Anda di halaman 1dari 16

ENDAPAN MINERAL

Pendahuluan
Dalam mendefinisikan mineral, hingga saat ini masih belum didapatkan kepastian
untukmenerangkan pengertian dari mineral tersebut. Karena memang belum didapatkan
kesamaan pendapatoleh para ahli tentang hal ini. Namun pada umumnya dikenal dua defenisi
mineral, defenisi klasikyang disimpulkan sebelum tahun 1977 dan defenisi kompilasi yang
disimpulkan setelah tahun 1977.Menurut defenisi klasik, mineral adalah suatu benda padat
anorganik yang terbentuk secara alami, bersifat homogen, yang mempunyai bentuk kristal
dan rumus kimia yang tetap. Dan menurut defenisikompilasi, mineral adalah suatu zat yang
terdapat dialam dengan komposisi kimia yang khas, bersifathomogen, memiliki sifat-sifat
fisik dan umumnya berbentuk kristalin yang mempunyai bentukgeometris tertentu.
Hal yang membedakan kedua defenisi tersebut adalah pada defenisi klasik, yang
termasuk mineral hanyalah benda atau zat padat saja. Dan pada defenisi kompilasi, mineral
mempunyai ruanglimgkup yang lebih luas karena mencakup semua zat yang ada dialam yang
memenuhi syarat-syaratdalam pengertian tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan karena
ada beberapa bahan yangterbentuk karena penguraian atau perubahan sia-sisa tumbuhan dan
hewan secara alamiah jugadigolongkan kedalam mineral, seperti batubara, minyak bumi dan
tanah diatome. Mineral termasukdalam komposisi unsur murni dan garam-garam sederhana
sampai silikat yang sangat kompleksdengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan
organik biasanya tidak termasuk).Mineralogi adalahilmu yang mempelajari segala sesuatu
tentang mineral. Mulai dari pembagian atau penggolongan mineral, pengenalan sifat-sifat
mineral, pendeskripsian mineral dan semua hal yang berkaitan dengan mineral
Proses proses pembentukan endapan mineral mineral baik yang memiliki nilai
ekonomis,maupun yang tidak bernilai ekonomis sangat perlu diketahui dan dipelajari
mengenai proses pembentukan , keterdapatan serta pemanfaatan dari mineral mineral
tersebut. Mineral yang bersifat ekonomis dapat diketahui bagaimana keberadaan dan keterdapatannya
dengan memperhatikan asosiasi mineralnya yang biasanya tidak bernilai ekonomis. Dari
beberapa proses eksplorasi penyelidikan , pencarian endapan mineral, dapat diketahui bahwa
keberadaan suatu endapan mineral tidak terlepas dari beberapa faktor yang sangat
berpengaruh,antara lain banyaknya dan distribusi unsur unsur kimia, aspek fisika dan biologis.
Secara umumnya proses pembentukan endapan mineral baik jenis endapan logam maupun non
logam dapat terbentuk karena proses mineralisasiyang diakibatkan oleh aktivitas magma ,dan
endapan mineral ekonomis selain karena aktifitas magma,juga dapat dihasilkan dari proses alterasi yaitu
mineral hasil ubahan dari mineral yang telah adakarena suatu faktor.
Kajian tentang genesa mineral membahas persoalan mineralisasi dari suatu endapan bijihyang
terdapat di alam. Seperti halnya dengan endapan yang mengandung unsur Cu, Pb dan Zn
yang biasanya di alam terdapat dalam suatu lingkungan pengendapan yaitu lingkungan magmt
ik,hidrotermal (mesotermal) dan kontak metasomatis. Pertama, menyangkut genesa primer
yang berhubungan erat dengan aktifitas magma. Sedangkan batuan intrusi yang menguntungk
andalam pembentukan bijih tembaga yaitu batuan sedang (intermediate igneous). Kedua,

genesasekunder berhubungan erat dengan keberadaan mineral (Cu) di alam yang bersifat
tidak stabil bila terkena pengaruh air dan udara.

