Anda di halaman 1dari 1

PABRIK GULA PUTIH DARI BAHAN BAKU RAW SUGAR

DENGAN PROSES RAFINASI


Nama
: Devita Dian Lusita
(2310 030 047)
Didik Mujayadi
(2310 030 062)
Program Studi
: D3 Teknik Kimia FTI - ITS
Pembimbing
: Prof. Dr. Ir. Danawati H.P., M.Pd
Abstrak
Gula putih merupakan gula yang diproduksi dari bahan baku
gula mentah (raw sugar) melalui proses rafinasi guna memenuhi
kebutuhan industri makanan dan minuman. Dengan bertambahnya
jumlah industri makanan dan minuman di Indonesia, berdampak pada
meningkatnya kebutuhan gula putih nasional. Indonesia memproduksi
gula putih tidak hanya berasal dari tebu petani domestik, tetapi berasal
dari gula mentah asal impor dari Negara penghasil, yaitu Thailand.
Berdasarkan kemudahan distribusi bahan baku melalui jalur laut, maka
pabrik ini didirikan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Proses pembuatan gula putih meliputi 6 tahap. Tahap pertama,
yaitu proses afinasi dimana terjadi penghilangan lapisan molasses yang
melapisi kristal gula dengan sentrifugasi dibantu hot water 70oC. Tahap
kedua, yaitu proses klarifikasi untuk membuang semaksimal mungkin
kotoran dengan terjadinya reaksi antara Ca(OH) 2 4,43% dan H 3 PO 4
85%, sehingga dihasilkan pH 7,2 suhu 80oC . Tahap ketiga, yaitu proses
dekolorisasi untuk menukar ion menggunakan resin yang dilewatkan
pada tangki resin kation untuk menghilangkan senyawa anorganik
kemudian ke tangki resin anion guna untuk mereduksi warna hingga 7585%, sehingga dihasilkan fine liquor 80oC. Tahap keempat, yaitu proses
evaporasi untuk memekatkan liquor dari 60% menjadi 73% dengan
tekanan 1 atm dan suhu 98oC. Tahap kelima, yaitu proses kristalisasi
untuk menghasilkan kristal gula putih dengan suhu 70oC dan tekanan 60
cmHg. Tahap terakhir, yaitu proses pengeringan untuk menghilangkan
kadar air gula putih dari 1% menjadi 0,1% dengan bantuan hembusan
suhu udara 70oC.
Pabrik ini beroperasi secara kontinyu selama 300 hari/tahun
dengan kapasitas produksi 95.000 ton/tahun. Raw sugar yang dibutuhkan
sebesar 414.417 kg/hari dengan bahan baku pendukung H 3 PO 4 ,Ca(OH) 2 ,
flokulan anion, dan resin. Kebutuhan utilitasnya adalah air sanitasi, air
pendingin, air umpan boiler, dan air proses masing-masing sebesar 140;
4.848,144; 19.076,103; 320,162 m3/hari. Limbah yang dihasilkan dari
industri ini, yaitu molasses, cake, dan limbah pencucian (minyak / oli).
Kata kunci : Raw sugar, gula putih, proses rafinasi