

Koordinat X
1000
1560
1515
1105

Koordinat Y
1000
880
1265
1320

Rumu perhitungan luas :


2 Luas = XnY n+1 X n +1Yn , atau
XnY n +1 X n+1Yn
Luas =
2
6.

Metode
menggunakan Planimeter
a.

Mekanis

Planimeter

dengan
Manual

(type roller planimeter)


Nomor planimeter dicatat.
Dicek/diperhatikan skala gambar.
Tracer arm length dicatat (tergantung nomor planimeter).
Unit area dicatat (tergantung skala gambar yang digunakan).
Pengukuran dilakukan dengan putaran searah jarum jam.

Arah putaran planimeter

Titik start
A

Skala 1 : 1.000

Gambar 5.6

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


Pada gambar diatas penjejakan dimulai dari titik A searah jarum jam (kekanan)
dan kembali ketitik A. pencatatan pembacaan dilakukan setelah penjejakan kembali ke
titik awal.
Jika didalam areal tersebut terdapat luasan yang harus dikeluarkan (dienclave),
seperti gambar B diatas, maka setelah tiba dititik A penjejakan dilanjutkan kea rah titik
awal di areal B dan dijejaki garis batas tersebut berlawaanjarum jam mengelilingi areal
B, setelah itu kembali ketitik A melalui garis yang sama ketika masuk ke areal B.
Revolution dial
6

7
5

2
9

Vernier (nonius) : garis kelima

Angka resolusi : antara 1 dan 2


Angka rotasi : antara 5 dan 6

Gambar 5.7
Berdasarkan gambar diatas, maka pembacaan adalah : 1515
Perhitungan luas diperoleh dari perkalian pembacaan planimeter dengan
Unit Area planimeter. Sebagai contoh, untuk gambar diatas :
Skala gambar

: 1 : 1000

Unit Area

: 10 m2

Pembacaan planimeter : 1515


Luas Areal

: 1515*10 = 15150 m2

Pembacaan planimeter dilakukan minimal 3 kali, dan luas yang dicari


adalah luas rata-rata sekian pembacaan, dengan mengetahui pula nilai
standar deviasi pengukuran luas.
b.
-

Planimeter Digital
Nomor planimeter dicatat : KP 90N atau KP 92N
Catat skala gambar

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158

SURVEY & PEMETAAN


-

Untuk planimeter KP 90N luasan areal akan terlihat langsung


dari bacaan pada display alat (sesuai skala) dan unit yang dipilih pada
alat.

Untuk planimeter KP 92N luas areal diperoleh dari perkalian

luas pembacaan di alat (cm2) atau (m2) dengan skala gambar.


Pengukuran dilakukan minimal 3 kali, diambil nilai rata-rata
serta dihitung nilai standar deviasi.

Stella Maria Doloksaribu F 111 10


158