Anda di halaman 1dari 14

Step 4

Regio-regio abdomen dan organ-organnya:

a. Hypochondrium dextra, yaitu regio kanan atas:


o Hepar dan Vesica fellea
b. Epigastrium, regio yang berada di ulu hati
o Gaster, Hepar, Colon transversum
c. Hypochondrium sinistra, regio yang berada di kiri atas:
o Gaster, Hepar, Colon Transversum
d. Lumbaris dextra, regio sebelah kanan tengah:
o Colon ascendens
e. Umbilicalis, regio tengah:
o Intestinum tenue, Colon transversum

f. Lumbaris sinistra, regio sebelah kiri umbilikalis:


o Intestinum tenue, Colon descendens
g. Inguinalis dextra, regio kanan bawah:
o Caecum, Appendix vermiformis
h. Hypogastrium / Suprapubicum, regio di tengah bawah:
o Appendix vermiformis, Intestinum tenue, Vesica urinaria
i. Inguinalis sinistra, regio kiri bawah:
o Intestinum tenue, Colon descendens, Colon sigmoideum
3. a. Cavum Oris :
1)
2)
3)
4)

Lidah : membantu memposisikan makanan


Palatum durum
Palatum molle
Gigi : untuk menguyah makanan

b. oropharing
c. Laring : epiglotis -> katup yang membuka dan menutup saluran pernapasan dan
pencernaan
d. Esophagus
e. Gaster

1)
2)
3)
4)

Bila kosong 50ml dan bila terisi gaster dapat menampung 1000ml/lt
Bahan kimia berpengaruh dalam gerakan peristaltik
Saraf juga mempengaruhi proses gerakan peristaltik
Otot juga mempengaruhi gerakan peristaltik

4. Penyebab muntah
Muntah atau emesis stimulasi pada batang otak di karenakan kontraksi otot pernapasan
( diafragma ) dan otot abdomen -> muntah dimulai saat inspirasi dalam dan penutupan
glotis -> kontraksi diafragma menekan ke bawah lambung -> secara bersamaan kontraksi
otot perut menekan rongga abdomen -> kenaikan tekanan intraabdomen dan memaksa
viscera abdomen ke atas -> lambung melemas -> sehingga memaksa makanan keluar
melalui esophagus -> keluar melalui mulut
Step 7
1. Struktur anatomi histologi batas
Gaster
Struktur anatomi
Gaster ( lambung ) merupakan bagian saluran pencernaan saluran pencernaan yang
melebar dan mempunyai tiga fungsi : (a) menyimpan makanan, (b) mencampur makanan
dengan getah lambung membentuk chymus yang setengah cair, dan (c) mengatur kecepatan
pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorbsi yang efisien dapat
berlangsung. Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus

costalis sinistra sampai regio epigastrica dan umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di
bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua
lubang, ostium cardiacum dan ostium pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan
curvatura minor; dan dua dinding, paries anterior dan paries posterior. ( Snell, 2006 )
Vascularisasi gaster berasal dari:

( Snell, 2006)

A. gastrica sinistra (curvatura minor)

A. gastrica dextra (cabang a. hepatica, beranastomose dengan a. gastrica sinistra)

A. gastrica brevis (fundus)

A. gastroepiploica sinistra (cabang a. lienalis, beranastomose dengan a.


gastroepiploica dextra)

A. gastroepiploica dextra

( Sobotta, 2012 )

v. coronaria ventriculi bermuara ke v. porta

v. pylorica bermuara ke v. porta

v. gastrica brevis masuk ke dalam ligamentum gastrolienale dahulu kemudian


bermuara ke v. lienalis

v. gastroepiploica dextra bermuara ke v. mesenterica superior

Inervasi :
Innervasi gaster oleh nervus vagus (parasimpatis). Nervus vagus anterior pada facies
ventralis gaster dan nervus vagus posterior pada facies posterior gaster.
b. struktur mikroskopis
Lambung merupakan organ gabungan eksokrin dan endokrin yang mencernakan
makanan dan mensekresikan hormon. Dinding gaster terdiri dari 4 lapisan utama yang dapat
ditemukan di struktur organ gastrointestinal lainnya, yaitu mukosa, submukosa, muskularis
eksterna, dan serosa. (Fitrie, 2004)

