Anda di halaman 1dari 95

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PROFIL GAMBARAN UMUM DESA
1. SEJARAH
a. Kondisi Geografis Desa
Desa Limpakuwus secara administratif masuk dalam wilayah
kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas, jarak dari

kota kecamatan

sekitar..............km, dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar........menit,


sedangkan jarak dari kota kabupaten........km, ditempuh dengan kendaraan
sekitar ......menit, terdiri dari 5 RW dan 26 RT.
b. Geografis
Desa Limpakuwus merupakan daerah pegunungan dengan topografi
yang berbukit-bukit.
1) Batas Wilayah Desa
a) Sebelah Utara berbatasan dengan Gunung Slamet
b) Selatan Selatan berbatasan dengan Desa Kotayasa
c) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Gandatapa
d) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Gandatapa
2) Luas Wilayah Desa:
Luas wilayah Desa Limpakuwus 1.908.173 Ha terdiri dari :
a) Hutan negara
: 678.800 Ha
Hutan Lindung : 5,1 Ha
Hutan Produksi : 628,4 Ha
Hutan Konservasi : 45,3 Ha
b) Pangonan
: 100.000 Ha
c) Tanah kas desa
: 1,994 Ha
d) Bengkok pamong
: 15.305 Ha
e) Komplek balai desa : 0,132 Ha
f) Tanah kuburan: 4.501 Ha
g) Tanah Lapangan
: 0,350 Ha
h) Sawah Masyarakat : 64.616 Ha
i) Tegalan
: 794.680 Ha
j) Pekarangan penduduk
: 55.590 Ha
k) Tanah Wakaf DII
: 0,035 Ha
l) Tanah Disbun/provinsi
: 11.500 Ha
c. Gambaran Umum Demografis
1)
Jumlah penduduk

31

Menurut data kependudukan tahun 2014 jumlah penduduk desa


Limpakuwus 4850 jiwa, terdiri dari laki-laki 2412 jiwa dan
perempuan 2438 jiwa. Jumlah KK di desa Limpakuwus yaitu 1684
KK.
2). Tingkat Pendidikan Penduduk
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Belum Tamat SD
Tamat SD
SLTP/Sederajat
SLTA/sederajat
Diploma I
S1`
S2

: 1309 orang
: 2703 orang
: 430 orang
: 50 orang
: 5 orang
: 6 orang
: 0 orang

3) Mata Pencaharian Penduduk


a) Petani

: 1060 orang

b) Buruh Tani

: 344 orang

c) Pedagang

: 51 orang

d) PNS

: 38 orang

e) Tukang Batu

: 36 orang

f) Tukang Kayu

: 25 orang

g) Karyawan swasta

: 22 orang

h) Peternak

: 58 orang

i) Pengrajin

: 6 orang

2. BIDANG PENDIDIKAN
Jumlah sarana prasarana pendidikan sebagai berikut :
a. Jumlah SD

b. Jumlah SLTP

c. Pendidikan Luar Sekolah

d. Jumlah Taman Kanak-kanak

e. Pendidikan Anak Usia Dini

3. BIDANG SOSIAL DAN AGAMA

32

jumlah sarana dan prasarana sosial dan peribadatan sebagai berikut:


a.
b.
c.
d.
4.

Jumlah masjid
Musholla
TPQ/TPA
Jumlah Pemakaman

:
:
:
:

BIDANG PEMUDA DAN OLAHRAGA

5. BIDANG PEMERINTAHAN
Membebani infra struktur yang membebani serta melengkapi sarana
prasarana guna tercapainya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang
diberikan pemerintah Desa, menambahkan fasilitas pelayanan.
Visi dan Misi
a. Visi
b. Misi
6. KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI
a. Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Limpakuwus terdiri dari pemerintah Desa dan badan
permusyawarahan Desa dan badan permusyawarahan Desa. Aparatur
pemerintah Desa Limpakuwus menggunakan pola maksimal yang terdiri
dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kadus, Kepala seksi, 1 Kaur dan 1
orang pembantu kepala seksi.
Lembaga di Desa Limpakuwus adalah :
1) Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD)
Merupakan lembaga Desa yang berkonsentrasi pada kegiatan
kemasyarakatan, perencanaan dan pembangunan.
2) Rukun tetangga
Adalah lembaga Desa yang bertugas membantu pelaksanaan
pemerintahan
3) Rukun warga

33

Adalah lembaga Desa yang bertugas mengkoordinir rumah tangga


rumah tangga diwilayahnya.
4) Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga(TP-PKK)
Merupakan lembaga Desa yang bertugas memberdayakan kaum
perempuan dan menangani kesehatan ibu dan anak serta tim keluarga
berencana tingkat Desa.
5) Karang Taruna
Lembaga Desa yang berkonsentrasi dalam kegiatan kepemudaan baik
di bidang olahraga, kesenian dan kegiatan lainnya tentang kepemudaan
6) Linmas
Lembaga Desa yang berfungsi sebagai tim keamanan dan ketertiban
serta tim penanggulangan bencana.
Organisasi Sosial Keagamaan
a) Nahdlatul Ulama
b) Muslimat
c) Fatayat
d) IPNU-IPPNU
b. Organisasi Kemasyarakatan
1) Paguyuban Seni Genjing
2) Seolah/samproh/hadroh
3) Rengkong
4) Kuda kepang/ebeg
5) Kerawitan/genting

34

B. DEMOGRAFI
1. Distribusi berdasarkan usia
Tabel 3.1
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan usia
Usia
0-12 bulan
1-5 tahun
6-12 tahun
13-21 tahun
22-60 tahun
>60 tahun
TOTAL

Jumlah

Persen (%)

Tabel diatas mendeskripsikan tentang usia warga RW 5 Desa


Limpakuwus.

Berdasarkan

tabel

diatas

jumlah

warga

usia.......................................................................................................................
.............
2. Distribusi berdasarkan jenis kelamin
Diagram 3.1
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jenis kelamin
Diagram
Diagram diatas mendeskripsikan tentang jenis kelamin warga RW 5
Desa Limpakuwus. Berdasarkan diagram diatas jumlah jenis kelamin
perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki sebanyak ...........% (.......jiwa)
sedangkan perempuan sebanyak ........% (...... jiwa).
3. Distribusi berdasarkan pekerjaan
Tabel 3.2
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan pekerjaan

35

Pekerjaan
Petani
Buruh
Wiraswasta
PNS
Tidak Bekerja
Belum Bekerja
IRT
TOTAL

Jumlah

Persen (%)

100

Tabel diatas mendeskripsikan tentang pekerjaan warga RW 5 Desa


Limpakuwus.

Berdasarkan

diagram

diatas

.............................................................................................................................
4. Distribusi berdasarkan pendidikan
Tabel 3.3
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan pendidikan
Pendidikan
Tidak tamat SD
Belum sekolah
Belum tamat SD
SD
SMP
SMA
D III
Sarjana
TOTAL

Jumlah

Persen (%)

100

Tabel diatas mendeskripsikan tentang pendidikan warga RW 5 Desa


Limpakuwus.

Berdasarkan

tabel

diatas..............................................................................
.
C. KESEHATAN IBU DAN ANAK
1. Ibu Hamil
a. Distribusi berdasarkan usia kehamilan ibu

36

Diagram 3.2
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan usia kehamilan Ibu

Diagram diatas mendeskripsikan tentang umur kehamilan ibu di RW


5 Desa Limpakuwus. Sebagian besar umur kehamilan ibu 4-6 bulan
(trimester II) dengan persentase 54,55% (6 jiwa), 27,27% (3 jiwa)
berumur 7-9 bulan (trimester III), dan 18,18% (2 jiwa) berumur 0-3 bulan
(trimester I).

b. Distribusi berdasarkan jumlah kehamilan ibu


Diagram 3.3
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah kehamilan ibu

37

Diagram diatas mendeskripsikan tentang jumlah kehamilan ibu.


Sebagian besar ibu dengan kehamilan ke 2 dengan persentase 72,73 % (8
jiwa), 18,18 % (2 jiwa) kehamilan ke 1, 9,09 % (1 jiwa) kehamilan ke 3.
c. Distribusi berdasarkan pengalaman abortus
Diagram 3.4
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan riwayat keguguran

Diagram diatas mendeskripsikan tentang pengalaman keguguran


(abortus) pada ibu hamil. Sebagian besar ibu belum pernah mengalami
keguguran dengan persentase 81,81 % (9 jiwa) dan 18,18 % (2 jiwa)
pernah mengalami keguguran.
d. Distribusi berdasarkan pemeriksaan kehamilan
Diagram 3.5

38

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan pemeriksaan kehamilan

Diagram diatas mendeskripsikan tentang pemeriksaan kehamilan


pada ibu hamil di RW 5 Desa Limpakuwus. Seluruh ibu hamil
memeriksakan kehamilannya yaitu sebesar 100% (11 orang).

e. Distribusi riwayat darah tinggi pada ibu hamil


Diagram 3.6
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan riwayat darah tinggi pada ibu
hamil

39

Diagram 3.6 mendeskripsikan riwayat darah tinggi pada ibu hamil di


RW 5 Desa Limpakuwus. Seluruh ibu hamil tidak memiliki riwayat
hipertensi.

f. Distribusi berdasarkan keluhan yang dirasakan pada ibu hamil


Diagram 3.7
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan keluhan pada ibu hamill

40

Diagram diatas mendeskripsikan keluhan yang dirasakan ibu hamil.


Sebagian besar keluhan ibu disebabkan karena lain-lain dengan 81,82% (9
orang), mual muntah sebanyak 9,09% (1 orang), dan 9,09% (1orang)
disebabkan oleh lemah letih lesu.
g. Distribusi berdasarkan riwayat persalinan sebelumnya
Diagram 3.8
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Kedunganteng
Kabupaten Banyumas berdasarkan riwayat persalinan sebelumnya
pada ibu hamil

Diagram

diatas

menggambarkan

sebagian

besar

persalinan

dilakukan secara normal dengan persentase 100% (11 jiwa).


h. Distribusai berdasarkan jumlah imunisasi TT pada ibu hamil

41

Diagram 3.9
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan frekuensi imunisasi TT pada ibu
hamil

Diagram diatas menggambarkan sebagian besar ibu pernah


imunisasi TT 1 kali dengan persentase 90,9 % (10 jiwa), 9,09 % (1 jiwa) 2
kali dan tidak mendapatkan imunisasi TT 0 % (0 jiwa).

i.

Distribusi berdasarkan rencana persalinan pada ibu hamil


Diagram 3.10
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan rencana persalinan ibu hamil

42

Diagram di atas menggambarkan semua ibu hamil sudah


mempunyai rencana melahirkan dengan persentase 100 % (11 jiwa).
j. Distribusi berdasarkan rencana KB setelah melahirkan
Diagram 3.11
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan rencana KB setelah melahirkan

Diagram diatas menggambarkan sebagian besar 54,54 % (6 jiwa)


sudah punya rencana KB, dan 45,45 % (5 jiwa) belum punya rencana KB
setelah melahirkan.
2. ANAK DAN BALITA
a. Distribusi berdasarkan pemeriksaan balita ke posyandu
Diagram 3.12
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan balita yang dibawa ke Posyandu

43

Diagram di atas menggambarkan sebagian besar balita dibawa ke


Posyandu sebanyak 67,57%(75 jiwa) orang dan 32,43% (36 jiwa) tidak
dibawa ke Posyandu.

b. Distribusi berdasarkan alasan balita tidak dibawa ke posyandu


Diagram 3.13
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan alasan balita tidak dibawa ke
posyandu

44

Diagram 3.13 mendeskripsikan tentang alasan balita di RW 5 Desa


Limpakuwus yang disebabkan karena jauh sebanyak 2,78%(1 jiwa),
2,78% (1 jiwa) disebabkan karena tidak ada waktu, 94,44% (34 jiwa)
disebabkan karena imunisasi sudah lengkap.

c. Distribusi berdasarkan kepemilikan KMS


Diagram 3.14
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas kepemilikan KMS pada ibu dengan anak
balita

Diagram di atas menggambarkan bahwa semua ibu sudah memiliki


kartu menuju sehat dengan persentase 100% (111 jiwa).
d. Distribusi berdasarkan imunisasi pada anak

45

Diagram 3.15
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah balita yang telah
diimunisasi

Diagram diatas menggambarkan bahwa semua bayi sudah lengkap


imunisasinya sesuai umur dengan persentase 100% (111 jiwa ).
e. Distribusi berdasarkan jenis imunisasi yang didapatkan
Diagram 3.16
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan kelengkapan imunisasi yang
didapatkan balita

Diagram diatas mendekripsikan sebagian besar dengan persentase


100% (111 jiwa) jenis imunisasi yang didapatkan sudah lengkap dan 0%
(0) jenis imunisasi yang didapatkan belum lengkap.

