Anda di halaman 1dari 3

Pada praktikum kali ini dilakukan pengukuran laju aliran fluida yang bertujuan untuk

mengetahui harga koefisien orifice (Co), koefisien venturi (Cv), fanning friction factor pada pipa
lurus dan konstanta elbow (Ke), mengetahui hubungan antara koefisien/fanning
friction/konstanta tersebut terhadap dan untuk membuktikan apakah pressure drop berharga tetap
untuk Q yang berbeda.
Rezim aliran dapat diatur dengan mengubah besar bukaan katup by-pass dengan tetap
mempertahankan katup proses dalam keadaan buka penuh. Untuk mengetahui batasan rezim
aliran, maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan untuk mencari batas dengan cara menghitung
batasan dari Nre nya sehingga diperoleh batasan Q dan V untuk masing-masing aliran. Untuk
pengukuran beda tekan digunakan manometer raksa dan manometer minyak dengan cara
mengukur beda ketinggian cairan pada lengan manometer. Manometer minyak digunakan ketika
beda ketinggian pada manometer raksa sudah tidak terbaca, karena massa jenis minyak yang jauh
lebih kecil. Setiap pengukuran dilakukan secara duplo. Untuk pengukuran rezim aliran laminar
dan transisi yang dijadikan tetap yaitu waktu nya 15 detik sedangkan untuk aliran turbulen yaitu
volumenya mencapai 10 liter.
Pada tahap pertama dilakukan kalibrasi laju alir pada alat sehingga fluida dialirkan
sampai mencapai steady state, dimana keadaan steady state tersebut ditunjukkan dengan
terbasahinya semua diameter dalam pipa oleh fluida. Dan juga perlu diperhatikan agar tidak ada
gelembung udara dalam pipa yang dapat mempengaruhi nilai H. Keberadaan gelembung ini
dapat diatasi dengan memperbesar Q. Hal lainnya yang harus diamati yaitu beda tekanan awal
pada manometer. Pada setiap alat ukur, pengukuran didasakan pada beda tekanan (P) yang
dapat diamati pada manometer raksa maupun minyak dimana H ini menunjukkan pula beda
tekanan (P) yang melewati alat ukur. Fluida cair yang mengalir dalam sistem perpipaan akan
mengalami banyak kehilangan energy karena adanya friksi selama fluida mengalir. Kehilangan
energi ini akan menyebabkan penurunan tekanan aliran atau yang disebut sebagai pressure drop
(P). Di setiap alat dilakukan pengukuran beda tekanan pada aliran laminar (Nre>2000), transisi
(2100<Nre<4000), dan turbulen (Nre>4000) dengan acuan batas rezim aliran yang sudah
diasumsikan dan dihitung sebelum praktikum. Manometer minyak digunakan untuk setiap rezim
aliran pada elbow 90 dan pipa lurus sedangkan pada orificemeter dan venturimeter hanya rezim
aliran turbulen saja yang menggunakan manometer raksa.
Pengukuran H berjalan seiring dengan pengukuran Q. Q ini dapat dihitung dengan
membagi volume yang tertampung dengan waktu yang dibutuhkan untuk menampung sejumlah
volume tersebut. Hubungan debit dengan beda tekanan adalah linier dimana pada debit yang
besar, beda tekanan yang terbaca pada manometer juga besar. Begitu juga sebaliknya apabila
debitnya kecil, maka beda tekanannya yang terbaca juga kecil. Hal ini terjadi karena penggunaan
energi kinetik yang diperlukan untuk menurunkan tekanan semakin besar. Setelah nilai H
didapat dan juga kecepatan aliran masimg-masing pengukuran maka akan diketahui nilai
koefisien fanning friction masing-masing alat dan juga bilangan Reynold nya.
Kurva meliputi kurva k/Co/f/Cv vs Nre dan Q vs P pada masing-masing aliran.
Berdasarkan hasil percobaan, kurva Co/f/Cv pada aliran turbulen, laminar dan transisi
menunjukan bahwa Nre dan Co/f/Cv berbanding lurus. Semakin besar nilai Nre maka akan

semakin besar juga nilai Co/f/Cv nya. Hal tersebut ditunjukkan dengan kurva yang semakin naik.
Sedangkan untuk elbowmeter, menunjukan bahwa hubungan k vs Nre berbanding terbalik
dimana semakin besar Nre maka konstanta akan semakin kecil. Untuk kurva Vo vs P pada
setiap aliran tidak menentu. Nilai P yang tetap hanya tiap rezim aliran pada venturimeter dan
orificemeter. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin besar laju alir maka gesekan yang terjadi
dan energi kinetik yang dihasilkan semakin besar. Karena energi mekanik di setiap titik sama,
maka semakin kecil energi kinetik yang dihasilkan, semakin kecil tekanan yang dihasilkan
sehingga pressure drop nya semakin besar.
Faktor penyimpangan yang terjadi pada praktikum ini dapat disebabkan karena kesalahan
saat pembacaan manometer, pemberhentian waktu dan volume yang ditampung pada saat
penentuan laju alir.

SIMPULAN DAN SARAN

1. Nilai konstanta orifice (Co) terbesar adalah


Aliran turbulen
: 0,2008
Aliran laminar
: 0,005461
Aliran transien
: 0,025315
2. Nilai konstanta venturi (Cv) terbesar adalah
Aliran turbulen
: 0,6461
Aliran laminar
: 0,018774
Aliran transien
: 0,044393
3. Nilai friction pipa lurus terbesar adalah
Aliran turbulen
: 0,0346513
Aliran laminar
: 0,79313777
Aliran transien
: 0,28583925
4. Nilai konstanta elbow (Ke) terbesar adalah
Aliran turbulen
: 0,318579
Aliran laminar
: 0,005479
Aliran transien
: 0,021429
5. Pressure drop berbanding lurus dengan laju alir. Semakin besar pressure drop semakin
besar pula laju alirnya, begitu sebaliknya.
Saran
1. Berhati-hati ketika bekerja dan perhatikan seluruh komponen dengan seksama.
2. Persiapkan dan lengkapi seluruh perkakas yang akan digunakan demi kemudahan dan
kelancaran praktikum.
3. Pastikan tidak ada pipa dan sambungan yang bocor.
4. Pastikan tidak terdapat gelembung udara sepanjang selang maupun pipa.