Mukosa
Mukosa lambung terdiri dari epitel permukaan yang mengalami invaginasi dengan berbagai
kedalaman di dalam lamina propria, membentuk foveola gastrika. Pada sediaan histologik,
foveola itu tampak sebagai invaginasi mirip corong dari permukaan epitel, dan dari dasar
masing-masing, keluar beberapa kelenjar lambung yang langsing lurus ke bawah dan
menempati sebagian besar dari mukosa. Kelenjar-kelenjar gastrik terletak dalam lamina
propria dan tidak pernah meluas melalui muskularis mukosa sampai ke dalam submukosa.
Lamina propria lambung terdiri atas jaringan penyambung jarang yang diselingi dengan selsel otot polos dan limfoid. Mukosa lambung biasanya ditutupi oleh lapis mukus pelumas yang
melindungi epitel terhadap abrasi oleh makanan. Selimut mukus ini adalah hasil dari sel-sel
mukus yang merupakan epitel permukaan. Permukaan apikal sel-sel ini memiliki vili pendek
yang ujungnya dilengkapi filamen-filamen halus dari glikokaliks yang jarang itu. Sel-sel
terikat oleh taut kedap jukstalumen dan kadangkala memiliki taut rekah dan desmosom pada
permukaan lateralnya. Meskipun membran-membran sel-sel bersebelahan melekat erat pada
separuh bagian atas epitel, mereka berbeda ke arah dasar, dikelilingi celah-celah antar sel
nyata ke dalam mana terjulur lammellipodia dari sisi sel. Selain berfungsi sebagai pelumas,
bantalan mukus tebal yang disekresi sel-sel ini merupakan sawar yang melindungi mukosa
dari pencernaan oleh asam dan enzim hidrolitik dari getah lambung.Mukosa merupakan
lapisan tebal dengan permukaan halus dan licin yang kebanyakan berwarna coklat kemerahan
namun berwarna pink di daerah pylorik. Pada lambung yang berkontraksi, mukosa terlipat
menjadi beberapa lipatan rugae, kebanyakan berorientasi longitudinal. Rugae ini kebanyakan
ditemukan mulai dari pinggir daerah pyloric hingga kurvatur mayor. Rugae ini merupakan
lipatan-lipatan besar pada jaringan konektif submukosa dan bukan variasi ketebalan mukosa
yang menutupinya, dan rugae ini akan menghilang jika lambung mengalami distensi. Seperti
pada semua saluran cerna lainnya, mukosa ini tersusun oleh epitel permukaan, lamina
propria, dan mukosa muskuler. (Bloom & Fawcett, 2002).
EPITHELIUM
Ketika dilihat melalui mikroskop pada magnifikasi rendah, permukaan dalam dari dinding
lambung memperlihatkan bentuk sarang lebah dengan foveola gastrica kecil dan ireguler
berdiameter 0,2mm. Pada dasar foveola gastrica ini terdapat kelenjar gastrik tubular yang
berinvaginasi ke arah lamina propria hingga mukosa muskularis. Epitel kolumner tunggal
yang mensekresikan mukus melapisi seluruh permukaan luminal termasuk foveola gastrica
dan terdiri dari lapisan sel mukosa permukaan yang melepaskan mukus gastrik dari

permukaan apical untuk membentuk lapisan licin protektif tebal diseluruh permukaan gaster.
Epitelium ini bermulai secara langsung pada orificium cadiac, dimana terdapat transisi drastis
antara epitel oesophagus berupa epitel berlapis gepeng dan epitel gaster.
Kelenjar gastrik
Walaupun semua kelenjar gastrik berupa tubular (pipa), bentuk kelenjar ini beragam dan
komposisi selulernya juga berbeda-beda tergantung region tertentu pada lambung.Kelenjar ini
dapat dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan letak regionnya, yaitu kelenjar kardiak,
prinsipal (korpus dan fundus), dan pylorik. Fundus dan korpus membentuk bagian mayor dari
gaster yang menghasilkan sebagian besar sekresi gaster atau getah untuk pencernaan
Kelenjar Gastric Prinsipal
Kelenjar gastric principle ditemukan pada corpus dan fundus, tiga hingga tujuh saluran dari
tiap foveola gastrica. Batas antara kelenjar ini dengan dasar dari foveola gastrik ini disebut
bagian isthmus kelenjar dan lebih ke basal adalah leher, merupakan perpanjangan dari dasar.
Pada dinding kelenjar terdapat terdapat paling tidak 5 jenis sel yang berbeda-beda : sel chief,
sel parietal, sel leher mukosa, sel stem, dan sel neuroendokrin.