46

f. Distribusi berdasarkan anak balita yang menderita penyakit


Diagram 3.17
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan riwayat balita yang pernah
menderita sakit

Diagram diatas sebagian besar dengan persentase 100% (111) anak


menderita penyakit dan 0% (0) tidak anak menderita penyakit.
g. Distribusi berdasarkan penyakit yang diderita balita
Diagram 3.18
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan penyakit yang diderita balita

Diagram diatas sebagian besar dengan persentase 3,60%(4)


menderita diare, 85,59%(95) menderita batuk pilek, dan sebanyak
9,91%(11) anak menderita panas.

47

h. Distribusi berdasarakan lamanya anak sakit


Diagram 3.19
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan lamanya anak sakit

Diagram diatas menggambarkan lamanya sakit pada anak dengan


persentase 89,19% (99) anak sakit < 2 minggu, 10,81% (12) anak sakit >
2 minggu.

i. Distribusi berdasarkan cara penanganan anak sakit


Diagram 3.20
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan cara penanganan dengan anak
sakit

48

Diagram diatas mendiskripsikan sebagian besar dengan persentase


94,59% (105) anak dibawa ke PKD/bidan Desa/mantri/dokter, 5,41% (6)
diberikan obat warung.
3. ISPA
a. Distribusi berdasarkan anggota keluarga yang mengalami ISPA
Diagram 3.21
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan anggota keluarga yang
mengalami ISPA.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang anggota keluarga yang


mengalami ISPA pada satu tahun terakhir, dari 111 jiwa balita diRW 5
Desa Limpakuwus, terdapat 79,2 % (88 jiwa) pernah mengalami ISPA

49

dalam 1 tahun terakhir dan 20,8% (23 jiwa) tidak mengalami ISPA dalam
satu tahun terakhir. Jadi, sebagian besar balita di RW 5 mengalami ISPA
dalam 1 tahun terakhir ini.
b. Distribusi berdasarkan tetangga disekitar rumah (1 RT) yang
menderita ISPA.
Diagram 3.22
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan tetangga disekitar rumah (1 RT)
yang menderita ISPA.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang tetangga disekitar rumah (1


RT) yang menderita ISPA, dari 88 KK yang menyatakan mempunyai
balita yang menderita ISPA, sekitar 46,3% (19 jiwa) menyatakan ada
tetangga disekitar rumahnya dalam 1 RT yang pernah mengalami ISPA
dan 53,7% (22 jiwa) menyatakan tidak ada tetangga disekitar rumahnya
dalam 1 RT yang pernah mengalami ISPA. Jadi, sebagian besar balita yang
mengalami ISPA tidak memiliki tetangga disekitar rumah dalam 1 RT
yang menderita ISPA.
c. Distribusi berdasarkan anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan
merokok

50

Diagram 3.23
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan anggota keluarga yang
mempunyai kebiasaan merokok.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang anggota keluarga yang


mempunyai kebiasaan merokok, dari 88 KK yang mempunyai balita yang
menderita ISPA, sekitar 95,4 % (84 jiwa) menyatakan anggota
keluarganya ada yang merokok dan 4,5 % (4 jiwa) menyatakan anggota
keluarganya tidak ada yang merokok. Jadi, sebagian besar balita yang
mengalami ISPA dikeluarganya ada anggota keluarga yang merokok.

d. Distribusi berdasarkan penggunaan kayu/arang dalam memasak


sehari-hari dirumah.
Diagram 3.24

51

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan penggunaan kayu/arang dalam
memasak sehari-hari dirumah.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang penggunaan kayu/arang


dalam memasak sehari-hari dirumah, dari 88 KK yang mempunyai balita
yang menderita ISPA, sekitar 95,5% (84 jiwa) menyatakan masih
menggunakan kayu/arang dalam memasak sehari-hari dirumah dan 4,5%
(4 jiwa) menyatakan tidak menggunakan kayu/arang dalam memasak
sehari-hari dirumah. Jadi, sebagian besar keluarga yang mempunyai balita
yang menderita ISPA masih menggunakan kayu/arang dalam memasak
sehari-hari dirumahnya.

e. Distribusi berdasarkan adanya cerobong asap dalam penggunaan


kayu/arang
Diagram 3.25

52

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan kepemilikan cerobong asap di
dapur

Diagram diatas mendeskripsikan tentang adanya cerobong asap


dalam penggunaan kayu/arang dalam memasak, dari 88 KK yang
menyatakan mempunyai balita yang menderita ISPA, sekitar 17,1% (15
jiwa) menyatakan mempunyai cerobong asap dalam penggunaan
kayu/arang dalam memasak dan 82,9 % (73 jiwa) menyatakan tidak
mempunyai cerobong asap dalam penggunaan kayu/arang dalam
memasak. Jadi, sebagian besar keluarga yang mempunyai balita yang
menderita ISPA tidak mempunyai cerobong asap dalam penggunaan
kayu/arang dalam memasak.

f. Distribusi berdasarkan adanya pembuangan tempat sampah akhir


didekat rumah

53

Diagram 3.26
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan adanya pembuangan tempat
sampah akhir didekat rumah.

Diagram

diatas

mendeskripsikan

tentang

adanya

tempat

pembuangan akhir didekat rumah, dari 88 KK yang mempunyai balita


yang pernah mengalami ISPA, 100% (88 jiwa) menyatakan tidak
mempunyai tempat pembuangan sampah akhir didekat rumah. Jadi,
sebagian besar keluarga yang mempunyai balita yang menderita ISPA
tidak mempunyai tempat pembuangan sampah akhir didekat rumah.

g. Distribusi berdasarkan pembakaran sampah dalam pengelolaan


sampah di rumah
Diagram 3.27

54

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan pembakaran sampah dalam
pengelolaan sampah dirumah.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang proses pembakaran sampah


dalam pengelolaan sampah dirumah, dari 88 KK yang menyatakan
mempunyai balita yang menderita ISPA, sekitar 79,5% (70 jiwa)
menyatakan melakukan pembakaran sampah dalam pengelolaan sampah
dirumah dan 20,45% (18 jiwa) menyatakan tidak melakukan pembakaran
sampah dalam pengelolaan sampah dirumahnya. Jadi, sebagian besar
keluarga yang mempunyai balita yang menderita ISPA melakukan
pembakaran sampah dalam pengelolaan sampah dirumahnya.

55

h. Distribusi berdasarkan penggunaan lampu teplok dalam penerangan


dirumah
Diagram 3.28
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan penggunaan lampu teplok dalam
penerangan dirumah.

Diagram diatas mendeskripsikan tentang penggunaan lampu teplok


dalam penerangan rumah, dari 88 KK yang menyatakan mempunyai balita
yang menderita ISPA, sekitar 100% (88 jiwa) menyatakan tidak
menggunakan lampu teplok dalam penerangan. Jadi, sebagian besar
keluarga yang mempunyai balita yang menderita ISPA, sudah tidak
menggunakan lampu teplok dalam penerangan rumah.

56

i. Distribusi berdasarkan adanya pabrik/industri didekat rumah yang


mengeluarkan bau menyengat/asap
Diagram 3.29
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan adanya pabrik/industri didekat
rumah yang mengeluarkan bau menyengat/asap.

Diagram diatas mendeskripskikan tentang adanya pabrik/industri


dekat rumah yang mengeluarkan bau menyengat/asap, dari 88 KK yang
menyatakan mempunyai balita yang menderita ISPA, 81,8% (72 jiwa)
menyatakan tidak ada pabrik/industri dekat rumah yang mengeluarkan bau
menyengat/asap dan 18,8% (16 jiwa) menyatakan ada pabrik/ industri
dekat rumah yang mengeluarkan bau menyengat.

57

D. PHBS
1. Distribusi responden berdasarkan anggota keluarga yang merokok
Diagram 3.30
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah anggota keluarga yang
merokok

Diagram diatas menggambarkan jumlah persentase anggota keluarga


yang merokok di RW 5 Desa Limpakuwus sebanyak 97,01% (130 jiwa) dan
sebanyak 2,99% (4 jiwa) anggota keluarga tidak merokok.

58

2. Distribusi responden berdasarkan persalinan terakhir


Diagram 3.31
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah persalinan terakhir di tenaga
kesehatan

Diagram diatas mendeskripsikan tentang persentase persalinan terakhir


di tenaga kesehatan di RW 5 Desa Limpakuwus sudah 100% (23jiwa)
3. Distribusi berdasarkan pemakai alat kontrasepsi
Diagram 3.32
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah pemakai alat kontrasepsi

59

Diagram diatas persentase warga di RW 5 Desa Limpakuwus yang


memakai alat kontrasepsi sebanyak 87,0% (87 jiwa), sedangkan yang tidak
memakai alat kontrasepsi sebanyak 13,0 % (13 jiwa).
4. Distribusi berdasarkan bayi umur 0-6 bulan yang mendapatkan ASI
Eksklusif
Diagram 3.33
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah bayi umur 0-6 bulan yang
mendapatkan ASI Eksklusif

Diagram diatas mendeskripsikan tentang persentase bayi di RW 5 yang


diberikan asi eksklusif 0-6 bulan sebanyak 35,29 % (6 jiwa) sedangkan yang
tidak memberikan asi eksklusif sebanyak 64,71 % (11 jiwa)

5. Distribusi berdasarkan jumlah balita yang melakukan penimbangan 6


bulan terakhir
Diagram 3.34

60

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah balita yang melakukan
penimbangan 6 bulan terakhir

Diagram diatas persentase jumlah warga di RW 5 Desa Limpakuwus


yang melakukan penimbangan balita 6 bulan terakhir sebanyak 78,35% (105
jiwa), dan yang tidak sebanyak 21,6 % (29 jiwa).
6. Distribusi berdasarkan keluarga yang mengkonsumsi garam beryodium
Diagram 3.35
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang mengkonsumsi
garam beryodium

Diagram diatas persentase warga yang mengkonsumsi garam beryodium


sebanyak 100 % (134 jiwa)

61

7. Distribusi berdasarkan keluarga yang mengkonsumsi buah dan sayur


Diagram 3.36
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang mengkonsumsi
buah dan sayur

Diagram diatas persentase warga RW 5 Desa Limpakuwus yang


mengkonsumsi buah dan sayur sebanyak 86,15 % (86 jiwa), sedangkan
sebanyak 35,8% (48 jiwa) tidak mengkonsumsi buah dan sayur.

