Anda di halaman 1dari 13

TEORI DASAR

2.1 Mesin Ayak Getar


Mesin ayak getar merupakan mesin yang digunakan untuk melakuakan proses
pengayakan. Dimana pengayakan merupakan pemisahan berbagai cmpuran partikel padatan yang
mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Proses pengayakan disebut
juga sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang ukuranya berbeda dengan bahan baku.
Prinsip kerja mesin ayak getar adalah putaran yang bersumber dari motor listrik di
transmisikan ke poros dengaan puli dan sabuk,kemudian poros berputar tidak tepat pada sumbu
poros yang disebabkan oleh gaya eksitasi dari massa tak imbang. Pengaruh gaya eksitasi pada
poros menyebabkan system bergetar
Komponen mesin ayak getar
Mesin ayak getar ini memiliki beberapa komponen diantaranya adalah:
1. Baja poros
2. Motor listrik
3. Pegas
4. Bantalan
5. puli
6. Basuk
7. Besi profil siku 30
8. Plat baja dengan ketebalan 2mm
9. Saringan
10. Baut
11. Paku keeling
12. Universal joint
13. Piringan Massa tak seimbang
14. Massa tak seimbang dan saklar
2.2 Poros
Poros adalah salah satu bagian terpenting pada setiap mesin. Hampir semua mesin
meneruskan tenaga bersama dengan putaran. Peranan utama seperti hal itu dipegang oleh poros.

Poros merupakan komponen untuk memindahkan tenaga mekanik dari salah satu elemen
mesin ke elemen mesin lainya. Poros akan memindahkan putaran dari motor penggerak melalui
suatu pemindah tenaga seperti

sabuk. Poros akan mendapat tegangan puntir pada saat

memindahkan daya oleh karena itu perlu diketahui ukuran poros yang digunakan. Menentukan
ukuran poros perlu diketahui berapa besarnya daya yang akan dipindahkan dan putaran pada saat
daya itu dipindahkan.
2.2.1 jenis-jenis poros
Poros sebagai penerus daya dikasifikasikan menurut bembebananya.
1. Poros transmisi
Poros ini mendapat beban puntir murni atau puntir lentur. Daya ditransmisikan kepada
poros ini melalui kopling,roda gigi,puli sabuk atau sprocket rantai.
2. Spindle
Poros transmisi yang terlalu pendek seperti poros utama mesin perkakas,dimana beban
utamanya berupa putaran disebut spindle. Syarat yang harus dipenuhi oleh poros ini
adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukuranya harus teliti.
3. Gandar
Poros yang dipasang diantara roda-roda kereta barang,dimana tidak mendapat beban
puntir,bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar disebut gandar. Gandar ini hanya
mendapat beban lentur,kecuali bila digerakan oleh penggerak mula dimana akan
mengalami beban puntir juga. Menurut bentuknya poros dapat digolongkan atas poros
lurus umum,poros engkol sebagai poros utama pada mesin torak dan lain-lain.poros
luwes untuk transmisi daya kecil agar terdapat kebebasan bagi prubahan arah.
2.2.2 Perancangan Poros
Untuk memecahkan sebuah poros ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Kekuatan poros

Poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir
dan lentur,juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros balingbaling kapal.
2. Kekakuan poros
Meskipun sebuah poros mempunyai nilai kekakuan yang cukup tetapi jika defleksi atau
lendutanya terlalu besar maka akan mengakibatkan ketidak telitian atau getaran dan suara
pada mesin perkakas. Karena itu disamping kekuatan poros kekakuan juga harus
diperhatikan dan disesuiakan dengan jenis mesinyang akan dlayani poros tersebut.
3. Putaran kritis
Bila suatu putaran mesin dinaikan maka pada suatu harga putaran akan terjadi getaran
yang luar biasa besarnya. Putaran ini disebut putaran kritis.
4. Bahan poros.
Poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik dingin dan
difinis,baja karbon konstruksi mesin (disebut bahan S-C) yang dihasilkan dari ingot yang
di kill (baja yang dideoksidasikan dengan ferrosilicon dan dicor dengan kadar karbon
terjamin)
2.2.3 poros dengan beban punter dan lentur
Merancang poros harus diketahui besarnya daya yang akan di transmisikan P(kW) dan
putaran poros n (rpm),selanjutnya harus dimasukan factor korelasi fc yang dapat dilihat pada
table dibawah
Daya yang akan ditransmisikan
Daya rata-rata yg diperlukan
Daya maksimum yg diperlukan
Daya normal

fc
1,2-2,0
0,8-1,2
1,0-15

Daya rencana poros dapat ditentukan dengan persaman berikut

Pd = fc.P
Momen punter disebut juga dengan mome rencana adalah T(kg.mm) maka:
Pd = (T/1000)(2.n1/60)/102
Sehingga:
T=9,74x105 pd/n1
Poros yang mendapat beban punter dan lentur pada permukaanya akan terjadi tegangan geser
=T/zp krena momen punter T dan tegangan =M/Z karena momen lentur. Besarnya diameter
poros ditentukan dengan persamaan :

ds=

[( )

