Anda di halaman 1dari 32

Sindrom Guillain Barre

Definisi

Sindrom Guillain Barre


Epidemiologi

Sindrom Guillain Barre


Epidemiologi

Sindrom Guillain Barre


Etiologi

Sindrom Guillain Barre

Etiologi

Infeksi
Virus

Defenite
CMV

Probable
HIV

Possible
Influenza

EBV

Varicella-Zoster

Measles

Vaccinia/Smallpox

Mumps
Rubella
Hepatitis
Coxsackie
Echo

Bakteri

Campylobacter

Typhoid

Borreila B

Jejeni

Parathypoid

Mycoplasma

Brucellosis

Pneumonia

Chlamydia
Legionella
Listeria

Sindrom Guillain Barre

Klasifikasi
1.

Sindrom Guillain Barre

Klasifikasi
3.

Sindrom Guillain Barre

Klasifikasi
5.

Penatalaksanaan

Komplikasi
Gagal nafas, akibat paralisis otot pernafasan

Prognosis

Umumnya; prognosis baik


Penyembuhan dapat memakan waktu beberapa
minggu sampai beberapa tahun
Penderita SGB dapat sembuh sempurna (7590%), sembuh dengan gejala sisa berupa
dropfoot atau tremor postural (25-36%)

2.3.4 Patogenesis Sindrom Guillain Barre

2/3 pasien SGB memiliki gejala


infeksi pada 3 minggu sebelum
timbulnya kelemahan
Organisme penyebab paling sering
dari infeksi pendahuluan SGB
Campylobacter jejuni.

Organisme penyebab infeksi pendahuluan SGB

Mekanisme pasti terjadinya SGB


belum diketahui
Beberapa penelitian Faktor humoral
(antibodi terhadap gangliosid) dan
respon seluler (aktivasi makrofag)
diperkirakan berperan

Beberapa hal yang penting pada proses imunopatologi


SGB:

Adanya proses mimikri molekular


dan reaksi silang

Adanya auto antibody terhadap


sistem saraf tepi.
50% pasien SGB memiliki serum antibodi
terhadap gangliosid dalam saraf perifer
manusia.

ADIP

Kegagalan
konduksi

AMAN DAN AMSAN

kegagalan
konduksi
impuls

Manifestasi Klinis Sindroma


Guillain Barre
Kelemahan
Sifat : ascending dan simetris
Perjalanan : Anggota gerak bagian
bawah
diikuti oleh tubuh,
anggota gerak
atas, dan
terakhir otot bulbar
Keparahan : Berkisar dari kelemahan
ringan tetraplegia dengan
kegagalan
ventilasi

Keterlibatan saraf kranial


Tampak pada 45-75% pasien dengan
SGB
Saraf kranial III-VII dan IX-XII
mungkin akan
terpengaruh
Keluhan: Wajah tidak simetris (bisa
menampakkan Bells palsy), diplopia,
disartria, disfagia, ophthalmoplegia,
serta gangguan pada pupil

Perubahan Sensoris
Gejala sensorik biasanya ringan,
sering mendahului kelemahan
Keluhan: parestesia, mati rasa
klasik : parestesi 1-2
hari sebelum
kelemahan,
glove & stocking
sensation,
simetris, batas tidak
jelas

Nyeri
Terjadi pada 89 % pasien.
Lokasi paling parah : daerah bahu,
punggung,
bokong,
dan paha
Sifat : nyeri berdenyut
Gejala dysesthetic terjadi pada 50%
pasien
SGB.
Dysesthesias rasa terbakar,
kesemutan,
atau sensasi
shocklike dan
lebih sering
terjadi di
ekstremitas
bawah

Perubahan otonom
Disfungsi dalam sistem simpatis dan
parasimpatis
Perubahan otonom takikardia,
bradikardia, facial flushing, hipertensi
paroksimal
ataupun
hipotensi
ortostatik
Retensi urin karena gangguan
sfingter urin.

Pernapasan
Empat puluh persen pasien SGB
memiliki kelemahan pernapasan atau
orofaringeal
Keluhan yang khas : dispnea saat
aktivitas,
sesak napas,
kesulitan
menelan
Kegagalan ventilasi yang memerlukan
dukungan pernapasan biasa terjadi
pada 1/3 dari pasien di beberapa
waktu selama perjalanan penyakit
mereka.

Diagnosis Sindroma Guillain


Barre
Kriteria dari National Institute of
Neurological and Communicative
Disorder and Stroke (NINCDS):
Gejala yang penting untuk diagnosis:
Terjadinya kelemahan yang progresif
Hiporefleksia

Gejala yang penting untuk diagnosis

Gejala yang Mendukung


Diagnosis
Ciri-ciri klinis

Gejala yang Mendukung


Diagnosis
Ciri-ciri kelainan cairan serebrospinal (LCS)

Gejala yang Mendukung


Diagnosis
Gambaran elektrodiagnostik

Diagnosis Banding Sindrom Guillain


Barre
Poliomielitis