8. Distribusi berdasarkan jumlah keluarga yang memiliki asuransi


kesehatan
Diagram 3.37

62

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang memiliki
asuransi kesehatan

Diagram diatas persentase warga RW 5 Desa Limpakuwus yang


memiliki asuransi kesehatan sebanyak 80,9% (108 jiwa), dan yang tidak
memiliki asuransi kesehatan sebanyak 19,1% (26 jiwa)
9. Distribusi berdasarkan keluarga mencuci tangan sebelum makan dan
setelah BAB
Diagram 3.38
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang mencuci
tangan sebelum makan dan setelah BAB

63

Diagram diatas persentase warga RW 5 Desa Limpakuwus yang


mencuci tangan setelah BAB dan sebelum makan sebanyak 83,58% (112
jiwa), sedangkan yang tidak mencuci tangan sebanyak 16,42% (22 jiwa).
10. Distribusi berdasarkan keluarga yang menggosok gigi sebelum tidur
malam
Diagram 3.39
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang menggosok
gigi sebelum tidur malam

Diagram diatas persentase warga RW 5 Desa Limpakuwus yang


menggosok gigi sebelum tidur malam sebanyak 56,72% (76 jiwa), sedangkan
yang tidak menggosok gigi malam sebanyak 43,28% (58 jiwa)

64

11. Distribusi berdasarkan jumlah keluarga yang melakukan aktivitas fisik


Diagram 3.40
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jumlah keluarga yang
melakukan aktivitas fisik

Diagram diatas menggambarkan jumlah persentase warga RW 5 Desa


Limpakuwus yang melakukan aktivitas fisik sebanyak 78,36% (105 jiwa),
sedangkan yang tidak melakukan aktivitas fisik sebanyak 21,64% (29 jiwa).
E. KESEHATAN LINGKUNGAN
1. Sumber Air
a. Distribusi berdasarkan sumber air yang digunakan untuk memasak
Tabel 3.4
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas sumber air yang digunakan untuk memasak
Kategori
PAM
Sumur
Sungai
Air mineral
Penampungan air hujan
Mata air
Lain-lain
Jumlah

Jumlah
4
15
6
0
0
109
0
134

Persentase (%)
2,99
11,19
4,48
0
0
81,34
0
100

Tabel di atas sumber air untuk masak, minum dan kebutuhan rumah
tangga masyarakat di RW 5 Desa Limpakuwus. Sebagian besar sumber air
masyarakat berasal dari mata air dengan presentase 81,34% (109 KK),

65

sumur dengan presentase 11,19% (15 KK), sungai dengan presentase


4,48% (6 KK) dan 4 KK dengan presentase 2,99% menggunakan sumber
air lain-lain.
b. Distribusi berdasarkan jarak sumber air dengan septi tank
Diagram 3.41
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jarak sumber air dengan
septitank

Diagram diatas mendeskripsikan

jarak sumber air dengan

pembuangan air limbah atau septi tank. Sebagian besar jarak sumber air
warga >10 meter dengan presentasi 76,12% (102 KK), dan berjarak <10
meter berjumlah 32 KK dengan presentase 23,88%.

66

c. Distribusi berdasarkan tempat penampungan air sementara


Diagram 3.42
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
kabupaten Banyumas berdasarkan tempat penampungan air
sementara

Diagram diatas tentang tempat penampungan air sementara.


Sebagian besar warga menggunakan bak dengan prosentase 28,36% (38
KK), warga yang menggunakan ember berjumlah 94 KK dengan
prosentase 70,15%, dan menggunakan gentong 2 KK dengan prosentase
1,49%.
2. Pembuangan Sampah
a. Distribusi berdasarkan tempat pembuangan sampah terahir
Tabel 3.5
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan tempat pembuangan sampah
terahir
Kategori
Sungai
Sembarangan tempat
Pekarangan
Tong Sampah
Lain-lain
Jumlah

Jumlah
5
10
105
12
2
134

Persentase (%)
3,73
7,46
78,36
8,96
1,49
100

67

Diagram diatas tempat pembuangan sampah terakhir masyarakat di


RW 5 Desa Limpakuwus. Sebagian warga membuang sampah terakhir ke
pekarangan dengan prosentase 78,36% (105 KK), 12 KK dengan
prosentase 8,96% membuang sampah ke tong sampah, 10 KK dengan
prosentase 7,46% membuang sampah ke sembarangan tempat, 5 KK
dengan prosentase 3,73 % membuang sampah ke sungai, dan 2 KK
dengan prosentase 1,49% membuang ke lain-lain.
b. Distribusi berdasarkan cara pengolahan sampah
Tabel 3.6
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan cara pengolahan sampah
Kategori
Ditimbun
Dibakar
Dibiarkan
Daur ulang
Diolah untuk pupuk
Jumlah

Jumlah
8
117
11
0
1
137

Persentase (%)
5,84
85,4
8,03
0
0,73
100

Tabel diatas cara pengolahan sampah di RW 5 Desa Limpakuwus.


Sebagian besar masyarakat memiliki cara-cara yang beragam: 117 KK
dengan prosentase 85,4% memilih dibakar, 8,03% dengan jumlah 11 KK
memilih cara dibiarkan, 5,84% dengan jumlah 8 KK memilih ditimbun,
dan 1 KK (0,73%) diolah menjadi pupuk.

c. Distribusi berdasarkan pengolahan sampah antara organik dan


anorganik
Diagram 3.43

68

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan cara pengolahan sampah organik
dan anorganik

Berdasarkan diagram diatas pemisahan sampah organik dan


anorganik di RW 5 Desa Limpakuwus. Warga yang melakukan pemisahan
sampah organik dan anorganik berjumlah 59 KK dengan prosentase
44,03%, dan yang tidak melakukan pemisahan sampah organik dan
anorganik berjumlah 75 KK dengan prosentase 55,97%.
d. Distribusi berdasarkan penampungan sampah sementara
Diagram 3.44
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan tempat penampungan sementara

Diagram diatas penampungan sampah sementara warga RW 5 Desa


Limpakuwus. Sebagian besar warga memiliki penampungan sampah
sementara dengan prosentase 64,18% (86 KK) dan 35,82% (48 KK)
belum memiliki penampungan sampah sementara.

69

e. Distribusi berdasarkan keadaan tempat penampungan sampah


sementara
Diagram 3.45
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan keadaan tempat penampungan
sementara

Diagram diatas keadaan tempat penampungan sampah RW 5 Desa


Limpakuwus. Sebagian besar tempat penampungan sampah warga dalam
keadaan terbuka dengan prosentase 94,03% (126 KK) dan tempat
penampungan sampah yang tertutup berjumlah 8 KK yaitu 5,97%.

f. Distribusi berdasarkan jarak tempat pembuangan sampah terahir


Diagram 3.46
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jarak tempat penampungan
sampah terakhir

70

Diagram diatas jarang tempat pembuangan sampah akhir dengan


rumah warga RW 5 Desa Limpakuwus. Jarak rumah warga yang dekat (<
5 meter) dengan pembuangan sampah akhir berjumlah 107 KK dengan
prosentase 79,85% dan 27 KK (20,15%) berjarak jauh (> 5 meter) dari
pembuangan sampah akhir.

3. Makanan dan Minuman


a. Distribusi berdasarkan tempat penyimpanan makanan setelah
dimasak
Diagram 3.47
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan kondisi tempat penyimpanan
makanan stelah dimasak.

71

Diagram diatas menggambarkan kondisi penyimpanan makanan


yang telah dimasak oleh tiap keluarga di RW 5 Desa Limpakuwus.
Sebagian besar dengan persentase 92% (124 KK) melakukan tindakan
penutupan pada makanan yang telah dimasak dan 10 KK dengan
persentase 8% membiarkan makanan yang telah dimasak dalam kondisi
terbuka.

b. Distribusi berdasarkan cara pencucian makanan yang menggunakan


air mengalir
Diagram 3.48
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan cara pencucian makanan
menggunakan air mengalir

72

Diagram diatas mendeskripsikan kebiasaan warga RW 5 Desa


Limpakuwus yang mencuci bahan makanan dengan menggunakan air
mengalir bersih sebelum dimasak. Sebanyak 127 KK dengan prosentase
94,78% melakukan kebiasaan mencuci makanan sebelum dimasak dan
sebagian kecil dengan jumlah 7 KK (5,22%) tidak melakukan.
c. Distribusi berdasarkan pemanfaatan jelantah untuk memasak
Diagram 3.49
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan pemanfaatan jelantah untuk
memasak.

Diagram diatas mendeskripsikan penggunaan minyak bekas/ lebih


dari sekali penggorengan dan digunakan lagi untuk memasak oleh warga
di RW 5 Desa Limpakuwus. Ada 128 KK dengan prosentase 95,52%
memakai kembali minyak bekas untuk memasak dan 4,48% (6 KK) tidak
menggunakan minyak bekas untuk memasak (hanya sekali pakai).

73

d. Distribusi berdasarkan makanan pokok warga


Diagram 3.50
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan makanan pokok warga

Diagram diatas menggambarkan makanan pokok RW 5 Desa


Limpakuwus, sejumlah 134 warga dengan prosentase 100% adalah beras.

e. Distribusi berdasarkan menu makanan yang disajikan


Tabel 3.7
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan menu makanan yang disajikan
Kategori
Nasi+sayur
Nasi+lauk
Nasi+lauk+sayur
Nasi+lauk+sayur+buah
Nasi+lauk+sayur+buah+susu
Lain-lain
Jumlah

Jumlah
1
10
122
1
0
0
134

Persentase (%)
0,75
7,46
91,04
0,75
0
0
100

74

Diagram diatas mendeskripsikan menu yang sering disajikan dalam


sehari-hari di RW 5 Desa Limpakuwus. 91,04% (122 KK) menyajikan
nasi+lauk+sayur,

0,75%

(1

KK)

menu

yang

disajikan

nasi+lauk+sayur+buah, 9,75% (1 KK) menu yang disajikan nasi+sayur,


dan 7,46% (10 KK) menu yang disajikan dalam sehari-hari adalah
nasi+lauk.
4. Pembuangan Limbah
a. Distribusi berdasarkan kebiasaan keluarga BAK dan BAB
Tabel 3.8
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan kebiasaan BAK dan BAB
Kategori
Jamban
Sungai
Kolam
Lain-lain
Jumlah

Jumlah
73
37
24
0
134

Persentase (%)
54,4
27,6
17,9
0
100

Tabel diatas menggambarkan kebiasaan keluarga dalam BAB dan


BAK di RW 5 Desa Limpakuwus.73 KK dengan presentase 54,4% biasa
BAB dan BAK di jamban, 27,6% dengan jumlah 37 KK biasa BAB dan
BAK di sungai, 24 KK (17,9%) terbiasa BAB dan BAK di Kolam.
b. Distribusi berdasarkan kepemilikan jamban
Diagram 3.51
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan kepemilikan jamban

75

Diagram diatas mendeskripsikan kepemilikan warga akan jamban di


RW 5 Limpakuwus. Sejumlah 62 KK dengan prosentasi 46,2% memiliki
jamban pribadi, 11 KK (8,2%) menggunakan jamban umum, 61 KK
(45,5%) tidak mempunyai jamban.