5,1
. ( km. M ) 2+ ( Kt . T ) 2 1 /3
a

2.3 Motor Listrik


Motor listrik Merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk misalnya memutar impeller
pompa,fan atau blower,menggerakan kompresor mengangkat bahan dan banyak lain lagi yang
dapat dilakukan oleh motor listrik.
Motor listrik berfungsi sabagai sumber penggerak utama poros.bentuk dari sebuah motor
listrik dapat dilihat pada gambar dibawah. Daya motor yang diperlukan dapat ditentukan dengan
persamaan:
60 p
T= 2 .n

Atau,

F.r =

60 p
2 .n

2.4 Pegas
Pegas merupakan elemen mesin yang penting dalam konstruksi pemesinan,mekanik dan
listrik. Pegas ada yang berbentuk metal datar (plat) dan yang bulat seperti helix terbuka atau
tertutup. Pegas biasanya digunakan untuk menahan gaya dan mengurangi getaran akibat suatu
goncangan.
Berdasarkan bentuk dan jenis beban yang diterimanya,pegas dapat digolongkan kedalam
beberapan kelompok.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Pegas tekan atau kompresi


Pegas listrik
Pegas punter
Pegas ulir
Pegas volut
Pegas daun
Pegas piring
Pegas cincin
Pegas spiral atau pegas jam

2.4.1 Bahan pegas


Bahan pegas biasanya dibuat dari bahan phosporbronze, brass monel,baryllium cupper.
Bahan baja dengan penampang lingkaran paling banyak dipakai. Pegas untuk pemakaian umum
dengan diameter kawat sampai 9,2 mm biasanya dibuat dari kawat tarik keras yang dibentuk
dingin atau kawat yang ditemper dengan minyak. Diameter kawat yang lebih besar dari 9,2 mm
dibuat dari batang rol yang dibentuk panas. Pegas yang terbuat dari kawat tarik keras,tidak
dilakukan perlakuan panas setelah dibentuk menjadi pegas.

2.5 Bantalan ( Bearing )


Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban sehingga putaran atau
gerakan bolak baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan umur pakai panjang. Agar
elemen mesin dapat bekerja dengan baik maka bantalan harus dipasang cukup kokoh.
2.5.1 Klasifikasi Bantalan
1. Berdasarkan gerakan terhadap poros

Bantalan luncur
Pada bantalan ini terjadi gerakan luncur antara poros dan bantalan karena
permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan
pelumas.

Gambar 2.22. Bantalan Luncur


Bantalan gelinding
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan
bagian yang diam melalui elemen gelinding.

Gambar 2.23. Bantalan gelinding dengan bola


2. Berdasarkan arah beban terhadap poros
Bantalan radial
Setiap arah beban yang ditumpu oleh bantalan ini tegak lurus terhadap sumbu
poros.
Bantalan aksial
Setiap arah beban yang ditumpu oleh bantalan itu sejajar dengan sumbu poros.
Bantalan gelinding halus
Bantalan ini dapat menumpu beban yang sejajar dan tegak lurus terhadp poros.
2.5.2 Macam macam bantalan luncur
1. Bantalan radial berbentuk silinder, silinder elip
2. Bantalan aksial yang berbentuk engsel
3. Bantalan khusus yang berbentuk bola

Gambar 2.24. Bantalan Luncur Radial

Gambar 2.25. Bantalan Luncur Radial dan Aksial


2.5.3 Rumus Dasar Bantalan
Rumus yang digunakan pada saat perencanaan bantalan yaitu :
Umur bantalan (L10h)
Rumus dari buku deutschman hal 485
b

10 6
C
x

60.n
P

L10 h

Beban equivalen (P)


P = Fs ( X.V.Fr.y.Fa )

dimana :
b

= Konstanta
= 3.0 ( untuk ball bearing )
= 10/3 ( untuk roll bearing )

= Faktor putaran
= 1 ( untuk ring dalam berputar )
= 1.2 ( untuk ring luar berputar )

2.6 Sabuk

L10h

= Umur bantalan (jam )

= Beban dinamis ( lb )

= Beban ekuivalen ( lb )

Fs

= Konstanta beban ( beban shock/lanjut )

Fr

= Beban radial ( lb )

Fa

= Beban aksial ( lb )

= Konstanta radial

= Konstanta aksial

= Putaran ( rpm )

