Anda di halaman 1dari 11

KONVENSI DAN KONSTITUSI DALAM

PRAKTIK KETATANEGARAAN
DI INDONESIA

Oleh:

HENDRA SETYADI KURNIA PUTRA


NIM. S311408007

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM


PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

PETA KONSEP

Pengertian Dasar Negara

HUBUNGAN DASAR
NEGARA DENGAN
KONSTITUSI

Herman Heller
Oliver Cromwell
Lasalle
Bolingbroke
C.F. Strong

Pengertian Konstitusi

Sifat dan Fungsi Konstitusi


Substansi Konstitusi
Negara

Kedudukan Konstitusi
Cara Membentuk dan Meru-bah
Konstitusi

PENGERTIAN KONSTITUSI

Pengertian luas
Konstitusi berarti keseluruhan
dari ketentuan-ketentuan dasar
atau hukum dasar (droit
constitunelle). Konstitusi, ada yg
dalam bentuk dokumen tertulis
ada juga yang tidak tertulis
(pelopor Bolingbroke).

Pengertian sempit (terbatas)


Konstitusi berarti piagam dasar
atau undang-undang dasar
(loi constitunelle), yaitu suatu
dokumen lengkap mengenai
peraturan-peraturan dasar
negara, contoh UUD 1945
(pelopor Lord Bryce dan C.F.
Strong).

Konstitusi
Herman Heller
Pendapat

Oliver Cromwell
Lasalle
Struycken

Konstitusi UUD

Konstitusi = UUD

Herman Heller, Konstitusi mempunyai arti yang lebih luas dari


pada Undang-Undang Dasar.
Struycken, Konstitusi adalah Undang-Undang Dasar. Konstitusi
memuat garis-garis besar dan asas tentang organisasi dari pada
negara.

C. SUBSTANSI KONSTITUSI NEGARA

Sifat Konstitusi
Sifat Umum Konstitusi :
Normatif, aturan yang harus ditaati oleh penyelenggara
negara dan warga negaranya.
Nominal, pilihan pasal yg dilaksanakan oleh penguasa.
Semantik, UUD hanya sebagai simbol sedangkan aturan
bernegara menurut kemauan politik penguasa.

Sifat pokok konstitusi negara :


Flexible, agar mudah mengikuti perkembangan jaman (Inggris
dan Selandia Baru).
Rigid, agar tidak mudah dirubah hukum dasarnya (Amerika,
Kanada, Jerman dan Indonesia)
K
O
N
S
T
I
T
U
S
I

Sifat Umum

Flexible/Luwes
Rigid / Kaku

Ditentukan
Dengan
Ukuran

Cara Merubah Konstitusi


Apakah Konstitusi itu mudah atau tidak
mengikuti perkembangan jaman

FUNGSI KONSTITUSI
Fungsi Pokok, Konstitusi
atau UUD adl untuk
membatasi kekuasaan
pemerintah agar tidak
sewenang-wenang,
sehingga hak-hak warga
negara dapat terlindung
(Konstitusionalisme).

Fungsi Umum :
Kontrol Penyelenggaraan
negara,
Indikator keberhasilan
pemerintahan,
Kontrak sosial antara warga
negara dengan
penyelenggara negara.

Memuat tentang ;

Substansi
Konstitusi

Tujuan negara,
Lembaga negara,
Pembagian kekuasaan,
Hak asasi manusia,
Sistem pemerintahan,
Hubungan pusat dan daerah,
Prosedur penyelesaian pertikaian,
Pengawasan penjabat negara &
perubahan konstitusi.

CARA PEMBENTUKAN & MENGUBAH KONSTITUSI


1) Cara Pembentukan
No

Dengan Cara

Keterangan

1.

Pemberian

Raja memberikan suatu UUD, dan kekuasaan akan


dijalankan oleh suatu badan tertentu.
UUD itu timbul, karena takut akan timbul revolusi. Dng
UUD kekuasaan raja dibatasi.

2.

Sengaja
Dibentuknya

Pembuatan suatu UUD dilakukan setelah negara itu


didirikan.

3.

Cara
Revolusi

Pemerintahan baru hasil revolusi, dng perse-tujuan


rakyat/pemerintah mengambil suatu permusyawaratan
untuk menetapkan UUD.

4.

Cara Evolusi

Melakukann perubahan secara berangsur-angsur


membentuk UUD baru.

2) CARA MENGUBAH
No

Dengan Cara

Keterangan

1.

Oleh Badan
Legislatif/
Perundangan
Biasa

Dilakukan oleh Badan Legislatif, hanya harus dengan


syarat yang lebih berat dari pada membuat undangundang biasa (bukan Undang-Undang Dasar).

2.

Referandum

Yaitu dengan jalan pemungutan suara diantara rakyat


yang mempunyai hak suara.

Oleh Badan
Khusus

Badan khusus yang bertugas hanya untuk mengubah


Undang-Undang Dasar saja.

4.

Khusus di
Negara Federasi

Perubahan UUD itu baru dapat terjadi jika mayoritas


negara-negara bagian dari federasi itu tadi menyetujui
perubahan.

SEJARAH KONSTITUSI YANG ADA DI INDONESIA


Periode berlakunya UUD 1945:
18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949

Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949:


27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950

Periode UUDS ' 50:

17 agustus 1950 - 5 juli 1959

Periode kembalinya ke UUD 1945:


5 juli 1959-1966

Periode UUD 1945 masa orde baru:


11 maret 1966- 21 mei 1998

Periode Transisi:

21 mei 1998 - 19 Oktober 1999

Periode UUD 1945 Amandemen:


21 Oktober 1999 - Sekarang

Anda mungkin juga menyukai