5. Kandang Ternak
a. Distribusi berdasarkan kepemilikan kandang
Diagram 3.52
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan kepemilikan kandang

76

Diagram diatas mendeskripsikan kepemilikan kandang ternak warga di


RW 5 Desa Limpakuwus. 134 KK dengan prosentase 64,18% (86 KK)
memiliki kandang ternak dan 35,82% (48 KK) tidak memiliki.
b. Distribusi berdasarkan letak kandang
Diagram 3.53
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan tataletak kandang

Diagram diatas mendeskripsikan letak kandang ternak warga RW 5


Desa Limpakuwus. 87,21% dengan jumlah pemilik ternak 75 KK
meletakkan kandangnya di luar rumah dengan jarak < 10 meter, sebanyak
8 KK dengan prosentase 9,30% meletakkan kandangnya diluar rumah
dengan jarak > 10 meter dan 3,49% (3 KK) letak kandang ternaknya
berada di dalam rumah.
c. Distribusi berdasarkan frekuensi pembersihan kandang
Tabel 3.9
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan frekuensi pembersihan kandang
Kategori

Jumlah

Persentase %

Tidak pernah

24

27,91

Setiap hari

21

24,42

2-4 hari sekali

13

15,12

5-7 hari sekali

22

25,58

77

>1 minggu

6,98

Jumlah

86

100

Diagram diatas menggambarkan frekuensi pembersihan kandang


ternak, sebanyak 21 KK dengan persentase 24,42% membersihkan
kandang ternak mereka setiap hari, 27,91% dengan jumlah 24 KK tidak
pernah melakukannya, 15,12% (13 KK) membersihkan kandang ternaknya
2-4 hari sekali, sebanyak 22 KK (25,58%) melakukan pembersihan
kandang ternak mereka 5-7 hari sekali dan 6,98% dengan jumlah 6 KK
melakukan pembersihan kandang ternaknya > 1 minggu.

6. Perumahan
a. Distribusi berdasarkan tipe rumah
Diagram 3.54
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan tipe rumah

Diagram diatas mendeskripsikan distribusi tipe rumah, distribusi diatas


tipe permanen berjumlah 86 KK dengan prosentase 64,18%, semi
permanen 25,37% (34 KK) dan rumah dengan tipe tidak permanen 10,45
% (14 KK).
b. Distribusi berdasarkan lantai rumah
Diagram 3.55

78

Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang


Kabupaten Banyumas berdasarkan lantai rumah

Diagram diatas mendeskripskan warga dengan berlantai tegel/ keramik


berjumlah 69 KK dengan prosentase 51,49%, berlantai semen 33,58%
dengan jumlah 45 KK, 14,93% pada 20 KK berlantai tanah.
c. Distribusi berdasarkan jendela per ruangan
Diagram 3.56
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan jendela per ruangan

Diagram diatas menggambarkan sebagian besar warga dengan


persentase 92% (124 KK) rumahnya memiliki jendela di setiap ruangan
dan 10 KK dengan persentase 8% tidak semua ruangan ada jendelanya.

79

d. Distribusi berdasarkan dibukanya jendela setiap hari


Diagram 3.57
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan dibukanya jendela setiap hari

Diagram diatas menggambarkan sebagian besar warga membuka


jendela rumahnya setiap hari dengan persentase 85,8% yang terdiri dari
115 KK dan 19 KK (14,2%) tidak membuka jendela rumah mereka setiap
hari.
e. Distribusi berdasarkan pemanfaatan pekarangan
Tabel 3.10
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan pemanfaatan pekarangan
Kategori
Kebun
Kolam
Kandang
Toga
jumlah

Jumlah
51
36
45
2
134

Persentase %
41.1 %
29%
33,5%
1.6%
100%

80

Diagram diatas mendeskripsikan

pemanfatan pekarangan sebagian

besar dengan persentase 41.1 %( 51KK) untuk kebun, 29 % (36KK)


sebagai kolam 31.5, %( 41KK) untuk kandang ternak, 1.6% (2KK)
f. Distribusi berdasarkan atap rumah yang digunakan
Diagram 3.58
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan atap rumah yang digunakan

Diagram diatas mendeskripsikan sebagian besar rumahnya beratap


genteng dengan porsentase 85.1% (120KK), 14.1% dengan jumlah 20 KK
rumahnya beratap seng dan 1KK (0.7%) rumahnya beratapkan yang lain.

g. Distribusi berdasarkan letak rumah dengan sumber polusi


Diagram 3.59
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkanletak rumah dengan sumber
polusi

81

Diagram diatas sejumlah 110KK (82.7%) merasa ada sumber polusi di


dekat rumahnya, dan 20KK dengan persentase 15.3% tidak ada sumber
polusi di dekat rumahnya.
h. Distribusi berdasarkan alat yang digunakan keluarga untuk
memasak
Tabel 3.11
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan alat yang digunakan keluarga
untuk memasak
Kategori

Jumlah

Persentase %

Kompor minyak

1.84%

Kompor gas

84

51.5%

Kompor listrik

Tungku/pawon

76

46.6%

jumlah

163

100%

Berdasarkan tabel diatas kegiatan memasak sehari-hari.51.5% (84 KK)


menggunakan kompor gas, 3 KK (1,84%) menggunakan kompor minyak
dan 46.6 % (76 KK) tungku/pawon.
i. Distribusi berdasarkan warga yang menggunakan obat nyamuk
bakar

82

Diagram 3.60
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan warga yang menggunakan obat
nyamuk bakar

Berdasarkan diagram diatas sebagian besar warga dengan jumlah 89


KK (66%) tidak pernah menggunakan, 34% dengan 45 KK menggunakan
obat nyamuk bakar.

j. Distribusi berdasarkan letak dapur


Diagram 3.61
Distribusi warga RW 5 Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas berdasarkan letak dapur

83

Distribusi diatas dengan persentas 3.73% (5KK) dapurnya dekat kamar


tidur, 95,52% (128KK) dapurnya terletak dibelakang rumah dan 0,75%
(1KK) letak dapurnya ditempat lain.
F. Desa Siaga
Hasil wawancara dengan salah satu tenaga kesehatan didusun 3
Limpakuwus adalah sebagai berikut kader kesehatan di Desa Limpakuwus
sebayak 35 orang dengan masing-masing RW 5 orang tetapi hanya beberapa kader
yang aktif, adanya puskesmas pembantu dan pusling, forum kesehatan Desa sudah
terbentuk, peran FKD dirasakan belum optimal dan belum ada legalitas dari Desa
(SK). Poskesdes sudah terbentuk tahun 2012 namun belum optimal karena fasilitas
masih bersumber dari puskesmas pembantu. Kegiatan kunjungan rumah telah ada
seperti Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan PHBS diDesa Limpakuwus
dilakukan setiap 1 bulan sekali akan tetapi belum maksimal karena tidak dilakukan
secara rutin dan hanya di RW tertentu saja. Sedangkan untuk deteksi dini
gangguan jiwa di tingkat rumah tangga tidak ada, baru ada pendataan saja dan
penanggung jawabnya Puskesmas. Sistem Kegawatdaruratan dan Penanggulangan
Kegawatdaruratan di Desa Limpakuwus belum ada, akan tetapi pernah ada
pelatihan tentang siaga bencana yang diikuti oleh tenaga kesehatan Desa dan
beberapa masyarakat. Ambulance Desa belum ada, jika ada kejadian yang gawat
darurat biasanya menggunakan mobil salah satu masyarakat Desa secara sukarela

84

ditunjuk oleh Desa untuk membantu warga. Deteksi dini terhadap kasus penyakit
berbasis masyarakat di Desa Limpakuwus dilakukan oleh puskesmas, dan untuk
system pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat di Desa Limpakuwus di dapat
dari masyarakat sendiri dan baru RW 1 yang manajemen pembiayaannya yang
sudah berjalan. Desa Limpakuwus memiliki 1 bidan Desa dan 1 perawat setiap
hari senin, kamis dan sabtu diadakan Puskesmas keliling. Dokter di Desa
Limpakuwus tidak ada, setiap hari kamis di puskesmas pembantu mendatangkan
dokter untuk kegitan pelayanan kesehatan dasar.

85

G. ANALISA DATA
Tabel 3.12 Analisa data pengkajian komunitas dusun 2 Limpakuwus
No
Data
.
1. DO
1. Terdapat 63 kasus ISPA pada balita di Desa Limpakuwus tahun 2013
berdasarkan data puskesmas pembantu Desa Limpakuwus Sumbang pada tahun
2013.
2. 88 Balita (79,2%) menderita ISPA 1 tahun terakhir di dusun 2 Limpakuwus.
3. 19 jiwa (46,3%) yang mempunyai tetangga disekitar rumah (1RT menderita
ISPA)
4. Anggota keluarga yang merokok di dalam rumah 84 jiwa sebesar 95,4%.
5. 84 jiwa (95,5%) keluarga yang menggunakan kayu atau arang dalam memasak
sehari-hari.
6. 73 jiwa (82,9%) yang tidak mempunyai cerobong asap dalam penggunaan kayu
atau arang dalam memasak

Problem

Etiologi

Timgginya angka
kejadian
ISPA
pada balita di
Dusun
2
Limpakuwus

Perilaku
keluarga
yang merokok dan
Lingkungan
yang
kurang sehat

Risiko
tandatanda
bahaya
kehamilan pada
ibu
hamil
di
dusun
2
Limpakuwus

Kurang
pengetahuan
mengenai
tandatanda bahaya ibu
saat hamil

DS:
Berdasarkan hasil wawancara, hampir seluruh ibu mengatakan anaknya pernah
menderita ISPA
3.

1.
2.
3.
4.

Terdapat 11 ibu hamil di dusun 2 Limpakuwus.


Sebanyak 8 jiwa (72,73%) kehamilan ke trimester ke 2
Sebanyak 2 jiwa yang pernah mengalami keguguran
Sebanyak 5 klien mngatakan tidak tau tanda-tanda bahaya kehamilan

86

4. 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

78,36 % warga membuang sampah di pekarangan, 3,73 % di sungai, 7,46 % di


sembarang tempat, 8,96 % di tempat sampah.
Tempat penampungan sampah sementara yang terbuka sebanyak 94,03 %
sedangkan yang tertutup sebanyak 5,97 %.
Jarak pembuangan sampah dekat dengan rumah 79,85%, jauh dari rumah 20,15
%
Kebiasaan BAB di kolam (17,91%), jamban/WC (54,48%), sungai (27,61%).
Kepemilikan septic tank (36,99%) di rumah sedangkan yang tidak (63,01%).
Pembuangan air limbah dengan cara selokan (7,46%), kolam (18,66%), sungai
(40,3%), resapan (20,9%).
Kepemilikan kandang ternak sebanyak 86 orang (64,18%).
Letak kandang ternak yang berada didalam rumah 3 orang (3,49%), diluar rumah
< 10 m 75 orang (87,21%), dan diluar rumah > 10 m 8 orang (9,30%)
Pembersihan kandang ternak: tidak pernah (27,91%), setiap hari (24,42%), 2-4
hari sekali (15,12%), 5-7 hari sekali (25,58%), lebih dari seminggu (6,98%).

5.

Sebanyak 58 (43,28%) tidak memiliki kebiasaan sikat gigi sebelum tidur


Berdasarkan hasil wawancara sebagian besar warga malas untuk menggosok gigi
sebelum tidur

DS:

Risiko terjadinya
penurunan derajat
kesehatan
di
dusun 2 Desa
Limpakuwus

Kurangnya perhatian
masyarakat terhadap
lingkungan
yang
memenuhi
syarat
kesehatan.

