Anda di halaman 1dari 8

ANALISA POLITIK HUKUM

DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008


TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Di era Globalisasi sekarang ini suatu Informasi merupakan hal yang
penting

dan

mengakses

praktis,

segala

sehingga

macam

masyarakat

bentuk

dapat

Informasi.

dengan

Dengan

mudah

keterbukaan

Informasi ini pemerintah Indonesia menyiapkan dan menyelenggarakan


suatu aturan keterbukaan Informasi publik yang menyediakan segala
macam

informasi

tentang

kepemerintahan

agar

masyarakat

juga

mengetahui apa saja tindakan pemerintah di kepemerintahan sehingga


transparansi dan tanggung jawab pemerintah kepada publik juga dapat
terealisasikan dengan baik.
Menurut laporan

FREEDOM OF INFORMATION CENTER yang

berpusat di London Inggris, sudah ada 50 negara yang telah mempunyai


Undang Undang kebebasan atas

informasi termasuk Indonesia, 30

negara lainnya sedang dalam proses penyusunan.


Dari laporan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Transparansi
atas

setiap

informasi

public

membuat

masyarakat

dapat

ikut

berpartisipasi aktif dalam mengontrol setiap langkah dan kebijakan yang


diambil oleh pemerintah sehingga penyelenggaraan dalam Negara
Demokrasi dapat dipertanggungjawabkan kembali kepada masyarakat.
Oleh karena itu pemerintah Indonesia membuat suatu aturan berupa
Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dari Undang-Undang yang dibuat oleh pemerintah Indonesia ini
perlu ditinjau politik hukum dari Undang-Undang ini apabila dipandang
dari kacamata hukum bukan dilihat dari kacamata politik. Apabila suatu
Undang-Undang ditinjau politik hukumnya dari perspektif hukum maka
Bagaimana aturan dalam Undang-Undang itu dapat mengakomodir
1

kepentingan masyarakat. Maka dari itu suatu aturan harus terdapat tujuan
dan cara mencapai tujuan yang akan dicapai dari Undang-Undang itu.
Sebagai salah satu syarat untuk mengumpulkan tugas yang
diberikan oleh Dosen yang bersangkutan maka penulis membuat suatu
makalah tentang Analisa politik Hukum dari Undang-Undang Nomor 14
tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Untuk lebih jelasnya penulis akan mencoba

membahas tentang

tujuan dan cara mencapai tujuan dari Undang-Undang Nomor 14 tahun


2008 yang akan dijelaskan di BAB Pembahasan di bawah ini.
1.2.Rumusan Masalah
Untuk mengetahui suatu politik hukum dari UU Nomor 14 tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik maka rumusan masalah dari
makalah ini yaitu:
1 Apa Tujuan dari Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik?
2 Bagaimana cara mencapai tujuan dari Undang-Undang Nomor 14
tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Tujuan

Undang-Undang

Nomor

14

tahun

2008

tentang

Keterbukaan Informasi Publik.


Sebelum membahas mengenai tujuan dari Undang-Undang Nomor
14 tahun 2008 (UU No.14/2008) tentang Keterbukaan Informasi Publik
(KIP) maka perlu diketahui dahulu pengertian dari Informasi dan Informasi
Publik. Dalam UU ini juga telah mengartikan tentang pengertian tersebut.
2

Pada pasal 1 butir 1 UU No.14/2008 tentang KIP ini menyatakan


bahwa Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tandatanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta
maupun penjelasannya yang dapat dilihat , didengar, dan dibaca yang
disajikan

dalam

berbagai

kemasan

dan

format

sesuai

dengan

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik


ataupun nonelektronik.
Sedangkan pada pasal 1 butir 2 dalam UU ini menyebutkan
Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola,
dikirim, dan atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan
penyelenggara dan penyelenggaraan Negara dan atau penyelenggara dan
penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan UndangUndang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Dengan adanya Internet maka masyarakat dapat dengan mudah
mendapat informasi yang berguna bagi kepentingan publik, serta
pemerintah

dalam

Undang-Undang

masyarakat

dapat

berpartisipasi

ini

dalam

menyediakan

sarana

kepemerintahan.

agar

Sehingga

demokrasi di Indonesia dapat semakin berkembang.


