Anda di halaman 1dari 5

Granit adalah batuan beku berwarna terang dengan biji-bijian yang cukup

besar untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Ini terbentuk dari kristalisasi
magma lambat di bawah permukaan bumi (Intrusif). Granit terdiri terutama dari
kuarsa dan feldspar dengan sejumlah kecil dari mika, amphiboles dan mineral
lainnya. Komposisi mineral ini biasanya memberikan granit warna merah, pink, abuabu atau putih dengan butiran mineral gelap terlihat di seluruh batu.
Granit bersifat felsik (Asam), Batuan beku yang umum dan banyak
ditemukan. Granit mempunyai tekstur Faneritik artinya mempunyai butiran-butiran
Kristal yang ukurannya relative seragam dan besar-besar, Struktur batuannya masif
sehingga batuan ini tidak mempunyai retakan atau lubang-lubang gas(Vaskuler).
Granit kebanyakan berbentuk besar, keras dan kuat oleh karena itu banyak
digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75
gr/cm dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa
Latin granum.
Granit dapat didefinisikan dari tiga sudut pandang, yaitu definisi sederhana,
definisi menurut ilmui petrologi, dan definisi komersil atau dagang. Secara
sederhana, granit didefinisikan sebagai batuan beku berwarna cerah, berukuran
butir kasar, berkomposisi mineral dominan feldspar dan kuarsa, kompisisi mineral
minor mika dan amfibol.
Definisi menurut ilmu petrologi, granit adalah batuan beku yang mengandung
kuarsa berkisar dari 10 50 % daru seluruh mineral felsik, dan mengandung alkali
feldspar 65 90 % dari kandungan total mineral feldspar. Untuk dapat menerapkan
definisi ini diperlukan kemampuan melakukan identifikasi mineral.
Menurut industri batuan komersil, granit adalah batuan yang butirannya
dapat dilihat dan memiliki kekerasan yang lebih keras daripada marmer. Menurut
definisi ini maka gabro, basalt, pegmatit, skis, gneis, syienit, monzonit, anorthosit,
granodiorit, diabas, diorit disebut sebagai granit.
Granit Sebagai Batu temple
Batu granit merupakan salah satu jenis batu alam yang dihasilkan melalui
proses sedimentasi maupun yang dihasilkan dari letusan gunung yang meletusyang
dimuntahkan dari perut bumi dalam lava. Batu granit yang dihasilkan dari ledakan
gunung api ini dihasilkan dari muntahan magma perut bumi lava yang keluar akan

mengalami pembekuan dan mengeras yang diakibatkan oleh faktor alam seperti
dipengaruhi oleh agin, air, maupun gravitasi.
Batu granit yang sangat keras dan kuat serta kokoh sering dijadiakan sebagai
bahan membangun rumah atau untuk konstruksi bangunan lainnya. Warnanya yang
jernih memberi kesan mewah pada rumah, sehingga sering digunakan untuk
membangun tembok rumah maupun hiasan lantai.
Selain itu granit juga sering dibentuk dengan aneka macam hiasan, misalnya
dijadikan bak air mancur atau bak mandi dan untuk lantai. Selain itu juga digunakan
sebagai pembuatan batu nisan karena batu granit yang memiliki kekuatan dan
kekerasan yang tidak mudah pecah

Ganesa Granit
Granit terbentuk di daerah kontinen atau benua sebagai batuan beku
intrusif . Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan
magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi.
Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral
kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Berwarna abu-abu berbintik
hijau dan hitam, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan. merupakan batuan beku
dalam yang mempunyai kristal-kristal kasar.
Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang,
berwarna terang, mempunyai banyak warna umumna putih, kelabu, merah jambu
atau merah. Warna ini disebabkan oleh variasi warna dari mineral feldspar. Granit
terbentuk jauh di dalam bumi dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya
erosi dan tektonik. Granit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.
Granit membeku jauh di bawah permukaan Bumi pada kedalaman puluhan
kilometer. Digolongkan kedalam batuan beku dalam yang membnetuk batolit. Oleh
proses tektonik, batuan-batuan ini mengalami pengangkatan, bahkan beberapa
mengalami pematahan dan peretakan. Akibat dari proses tektonik tersebut, batu
granit yang tadinya berasal jauh di bawah permukaan Bumi, muncul ke permukaan
Bumi.