Ketidakefektifan
Belum terbiasanya
pemeliharaan
melakukan
gosok
perilaku
hidup gigi sebelum tidur
bersih dan sehat
(gosok
gigi
sebelum
tidur)
pada warga RW 5
Desa
Limpakuwus
Potensial
-

87

1. Tenaga kesehatan di Desa Limpakuwus mengatakan peran kader Desa sudah ada
tetapi masih perlu ditingkatkan peran dan sertanya.; tenaga kesehatan dusun 3
mengatakan di dusun 3 telah ada kelompok surveilans PHBS dan Kadarsi tetapi
pelaksanaannya kurang optimal baru berjalan 1 kali yaitu di RW 3.
2. Tenaga kesehatan dusun 3 menyatakan kader RW 5 yang aktif hanya 4 orang.
3. Kelompok survei dusun 3 sudah ada, akan tetapi pelaksanaan survei hanya
dilaksanakan jika ada kasus/pada waktu tertentu dan sebagian dilakukan oleh
petugas kesehatan Desa.
4. Tenaga kesehatan dusun 3 mengatakan tidak ada survey untuk gangguan jiwa,
dana sehat/sosial dan kelompok pendonor darah.
5. Tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat di Desa Limpakuwus mengatakan
bahwa di dusun 2 pernah terjadi tanah longsor yang menimpa salah satu rumah
warga tahun 2013.
6. Tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat mengatakan tidak ada sistem
kegawatdaruratan di Desa Limpakuwus, tetapi pernah melakukan pelatihan siaga
bencana hanya beberapa orang.
7. Tenaga kesehatan Desa mengatakan sering terjadi kecelakaan di Desa
Limpakuwus

peningkatan
derajat kesehatan
masyarakat Desa
Limpakuwus

DO:
1. Jumlah posyandu balita 7, posyandu lansia 5
2. Jumlah kader masing-masing RW adalah 5 kader sehingga totalnya 35 kader
untuk 1 Desa
3. Pembiayaan kesehatan Desa berasal dari dana PNPM sebesar Rp3.260.000 untuk

88

7 posyandu/tahun, Rp2.091.000 untuk 5 posyandu lansia pertahun


4. Jumlah penderita hipertensi di dusun 1 sebesar 20, dusun 2 sebesar 15, dusun 3
kuthaliman sebesar 20 lansia
5. Letak geografis Desa Limpakuwus:
a. Terletak di kaki Gunung Slamet
b. RW 5,6,7 merupakan daerah rawan longsor karena berada di struktur tanah
yang tinggi
c. Karakteristik tanah RW 5,6,7 adalah tanah gembur.

89

H. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Tingginya angka kejadian ISPA balita di Dusun 2 Limpakuwus
berhubungan dengan Perilaku keluarga yang merokok dan Lingkungan
yang kurang sehat
2. Risiko tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di dusun 2
Limpakuwus berhubungan dengan kurang pengetahuan mengenai tandatanda bahaya ibu saat hamil
3. Risiko terjadinya penurunan derajat kesehatan di dusun 2 Desa
Limpakuwus berhubungan dengan kurangnya perhatian masyarakat
terhadap lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan.
4. Ketidakefektifan pemeliharaan perilaku hidup bersih dan sehat (gosok gigi
sebelum tidur) pada warga RW 5 Desa Limpakuwus berhubungan dengan
belum terbiasanya melakukan gosok gigi sebelum tidur
5. Potensial peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Limpakuwus
I. PERUMUSAN PRIORITAS MASALAH
Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan kriteria penapisan
keperawatan komunitas sesuai tabel 3.13
Tabel 3.13 Kriteria penapisan penentuan prioritas diagnosa keperawatan
komunitas dusun Limpakuwus
KRITERIA PENAPISAN
Dx.
a b c d e f
g
h i
j
k l
Jumlah
1. 5

48

2. 5

47

3. 5

47

4. 5

47

5. 5

44

Skore antara rentang 1-5 dengan skala 1 paling rendah, dan 5 paling tinggi.
Keterangan :
a. Sesuai dengan peran perawat komunitas
b. Jumlah yang berisiko
c. Besarnya resiko
d. Kemungkinan untuk pendidikan kesehatan
e. Minat masyarakat
90

f. Kemungkinan untuk diatasi


g. Sesuai program pemerintah
h. Sumber daya tempat
i. Sumber daya waktu
j. Sumber daya dana
k. Sumber fasilitas kesehatan
l. Sumber daya manusia
Berdasarkan tabel 3.13, diagnosa keperawatan komunitas di dusun
Limpakuwus berdasarkan skala prioritas adalah tingginya angka kejadian
ISPA balita di Dusun 2 Limpakuwus

berhubungan dengan perilaku

keluarga yang merokok dan lingkungan yang kurang sehat

91

J. RENCANA KEPERAWATAN
Tabel 3.14 Perencanaan keperawatan berdasarkan diagnosa masalah komunitas dusun Limpakuwus
No
1

Rencana
Kegiatan
Tingginya
Setelah
Ibu-ibu
Pendidikan Penyuluhan
angka
dilakukan
balita
kesehatan
ISPA
dan
kejadian
asuhan
Dusun 2 dan
cara
cuci
ISPA balita keperawatan
Desa
penyuluhan tangan yang
di Dusun 2 selama
7 Limpakuw
baik
dan
Limpakuwus minggu
us
benar pada
berhubungan diharapkan
perkumpulan
dengan
tidak ada kasus
RT
lingkungan
ISPA di dusun
yang kurang Limpakuwus
sehat
Jangka Pendek
Diharapkan
masyarakat
mampu:
a.Mengidentifikasi
masalah ISPA
b.
Mengatasi masalah
ISPA
c.Meningkatkan
kesehatan dan
mencegah
Dx.

Tujuan

Sasaran

Strategi

Hari/tgl
Selasa,
26
November
2013

Evaluasi
Evaluator
Kriteria
Standar
Posyandu Verbal a.Masyarakat - Kader
2 Dusun
mampu
posyandu
2
menjelaskan
balita
pengertian
- Mahasiswa
dan tanda- profesi
tanda ISPA
ners
b.
Masya
rakat
Psikomampu
motor
menjelaskan
cara
mencegah
dan
mengatasi
ISPA
c.Masyarakat
mampu
mempraktek
-an cara cuci
tangan yang
baik
dan
benar
d.
Masya
Tempat

92

terjadinya
ISPA

3.

Risiko tandatanda bahaya


kehamilan
pada
ibu
hamil
di
dusun
2
Limpakuwus

Setelah
dilakukan
asuhan
keperawatan
selama
7
minggu
diharapkan
tidak
terjadi
anemia pada ibu
hamil di daerah
dusun
3
Limpakuwus
Jangka
pendek:
Diharapkan ibu
hamil :
a. Tidak
mengalami
anemia
selama
kehamilan

Ibu hamil Pendidikan a. Penyuluhdi wilayah kesehatan


an
dusun 2
mengenai
Desa
anemia
Limpakuw Kemitraan
pada ibu
us
hamil
b. Bekerjasama
dengan
bidan Desa
untuk
koordinasi
waktu dan
tempat
kegiatan
penyuluhan
c. Penyuluhan tentang
tanda dan
bahaya
kehamilan

Kamis,
21
November
2013

PuskesVerbal
mas
pembantu
(kelas ibu
hamil)

rakat
mampu
menciptakan
lingkungan
yang sehat
dan bersih
a. Masyarakat - Puskesmas
khususnya
/bidan
ibu hamil Desa
mampu
- Mahasiswa
menyebutprofesi
kan
ners
pengertian
anemia
pada
kehamilan
b. Masyarakat
khususnya
ibu hamil
mampu
menyebutkan tanda
dan gejala
anemia
c. Masyarakat
khususnya
ibu hamil
mampu

93

b. Rutin
dalam
pemeriksan
kehamilan

Psiko
motor

3. Risiko
terjadinya
penurunan

Setelah
dilakukan
asuhan
keperawatan

- Masyara
kat
Desa
Limpakuw

Pendidikan
kesehatan

a. Penyuluhan PHBS
b. Penyuluhan

Setiap
pertemuan RT

Perkumpulan warga

Respon
verbal

menyebutkan
cara
pencegahan
anemia
d. Tidak ada
ibu hamil
yang
mengalami
anemia
yang
ditandai
dengan
tidak
adanya
penurunan
Hb
e. Mampu
memprakte
kan
perawatan
payudara
(breast
care), pijat
oksitosin
a. 75% warga - Kepala
mampu
Desa/
menyebutperangkat
kan tentang
Desa

94

us
di selama 7
- Ketua
dusun
2 minggu
RT
diharapkan
Tokoh
Limpakuwus
tidak terjadi
Masyara
peningkatan
berhubungan
kat
kasus penyakit
- Pemilik
dengan
akibat
kandang
lingkungan
kurangnya
ternak
yang tidak sehat
perhatian
Jangka
masyarakat
pendek:
a.Terjadi
terhadap
peningkatan
lingkungan
pengetahuan
masyarakat
yang
tentang
memenuhi
penyakit
akibat
syarat
lingkungan
kesehatan.
yang
tidak
sehat
.
b.
Warga
masyarakat
termotivasi
ikut mencegah
terjadinya
penyakit

kesehatan

Pemberdayaan

pengelolaa
n sampah
c. Memotivasi
warga
masyarakat
untuk
senantiasa
menjaga
kebersihan
diri dan
menghindar dari
faktor
pencetus
terjadinya
penyakit
d. Melibatkan ketua
RT untuk
menggerak
-an
warganya
untuk
selalu
menerapkan hidup

Psiko
motor

10 indikator - Puskesmas
PHBS
- Mahasiswa
rumah
profesi
tangga
ners
b. 75% warga
mampu
menyebutkan cara
pengelolaan
sampah di
pemukiman
c. Setiap RT
melakukan
kegiatan
kebersihan

95

akibat
lingkungan
yang
tidak
sehat
c.Terjadi
peningkatan
kesadaran
untuk
menjaga
kebersihan
lingkungan
d.
Warga
masyarakat
berpartisipasi
dengan
lembaga lintas
sektoral dalam
menjaga
kebersihan
diri
dan
lingkungan
e.Warga
masyarakat
menerapkan
perilaku hidup
bersih
dan
sehat (PHBS)
di
rumah

Kemitraan

bersih
e. Melibatkan Ketua
RT untuk
mengadakan kerja
bakti di
lingkungan
f. Mengadakan lomba
RT sehat
g. Bekerja
sama
dengan
Puskesmas
untuk
menentukan
indikator
lomba RT
sehat
h. Bekerjasama
dengan
perangkat
Desa
untuk
melakukan

96

tangga

4.

Ketidakefektifan
pemeliharaan
perilaku
hidup bersih
dan
sehat
(gosok gigi)
pada warga
RW 5 Desa
Limpakuwus

Setelah
dilakukan
asuhan
keperawatan
selama
7
minggu
diharapkan
tidak
terjadi
penurunan
derajat

BapakPendidikan
bapak
kesehatan
dusun 2
Desa
Limpakuw
us

penjurian
dalam
lomba RT
sehat
i. Bekerja
sama
dengan
Puskesmas
untuk
mengawasi
pelaksanaan PHBS
rumah
tangga
warga
Desa
Limpakuw
us
Penyuluhan
cara gosok
gigi yang
baik dan
benar

Senin,
25
November
2013

Anak
kelas
1SD

Verbal

a.Masyarakat - Bidan Desa


mampu
- Mahasiswa
menjelaskan
profesi
mengenai
ners
cara hidup
bersih dan
sehat
b. Masyarakat
mampu
menjelas-

97

kesehatan pada
warga dusun 2
Desa
Limpakuwus

kan
cara
cuci tangan
yang baik
dan benar

Jangka Pendek
Diha\rapkan
masyarakat
mampu:
d.
Membia
sakan
cuci
tangan
sebelum dan
sesudah
makan dengan
sabun
e.Meningkatkan
kesehatan dan
mencegah
terjadinya
penurunan
kesehatan

Psiko
motor

a.Masyarakat
mampu
mempraktek
an cara cuci
tangan yang
baik
dan
benar

98

5.

Potensial
peningkatan
derajat
kesehatan
masyarakat
Desa
Limpakuwus.