Informasi

merupakan

kebutuhan

pokok

setiap

Orang

bagi

pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian


penting bagi ketahanan nasional, hak memperoleh informasi juga
merupakan hak asasi manusia serta keterbukaan Informasi Publik
merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung
tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara
yang baik.
UU KIP ini juga menjalankan amanat dari UUD RI 1945 pasal 28F
yaitu Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh
informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta
berhak

memperoleh,

memiliki,

menyimpan,

mengolah,

dan

menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang


tersedia.
Dalam UU No.14/2008 tentang KIP ini telah menjalankan amanat
UUD RI 1945 sehingga tujuan dari UU ini juga secara tidak langsung
3

menjalankan tujuan dari UUD RI 1945. Tujuan dari Undang-Undang Nomor


14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik seperti yang
tercantum dalam pasal 3 yaitu:
a. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan
kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan
keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik.
b. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan
kebijakan publik
c. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan
publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik.
d. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang
transparan,

efektif

dan

efisien,

baik,

akuntabel

yaitu
serta

yang
dapat

dipertanggungjawabkan.
e. Mengetahui alasan kebijakan publik yang memengaruhi hajat hidup
Orang banyak;
f. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan
bangsa; dan/ atau
g. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan
Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.
Dari beberapa tujuan UU No.14/2008 tentang KIP diatas menurut
penulis bahwa pemerintah menyediakan sarana berupa pengelolaan dan
pelayanan Informasi di lingkungan Badan Hukum yang berkualitas kepada
masyarakat
pengambilan

agar

masyarakat

kebijakan

dapat

pemerintah

berpartisipasi
kepada

dalam

publik

proses

sehingga

penyelenggaraan Negara yang baik yang transparan, efektif dan efisien,


akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila dilihat dalam pengimplementasiannya UU ini sangat sulit
diterapkan di Indonesia karena masih banyak daerah-daerah pedalaman
yang belum disediakan sarana berupa pelayanan informasi. Tidak hanya
di daerah pedalaman tetapi di berbagai Perguruan Tinggi Nasional juga
belum menyediakan sarana ini, sehingga partisipasi masyarakat juga
belum terealisasi dengan baik.
2.2. Cara mencapai tujuan dari Undang-Undang Nomor 14 tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
4

Dari tujuan yang telah dijelaskan diatas membahas mengenai


tujuan dari berlakunya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik. Dalam politik hukum apabila dalam suatu
peraturan perundang-undangan telah ada tujuannya maka ada pula cara
untuk mencapai tujuan tersebut.
Penyelenggara atau penyedia dari penyediaan dan pengelolaan
Informasi Publik telah disebutkan dalam Undang-Undang ini yaitu Badan
Publik, Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan
badan

lain

yang

penyelenggaraan

fungsi

dan

negara,

tugas

yang

pokoknya

sebagian

atau

berkaitan
seluruh

dengan
dananya

bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara dan atau


anggaran pendapatan dan belanja daerah, atau organisasi nonpemerintah
sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran
pendapatan dan belanja negara dan atau anggaran pendapatan dan
belanja daerah, sumbangan masyarakat , dan/ atau luar negeri. (Pasal 1
butir 3 UU No.14/2008 tentang KIP).
Untuk

mencapai

tujuan

tersedianya

sarana

penyediaan

dan

pengelolaan informasi publik maka cara untuk mencapai tujuan tersebut


juga yaitu dengan adanya Badan Publik yang bertugas dan berkewajiban
melaksanakan tugasnya agar tujuan pada pasal 3 tercapai.
Pada pasal 7 UU No.14/2008 tentang KIP ini menyebutkan tentang
kewajiban Badan Publik yaitu:
1 Badan Publik wajib menyediakan, memberikan dan/ atau menerbitkan
Informasi

Publik

yang

berada

dibawah

kewenangannya

kepada

Pemohon Informasi Publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai


dengan ketentuan.
2 Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik yang akurat, benar,
dan tidak menyesatkan.
3 Untuk melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Badan

Publik

harus

membangun

dan

mengembangkan

sistem

informasi dan dokumentasi untuk mengelola Informasi Publik secara


baik dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah.