ISI

Endapan bijih tembaga biasanya terdapat pada lingkungan magmatik. Magma adalah
suatu lelehan silikat panas yang terdiri dari bahan-bahan yang terlarut didalamnya, yaitu
bahan volatile yang merupakan bahan mudah menguap dan bahan non volatile yaitu bahan
yang tidak menguap. Bahan volatile seperti : CO2, H2O, HF dan HCl. Bahan non volatile
seperti : SiO2, Al, Fe, Ca, Mg, K dan unsur-unsur trace elemen seperti : Cu, Pb, Zn dan rare
earth element.Lingkungan yang memungkinkan terbentuknya tembaga (Cu) adalah
lingkungan mesotermal, dimana suhu berkisar 200oC sampai 300oC (temperatur sedang).
Endapan yang bercirikan endapan iniadalah endapan sulfida dari Fe, Pb, Zn dan Cu.
Sedangkan mineral pengotornya adalah kuarsa, kalsit,rodokrosit dan siderit.

Seperti yang telah kita ketahui, bahan galian merupakan material yang tersusun atas
unsur-unsur kimia, mineral, dan bijih. Bahan galian atau material-material ini terbentuk
melalu proses yang panjang dan rumit. Tapi semua itu terjadi secara alami. Berikut ini ada
enam cara terbentuknya bahan- bahan galian :
-

Bahan Galian Magmatik, yaitu bahan galian yang terjadi dari magma dan
bertempat didalam atau berhubungan dan dekat dengan magma.
Bahan Galian Pematit, yaitu bahan galian yang terbentuk didalam diatrema dan
dalam pembentukan instrusi (gang dan apofisa)
Bahan Galian hasil pengendapan didasar sungai atau genangan air melalui proses
pelarutan pada batuan hasil pelapukan.
Bahan Galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi
karena proses pelarutan pada batuan hasil pelapukan.
Bahan galian hasil metamorfosis kontak, yaitu batuan sekitar magma berubah menjadi
mineral ekonomik.
Bahan Galian Hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku dicelahcelah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif .

Genesa Bahan Galian

Secara umum genesa bahan galian mencakup aspek-aspek keterdapatan, proses


pembentukan,komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan faktor-faktor
pengendali pengendapan bahan galian (geologic controls). Tujuan utama mempelajari genesa
suatu endapan bahan galian adalah sebagai pegangan dalam menemukan dan mencari
endapan-endapan baru, mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia endapan bahan galian,
membantu dalam penentuan (penyusunan) model eksplorasi yang akan diterapkan, serta
membantu dalam penentuan metoda penambangan dan pengolahan bahan galian
tersebut (Gambar1)

Hubungan antara genesa endapan mineral (bahan galian) dengan beberapa ilmu yang
ada pada industri mineral

Endapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya disebut dengan
endapan primer(hypogen). Jika mineral-mineral primer telah terubah melalui pelapukan atau
proses-proses luar( superficial processes) disebut dengan endapan sekunder (supergen).

Keterdapatan Mineral Bijih


Kerak bumi terdiri dari batuan-batuan beku, sedimen, dan metamorfik. Pada Tabel 1
dapat dilihat komposisi umum dari kerak bumi dan beberapa logam-logam lain mempunyai
kuantitas kecil danumum terdapat pada batuan beku.

Tabel 1 Komposisi elemen-elemen penyusun kerak bumi dan pada batuan beku (Sumber;Bate
man, 1982)
Elemen penyusun kerak bumi
Elemen
Okigen
Silikon
Titanium
Alumunium
Besi
Magnesium
Kalsium
Sodium
Potassium
Hidrogen

%
Berat
47,71
27,69
0,26
8,07
5,05
2,08
3,65
2,75
2,58
0,14

%
Atom
60,5
20,5
0,3
6,2
1,9
1,8
1,9
2,5
1,4
3,0

%
Volume
94,24
0,51
0,03
0,44
0,37
0,28
1,04
1,21
1,88

Logam logam yang umum yang ada pada batuan beku


Elemen
Alumuniu
m
Besi
Magnesiu
m
Titanium
Mangan

%
8,13

Elemen
Kobalt

%
0,0023

5,00
2,09

Rimbal
Arsenik

0,0016
0,0005

0,44
0,10

0,0004
000025

Kromium
Vanadium
Zink
Nikel
Tembaga

0,02
0,015
0,011
0,008
0,005

Uranium
Molibdenu
m
Tungsten
Antimony
Air raksa
Perak
Emas

Timah

0,004

Platinum

0,00015
0,0001
0,00005
0,00001
0,00000
05
0,00000
05

Pengertian bijih adalah endapan bahan galian yang dapat diekstrak (diambil) mineral
berharganya secara ekonomis, dan bijih dalam suatu endapan ini tergantung pada dua faktor
utama, yaitu tingkat terkonsentrasi (kandungan logam berharga pada endapan), letak serta
ukuran (dimensi) endapan tsb.