Setelah
dilakukan
asuhan
keperawatan
selama 7
minggu
diharapkan
kesehatan
masyarakat
meningkat.
Jangka
pendek:
1. Meningkatkan
pengetahuan
kader
kesehatan
tentang
kegiatan
UKBM
(posyandu)
2. Peningkatan
produktivitas
kader
kesehatan
Desa
3. Pengoptimalkan peran

Seluruh
Pendidikan a. Mengadamasyakesehatan
kan
rakat Desa
pertemuan
Limpakuw
MDS
us
(musyaProses
warah Desa
kelompok
siaga)
b. Mengadakan
pelatihan
SIAGA
BENGAWAN
Pendidikan
(Bencana
Kesehatan
dan
Kegawatdaruratan
Desa
Limpakuw
us)
Kemitraan c. Penyuluhan tentang
kegiatan
Pemberday
posyandu
aan
(kegiatan 5
meja
posyandu)
d. Pelatihan

Posyandu
balita
dan
lansia

Posyandu
Balita
dan
lansia

Verbal a. Kader
kegiatan
dapat
menyebutkan peran
aktifnya
dalam
kegiatan
kesehatan
Desa
b. Kader
kesehatan
dapat
menyebutkan
kegiatan
yang ada
dalam
posyandu
secara
lengkap
Psiko c. Masyamotor
rakat Desa
dapat
menyebutkan tentang
sistem
kegawat-

- Pihak
puskesmas
- Tenaga
kesehatan
Desa
- Perangkat
Desa
- Mahasiswa Ners
Unsoed

99

FKD.
4. Pengomptima
lan sistem
pendanaan
FKD
5. Terjadi
peningkatan
pengetahuan
masyarakat
tentang
kegawatdaruratan dan
siaga bencana
6. Terjadi
peningkatan
keterampilan
dalam
menangani
kasus
kegawatdaruratan dan
siaga bencana
7. Terciptanya
alur siaga
bencana dan
kegawatdaruratan
Desa

kegiatan
survillans.
e. Pelatihan
tensi bagi
kader
posyandu.
f. Pembentu
kan
kelompok
surveilans
g. Bekerjasama
dengan
pengrajin
Desa
untuk
pelatihan
keterampil
-an kader
tentang
kerajinan
tas
PLAKO
untuk menunjang
pembiayaan
kesehatan

daruratan
dan siaga
bencana
a. Seluruh
kader
Afektif
kesehatan
dapat
mengukur
tekanan
darah
b. Masyarakat Desa
Limpakuw
us dapat
mengaplikasikan
ketrampilan
pertolongan pertama
sistem
gawat
darurat dan
siaga
bencana.
a. Kegiatan
posyandu
balita dan

100

Limpakuwus

Desa

lansia yang
sesuai
pedoman
dapat
berjalan
secara
kontinu
b. Kunjungan
kegiatan
kelompok
surveiland
dapat
berjalan
setiap
bulan
c. Peran FKD
yang dapat
menangani
masalah
kesehatan
Desa
secara
mandiri.
d. Manajemen
sistem
pendanaan
FKD

101

berjalan
dengan
baik

102

K. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tabel 3.15 Implementasi Keperawatan Komunitas RW 5I Desa Limpakuwus
No
1

Masalah
keperawatan
KIA

Kegiatan

Evaluasi

Penyuluhan
ISPA 1. Jumlah Peserta yang hadir dalam
tanggal Selasa 5
Posyandu sebanyak 35 orang
Oktober 2013 pukul 2. Hasil yang dicapai :
09.00 WIB di Rumah
a) Proses :
Ibu Mukhtarom RT
1) Penyuluhan ini dilakukan di
01 RW 07
rumah Bu Mukhtarom RT 01 RW
07. Sebelum penyuluhan dimulai,
persiapan dilakukan dari
perisapan materi dan tempat.
Persiapan materi meliputi
pembuatan satuan acara
penyuluhan (SAP) dan
preplanning. Persiapan materi
dimulai dengan membuat bahan
presentasi dan leaflet. Materi
yang akan dipaparkan didapat
dari refrensi dan media online.
Persiapan tempat dimulai dengan
menghubungi ketua RT
2) Penyuluhan dilakukan dengan
panel, yaitu materi ISPA.
Penyuluhan dimulai dengan
kegiatan posyandu dari pukul

Analisa
Kekuatan :
1. Antusiasme ibu-ibu yang
mengikuti kegiatan penyuluhan
2. Tersedianya materi ISPA
3. Media yang digunakan
menggunakan Leaflet.
Kelemahan :
1. Ruangan yang digunakan kurang
mendukung
2. Posisi duduk ibu-ibu yang kurang
tepat
3. Balita yang rewel
Peluang:
1. Jadwal kegiatan arisan dan
pengajian yang rutin tiap bulannya
2. Peserta antusias dan aktif dalam
forum.
3. Kader yang cukup aktif

103

08.00 WIB. Terdapat 10


Ancaman :
mahasiswa yang mengikuti
1. Pengetahuan ibu-ibu seputar ISPA
kegiatan penyuluhan ini. Jumlah
yang kurang.
peserta penyuluhan yang datang
2. Pendidikan dan ekonomi ibu0ibu
sebanyak 35 ibu-ibu.
yang lemah.
Pemapaparan materi tentang
ISPA selama 15 menit oleh Wina
Rodiana. Penyuluhan diawali
dengan perkenalan oleh Wina
Rodiana. yang dianjutkan dengan
presentasi materi dan diskusi
tanya jawab.
b) Hasil :
1) Penjelasan ISPA: Hampir 75 %
balita yang berada di dusun 2
pernah
mengalami
ISPA,
dikarenakan factor cuaca yang
dingin, selain itu kebanyakan
penduduk masih menggunakan
pawon untuk memasak.
2) Diskusi seputar ISPA:
Ada pertanyaan yang muncul saat
penyuluhan, yaitu :

Ny. Siti
Pertanyaan: Kalau misalnya
bayi pilek itu bagaimana
mba?apa tidak apa-apa?
Jawaban: Terimakasih ibu

104

buat pertanyaannya, sangat


bagus sekali. Begini ibu,
karena imun bayi belum
terlalu baik sehingga untuk
terkena pilek itu bisa terjadi.
Tapi, ibu juga perlu tahu
tanda-tanda
ISPA
yang
paling khas adalah sulit
bernafas pada bayi. Biasanya
dapat dilihat dari gerakan
dadanya bu. Kalau ada
tanda-tanda itu, ibu bisa
langsung membawa anak ibu
ke tenaga kesehatan terdekat.
3) Saat evaluasi hanya beberapa ibuibu yang mampu menjawab
pertanyaan dari penyuluh.
Terapi Bermain.
A. Terapi Bermain
Diadakan pada hari
1. Jumlah Peserta yang hadir dalam
Selasa, tanggal 9
Posyandu sebanyak 50 orang, tetapi
November 2013 di
yang mengikuti terapi bermain
kediaman Ibu Ning
sebanyak 25 orang.
(Kader Posyandu RW
2. Hasil yang dicapai :
5) RT 01 RW 06
a) Proses :
1) Penyuluhan ini dilakukan di
rumah Bu Ning Kader
Posyandu.
Sebelum

Kekuatan :
1. Tersediannya media untuk terapi
bermain
2. Memiliki data permasalahan KIA di
RW 5I Limpakuwus
3. Tersedianya
materi
tentang
terapibermain.

105

penyuluhan dimulai, persiapan


dilakukan
dari
perisapan
materi dan tempat. Persiapan
materi meliputi pembuatan
satuan acara penyuluhan (SAP)
dan preplanning. Persiapan
materi
dimulai
dengan
membuat lembar balik dan
laflet. Materi yang akan
dipaparkan
didapat
dari
refrensi dan media online.
Persiapan tempat dimulai
dengan menghubungi tempat
Kader
Posyandu.
Serta
mempersiapkan
permainan
yang dibutuhkan.
2) Terapi bermain dilakukan
secara bergiliran karena alatalat yang terbatas, terapi
dilakukan
dengan
cara
perlombaan supaya anak-anak
termotivasi. Terapi bermain
dimulai
dengan
kegiatan
pengukuran BB dan TB dari
pukul 08.30 WIB. Terdapat 4
mahasiswa yang mengikuti
kegiatan terapi bermain ini
yaitu Lita Heni, Mia Yuniar,

Kelemahan :
1. Permainan yang disediakan kurang
banyak dan terbatas.
2. Ketika dilakukan terapi bermain ada
beberapa balita yang menangis
sehingga ibu-ibu balita tidak
konsentrasi dalam mengikuti kegiatan
terapi bermain.
Peluang:
1. Sudah terbentuknya Posyandu balita.
2. Aktifnya kegiatan Posyandu balita di
Desa Limpakuwus.
3. Antusiasme ibu-ibu yang mempunyai
balita mengikuti Posyandu balita.
4. Keberadaan kader posyandu balita di
RT 01 dan RW 06 yang aktif.
5. Peserta antusias dan aktif dalam forum.
Ancaman :
1. Pengetahuan peserta yang kurang
mengenai pentingnya bermain untuk
anak-anak.
2. Kesibukan ibu-ibu sehingga jarang
memperhatikan kondisi balitanya.
3. Keterbatasan ekonomi untuk membeli
permainan.

106

Dea dan leli Rakhmawati.


Jumlah terapi bermain yang
datang sebanyak 25 ibu-ibu.
Pemapaparan materi tentang
manfaat terapi bermain selama
15 menit oleh Mia Yuniar.
Penyuluhan diawali dengan
perkenalan oleh Lita Heni.
yang dianjutkan dengan proses
permainan.
b) Hasil :
1) Proses terapi bermain: bahwa
hanya sebanyak 15 Ibu (25%)
yang anaknya tidak rewel pada
saat dilakukan pemeriksaan di
posyandu. Selain itu 25 ibu-ibu
(50%) yang balitanya senang
dan menikmati kegiatan terapi
bermain.

Penyuluhan alat
kontrasepsi dan KB
tanggal 28 nov 2013
jam 15.00-16.30 di
rumah warga rt 3 rw

1) Jumlah Peserta yang hadir sebanyak 18


orang
2) Hasil yang dicapai :
a) Proses :
1) Penyuluhan ini dilakukan di

Kekuatan :
1. Sudah terbentuknya kader.
2. Antusiasme ibu-ibu yang mengikuti
penyuluhan KB dan banyaknya
pertanyaan.

107

rumah warga rt 3 rw 7. Sebelum


penyuluhan dimulai, persiapan
dilakukan dari persiapan materi.
Persiapan materi meliputi
pembuatan satuan acara
penyuluhan (SAP) dan
preplanning. Persiapan materi
dimulai dengan membuat leaflet.
Materi yang akan dipaparkan
didapat dari referensi dan media
online. Penyuluhan dilakukan
dengan metode diskusi, dimana
langsung bisa mengajukan
pertanyaan.
b)

Hasil
1) Penjelasan alat kontrasepsi dan
KB: banyak peserta yang masih
pasangan usia subur di rt 3 rw 7
2) Ketika diskusi tentang alat
kontrasepsi dan KB banyak ibu
yang mengajukan pertanyaan.

3. Tersedianya materi alat kontrasepsi dan


KB
Kelemahan :
1. Media dalam memberikan penyuluhan
kurang menarik.
2. Ketika dilakukan penyuluhan ada
beberapa ibu yang tidak konsentrasi
dalam mendengarkan penyuluhan
karena lingkungan yang kurang
mendukung.
3. Tempatnya yang tidak terlalu luas
menjadikan peserta ada yg duduk
diluar.
Peluang:
1. Keberadaan Bidan Desa dusun dua
Limpakuwus yang aktif.
Ancaman :
1. Pengetahuan peserta yang kurang
mengetahui tentang alat kontrasepsi.
2. Jarak yang jauh dengan puskesmas
sehingga menyebabkan warga malas
untuk memakai alat kontrasepsi.