Gambar 1. Jaringan dan Sel dalam Mukosa


Sel chief (peptik) merupakan sumber enzim pencernaan yaitu enzim pepsin dan lipase. Sel
chief ini biasanya terletak pada bagian basal, bentuknya berupa silindris (kolumner) dan
nukleusnya berbentuk bundar dan euchromatik. Sel ini mengandung granul zimogen
sekretoris dan karena banyaknya sitoplasmik RNA maka sel ini sangat basophilic. Sel
Zimogen dominan pada daerah bawah kelenjar-kelenjar tubulosa dan mempunyai semua sifat
sel yang mensintesis dan mengeluarkan protein. Granula-granula yang terdapat dalam
sitoplasma mengandung enzim inaktif pepsinogen. Sifat basofilnya disebabkan karena
terdapat banyak ribosom dalam sitoplasma dan pada retikulum endoplasma granular. Pada
manusia, sel-sel ini menghasilkan enzim pepsin dan lipase. Bila granula pepsinogen inaktif
dikeluarkan ke dalam lingkungan lambung yang asam, enzim diubah menjadi enzim
proteolitik yang sangat aktif, pepsin. Akan tetapi aktivitas lipolitik adalah lemah dan
dianggap secara fisiologik tidak penting (Fitrie, 2004).

Sel parietal (Oxyntic) merupakan sumber asam lambung dan faktor intrinsik, yaitu
glycoprotein yang penting untuk absorbsi vitamin B12. Sel ini berukuran besar, oval, dan
sangat eosinophilic dengan nukleus terletak pada pertengahan sel. Sel ini terletak terutama
pada apical kelenjar hingga bagian isthmus. Sel ini didapati hanya pada interval sel-sel
lainnya disepanjang dinding foveola dan menggembung di lateral dalam jaringan konektif.
Sel parietal memiliki ultraktruktur yang unik terkait dengan kemampuan mereka untuk
mengsekresikan asam hydrochloric. Bagian luminal dari sel ini, berinvaginasi membentuk
beberapa kanal buntu yang menyokong sangat banyak microvili ireguler. Di dalam sitopaslma
yang berhadapan dengan kanal ini adalah membran tubulus yang sangat banyak (sistem
tubulovesicular). Terdapat sangat banyak mitokondria yang tersebar di seluruh organella ini.
Membran plasma yang menyelimuti mikrovili memiliki kosentrasi H+/K+ ATPase yang
sangat tinggi yang secara aktif mengsekresikan ion hidrogen kedalam lumen, ion chloride
pun keluar mengikuti gradien eletrokimia ini. Struktur yang akurat dari sel ini beragam
tergantung dari fase sekretoriknya : ketika terstimulasi, jumlah dan area permukaan dari
mikrovili membesar hingga lima kali lipat, diduga akibat fusi segera dari sistem
tubulovesikuler dengan membran plasma. Pada akhir sekresi terstimulasi, proses ini terbalik,
membran yang berlebihan kembali pada sistem tubuloalveolar dan mikrovili menghilang. Sel
parietal mensekresi asam klorida (pada dasarnya H + dan Cl-) 0,16 mol/L, natrium klorida 0,07
mol /L, sedikit elektrolit lainnya dan faktor intrinsik gaster. Ion H + berasal dari disosiasi
H2CO3yang berasal dari kerja enzim karbonik anhidrase, sejenis enzim yang sangat banyak
terdapat di sel parietal. Ketika diproduksi, H 2CO3 berdisosiasi di dalam sitoplasma menjadi
H+ dan HCO3-. Sel parietal yang aktif juga mensekresi KCl di kanalikuli, yang berdisosiasi
menjadi K+ dan Cl-. K+bertukar tempat dengan H+ oleh kerja pompa H+/K+, sehingga
Cl- membentuk HCl. Adanya mitokondria dalam jumlah besar dalam sel parietal
menunjukkan bahwa proses metabolisme sangat membutuhkan energi. Telah terbukti bahwa
sel ini mempunyai sifat histokimia yang menyatakan bahwa sel parietal merupakan salah satu
sel