4 Badan Publik wajib membuat pertimbangan secara tertulis setiap


kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap Orang atas
Informasi Publik.
5 Pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) antara lain
memuat pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan/ atau
pertahanan dan keamanan negara.
6 Dalam rangka memenuhi kewajiban ayat (1) sampai dengan ayat (4)
Badan Publik dapat memanfaatkan sarana dan/ atau media elektronik
dan nonelektronik.
Dari penjelasan pasal 7 diatas dapat diketahui bahwa untuk
mencapai tujuan peran serta masyarakat serta pengetahuan masyarakat
tentang kebijakan pemerintah mengenai kebijakan publik dapat dilakukan
dengan cara Badan Publik yang tersedia dapat menyediakan keterbukaan
Informasi publik dengan memanfaatkan sarana dan atau media elektronik
dan

non-elektronik

sehingga

dapat

diakses

dengan

mudah

oleh

masyarakat.
Sekarang kita lihat banyak juga tersedia situs-situs internet yang
bisa

diakses

oleh

masyarakat

karena

para

badan

publik

telah

menyediakan hal-hal seperti tercantum pada pasal 7 diatas seperti


adanya situs Hukumonline.com, Mahkamah Konstitusi, maupun situs
eksekutif online. Hal ini merupakan cara yang digunakan oleh pemerintah
untuk menyediakan informasi-informasi yang sekiranya dapat dipelajari
dan

masyarakat

dapat

ikut

berpartisipasi

dalam

hal

urusan

kepemerintahan.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan, yaitu:
1 Tujuan dari Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang KIP
adalah untuk terciptanya pemerintahan yang demokratis sesuai
6

dengan

asas

transparan,

penyelenggaraan
efektif

dan

pemerintah

efisien,

yang

akuntabel

baik

serta

yaitu
dapat

dipertanggungjawabkan maka pemerintah meningkatkan pelayanan


dan pengelolaan Informasi di lingkungan Badan Publik untuk
menghasilkan layanan informasi yang berkualitas agar masyarakat
dapat dengan mudah ikut berpartisipasi dalam urusan pengambilan
kebijakan pemerintah.
2 Cara mencapai tujuan dari Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008
tentang KIP adalah Badan Publik menjalankan tugasnya dengan baik
yaitu dengan cara memberikan pelayanan atau menerbitkan
Informasi-informasi mengenai pengambilan kebijakan publik dengan
memanfaatkan sarana dan atau media elektronik dan non-elektronik
sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
3.2. Saran
Saran yang dapat diambil dari bahasan kesimpulan yaitu:
1 Tujuan dari diterbitkan Undang-Undang ini sudahlah tepat tetapi
sebaiknya pemerintah mempertimbangkan hal lain dahulu dimana
masih banyak daerah terpencil yang tidak dapat ikut berpartisipasi
dalam hal ini karena mungkin belum adanya listrik didaerah mereka
atau daerah yang sangat jauh dari perkotaan, seharusnya pemerintah
lebih mempertimbangkan dahulu untuk membangun desa-desa yang
tertinggal sehingga partisipasi masyarakat secara keseluruhan dapat
terealisasikan

dengan

baik

dan

dirasakan

oleh

semua

lapisan

masyarakat.
2 Cara mencapai tujuan dari tujuan dalam UU ini sudahlah terlaksana
dengan baik walaupun ada beberapa dokumen Negara yang tidak
boleh diketahui secara umum karena dapat membahayakan Negara.
Selain itu para Badan Publik juga kebanyakan memberikan informasi
menggunakan media elektronik sehingga masyarakat yang awam akan
teknologi masih kurang mendapat informasi jadi sebaiknya adanya
informasi

lewat

media

Non-elektronik

juga

diperlukan

untuk

membangun partisipasi masyarakat.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1.

Imam Syaukani.Dasar-Dasar Politik Hukum. PT RajaGrafindo Persada.


Jakarta. 2010

2.

Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi


Publik.

3.

UUD RI 1945

4.

Download Internet Google.com 26 Juni 2010