Untuk mencapai kadar yang ekonomis, mineral-mineral bijih atau komponen bahan
galian yang berharga terkonsentrasi secara alamiah pada kerak bumi sampai tingkat minimum
yang tertentu tergantung pada jenis bijih atau mineralnya. Dalam Tabel 2 dapat dilihat
beberapa bijih logam yangdapat diambil (diekstrak) dari mineral bijihnya,dan pada Tabel 3
dapat dilihat beberapa ganguemineral yang merupakan mineral-mineral (dalam jumlah
sedikit/kecil) yang terdapat bersamaan dengan mineral bijih dan relatif tidak ekonomis.
Tabel 2.
Beberapa mineral bijih yang dapat diekstrak sebagai komoditi logam (Sumber ; Bateman,
1982).
Logam

Mineral Biji

Komposisi

Emas

Emas native
kalaverit
silvanit
Perak native
Argentik
Seragirit
Magnetik
Hematit
Limonit
Siderit
Tembaga
Native
Bornit
Brokhantit
Kalkosit
Kalkopirit
Kovelit
Kuprit
Digenit
Enargit
Malasit
Azurit
Krisokola

Perak
Besi

Tembaga

Timbal (lead) Galena


Scrusit
Anglesit
Seng (zine)
Sfalerit
Smitsonit
Hemimorfit
Zinksit
Timah
Kasiterit
Stannit
Nikel
Pentlandit

Primer

Supergenc

Au
AuTc2
(Au,Ag) Tc2
Ag
Ag2S
AgCI
FeO.Fe2O3
Fe2O3
Fe2O3.H2O
FeCO3
Cu
Cu5FeS4
CuSO4.3Cu(OH)2
Cu2S
CuFeS2
CuS
Cu2O
Cu9S5
3Cu2S.As2S5
CuCO3.Cu(OH)2
2CuCO3.Cu(OH)2
CuSiO3.Cu(OH)2

%
Logam
100
39
100
87
75
72
70
60
48
100
63
62
80
34
66
89
78
48
57
55
36

X
X
X
X
X

PbS
PbCO3
PbCO4
ZnS
ZnCO3
H2ZnSiO5
ZnO
SnO2
Cu2S.FeS.SnS2
(Fe,Ni)S

86
77
68
67
52
54
80
78
27
22

X
X
X
X
X
X
X
X

X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X

X
X
X
X
X

X
X
X
X
X
X
X
X

?
?

Kromium
Mangan

Alumunium
Antimon
Bismuth
Kobalt
Air raksa
Molibdenum
Tungsten
Uranium

Garnecirit
Kromit
Pirolusit
Psilomelan
Braunit
Manganit
Bauksit
Stibnit
Bismuthit
Smaltit
Cobaltit
Sinabar
Molibdenit
Wulfenit
Wolframit
Hucbnerit
Scheelit
Uraninit
Putcblende
Coffinit
Carnotit

H2(Ni,Mg)SiO3.H2O
FeO.Cr2O3
MnO2
Mn2O3.xH2O
3Mn2O3.MnSiO3
Mn2O3.MnSiO3
Al2O3.2H2O
Sb2S3
Bi2S3
CoAs2
CoAsS
HgS
MoS2
PbMoO4
(Fe,Mn) WO4
Mn WO4
Ca WO4
Combined UO2
Dan UO3
UsiO4
K22).2U2O3

68
63
45
69
62
39
71
81
28
35
86
60
39
76
76
80
50 85
75
60 U2O3

X
X
X
X
?
X
X
X
X
X
X

X
X
X
X
X
X

X
X
X
X
X
X
X
X

Batuan merupakan suatu bentuk alami yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan
kadang-kadang oleh material non-kristalin. Kebanyakan batuan merupakan heterogen
(terbentukdari beberapa tipe/jenis mineral), dan hanya beberapa yang merupakan homogen. D
eret reaksi Bowen(deret pembentukan mineral pada batuan) telah dimodifikasi oleh Niggli,
V.M. Goldshmidt, dan H.Schneiderhohn, seperti terlihat pada Gambar 2

