Anda di halaman 1dari 10

Bagaimana Cara Membuat Mesin Penetas

Telur Sederhana?
Mesin penetas telur unggas dapat anda buat secara sederhana menggunakan bahan-bahan
yang mudah didapatkan. Membuat sendiri mesin penetas telur ayam, burung puyuh atau pun
bebek akan sangat membantu dalam meningkatkan jumlah produksi ternak dan mempercepat
proses penetasan telur menjadi anak. Bagi anda yang memiliki usaha sampingan ternak,
tentu mesin ini sangat berguna dan bermanfaat.

Anda juga bisa membeli mesin penetas yang sudah jadi baik otomatis atau pun manual
dengan harga yang bervariasi tergantung bahan, ukuran serta kelengkapan lain.
Namun, untuk anda yang belum memiliki modal usaha lebih jangan berkecil hati. Ada cara
membuat mesin penetas telur sederhana yang mudah dan tidak banyak mengeluarkan
biaya.
Cara kerja mesin sederhana ini adalah menciptakan kondisi keadaan hangat seperti saat telur
dierami induknya. Oleh karena itu, anda membutuhkan sumber panas seperti lampu pijar atau
lampu minyak.
Bahan-bahan yang dibutuhkan

Kayu dan triplek sebagai kerangka mesin

Kawat ram sebagai rak tempat telur

Empat buah lampu pijar 25 watt (2) dan 15 watt (2)

baik air untuk melembabkan udara

Skema gambar mesin tetas telur ayam

Cara Mudah Membuat Mesin Penetas Telur Sederhana


1. Buat kerangka mesin penetas berbentuk peti yang berukuran 60 cm x 60 cm x 35 cm.
Kerangka terbuat dari kayu dan dinding dari triplek. Dinding terdiri dari 2 lapis
dengan jarak 3 cm.
2. Letakkan kawat ram 5 cm di atas dasar peti sebagai rak tempat telur.
3. Buat 2 lubang ventilasi pada masing-masing dinding dan 5 lubang pada bagian atas
dengan diameter 1 cm. Fungsinya untuk pernafasan embrio.
4. Letakkan lampu pijar yang sudah anda siapkan pada bagian dalam mesin. Misalkan 2
lampu pada sisi atas serta 2 lampu lain pada bagian bawah mesin.
5. Untuk menjaga kelembaban udara di dalam mesin penetas, letakkan bak air di bawah
rak telur. Anda bisa membuat bak dari seng dengan ukuran 30 x 30 x2 cm.
Mesin untuk menetaskan telur ayam, bebek mau pun telur puyuh dapat anda buat sendiri
dengan cara mudah dan harga murah. Bagi anda yang memiliki modal usaha kecil, ini
merupakan langkah praktis untuk memajukan usaha ternak anda.
Namun untuk anda yang sudah mempunyai modal usaha lebih, anda bisa membeli mesin
penetas yang sudah jadi dan siap pakai tentunya dengan kualitas dan jaminan keamanan
lebih baik.

MESIN TETAS SEDERHANA

Sumber Gambar: http://far71.files.wordpress.com


Bibit merupakan salah satu faktor penting dan sangat menentukan berhasil tidaknya suatu usaha
peternakan. Tak terkecuali peternakan unggas khususnya ayam. Dengan cara dan pemilihan bibit yang
baik dan unggul akan memperoleh hasil yang lebih baik pula. Demikian pula sebaliknya, jika bibitnya
tidak baik maka hasil yang diperoleh juga akan jauh dari yang diharapkan.

Banyak cara yang dapat dilakukan peternak ayam untuk mendapatkan bibit yang unggul. Misalnya
membeli langsung Day Old Chiken (DOC) dari perusahaan pembibit yang harganya tentu saja telah
dipatok dan biasanya relatif lebih mahal. Atau, bisa juga dengan cara kedua yaitu membeli telur tetas
atau indukan penghasil telur tetas dan menetaskannya sendiri secara alami. Atau cara yang terakhir
yaitu membeli telur tetas kemudian ditetaskan dengan bantuan mesin penetas.
Cara yang disebut terakhir adalah alternatif yang paling menguntungkan karena disamping dapat
menghasilkan DOC dalam jumlah banyak sesuai kebutuhan peternak, juga biaya yang dikeluarkan
relatif lebih murah. Tentunya dengan catatan, peternak sudah terlatih dan mahir mengoperasikan
mesin tetas sehingga prosentase tingkat keberhasilan penetasannya cukup tinggi.