yang

memperlihatkan

metabolisme

energi

yang

terbesar

(Fitrie,

2004).

Sel mukus leher adalah sel-sel kolumnar, menyelip di antara sel-sel okstinsik yang bulat dan
lebih besar, sehingga bentuknya macam-macam. Inti terdesak ke dasar sel. Organel
sitoplasma tidak jelas berbeda dari yang pada sel mukus permukaan, namun lebih banyak
poliribosomnya. Sel leher mukosa sangat banyak pada leher kelenjar dan tersebar sepanjang
dinding regio bagian basal. Sel ini mengsekresikan mukus, dengan vesikel sekretorik
apikalnya mengandung musin dan nukelusnya terletak pada bagian basal. Sekresi mukus sel

ini sangat berbeda dengan mukus yang disekresikan sel mukus permukaan. Terdapat
perbedaan bentuk sel, dengan nukleus pada dasar sel dan granul sekresi dekat permukaan
apikal. Tidak seperti sekresi mukus netral dari sel-sel mukus permukaan, sekret sel mukus
leher kaya akan glikosaminoglikans (Fitrie, 2004).
Sel stem (sel bakal) merupakan sel mitotik yang belum berdifferensiasi dari jenis sel kelenjar
lainnya. Sel bakal merupakan sel kolumnar pendek dengan nukleus oval dekat ke dasar sel,
dijumpai di regio leher dalam jumlah yang sedikit. Sel ini relatif sedikit dan terletak pada
regio isthmus kelenjar dan bagian basal dari foveola gastric. Sel ini memiliki kecepatan
mitosis yang tinggi. Beberapa dari sel ini bergerak ke atas untuk menggantikan sel mukus
pada permukaan dan sumur, yang memiliki masa turnover 4-7 hari. Sel-sel muda yang lain
bermigrasi lebih ke dalam kelenjar dan berdiferensiasi menjadi sel mukus leher, sel parietal,
sel zimogen dan sel neuroendokrin. Sel-sel ini digantikan lebih lambat dibandingkan sel
mukus permukaan. Sel ini berbentuk silindris (kolumner) dengan sedikit microvili yang
pendek. Sel ini secara periodik mengalami mitosis, sel yang dihasilkan bergerak ke apikal
untuk berdifferensiasi menjadi sel mukosa permukaan, atau ke basal membentuk sel leher
mukosa, sel parietal, dan sel chief, serta sel neuroendokrin. Semua sel ini memiliki durasi
hidup yang terbatas, terutama yang mengsekresikan mukus, dan yang selalu diganti. Periode
pergantian dari sel mukosa permukaan adalah tiap 3 hari; sel leher mukosa diganti tiap
minggu. Jenis sel lainnya sepertinya hidup lebih lama. (Fitrie, 2004).
Sel neuroendokrin ditemukan disemua jenis kelenjar gastrik namun lebih banyak ditemukan
pada corpus dan fundus. Sel ini terletak pada bagian terdalam dari kelenjar, diantara
kumpulan sel chief . Sel ini berbentuk pleomorfik dengan nukleus ireguler yang diliputi oleh
granular sitoplasma yang mengandung kluster granul sekretorik yang besar (o,3 microm). Sel
ini mensintesis beberapa amino biogenic dan polipeptide yang penting dalam mengendalikan
motilitas dan sekresi glanduler. Pada lambung sel ini termasuk sel G(yang mensekresi
gastrin), sel D (somatostatin), dan sel enterochromaffin-like/ECL (histamine). Sel-sel ini
membentuk sistem sel neuroendokrin yang berbeda-beda. Sel Neuroendokrin ditemukan di
dasar kelenjar lambung. Sel ini berbentuk piramidal atau lonjong, menyelip di antara dasar
sel-sel eksokrin berdekatan dari epitel. Sebagian memiliki apeks sempit yang menjulur ke
lumen, lainnya terbatas pada dasar epitel. Sebagian dari sel-sel neuroendokrin memiliki sifatsifat sitokimia yang biasanya dimiliki sel penghasil hormon peptide dan oleh beberapa
peneliti digolongkan bersama dengan istilah sel-sel AUPD (Amine Precursor Uptake and