Selama

proses

pengangkatan

granit dari

bawah

Bumi,

tubuh

granit

mengalami deformasi. Tubuhnya retak-retak. Ketika tubuh granit yang retak-retak


ini muncul di permukaan Bumi, proses pelapukan dan erosi atau abrasi mengikisnya
melalui retakan-retakan. Akibat proses ini yang terjadi berulang-ulang selama
ratusan hingga ribuan tahun, batu granit yang muncul di permukaan seolah-olah
merupakan bongkah batuan yang terpisah-pisah. Padahal bongkah batu granit
raksasa ini sebenarnya hanya bagian atas dari tubuh sangat besar batu granit yang
ada di bawah permukaan Bumi.

bongkah-bongkah granit di Pantai Tanjungtinggi, sebenanrnya menyatu


dengan tubuh batolitnya. Tampak seperti terpisah akibat proses abrasi
melalui retakan. Di sini terlihat satu garis retakan yang terisi oleh urat kuarsa
(quartz vein).

Dari sisi mineralogi, jika kita amati batu granit, maka kita akan jumpai
banyak mineral yang mudah dikenal, yaitu yang berwarna terang seperti kaca
dengan bentuk tidak beraturan yang disebut sebagai mineral kuarsa. Mineral lain
yang biasanya muncul pada granit adalah K-felspar atau orthoklas dan plagioklas
yang biasanya dicirikan oleh mineral-mineral memanjang berwarna coklat, merah
muda pucat, atau putih. Mineral lain adalah biotit yang berwarna coklat pucat
dengan bentuk pipih tipis sehingga disebut juga sebagai mika. Mineral lain dalam
persentase yang sangat kecil adalah mineral-mineral mafik golongan felspar yang
berwarna gelap, seperti hornblenda atau piroksen.
Pada beberapa bongkah batu granit, kita juga sering menemukan batu lain
yang tertanam di dalam granit. Batu lain ini juga berupa granit dengan warna atau
tekstur yang berbeda. Dalam geologi batu yang tertanam di dalam granit disebut
sebagai xenolit yang berarti batu asing. Proses kejadiannya adalah ketika magma
menerobos ke atas (intrusi), sebagian batuan lain yang diterobos terpecah dan
bongkahannya masuk ke dalam magma. Ketika seluruh magma ini membeku
menjadi granit, batuan asing yang tercebur ke dalam magma itu pun ikut membeku
bersama granit. Jenis granit dengan banyak xenolit biasanya juga mempunyai
bentuk-bentuk kristal yang kasar. Granit seperti ini mempunyai istilah sendiri yang
disebut sebagai pegmatit.
KETERDAPATAN
Kebanyakan buku teks geologi pengantar melaporkan bahwa granit adalah batu
yang paling melimpah di kerak benua. Pada permukaan granit terkena dalam inti
dari banyak pegunungan, dalam wilayah besar yang dikenal sebagai "batolit," dan
di daerah inti benua yang dikenal sebagai "perisai."
Kristal mineral besar dalam granit adalah bukti bahwa itu didinginkan perlahanlahan dari bahan batuan cair. Itu pendinginan lambat harus terjadi di bawah
permukaan bumi dan membutuhkan waktu yang lama untuk terjadi. Jika mereka
hari ini tersingkap di permukaan satu-satunya cara yang bisa terjadi jika batu granit
terangkat dan batuan sedimen di atasnya terkikis.

Di daerah di mana permukaan bumi ditutupi dengan batuan sedimen, granit, atau
batu granit bermetamorfosis terkait erat biasanya hadir di bawah penutup sedimen.
Ini granit dalam dikenal sebagai "batu basement".