Anda di halaman 1dari 4

Judul

Konsep dan Implementasi Akuntansi Corporate Social Responsibility pada PT


Semen Bosowa Maros
Jenis Penelitian
Penelitian ini dirancang dan disajikan dengan metode kualitatif, yaitu
merupakan metode untuk eksplorasi dan memahami makna yang oleh
sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah
sosial

atau

kemanusiaan.

Metode

penelitian

kualitatif

menggunakan

paradigma posmodernisme.
Latar Belakang
Di Indonesia, kewajiban perusahaan untuk melaksanakan Corporate
Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial menjadi isu penting
dalam beberapa tahun terakhir karena telah diatur dalam Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dalam peraturan ini
diatur bahwa perusahaan yang wajib melaksanakan CSR adalah perusahaan
yang bisnisnya terkait penggunaan sumber daya alam. Masih banyak pelaku
bisnis menolak untuk mengimplementasikan kewajiban CSR ini dengan
beberapa alasan: 1. CSR pada umumnya adalah sebuah kegiatan sukarela
sehingga aneh apabila CSR dijadikan suatu kewajiban; 2. Dana implementasi
CSR diambil dari laba perusahaan, maka akan menurunkan deviden
pemegang

saham;

3.

Kewajiban

implementasi

CSR

dianggap

akan

mengganggu iklim investasi di Indonesia.


CSR dengan model charity saat ini telah ditinggalkan dan mulai beralih
ke model Community Development (comdev). Model comdev dianggap
mampu

meningkatkan

kapasitas

masyarakat

dalam

pemberdayaan

masyarakat. Selain itu, CSR model ini akan meningkatkan nilai perusahaan
melalui implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan membentuk
image baik di mata masyarakat. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia yang mengungkapkan informasi CSR pada pelaporan keuangannya


mendapat respon positif dari para investor.
Tuntutan

perusahaan

terkait

CSR

mendorong

munculnya

social

accounting atau akuntansi sosial. Akuntansi sosial didefinisikan sebagai


pengukuran dan pelaporan, internal atau eksternal, atas informasi berkaitan
dengan dampak adanya suatu perusahaan beserta aktivitas-aktivitasnya
terhadap masyarakat sekitar (Kolk, Ans., 2003). Implementasi akuntansi
sosial masih terhambat, karena umumnya akuntan perusahaan masih
menganggap bahwa laporan CSR merupakan pelengkap laporan keuangan.
Selain

itu

terdapat

sebuah

hasil

penelitian

oleh

Gray

(2006)

yang

menyatakan bahwa posisi dan keberadaan akuntansi sosial dianggap


sebagai pencitraan dan legitimator perusahaan. Relevansinya terhadap
informasi yang diberikan masih tidak jelas. Tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah mengetahui konsepsi para pelaku bisnis perusahaan
terkait

aktivitas

CSR

dan

akuntansi

yang

diimplementasikan

pada

perusahaan.
Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini dilaksanakan di PT Semen Bosowa Maros. Alasan
pemilihan lokasi tersebut, karena perusahaan tersebut begerak dibidang
pengelolaan sumber daya alam, dan perusahaan ini dengan sukarela sudah
melaksanakan program CSR.
Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer
(utama), yakni data yang diperoleh dari sumber utama (informan), berasal
dari

hasil

wawancara

mendalam

dengan

pihak-pihak

yang

terkait

pelaksanaan CSR di lokasi penelitian, dan catatan-catatan pengamatan,


kemudian dilengkapi dengan data-data sekunder yakni data laporan
keuangan tahunan, laporan CSR, dokumen resmi, transkrip dan lainnya.
Metode Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan


metode Dekonstruksi Derrida. Dekonstruksi Derrida terhadap teks dijalankan
dengan melakukan pembacaan, yang dikenal dengan istilah pembacaan
dekonstruktif.

Hasil Penelitian
PT Semen Bosowa Maros (PT SBM) menerapkan CSR model community
development

berdasarkan

pendekatan

kesadaran

hubungan

sosial

masyarakat yang tinggi. Sejak awal didirikan, PT SBM telah melakukan


upaya-upaya pelaksanaan CSR. Namun baru dikatakan telah melaksanakan
CSR

ketika

community

development

dimasukkan

ke

dalam

struktur

perusahaan. PT SBM memiliki komitmen terhadap masyarakat dengan


menerapkan model comdev untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai
masalah yang berpotensi timbul akibat aktivitas perusahaan. Sekitar 70%
karyawan PT SBM merupakan penduduk sekitar pabrik. Dengan demikian
model comdev merupakan sarana yang efektif untuk meminimalisir benturan
kepentingan sosial masyarakat sekitar pabrik dan kesenjangan sosial
ekonomi. Visi community development

PT SBM adalah, mewujudkan

komunitas yang mandiri melalui pemberdayaan dan pengembangan potensi


sumber

daya

masyarakat

untuk

meningkatkan

kesejahteraan

sosial,

pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.


Akuntansi sebagai pusat informasi aktivitas operasi bisnis dan CSR
perusahaan seharusnya bisa menyediakan informasi yang lebih lengkap.
Praktik akuntansi yang diimplementasikan pada lokasi penelitian belum
sama sekali menerapkan maupun melakukan upaya penerapan akuntansi
CSR.

Namun,

secara

umum

upaya

mencerminkan CSR yang berkelanjutan.

yang

dilakukan

PT

SBM

sudah

Kritik Tim Reviewer atas Paper


Pembahasan mengenai implementasi akuntansi CSR di PT SBM sangat
minim. Bahasan mengenai akuntansi CSR lebih banyak pada tinjauan
teoretis. Paper lebih banyak meneliti dan membahas mengenai konsep dan
implementasi CSR model community development di PT SBM. Karena
perusahaan belum menerapkan akuntansi CSR, maka peneliti akhirnya
melakukan penelitian berbasis pada aktivitas yang dianggap perusahaan
sebagai upaya implementasi program Cosporate Social Responsibility.