Gambar 2. Diagram urutan pengendapan mineral


Sedangkan proses pembentukan mineral berdasarkan komposisi kimiawi larutan
(konsentrasi suatuunsur/mineral), temperatur, dan tekanan pada kondisi kristalisasi dari
magma induk telah didesignoleh Niggli seperti terlihat pada Gambar 3

Gambar 3. Diagram Temperatur-Konsentrasi-Tekanan (Diagram Niggli)


GENESA ENDAPAN BIJIH TEMBAGA

Genesa Primer
1. Proses Pembentukan Endapan Mineral Primer
intra-magmatic, bila endapan terletak di dalam daerah batuan beku

peri-magmatic, bila endapan terletak di luar (dekat batas) batuan beku


crypto-magmatic, bila hubungan antara endapan dan batuan beku tidak jelas
apo-magmatic bila letak endapan tidak terlalu jauh terpisah dari batuan beku
tele-magmatic, bila disekitar endapan mineral tidak terlihat (terdapat) batuan beku
Bagaimana cara pengendapan terjadi
terbentuk karena kristalisasi magma atau di dalam magma
terbentuk pada lubang-lubang yang telah ada
metosomatisme (replacement ) yaitu :reaksi kimia antara batuan yang telah ada dengan
larutan pembawa bijih
Bentuk endapan, masif,stockwork , urat, atau perlapisan
Waktu terbentuknya endapan
syngenetic, jika endapan terbentuk bersamaan waktunya dengan pembentukan batuan
epigenetic, jika endapan terbentuk tidak bersamaan waktunya dengan pembentukan batuan

1.1 Fase Magmatik Cair (L i q u i d M a g m a t i c P h a s e ) Liquid magmatic phase


adalah suatu fase pembentukan mineral, dimana mineral terbentuk langsung pada
magma (differensiasi magma), misalnya dengan cara gravitational settling (Gambar 6).
Mineral yang banyak terbentuk dengan cara ini adalah kromit, titamagnetit, dan petlandit
(lihat juga Gambar4). Fase magmatik cair ini dapat dibagi atas : Komponen batuan, mineral
yang terbentuk akan tersebar merata diseluruh masa batuan. Contoh intandan platina.
Segregasi, mineral yang terbentuk tidak tersebar merata, tetapi hanya kurang terkonsentrasi di
dalam batuan.
Injeksi, mineral yang terbentuk tidak lagi terletak di dalam magma (batuan beku), tetapi
telah terdorongkeluar dari magma.
1.2 Fase Pegmatitik (Pegmatitic Phase)
Pegmatit adalah batuan beku yang terbentuk dari hasil injeksi magma. Sebagai
akibat kristalisasi pada magmatik awal dan tekanan disekeliling magma, maka cairan residual
yang mobile akan terinjeksidan menerobos batuan disekelilingnya sebagai dyke, sill, dan
stockwork (Gambar 7)
Kristal dari pegmatit akan berukuran besar, karena tidak adanya kontras tekanan dan
temperaturantara magma dengan batuan disekelilingnya, sehingga pembekuan berjalan
dengan lambat. Mineral-mineral pegmatit antara lain : logam-logam ringan (Li-silikat, Besilikat (BeAl-silikat), Al-richsilikat), logam-logam berat (Sn, Au, W, dan Mo), unsur-unsur
jarang (Niobium, Iodium (Y), Ce, Zr,La, Tantalum, Th, U, Ti), batuan mulia (ruby, sapphire,
beryl, topaz, turmalin rose, rose quartz,smoky quartz, rock crystal).

Gambar 6. Skematik proses differensiasi magma pada fase magmatik cair

Keterangan untuk Gambar 6 :


1 . Ves i c u l a t i o n ,
Magma yang mengandung unsur-unsur volatile seperti air (H2O), karbon
dioksida(CO2 ), sulfur dioksida (SO2 ), sulfur (S) dan klorin (Cl). Pada saat magma naik
kepermukaan bumi,unsur-unsur ini membentuk gelombang gas, seperti buih pada air
soda. Gelombang (buih) cenderungnaik dan membawa serta unsur-unsur yang lebih volatile
seperti sodium dan potasium.
2. Diffusion,
Pada proses ini terjadi pertukaran material dari magma dengan material dari batuan yang
mengelilingi reservoir magma, dengan proses yang sangat lambat. Proses diffusi tidak
seselektif proses-proses mekanisme differensiasi magma yang lain. Walaupun demikian,
proses diffusi dapatmenjadi sama efektifnya, jika magma diaduk oleh suatu pencaran
(convection) dan disirkulasi dekatdinding dimana magma dapat kehilangan beberapa
unsurnya dan mendapatkan unsur yang lain daridinding reservoar.
3. Flotation,