108

Penyuluhan Breast 3) Jumlah Peserta yang hadir sebanyak 18


Care tanggal 12
orang
November 2013 jam 4) Hasil yang dicapai :
09.00 di Puskesmas
b) Proses :
Pembantu
Desa
1) Penyuluhan ini dilakukan di
Limpakuwus
Puskesmas
Pembantu
Limpakuwus.
Sebelum
penyuluhan dimulai, persiapan
dilakukan dari persiapan materi
dan tempat. Persiapan materi
meliputi pembuatan satuan acara
penyuluhan
(SAP)
dan
preplanning. Persiapan materi
dimulai dengan membuat leaflet.
Materi yang akan dipaparkan
didapat dari referensi dan media
online. Persiapan tempat dimulai
dengan menghubungi bidan Desa
setempat
2) Penyuluhan dilakukan dengan
panel, yaitu materi Breast care.
Penyuluhan dimulai dengan
pemaparan
materi
tentang
pentingnya breast care. Terdapat
5 mahasiswa yang mengikuti
kegiatan penyuluhan ini. Jumlah
peserta penyuluhan yang datang
sebanyak 18 ibu-ibu. Pemaparan

Kekuatan :
4. Sudah terbentuknya kelas ibu hamil
5. Antusiasme ibu-ibu yang mengikuti
kelas ibu hamil dengan banyak
pertanyaan yang diajukan.
6. Tersedianya materi breast care
Kelemahan :
4. Ketika dilakukan penyuluhan ada
beberapa ibu yang tidak konsentrasi
dalam
mendengarkan
penyuluhan
karena lingkungan yang kurang
mendukung.
5. Tempatnya yang tidak terlalu luas
menjadikan peserta ada yg duduk
diluar.
Peluang:
2. Keberadaan Bidan Desa dusun tiga
Limpakuwus yang aktif.

Ancaman :
3. Pengetahuan peserta yang kurang
mengetahui tentang kehamilannya.
4. Jarak yang jauh dengan puskesmas
sehingga menyebabkan peserta yang

109

c)

materi tentang breast care selama


30 menit oleh Dwi Kristiarini
dan dilanjutkan demonstrasi oleh
Muji
Rahayu.
Penyuluhan
diawali dengan perkenalan yang
dianjutkan dengan presentasi
materi dan pembagian leaflet.
Hasil
3) Penjelasan breast care: banyak
ibu-ibu hamil dan kader
Posyandu di Desa Limpakuwus
yang masih belum mengenal
breast care.
4) Ketika diskusi breast care ada
ibu
yang
mengajukkan
pertanyaan yaitu :
a. Mba kalau ASI sudah lancar
masih perlu breast care?
Jawaban : Breast care tetap bisa
di lanjutkan sewaktu-waktu.
b. Minyak yang digunakan
boleh minyak apa sajaa mba?
Jawaban
:
minyak
yang
digunakan bisa baby oil ataupun
minyak goreng lainnya, namun
tidak di bolehkan menggunakan
minyak yang sudah di gunakan.

terkadang malas datang.

110

2.

PHBS

Penyuluhan
tanda 1) Jumlah Peserta yang hadir sebanyak 36
bahaya
kehamilan
orang
tanggal 3 Desember 2) Hasil yang dicapai :
2013 jam 09.00 di
a) Proses :
Posyandu Dusun 2
Penyuluhan ini dilakukan di
Desa Limpakuwus
Posyandu
dusun
2
Desa
Limpakuwus. Sebelum penyuluhan
dimulai, persiapan dilakukan dari
persiapan materi dan tempat.
Persiapan
materi
meliputi
pembuatan satuan acara penyuluhan
(SAP) dan preplanning. Persiapan
materi dimulai dengan membuat
leaflet. Materi yang akan dipaparkan
didapat dari referensi dan media
online. Persiapan tempat dimulai
dengan
menghubungi
kader
Posyandu setempat
Penyuluhan dilakukan dengan panel,
yaitu
materi
tanda
bahaya
kehamilan. Penyuluhan dimulai
dengan pemaparan materi tentang
pentingnya
mengetahui
tanda
bahaya kehamilan. Terdapat 5
mahasiswa yang mengikuti kegiatan
penyuluhan ini. Jumlah peserta
penyuluhan yang datang sebanyak
36 ibu-ibu. Pemaparan materi

Kekuatan :
1. Sudah tersedianya Posyandu dan
Puskesmas Pembantu
2. Tersedianya materi tanda bahaya
kehamilan
Kelemahan :
1. Ketika dilakukan penyuluhan ada
beberapa ibu yang tidak konsentrasi
dalam
mendengarkan
penyuluhan
karena lingkungan yang kurang
mendukung.
Peluang:
1. Keberadaan Bidan Desa dusun tiga
Limpakuwus dan kader Posyandu yang
aktif.
Ancaman :
1. Pengetahuan peserta yang
mengetahui tentang tanda
kehamilan.

kurang
bahaya

111

tentang tanda bahaya kehamilan


selama 30 menit oleh Mia Yuniar.
Penyuluhan
diawali
dengan
perkenalan yang dianjutkan dengan
presentasi materi dan pembagian
leaflet.
b) Hasil
Penjelasan tanda bahaya kehamilan:
banyak ibu-ibu PUS dan kader
Posyandu di Desa Limpakuwus yang
masih belum mengenal tanda bahaya
kehamilan.
Ketika diskusi tanda bahaya
kehamilan tidak ada ibu yang
mengajukkan pertanyaan.
1. Penyuluhan

bahaya merokok,
narkoba, dan
alcohol tanggal 14
November 2013

Hasil yang dicapai


Kekuatan :
1. Mengetahui bahaya merokok bagi Antusiasme dalam penyuluhan
perokok aktif maupun pasif
bahaya merokok, narkoba, dan
2. Mengetahui bahaya narkoba dan
alkohol.
alkohol.
3. Mengetahui cara mencegah untuk Kelemahan :
merokok
Kurang motivasi untuk berhenti
4. Mengetahui cara mencegah untuk
merokok, menggunakan narkoba, dan
menggunakan narkoba dan alkohol
alkohol
Peluang:
Terdapat pelayanan kesehatan
Puskesmas pembantu di Dusun 3

112

Ancaman :
Masih terpengaruhnya untuk
merokok, menggunakan narkoba, dan
alkohol.
2. Sosialisasi BPJS
Rabu, 26
November 2013

1. Hasil yang dicapai :


a. Dapat mengikuti penyuluhan dan
dapat menjelaskan tentang jaminan
kesehatan
b. Dapat mengikuti penyuluhan dan
dapat menjelaskan macam-macam
jaminan kesehatan
c. Dapat mengikuti penyuluhan dan
dapat menjelaskan alur mendapatkan
jaminan kesehatan
d. Dapat mengikuti penyuluhan dan
mampu mengetahui persyaratan
jaminan kesehatan

Kekuatan :
Peserta yang cukup banyak karena
mengikuti kegiatan PKK
Pembicara yang menarik,
berkompeten dalam bidang jaminan
kesehatan, serta mampu menhidupkan
suasana
Kelemahan :
Acara mulai kurang tepat waktu
karena kegiatan PKK baru selesai pukul
12.30 WIB
Materi BPJS yang kurang.
Peluang:
Antusiasme dalam penyuluhan dan
peserta menyimak dengan baik
Desa mensosialisasikan jaminan
kesehatan

113

Kesehatan
Lingkungan

1. Penyuluhan
tentang
pengelolaan
sampah, yang
dilaksanakan
pada:
Tanggal 13
November
2013 di RT 2
RW 6
Tanggal 19
November
2013 di RT 3
RW 7

1) Penyuluhan pengelolaan sampah:


- Selama penyuluhan kesehatan
warga cukup antusias dan diskusi
berjalan baik.
- Selama proses diskusi warga cukup
antusias dengan memberikan
pertanyaan : Bagaimana cara
membuat pupuk organik? Apa
akibatnya apabila sampah plastik
dibakar di rumah atau ditungku?
Apakah bisa plastik yang sudah
dibakar akan diurai jika ditimbun?
- Warga mampu memahami
pengertian, penyebab, dampak/
akibat, pemilahan sampah,
pengelolaan sampah skala rumah
tangga.

Ancaman :
Pengetahuan peserta yang kurang
mengenai alur dan syarat
mendapatkan jaminan kesehatan
Kekuatan :
-

Lingkungan yang masih asri, luas


dan jarak antar rumah yang tidak
terlalu dekat
Antusiasme warga Desa
Limpakuwus
Tersedianya materi tentang
pengelolaan sampah.

Kelemahan :
-

Tidak adanya komitmen dari warga


untuk menjaga kebersihan lingkungan
Keterbatasan dana dan waktu yang
membuat warga enggan untuk
memanfaatkan /mengolah sampah.

Peluang:
-

Adanya pertemuan rutin di setiap


RT dan RW sehingga mudah dalam
mengumpulkan warga dusun 2

114

Limpakuwus
Ancaman :
-

Pengetahuan dan kesadaran warga


yang masih kurang tentang perilaku
pencegahan terjadinya penyakit
akibat lingkungan yang tidak sehat.

1. Peserta
- Respon antusiasme dari peserta Kekuatan :
cukup baik
Lingkungan yang masih asri, luas
- Semua RT mengikuti kegiatan lomba
dan jarak antar rumah yang tidak
RT sehat
terlalu dekat
- Ada RT yang tidak melakukan kerja
Antusiasme warga Desa
bakti dan kebersihan lingkungan
Limpakuwus dalam pelaksanaan
2. Tujuan Pelaksanaan
lomba RT sehat
Pada dasarnya tujuan pelaksanaan yang
ingin dicapai, sudah tercapai.
Kelemahan :

2. Lomba RT sehat

3. Metode
Tidak adanya komitmen dari warga
Metode
yang
digunakan
dalam
untuk menjaga kebersihan
melakukan penjurian adalah dengan
lingkungan
melakukan winshield survey atau
berjalan ke lingkungan masing-masing
Peluang:
RT.
Adanya pertemuan rutin di setiap

115

Lomba RT sehat 4. Media


RT dan RW sehingga mudah dalam
merupakan lomba
a. Media yang digunakan untuk
mengumpulkan warga dusun 2
yang
diadakan
sosialisasi kegiatan lomba RT sehat
Limpakuwus dan mudah untuk
untuk semua RT
adalah surat edaran ke masingmenyebarkan informasi
yang berada di
masing RT dan sosialisasi pada saat
Desa
kumpulan RT
Ancaman :
Limpakuwus,
b. Media yang digunakan sudah
Tingkat kesejahteraan masyarakat
adapun rangkaian
mampu utnuk menunjang jalannya
menengah
ke bawah.
acaranya adalah :
pelaksanaan kegiatan penjurian.
Pengetahuan dan kesadaran warga
a. Sosialisasi
Media yang digunakan dalam
yang
masih kurang tentang
kegiatan
penjurian adalah formulir penilaian
kesehatan
lingkungan.
tanggal 19-20
lomba RT sehat
November
5. Hasil
2013
Pemenang lomba RT sehat adalah
b. Penjurian
Juara 1 :Rt 02 Rw 07
tanggal
25
November
Juara 2 : Rt 05 Rw 01
2013
c. Pengumuman
hasil
lomba
dilaksanakan
pada
acara
MMD II yaitu
tanggal
5
Desember
2013

116

Susunan panitia
- Ketua Pelaksana:
Dwi Ichsan, S. Kep
4

Desa Siaga

1. Penyuluhan
1. Jumlah Peserta yang hadir dalam
hipertensi
yang
penyuluhan hipertensi : 26 orang
dilaksanakan pada 2. Hasil yang dicapai :
tanggal
5
a. Proses :
November 2013 di
-Penyuluhan
tentang
hipertensi
posyandu
lansia
dilakukan selama 30 menit,
( rumah Ny. Sumi)
dengan
diawali
penyuluh
RT I
RW VII
menggali pengetahuan lansia
Desa Limpakuwus
tentang hipertensi. Kemudian
pukul 09.00 WIB.
penyuluh memberikan materi
tentang hipertensi sesuai dengan
SAP. Dilanjutkan diskusi dan
memberikan kesimpulan.
-Pemeriksaan
tekanan
darah
dilakukan
untuk
mengukur
tekanan darah pada warga Desa
Limpakuwus dusun 2, kemudian
diberikan
masukan
jika
menemukan
warga
yang

Kekuatan :
Adanya
komitmen
untuk
melaksanakan kegiatan pokja lansia.
Adanya Posyandu lansia di setiap
RW
Antusiasme
warga
Desa
Limpakuwus
Tersedianya
materi
tentang
hipertensi
dan
berbagai
terapi
kesehatan.
Kelemahan :
Penyampaian
materi
yang
berulang-ulang dengan orang yang
sama seperti peserta posyandu lansia
juga ikut di pertemuan RT dan RW..
Peluang:
Keberadaan dusun 2 Limpakuwus

117

menderita hipertensi atau darah


rendah.