Decarboxylation). Sel-sel AUPD tidak hanya terbatas pada saluran gastrointestinal namun
juga terdapat di saluran nafas dan tempat lain tubuh. Sel-sel neuroendokrin mukosa lambung
mencakup: sel G penghasil gastrin, sel EC penghasil serotonin, sel D penghasil somatostatin,
dan sel A penghasil enteroglukagon. Diantara sel-sel tersebut, sel G mempunyai manfaat
fisiologik paling besar. Sel G paling banyak terdapat di antrum pilori. Bentuknya piramidal
dengan apeks sempit yang dilengkapi mikrovili panjang. Sel G menghasilkan gastrin, yaitu
hormon peptida yang merangsang motilitas lambung dan stimulator kuat agar sel-sel
okstinsik menghasilkan asam Pada fundus lambung, 5-hidroksitriptamin (serotonin)
merupakan produk sekresi yang paling prinsip. Serotonin meningkatkan motilitas usus, tetapi
level tinggi dari hormon/neurotransmitor ini memiliki hubungan dengan vasokonstriksi dan
kerusakan mukosa. (Bloom & Fawcett, 2002).
Kelenjar Kardiak
Kardia merupakan pita sirkuler sempit pada peralihan antara esophagus dan lambung. Lamina
proprianya mengandung kelenjar-kelenjar kardia tubular simpleks bercabang. Bagian
terminal kelenjar-kelenjar ini seringkali bergelung dan sering mempunyai lumen yang besar.
Sel-sel sekresi kelenjar-kelenjar kardia menghasilkan mukus dan lisozim (enzim yang
berfungsi menyerang dinding bakteri). Kelenjar-kelenjar ini strukturnya sama seperti kelenjar
kardia bagian terminal esophagus Sel kardiak terbatas pada area kecil dekat dengan orificium
kardiak beberapa berupa kelenjar tubuler sederhana, lainnya merupakan tubuler bercabang.
Sel yang mengsekresikan mukus mendominasi, sel parietal dan sel chief, walaupun
ditemukan namun jumlahnya sedikit. ( Fitrie, 2004 )
Kelenjar kardia tubuler simpleks dilapisi sel-sel penghasil lendir yang tidak dapat dibedakan
dari yang di foveola. Beberapa sel yang relatif belum berkembang tampak dekat leher
kelenjar, dan kadang-kadang terdapat sel endokrin di antara sel-sel penghasil lendir. Sebagian
besar kelenjar kardia menghasilkan gastrin, sebuah hormon polipeptida yang merangsang
aktivitas sekresi kelenjar dalam korpus dan mempengaruhi motilitas lambung (Bloom &
Fawcett, 2002).
Kelenjar Pyloric
Kelenjar pyloric bermula sebagai dua atau tiga pipa berlekuk-lekuk menjadi suatu dasar dari
foveola gastrik pada antrum pylori: foveola mengambil sekitar 2/3 kedalaman mukosa.
Kelenjar pyloric kebanyakan ditempati oleh sel penghasil mukus, sel parietal sedikit, dan sel

chief sangat jarang ditemukan. Sebaliknya terdapat sangat banyak ditemukan sel
neuroendokrin, terutama sel G, yang mengsekresi gastrin ketika diaktifkan oleh stimulus
mekanis yang sesuai (menyebabkan peningkatan motilitas gaster dan sekresi asam lambung).
Walaupun sel parietal jarang ditemukan pada kelenjar pyloric, sel ini selalu ditemukan pada
jaringan janin dan bayi. Pada dewasa sel ini dapat terlihat pada mukosa duodenum yang dekat
dengan pylorus.