Kristal-kristal ringan yang mengandung sodium dan potasium cenderung


untukmemperkaya magma yang terletak pada bagian atas reservoar dengan unsur-unsur
sodium dan potasium.
4. Gravitational Settling,
Mineral-mineral berat yang mengandung kalsium, magnesium dan besi,cenderung
memperkaya resevoir magma yang terletak disebelah bawah reservoir dengan unsur-unsur
tersebut. Proses ini mungkin menghasilkan kristal badan bijih dalam bentuk
perlapisan. Lapisan paling bawah diperkaya dengan mineral-mineral yang lebih berat
seperti mineral-mineral silikat dan lapisan diatasnya diperkaya dengan mineral-mineral
silikat yang lebih ringan.
5 . A s s i m i l a t i o n o f Wal l R o c k ,
Selama emplacement magma, batu yang jatuh dari dinding reservoirakan bergabung
dengan magma. Batuan ini bereaksi dengan magma atau secara sempurna terlarutdalam
magma, sehingga merubah komposisi magma. Jika batuan dinding kaya akan sodium,

potasium dan silikon, magma akan berubah menjadu komposisi granitik. Jika batuan
dinding kayaakan kalsium, magnesium dan besi, magma akan berubah menjadi berkomposisi
gabroik.

6. Thick Horizontal Sill,


Secara umum bentuk ini memperlihatkan proses differensiasi magmatik asli yang
membeku karena kontak dengan dinding reservoirl Jika bagian sebelah dalam
memebeku,terjadi Crystal Settling dan menghasilkan lapisan, dimana mineral silikat yang
lebih berat terletak pada lapisan dasar dan mineral silikat yang lebih ringan.

1.3 Fase Pneumatolitik (P n e u m a t o l i t i k P h a s e )


Pneumatolitik adalah proses reaksi kimia dari gas dan cairan dari magma dalam
lingkungan yangdekat dengan magma. Dari sudut geologi, ini disebut kontak-metamorfisme,
karena adanya gejalakontak antara batuan yang lebih tua dengan magma yang lebih muda.
Mineral kontak ini dapat terjadi bila uap panas dengan temperatur tinggi dari magma
kontak dengan batuan dinding yang reaktif. Mineral-mineral kontak yang terbentuk antara
lain : wolastonit (CaSiO3),amphibol, kuarsa, epidot, garnet, vesuvianit, tremolit, topaz,
aktinolit, turmalin, diopsit, dan skarn.
Gejala kontak metamorfisme tampak dengan adanya perubahan pada tepi batuan beku
intrusi danterutama pada batuan yang diintrusi, yaitu: baking (pemanggangan) dan
hardening (pengerasan).
Igneous metamorfism ialah segala jenis pengubahan (alterasi) yang berhubungan
dengan penerobosan batuan beku. Batuan yang diterobos oleh masa batuan pada umumnya
akan ter-rekristalisasi, terubah(altered ), dan tergantikan (replaced ). Perubahan ini disebabkan
oleh panas dan fluida-fluida yangmemencar atau diaktifkan oleh terobosan tadi. Oleh karena
itu endapan ini tergolong padametamorfisme kontak. Proses pneomatolitis ini lebih
menekankan peranan temperatur dari aktivitasuap air.Pirometamorfisme menekankan hanya
pada pengaruh temperatur sedangkan pirometasomatisme pada reaksi penggantian
(replacement ), dan metamorfisme kontak pada sekitarkontak. Letak terjadinya proses
umumnya di kedalaman bumi, pada lingkungan tekanan dantemperatur tinggi.