Penetasan telur ayam merupakan proses biologis yang lengkap untuk mempertahankan kelangsungan
hidup ternak itu sendiri. Pada penetasan telur ayam menggunakan mesin tetas ada empat faktor utama
yang perlu diketahui, yaitu faktor induk, kondisi telur tetas, kondisi mesin tetas dan pengelolaan
mesin tetas. Oleh sebab itu untuk dapat berhasil dengan baik dalam penetasan telur maka keempat
faktor ini perlu dikuasai.

Faktor induk haruslah memenuhi persyaratan standar yaitu dari keturunan yang produksi telurnya
tinggi, sehat dan tidak cacat. Sedangkan faktor kondisi telur tetas harus berbentuk normal, kulit
kerabang tidak terlalu tebal, permukaan telur halus, dan bobot minimal 35 gram. Untuk Faktor mesin
tetas harus dalam kondisi prima yaitu dapat memenuhi kondisi suhu dan kelembaban yang
dikehendaki. Sedangkan dalam pengoperasian mesin tetas, faktor manusia adalah faktor penentu
keberhasilan penetasan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau peti mesin jangan ada

yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi kebocoran maka suhu dalam mesin tidak tercapai
karena udara panas akan keluar melalui lubang tersebut. Apapun bahan yang digunakan untuk
membuat mesin tetas tidak masalah asalkan sesuai dengan aturan pembuatan mesin tetas. Alat penetas
telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri. Biayanya relatif murah dan dapat memanfaatkan
bahan-bahan yang tidak terpakai seperti dus rokok, seng bekas dll.

Bahan dan alat


Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 50 butir dengan sumber panas dari listrik
adalah sebagai berikut: Kayu reng 2X3 cm, aluminium siku 3 X 3 cm, capit udang, engsel piano,
kawat ram 0.5 cm, seng, thermostaat, kabel listrik, fiting lampu, steker listrik, lampu bohlam,
thermometer, baki, dus rokok, paku triplek dan lem kayu. Sedangkan peralatan yang digunakan:
gergaji kayu, gergaji besi, meteran, alat tulis, bor, obeng, tang, pahat kayu dan palu.

Cara membuat
Buat rangka dengan cara potong kayu reng ukuran 39 cm=4 batang; 37 cm=4 batang; 52 cm=4
batang. Untuk bagian pintu 32 cm=2 batang dan 33 cm = 2 batang. Untuk rak telur 33X47 cm, alas
rak dipasang ram kawat sesuai ukuran. Potong seng dengan ukuran 39X52 cm=2 lembar;37X52 cm=2
lembar dan 33X37 cm=1 lembar.
Rangkaikan bahan-bahan tersebut sesuai kebutuhannya. Pasang lembaran seng untuk alas dan bagian
belakang. Pasang fiting lampu dan sambungkan dengan kabel listrik. Pasang thermostat lalu
sambungkan dengan lampu pemanas. Pasang lis rak, 11 cm dari dasar/ alas. Kemudian tutup seluruh
bidang dengan seng kecuali bagian pintu. Pasang pintu dengan engsel piano dan diberi capit udang
supaya kondisi pintu dapat tertutup dengan sempurna.
Setelah kotak tersebut selesai maka masukkanlah kedalam kardus rokok, dan kabel listrik dikeluarkan.
Mesin tetas sebelum dipergunakan haruslah dites dahulu suhunya selama 48 jam. Apabila suhunya
stabil / konstan maka mesin tetas siap dipergunakan.

BAGIAN DARI MESIN TETAS


REGULATOR / THERMOSTAT, yaitu alat pengatur suhu otomatis yang diletakkan di dalam mesin
penetas dan dapat diatur dari sebelah luar supaya suhu panas dalam mesin tetap dan tidak berubah.
Kapsul adalah bagian yang terpenting dari thermostat. Cara kerja kapsul, kapsul akan mengembang
apabila terkena suhu panas dan akan mengempis apabila suhu turun / dingin. Kapsul dapat disetel
dengan bantuan mur yang dapat disetel untuk menekan micro switch. Micro switch berfungsi untuk
menghidupkan dan mematikan sumber panas). Caranya, dengan memutar kearah kanan apabila suhu
belum terpenuhi atau memutar kekiri apabila suhu terlalu panas.