Sabuk berfungsi sebagai penerus putaran motor terhadap poros yang lain dengan
menghubungkanya dengan puli. Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk V.
Kelebihan sabuk V karena disamping mudah dalam penangananya dan harganya relative
murah,sabuk V ini juga dapat menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang
relatife rendah.
Perencanaan sabuk yang akan digunakan harus diperhatikan perhitungan yang
memungkkinkan penggunaan sabuk. Terdapat bermacam-macam sabuk dalam perdagangan
sehingga untuk mendapatkan panjang sabuk yang samadalam perhitungan umumnya sukar.
Untuk mengetahui panjang sabuk yang akan digunakan dalam pembuatan suatu mesin ataupun
merencanakanya. Jarak sumbu dan panjang sabuk dapat dinyatakan dengan persamaan:

1
( dp+ Dp ) +
2
L = 2C+ 2
4 C (Dp-dp)

C=

b+ b28 (Dpdp)2
8

2.7 Puli
Puli berfungsi sebagai tempat kedudukan sabuk saat melakukan proses kerja dalam
meneruskan putaran motor. Puli mempunyai diameter yang bermacam-macam bentuk. Diameter
minimum puli yang diizinkan dapat dilihat pada table dibawah.
penampang
Diameter
minimum puli

A
65

B
115

C
175

D
300

E
450

yang diizinkan
Diameter
maksimum puli

95

145

225

350

550

yang diizinkan

2.8 Pasak
Pasak merupakan suatu komponen mesin yang berfungsi untuk menetapkan komponen
mesin seperti roda gigi dan puli pada poros. Pasak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis
berdasarkan letaknya yaitu:
a. Pasak pelana
b. Pasak rata
c. Pasak benam
d. Pasak singgung
2.8.1 hal-hal mengenai tata cara pemilihan pasak.
Perencanaan sebuah pasak harus diperhatikan beberapa hal diantaranya:
a. daya yang ditransmisikan
b. bahan poros
c. daya rencana
d. factor koreksi
e. momen rencana
f. tegangan geser.
2.9 Getaran Mekanis
2.9.1 dasar perencanaan
system teknik mengandung massa dan elastisitas yang mampu bergerak secara
relative.gerakan seperti ini jika berulang sendiri dalam interval waktu tertentu maka gerakan
itu dikenal dengan getaran(vibration). Getaran merupakan bentuk energy sisa dan pada
berbagai kasus tidak diinginkan,khususnya halini benar pada mesin-mesin karena getaraan
menimbulkan bunyi.getaran kadang juga dibutuhkan oleh suatu mesin untuk mekanisme
kerjanya. Pengayak pasir membutuhkan mekanisme getaran pada bagian pengayak pasir.
Pasir yang berada diatas pengayak pasir apabila bergetar akan terayak,sehingga proses

pengayakan dapat terjadi. Getaran yang diinginkan itu memang sengaja dibuat. Cara untuk
membangkitkan getaran itu ada bermacam-macam. Cara yang dipakai pada pengayak pasir
ini menggunakan system massa tak imbang.
2.9.2 perencanaaan getaran pengayak pasir
2.9.2.1 perhitungan beban maksimum pengayak pasir.
Perhitungan beban maksimum pengayak pasir adalah total dari berat besi profil yang
diperlukan seperti berat plat yang digunakan sebagai tempat pasir(screen),berat saringan,berat
pasir yang menumpuk diatas pengayak pasir, berat puli,berat poros,berat massa tak imbang,dan
berat bantalan beserta sangkarnya.
2.9.2.2 perhitungan frekuensi pribadi system
frekuensi pribadi system dihitung dengan persamaan:

Wn =

K
rad
(
)
Mtotal s

Dan persaman untuk menghiyung kekakuan pegas:


m. g
K=
x
2.9.2.3 Perhitungan rasio frekuensi
Rasio frekuensi dihitung dengan persamaan:
w
Rasio frekuensi = wn
2.9.2.4 perhitungan redaman
redaman dapat dihitung dengan persamaan:
c
f = cc
c = 2 x Mtotal x Wn (rad/s)
2.10

Massa Tak Seimbang

Pada system poros rotor yang berputar sering kali terjadi getaran.getaran yang muncul
pada mesin khususnya pada system rotor dinamik kemungkinan disebabkan oleh beberapa
factor,diantaranya adalah adanya massa tak seimbang pada rotor atau poros,ketidaksesumbuan
poros,cacat pada bantalan,pasangan rumah bantalan yang longgar, dan sebagainya. Dengan
bantuan analisis sinyal getaran dapat diketahui fenomena getaran yang terjadi pada system.
Getaran pada system poros rotor yang memiliki massa tak seimbang pada rotor dan ketidak
sesumbuan pada poros akibat diberikanya perpindahan paksa (enforced-displacement) pada
poros.