Logam tembaga, proses genesanya berada dalam lingkungan magmatik, yaitu suatu
proses yangberhubungan langsung dengan intrusi magma. Bila magma mengkristal maka
terbentuklah batuanbeku atau produk-produk lain. Produk lain itu dapat berupa mineralmineral yang merupakan hasilsuatu konsentrasi dari sejumlah elemen-elemen minor yang
terdapat dalam cairan sisa.
Pada keadaan tertentu magma dapat naik ke permukaan bumi melalui rekahanrekahan (bagianlemah dari batuan) membentuk terowongan (intrusi). Ketika mendekati
permukaan bumii, tekananmagma berkurang yang menyebabkan bahan volatile terlepas
dan temperatur yang turunmenyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke permukaan
lemah dari batuan samping (countryrock) sehingga akan terbentuk pegmatite dan hidrotermal.
Endapan pegmatite sering dijumpai berhubungan dengan batuan plutonik
tapi umumnya granit yangkaya akan unsur alkali, aluminium, kuarsa dan beberapa muskovit
dan biotit.
Endapan hidrotermal merupakan endapan yang terbentuk dari proses pembentukan
endapanpegmatite lebih lanjut, dimana larutan bertambah dingin dan encer. Cirri

khas endapan hidrotermaladalah urat yang mengandung sulfida yang terbentuk karena adanya
pengisian rekahan (fracture)atau celah pada batuan semula.
Endapan bijih tembaga porfiri merupakan suatu endapan bijih tembaga yang
mempunyai kadarrendah, tersebar relatif merata dengan jumlah cadangan yang besar.
Endapan bahan galian ini erathubungannya dengan intrusi batuan Complex Subvolcanic
Calcaline yang bertekstur porfitik. Padaumumnya berkomposisi granodioritik, sebagian
terdeferensiasi ke batuan granitik dan monzonit.Bijih tersebar dalam bentuk urat-urat sangat
halus yang membentuk meshed network sehinggaderajat mineralisasinya merupakan fungsi
dari derajat retakan yang terdapat pada batuan induknya(hosted rock). Mineralisasi bijih
sulfidanya menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan pola ubahan hidrotermal.

Zona pengayaan pada endapan tembaga porfir


zona pelindian.
Zona oksidasi.
Zona pengayaan sekunder
Zona primer.

Reaksi yang terjadi pada proses pengayaan tersebut adalah :


:--> 5FeS2 + 14Cu2+ + 14SO42- + 12H2O 7Cu2S + 5Fe2+ + 2H+ + 17SO42Sifat susunan mineral bijih endapan tembaga porfiri adalah:
-

Mineral utama terdiri : pirit, kalkopirit dan bornit.


Mineral ikutan terdiri : magnetit, hematite, ilmenit, rutil, enrgit, kubanit, kasiterit,
kuebnit danemas.
Mineral sekunder terdiri : hematite, kovelit, kalkosit, digenit dan tembaga natif.

Akibat dari pembentukannya yang bersal dari intrusi hidrotermal maka mineralisasi bijih
tembagaporfiri berasosiasi dengan batuan metamorf kontak seperti kuarsit, marmer dan skarn.

Genesa Sekunder

Dalam pembahasan mineral yang mengalami proses sekunder terutama akan ditinjau
proses ubahan(alteration) yang terjadi pada mineral-mineral urat (vein). Mineral sulfida yang
terdapat di alammudah sekali mengalami perubahan. Mineral yang mengalami oksidasi
dan berubah menjadi mineralsulfida kebanyakan mempunyai sifat larut dalam air. Akhirnya
didapatkan suatu massa yangberongga terdiri dari kuarsa berkarat yang disebut Gossan

(penudung besi). Sedangkan materiallogam yang terlarut akan mengendap kembali


pada kedalaman yang lebih besar dan menimbulkanzona pengayaan sekunder.
Pada zona diantara permukaan tanah dan muka air tanah berlangsung sirkulasi udara
dan air yangaktif, akibatnya sulfida-sulfida akan teroksidasi menjadi sulfat-sulfat dan logamlogam dibawa sertadalam bentuk larutan, kecuali unsur besi. Larutan mengandung logam
tidak berpindah jauh sebelumproses pengendapan berlangsung. Karbon dioksit akan
mengendapkan unsur Cu sebagai malakit danazurit. Disamping itu akan terbentuk mineral
lain seperti kuprit, gunative, hemimorfit dan angelesit.Sehingga terkonsentrasi kandungan
logam dan kandungan kaya bijih.
Apabila larutan mengandung logam terus bergerak ke bawah sampai zona air tanah
maka akanterjadi suatu proses perubahan dari proses oksidasi menjadi proses reduksi, karena
bahan air tanahpada umumnya kekurangan oksigen. Dengan demikian terbentuklah suatu
zona pengayaan sekunderyang dikontrol oleh afinitas bermacam logam sulfida.
Logam tembaga mempunyai afinitas yang kuat terhadap belerang, dimana larutan
mengandungtembaga (Cu) akan membentuk seperti pirit dan kalkopirit yang kemudian
menghasilkan sulfida- sulfida sekunder yang sangat kaya dengan kandungan mineral kovelit
dan kalkosit. Dengan caraseperti ini terbentuk zona pengayaan sekunder yang mengandung
konsentrasi tembaga berkadartinggi bila dibanding bijih primer.
Pembentukan bijih secara umum di alam melalui proses-proses sebagai berikut:
-

