Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar tentang vitamin, yang berasal dari
sayur-sayuran, maupun buah-buahan. Vitamin adalah salah satu sumber nutrisi yang penting
dalam tubuh. Kita semua tentunya menghendaki agar tubuh kita dapat tumbuh
sempurna,sehat,kuat bertenaga,bergairah kerja,berdaya pikir mantap dan selalu menunjukan
berbagai prestasi.
Syarat yang paling utama dan tidak boleh ditinggalkan agar manusia dapat hidup
dan mendekati atau mencapai apa yang dikehendaki seperti diatas, manusia harus mendapatkan
makanan yang teratur, mencukupi dan serba bergizi, karena makanan berfungsi untuk
menghasilkan energi, mengganti sel-sel yang rusak, untuk pertumbuhan dan menghasilkan zat
pelindung dalam tubuhnya antara lain dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun
demikian dalam pengertian makanan yang bergizi makanan itupun harus cukup pula
mengandung vitamin dan mineral.
Sebelum abad ke duapuluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa
zat mineral telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi
tubuh normal. Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan
menduga bahwa senyawa-senyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga
kesehatan. Sebagai misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan
buah-buahan dan sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau
pengobatan scorbut (sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat
disembuhkan dengan minum minyak ikan. Pengamatan-pengamatan tersebut
menimbulkan dugaan, bahwa ada senyawa-senyawa zat makanan lain diperlukan
untuk menjaga kesehatan di samping karbohidrat, lemak atau protein.
Penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali
mengemukakanadanya zat yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus
penyakit beri-beri. Pada tahun1897 ia memberikan gambaran adanya suatu
penyakit yang diderita oleh anak ayam yang serupadengan beri-beri pada manusia.
Gejala penyakit tersebut terjadi setelah binatang diberi makananyang terdiri
atas`beras
giling
murni.
Ternyata
penyakit
ini
dapat
disembuhkan
denganmemberikan makanan sisa gilingan beras yang berupa serbuk. Hasil
penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan ada faktor lain yang penting
selain kabohidrat, lemak dan proteinsebagai energy, mendorong para ahli untuk
meneliti lebih lanjut tentang vitamin, sehinggadiperoleh konsep tentang vitamin
yang kita kenal sekarang. Pada saat ini terdapat lebih dari 20macam vitamin. Polish
kemudian member nama faktor diet esensial ini dengan vitamin.Selanjutnya hasil
pekerjaan Warburg tentang koenzim (1932-1935) dan kemudian penyelidikanR Kuhn
dan P Kerrer menunjukkan adanya hubungan antara struktur kimia viatamin
dengankoenzim.
Vitamin dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh
Kodicek (1971) disebut prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air,
tidak disimpan oleh tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk
golongan ini adalah: tiamin, riboflavin, asamnikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin,
asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitaminB) dan vitamin C. Golongan
kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapatdisimpan dalam
tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dimakan, akan tersimpan dalam tubuh,dan

memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan.


Kekurangan vitamin (Avitaminosis) mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi,
tetapi bisanya gejala penyakitakan hilang kembali apabila kecukupan vitamin
tersebut terpenuhi.

TUJUAN
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui definisi, klasifikasi
vitamin dan struktur vitamin serta fungsi dari vitamin.
PEMBAHASAN
Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang diperlukan tubuh dalam jumlah
sangat kecil dan pada umunya tidak dapat dibentuk oleh tubuh tetapi penting untuk
melakukan fungsi metabolisme. Oleh karena itu, harus didatangkan dari makanan.
Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharan
kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Karena vitamin
adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan pengolahan.
Manusia dan hewan memerlukan hampir semua vitamin dari makanan karena tubuh
tidak dapat membuat sendiri.
Nama Vitamin sendiri berasal dari gabungan kata bahasa Latin yaitu vita yang
artinya hidup dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang
memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak
diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N.
Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam
reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini
digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal. Untuk
bisa mendapatkan asupan vitamin tidaklah sulit, bisa dikatakan kebanyakan
makanan yang kita konsumsi setiap hari telah mengandung vitamin hanya saja
mungkin kita tidak menyadari besar kecilnya kandungan vitamin yang kita
konsumsi setiap hari.
Vitamin dikelompokkan menjadi 2 golongan utama yaitu vitamin yang larut
dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K serta vitamin yang larut dalam air yaitu
vitamin B1, B2, B3, B6,B11, B12, dan vitamin C. Fungsi khusus vitamin adalah
sebagai kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik. Vitamin juga berperan
dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya, termasuk regenerasi kulit,
penglihatan, sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan pembekuan
darah. Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk setiap vitamin. Setiap
orang punya kebutuhan vitamin yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang yang
menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan jumlah yang lebih tinggi akan
beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari. Jika manusia, hewan dan
ataupun makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat melakukan
aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh kita mudah
terkena penyakit.