Gambar Pyloric
LAMINA PROPRIA
Lamina propria korpus dan fundus terisi oleh kelenjar gastrik tubulosa bercabang yang
bermuara ke dalam dasar foveola gastrika. Sel-sel dan susunan dalam kelenjar-kelenjar ini
tidakuniform. Biasanya korpus dan fundus terdiri atas 3 bagian dari ujung foveola gastrika
sampai dasar kelenjar, yakni ismus, leher dan basis. Bagian leher dari kelenjar terdiri atas sel
stem, sel mukus leher dan sel parietal (oksintik). Bagian basis kelenjar terdiri dari sel parietal,
sel zimogen dan sel neuroendokrin. Lamina propria membentuk kerangka jaringan konektif
antara kelenjar dan mengandung jaringan lymphoid yang terkumpul dalam massa kecil
folikel lymphatic gastrik yang membentuk folikel intestinal soliter (terutama pada masa awal

kehidupan). Lamina propria juga memiliki suatu pleksus vaskuler periglanduler yang
kompleks, yang diperkirakan berperan penting dalam menjaga lingkungan mukosa, termasuk
membuang bikarbonat yang diproduksi pada jaringan sebagai pengimbang sekresi asam.
Pleksus neural juga ditemukan dan mengandung ujung saraf motorik dan sensorik.
MUCOSA MUSKULARIS
Mukosa muskularis merupakan lapisan tipis dari serat otot halus yang terdapat pada bagian
eksternal dari kelenjar. Serat muskular ini teratur dalam bentuk sirkuler di dalam, lapisan
longitudinal di bagian luar, terdapat pula lapisan sirkuler diskontinu bagian luar. Lapisan
dalam mengandung jelujur sel otot polos terletak di antara kelenjar dan kontraksinya
kemungkinan

membantu

dalam

mengosongkan

foveola

gastrik.

Submukosa
Submukosa merupakan lapisan bervariabel dari jaringan konektif yang terdiri dari bundel
kolagen tebal, beberapa serat elastin, pembuluh darah, dan pleksus saraf, termasuk pleksus
submukosa berganglion (Meissner's) pada lambung.
Muscularis eksterna
Muscularis eksterna merupakan selaput otot tebal berada tepat dibawah serosa, dimana
keduanya terhubung melalui jaringan konektif subserosa longgar. Dari lapisan terdalam
keluar, jaringan ini memiliki lapisan serat otot oblique, sirkuler, dan longitudinal, walaupun
celah antara tiap lapisan tidak berbeda satu sama lain. Lapisan sirkuler kurang begiru
berkembang pada bagian oesofagus namun semakin menebal pada distal antrum pyloric
untuk kemudian membentuk sphincter pyloric annular. Lapisan longitudinal luar kebanyakan
terdapat pada 2/3 bagian kranial lambung dan lapisan oblique dalam pada setengah bagian
bawah

lambung.

Kerja dari muskularis eksterna ini adalah menghasilkan pergerakan adukan yang mencampur
makanan dengan produk sekresi lambung. Ketika otot berkontraksi, volume lambung akan
berkurang dan menggerakkan mukosa menjadi lipatan longitudinal atau rugae (lihat atas).
Rugae ini akan datar kembali dan menghilang ketika lambung penuh akan makanan dan
muskulatur berelaksasi dan menipis. Aktivitas otot diatur oleh jaringan saraf autonom yang
tidak bermyelin, yang terdapat pada lapisan otot dalam plexus myenterik (Auerbach's)

SEROSA ATAU PERITONEUM VISCERASerosa merupakan perpanjangan dari


peritoneum visceral yang menutupi keseluruhan permukaan pada lambung kecuali sepanjang
kurvatura mayor dan minor pada pertautan omentum mayor dan minor, dimana lapisan
peritoneum meninggal suatu ruang untuk saraf dan vaskler. Serosa juga tidak ditemukan pada
bagian kecil di posteroinferior dekat dengan orificium kardiak dimana lambung berkontak
dengan diafragma pada refleksi gastrophrenik dan lipatan gastropancreatik