Pembekuan. Larutan pembawa bijih akan mengalami pembekuan


akibat perubahan temperaturtekanan.
Pelapukan. Akibat kontaknya dengan organisme dan atmosfer, maka batuan
akan mengalamipelapukan.
Sedimentasi. Akibat pelapukan yang terus-menrus maka massa batuan yang besar
akan hancurdan tererosi kemudian tertransportasi ke daerah yang lebih landai
kemudian akan terjadi proses sedimentasi.
Metamorfosa. Perubahan temperatur dan tekanan yang akan mengakibatkan mineral
yangterkandung dalam suatu batuan akan terorientasi membentuk mineral baru akibat
proses alterasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhipembentukan bijih :


-

Perubahan temperatur.
Perubahan tekanan.
Penambahan larutan sekunder
Kondisi media transportasi.
Kondisi kimia batuan induk.
Aktifitas tektonik.

Tembaga adalah salah satu jenis mineral dari hasil suatu pertambangan. Dari hasil
tambang itulahdilakukan pemisahan antara tembaga dengan tanah yang disebut bijih. Dari

bijih Cu mulailah awalproses pembuatan tembaga. Biasanya bijih yang paling


banyak ditemukan di alam adalah bijihtembaga-besi sulfida (CuFeS2).
Tahap pertama pembuatan tembaga yaitu melakukan flotasi (pengapungan). Dari flotasi
inidihasilkan bijih pekat Cu. Kemudian bijih dipanggang agar besi sulfida berubah menjadi
besi oksida.Setelah melalui proses pemanggangan bijih dileburkan terlebih dahulu sehingga
mencair danterpisah menjadi 2 lapisan. Salah satu lapisan yang terdri dari Cu2S dan besi cair
ini dipindahkan lalutiupkan udara sehingga reaksi redoks terjadi dan menghasilkan tembaga
yang mengandunggelembung SO2 beku (tembaga lepuh). Dari proses ini sudah terbentuk
tembaga yang mengandung98-99% Cu disertai berbagai jenis pengotor sehingga harus
dibersihkan dahulu melalui proseselektrolisis.

Proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan tembaga lepuh dianoda dan tem
baga murnidi katoda, memakai larutan CuSO4. Selama proses elektrolisis, Cu dipindahkan
dari ke katoda dengan potensial tertentu sehingga Cu murni bisa didapatkan.

Kesimpulan

Endapan biji tembaga biasanya terdapat pada lingkungan magmatik, lingkungan yang
dapatmembentuk tembaga (Cu) adalah lingkungan mesotermal. Suhunya berkisar 200 derajat
celcius 300 derajat celcius dengansedikit mangandung kuarsa,kalsil,redoktosil dan siderite.
Ganesa endapan biji tembaga secara garisbesar di bagi 2 kelompok, Ganesa primer dan
ganesa sekunder. Ganesa primer logam tembagaproses ganesanya berada dalam lingkungan
magmatik yaitu proses yang berhubungan langsungdengan instrusi magma, ada 3 sifat
susunan mineral biji tembaga porfiri, mineral utama,mineralikutan dan mineral sekunder.
Ganesa sekunder dalam pembahasan mineral yang mengalami prosessekunder terutama akan
di tinjau proses ubahan (alteration) yang terjadi pada mineral urat (vein).Pembentukan biji
secara umum di alam melalui beberapa proses: proses pelapukan, prosespembekuan, proses
sedimentasi, proses metamorfosa.

Daftar Pustaka

http://kampungminers.blogspot.com/2013/03/mineralogi-endapan-bijih-tembaga-cu.html
http://yefrichan.wordpress.com/2011/02/12/proses-pembuatan-tembaga/
http://aghnanisme.blogspot.com/2012/10/tembaga-keberadaan-sifat-pembuatan-dan.htm