Pemeriksaan tekanan
darah
setiap
pertemuan RT dan
pengajian RW,

yang
dekat
dengan
puskesmas
pembantu.
Lansia dan warga yang antusias
b. Hasil :
mengikuti kegiatan
1) Penyuluhan Hipertensi :
Adanya pertemuan rutin di setiap
- Selama penyuluhan kesehatan
RT dan RW sehingga mudah dalam
lansia cukup antusias dan
mengumpulkan
warga
dusun
2
diskusi berjalan dengan baik
Limpakuwus
dan lancar.
- Selama proses diskusi peserta Ancaman :
antusias dengan memberikan Pengetahuan dan kesadaran warga
pertanyaan : saya punya
yang masih kurang tentang perilaku
penyakit darah tinggi sudah
pencegahan terjadinya hipertensi.
mengurangi garam, biar cepat Cuaca yang tidak menentu.
turun saya harus gimana ya ?
- Lansia dan warga mampu
memahami
pengertian,
penyebab, tanda dan gejala
serta cara merawat pasien
yang menderita hipertensi.
2) Pemeriksaan tekanan darah
Selama pemeriksaan lansia
langsung antusias, karena
tidak
harus
pergi
ke
puskesmas, atau menunggu
saat posyandu lansia untuk
memeriksakan
tekanan
darahnya.

118

2.

Pelatihan siaga 1. Jumlah Peserta yang hadir dalam Kekuatan :


bencana
dan
pelatihan kegawat daruratan dan siaga a. Para peserta aktif dalam mengikuti
kegawat
bencana sebanyak 20 orang
pelatihan
daruratan
dan
Hasil yang dicapai :
b. Banyak masyarakat yang bertanya
donor darah pada
a. Proses :
mengenai bencana dan kegawat
tanggal
23
Kegiatan
pelatihan
daruratan.
november 2013
kegawatdaruratan dan siaga bencana c. Terdapat masyarakat yang tidak
jam 09.00 WIB
pada masyarakat Desa Limpakuwus
diundang
mengikuti
kegiatan
Kecamatan Sumbang Kabupaten
pelatihan siaga bencana dan kegawat
Banyumas dilaksanakan pada hari
darudatan.
Sabtu 23 Nov2013 pukul 09.00-13.00 d. Persiapan panitia dari segi teknis dan
Kegiatan pelatihan dimulai dengan
kerjasama panitia yang sudah cukup
persiapan alat dan bahan yang
bagus membuat kegiatan dapat
mendukung kegiatan serta tempat
berjalan dengan lancar tanpa ada
penyuluhan.
halangan yang berarti.
Pematangan
persiapan Kelemahan :
kegiatan dilakukan satu minggu a. Keterlambatan waktu yang tidak
sebelum
pelaksanaan.
Panitia
sesuai dengan rencana kegiatan yang
pelaksana terpecah menjadi dua acara
dijadwalkan
karena
kedatangan
yaitu acara Limpakuwus health fair
peserta yang terlambat.
dan pelatihan kegawatdaruratan dan b. Keterlambatan
pemateri
karena
siaga bencana. Panitia akhirnya
pemateri
ada
halangan
yang
membagi tugas sesuai dengan kondisi
membuatnya tidak dapat hadir tepat
tersebut.
waktu.
Awal minggu pelaksanaan c. Peserta yang datang kurang dari

119

kegiatan,
panitia
memastikan
pemateri pada kegiatan tersebut yaitu
dari Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
(BPBD)
Kabupaten
Banyumas dan dari Mahasiswa
Profesi Ners Unsoed.
Sabtu 23 November 2013
pukul 08.00 panitia sudah berkumpul
di balai Desa untuk mematangkan
persiapan. Pukul 09.00 peserta sudah
mulai berdatangan, acara dibuka
mulai pukul 09.15 (terlambat 15
menit) karena menunggu peserta lain
yang datang terlambat. Acara inti
dimulai pukul 09.30 yang di isi oleh
Gustomo Ridho Meidianto, S.Kep.
dari Mahasiswa Profesi Ners Unsoed.
Saat sesie 1 diawali dengan
pemutaran
video
dan
film
kebencanaan. Selanjutnya peserta
mendengarkan
materi
tentang
Penanganan
Perdarahan,
Patah
Tulang dan Resusitasi Jantung Paru.
Setelah itu peserta mempraktekan
cara
menangani
perdarahan,
melakukan pembidaian dan terakhir
melakukan Resusitasi. Akhirnya pada
pukul 11.00 materi pertama diakhiri

target hal ini dikarenakan kesibukkan


peserta yang bekerja.
d. Koordinasi yang kurang antara
panitia mahasiswa Profesi Ners
Unsoed dengan pembicara sehingga
ada perubahan susunan acara.
e. Waktu yang dibutuhkan untuk
pelatihan kurang lama
e. Warga takut melaksanakan donor
darah karena masih asing (belum
pernah terpapar seputar donor darah
sebelumnya).
f. Warga yang sudah berhasil melewati
kriteria donor darah tidak jadi
mendonor dengan alasan bukan
golongan darah A, dan AB setelah
dilakukan tes golongan darah
Peluang:
Kegiatan
mahasiswa
mendapat
dukungan penuh dari masyarakat dan
pihak PMI.
Ancaman :
Banyaknya masyarakat yang diundang
tidak dapat hadir dalam kegiatan ini.

120

dengan
yel-yel
Desa
Siaga
Limpakuwus
JOSS
dan
icebreaking / permainan yang dapat
meningkatkan konsentrasi peserta.
Pada pukul 11.15 peserta
melanjutkan dengan materi pelatihan
mengenai
kesiapsiagaan
dalam
menghadapi bencana disertai dengan
pemutaran video dan film tentang
keadaan bencana. Setelah itu, dibuka
sesi diskusi dan peserta sangat
antusias untuk bertanya. Pada pukul
13.00 acara ini ditutup dan selesai
pula rangkaian acara pelatihan
kegawatdaruratan dan siaga bencana
pada masyarakat Desa Limpakuwus.
Hasil :
Secara garis besar kegiatan dapat
berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan
yang diharapkan, yaitu kehadiran
peserta 66,7% (20 orang) dari 30
peserta.
Peserta
kegiatan
dapat
mempraktikkan
kembali
pelatihan
kegawatdaruratan dan siaga bencana
saat dilakukan demonstrasi bersama
pemateri.
2. Donor darah dilaksanakan mulai pukul

121

09.00 WIB tanggal 23 November 2013


di Balai Desa Limpakuwus. Beberapa
warga antusias untuk mengikuti donor
darah tetapi tidak semua memenuhi
syarat untuk menjadi pendonor. Warga
yang mendaftar untuk donor terdiri dari
kalangan
ibu-ibu,
bapak-bapak,
pemuda, termasuk panitia
3. Alur donor darah mengikuti alur
pemeriksaan yang lain. Warga yang
ingin mendonor diharuskan mengambil
nomor antrian, mengisi form donor
darah, dilakukan cek tekanan darah, cek
golongan darah, cek Hb, cek BB.
Setelah semuanya dilakukan dan
dinyatakan layak donor, pendonor pun
dipersilahkan menempati tempat donor
yang telah disediakan.
Hasil:
Donor darah dilaksanakan selama
2,5 jam sampai pukul 11.30 WIB.
Jumlah pendonor sejumlah 2 orang,
kurang dari target yang direncanakan 10
orang. Hal ini karena golongan darah
yang diambil hanya untuk golongan
yang terbatas stoknya di PMI yaitu
golongan darah A dan ABDonor darah

122

dilaksanakan selama 2,5 jam sampai


pukul 11.30 WIB. Jumlah pendonor
sejumlah 2 orang, kurang dari target
yang direncanakan 10 orang. Hal ini
karena golongan darah yang diambil
hanya untuk golongan yang terbatas
stoknya di PMI yaitu golongan darah A
dan AB

123

L. EVALUASI
Proses evaluasi akhir pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas adalah
dalam MMD II yang dilakukan pada tanggal 5 Desember 2013 pukul 14.00
16.00 WIB bertempat di Balai Desa Limpakuwus dengan dihadiri kepala
Desa, tokoh masyarakat, ketua RT, kader posyandu lansia dan balita serta
perwakilan masyarakat. Hasil dari MMD II adalah rencana tindak lanjut 4
pokja yaitu sebagai berikut :
1. Pokja KIA
a. Skrining BGM setiap bulan.
b. Memberikan undangan rutin setiap bulan untuk penyuluhan ASI
Eksklusif dan perawatan payudara.
c. Diadakannya pemeriksaan Hb rutin setiap bulan dalam kelas ibu hamil.
d. Diadakannya deteksi tumbuh kembang di setiap posyandu.
e. Mangaktifkan kader kembali.
f. Mengadakan penyuluhan setiap bulan tentang kesehatan ibu hamil dan
balita
2. Pokja PHBS
a. Pemberian poster 6 langkah mencuci tangan dan cara gosok gigi yang
benar pada SD dan TK.
b. Kolaborasi dengan pihak sekolah untuk pemeriksaan kuku tiap jumat
dan pemantauan cuci tangan yang baik dan benar.
c. Penempelan setiker bebas asap rokok.
d. Pemerintahan Desa bekerja sama dengan Pustu untuk mengadakan
sosialisasi bahaya merokok
3. Pokja Kesehatan Lingkungan
a. Menggerakan warga untuk kerja bakti lingkungan dan dibuat jadwal

setiap bulannya.
b. Pembentukan kader per RT yang menangani bidang lingkungan.
c. Kerjasama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan.

128

4. Pokja Desa Siaga


a.

Sosialisasi dari pemerintahan Desa Limpakuwus terhadap warga.

b.

Pengoptimalan kembali kepengurusan dan kegiatan Desa Siaga.

c.

Penyusunan kegiatan Desa Siaga berdasarkan potensi sumber daya


alam dan sumber daya manusia yang ada di Desa

d.

Sosialisasi tentang manfaat donor darah dari kader kesehatan Desa


Limpakuwus.

e.

Kolaborasi dengan PPNI, Puskesmas, PMI, dan Dinas Kesehatan,


untuk

melaksanakan

pelatihan-pelatihan

yang

menunjang

terbentuknya Desa siaga.

129