Anda di halaman 1dari 12

Kesetimbangan Kimia

(Chemical Equlibria)
Kelompok V

Alvin (140405024)
Herianto Silalahi (140405025)
Annissa Putri Harun (140405026)
Riski Sakinah H Hutasuhut (140405027)
Pittor Suherman (1404050228)

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
Memahami
Keadaan Setimbang Dalam Reaksi Kimia.
1. Perhatikan reaksi ini :
NaOH(aq) + HCl(aq)

NaCl(aq) + H2O(l)

Reaksi natrium hidroksida dan asam klorida menghasilkan natrium


klorida (garam dapur) dan air. Adalah contoh reaksi satu arah (reaksi
irreversible).
NaCl(aq) + H2O(l)
NaOH(aq) + HCl(aq)
2. Perhatikan reaksi ini :
H2(g) + I2(g)

2HI(g)
H2(g) + I2(g)

2HI(g)
H2(g) + I2(g)
2HI(g)

Adalah contoh reaksi kesetimbangan (reaksi reversible) reaksi dua arah.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
H2(g) + I2(g)
2HI(g)
Keadaan setimbang suatu reaksi bersifat dinamis (tidak statis).
Artinya: pada saat setimbang reaksi tidak berhenti, tapi terus
berlangsung dalam 2 arah dengan laju reaksi yang sama.

N2(g) + 3H2(g)

2NH3(g)

Gas N2 dan gas H2 jika dicampur dengan angka banding volume 1 : 3


pada temperatur kamar maka tidak terjadi reaksi. Namun pada
temperatur 200oC 30 atm dan ditambah katalis, maka reaksi dapat
berlangsung cepat. Setelah terbentuk NH3, pada temperatur yang tinggi
tersebut NH3 juga akan terurai menjadi gas N2 dan gas H2.
Ketika laju reaksi ruas kiri = laju reaksi ruas kanan adalah sama,
maka dapat dikatakan reaksi telah mencapai kesetimbangan.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
Pergeseran
Kesetimbangan
N2(g) + 3H2(g)

2NH3(g)

Jika
suatu
reaksi
kesetimbangan
dilakukan
aksi
tertentu,
maka
kesetimbangan akan bergeser untuk
menghilangkan
pengaruh
aksi
tersebut...dapat
(Louis
1850
Reaksi kesetimbangan
di geserLeke Chatelier
arah yang dikehendaki,
1936)
dengan cara
melakukan tiga macam tindakan :
Mengubah konsentrasi salah satu zat
Mengubah suhu
Mengubah tekanan atau volume gas

Kesetimbangan Kimia (Chemical


1.Equilibria)
Konsentrasi zat
Jika salah satu zat konsentrasinya diperbesar (dipekatkan), maka reaksi akan
bergeser dari arah zat tersebut. Maksudnya, jika konsentrasi salah satu zat
diperkecil (diencerkan), maka reaksi akan bergeser ke arah zat tersebut.

N2(g) + 3H2(g)

2NH3(g)

Contoh dalam kehidupan sehari-hari :


Lapisan email gigi mengandung zat perekat Ca5(PO4)3OH [hidroksiapatit],
dalam mulut terjadi kesetimbangan :
Ca5(PO4)3(OH)(s)
5Ca2 + (aq) + 3PO4 3- (aq) + OH- (aq)
Terlalu banyak makan/minum mengandung asam (H3O+), maka ion hidronium
akan mengikat OH-, akhirnya OH- berkurang. Reaksi kesetimbangan akan
bergeser kekanan, akhirnya email gigi terkikis.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


2.Equilibria)
Perubahan Suhu
N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g) H = -92 kJ
Reaksi pembentukan NH3 adalah eksoterm karena H = (negatif). Jika
reaksi dibalik (reaksi penguraian NH 3) maka menjadi reaksi endoterm H
= (positif).
Jika suhu dalam reaksi dinaikkan, maka laju reaksi akan menuju ke arah
endoterm (karena memerlukan kalor). Kalau suhu diturunkan maka laju
reaksi akan mengarah ke eksoterm.
Pada reaksi diatas :
Jika suhu dinaikkan, pembentukan gas N 2 dan H2 semakin bertambah,
NH3 berkurang.
Jika suhu dikurangi, pembentukan NH 3 bertambah, gas H2 & N2
menjadi berkurang.
N2O4(g)
2NO2(g) H = +58 kJ

Kesetimbangan Kimia (Chemical


3.Equilibria)
Perubahan Tekanan

N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g) H = -92 kJ
Angka banding mol ditunjukkan dengan angka koefisien. Pada reaksi diatas
total perbandingan mol gas ruas kiri dan ruas kanan adalah 4:2 Jika
tekanan gas diperbesar, maka arah reaksi akan bergeser kearah zat
dengan jumlah mol gas paling sedikit (NH3), sehingga NH3 semakin
banyak terbentuk.
Jika tekanan gas diperkecil, reaksi akan bergeser kearah zat dengan
jumlah mol paling banyak, NH3 makin berkurang.
N2O4(g)
2NO2(g)
Penambahan tekananan justru akan menggeser reaksi kearah kiri.
Atau pada reaksi :
H2(g) + I2(g)
2HI(g)
perbanding mol gas ruas kiri dan kanan yang sama banyak, maka
perubahan tekanan tidak berpengaruh terhadap pergeseran reaksi.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
Peran
Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia
pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh
reaksi itu sendiri (lihat pula katalisis). Suatu katalis berperan dalam
reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.
Konsep laju reaksi :
Peran katalis dalam mempercepat reaksi adalah dengan menurunkan
energi aktivasi. Katalis dalam reaksi reversible (kesetimbangan), maka
laju reaksi ruas kiri dan kanan (2 arah) sama-sama lebih cepat
dibandingkan tanpa katalis.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)

Aplikasi Kesetimbangan Kimia


Pembuatan Asam Sulfat melalui
Reaksi Kontak

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
Reaksi
pembuatan asam sulfat, cukup sederhana yaitu ada tiga tahap :
Tahap 1: S + O2
SO2
SO2 yang terbentuk dioksidasi di udara dengan memakai katalisator.
Reaksinya berbentuk kesetimbangan:
Tahap 2: 2SO2 + O2
2SO3 (Eksoterm)
Reaksi pada tahap 2 berlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi,
pada suhu tinggi kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri. Reaksi
lebih baik berlangsung pada suhu rendah, tetapi berjalan lambat.
Untuk mempercepat reaksi dibutuhkan katalisator Vanadium Oksida
(V2O5). Dengan memperhitungkan faktor-faktor waktu dan hasil,
dipilih suhu 400 C karena hasil yang diperoleh pada suhu ini kira-kira
98% dengan tekanan tetap 1atm.

Kesetimbangan Kimia (Chemical


Equilibria)
Tahap 3: SO3 + H2SO4
H2S2O7 (asam pirosulfat )
Karena gas SO3 agak sukar larut dalam air, maka SO3 dilarutkan dalam
H2SO4 pekat, asam pirosulfat kemudian disirami air.
H2S2O7 + H2O
2 H2SO4
Didapatlah asam sulfat dalam rasio hasil reaksi yang mencapai 99,5
%.