BAKI AIR, gunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki
dengan ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air
dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun secara
drastis.
RAK TELUR, berfungsi sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai
dengan kapasitasnya.
VENTILASI, diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah
dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada didalam
mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur tersebut mati.

THERMOMETER, berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
ALAT CANDLING, digunakan untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin
penetas itu dibuahi/fertil atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian
depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. (Penulis Inang
Sariati)
Sumber : A.Udjianto, Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor.

Cara Membuat Mesin Tetas Sederhana Semi Otomatis


Oleh: Safik Nurman (sumber: pesonaunggas.com)

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin
penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi kebocoran maka suhu
dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara panas akan keluar melalui
lubang tersebut.
Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah
multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai
dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat
sendiri dengan biaya yang relatif murah.
Bahan dan Alat
Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari
listrik adalah sebagai berikut:
- Multiplek / triplek 9 mm
- Engsel
- Kawat ram diamater 0.5 cm
- Seng
- Thermostaat
- Kabel listrik
- Fiting lampu
- Steker listrik

- Lampu bohlam
- Thermometer
- Baki/nampan air
- Paku triplek dan lem kayu
Sedangkan peralatan yang digunakan: gergaji kayu, gergaji besi, meteran, alat tulis, bor,
obeng, tang, pahat kayu dan palu.
Cara Membuat
Potong multiplek/triplek dengan ukuran seperti pada (gambar 1) dan rangkaikan sehingga
terbentuk kotak / bok dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.

Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi
udara dan berilah penutup yang dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 1).

Buat lubang pada bagian bawah kotak dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar
pelat seng (gambar 1). Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika
terjadi pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat seng
tersebut lampu minyak.
Buat rak untuk tempat meletakkan telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 3). Bahan rak
tempat telur dapat dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram
atau Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, yang
penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin penetas.

BAGIAN DARI MESIN TETAS


Regulator / Thermostat

Adalah alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara otomatis.
Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga akan menekan
sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya apabila suhu turun maka
kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu pijar sebagai sumber panas.
Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik
yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit, untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau
memundurkan putaran baut penyangga kapsul. Lihat Gambar 7
Cara Menseting Thermostat
Lihat Gambar 7 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau menseting
agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 40o C lampu pijar padam, maka caranya adalah

Jika sebelum suhu 40o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut penyangga
kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi
sakelar/mikroswitch).

Jika suhu sudah lebih dari 40o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut
penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam (kapsul
mendekati sakelar/mikroswitch).

Baki/Nampan Air
Kegunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan
ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air dalam baki,
gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun secara drastis.
Rak Telur
Berfungsi sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan
kapasitasnya.
Ventilasi
Diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat diatur
sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada didalam mesin tetas akan
meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur tersebut mati.

Thermometer
Berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
ALAT PENDUKUNG PENETASAN
Alat Candling / Teropong Telur

Digunakan untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi /
fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian depannya dibuat
seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau dapat pula dibuat dari pipa
paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm didalamnya diberi lampi pijar. Kedua sisi
pipa ditutup, salah satu sisinya diberi lubang lagi selebar ukuran telur.
Untuk mengetahui fertilitas telur yang ditetaskan diperlukan adanya alat peneropong telur
(candling), biasanya untuk melihat fertilitas telur dalam mesin tetas, dilakukan peneropongan
telur pada hari ke-7 dan hari ke-14. Alat peneropong telur tersebut banyak dijual di toko
peternakan dengan harga bervariasi dari yang sederhana (buatan lokal) Rp. 40.000 sampai
dengan yang modern (import) Rp. 1000.000.
Untuk menghemat biaya, alat teropong telur tersebut sebenarnya dapat dibuat sendiri dengan
mudah dan hasilnyapun tetap akurat. Ada dua pilihan model dalam pembuatannya, yakni :
1. Model Kotak terbuat dari bahan triplek, silahkan lihat detailnya pada gambar dibawah ini

2. Model Tabung terbuat dari bahan kaleng, silahkan lihat detailnya pada gambar dibawah ini

Semoga dapat bermanfaat untuk para peternak .....