Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN PENATAAN KEPEMILIKAN

DAN PENGELOLAAN SARANA PRASARANA


HASIL PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPd)

A. Latar Belakang
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd)
dilaksanakan sejak T.A. 2007, dan merupakan kelanjutan atau perluasan dari Program
Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak T.A. 1998/1999.
PNPM MPd juga didukung oleh beberapa program pendukung seperti PNPM Integrasi
SPP-SPPN, PNPM Pasca Krisis, PNPM Rehabilitasi Pasca Bencana, PNPM Khusus
Perbatasan, PNPM MPd Pertanian, Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG),
PNPM Mandiri Respek Papua dan Papua Barat, Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pulau
Nias (R2PN), serta Pilot Project MP3KI, selanjutnya di dalam panduan ini disebut
program.
Sampai dengan akhir T.A. 2014, program telah menghasilkan banyak aset fisik yang
tersebar di seluruh desa, berupa bangunan fisik beserta perlengkapannya dan atau
peralatan kerja serta alat produksi lainnya yang selanjutnya disebut sebagai sarana
prasarana. Dalam panduan ini penyebutan hasil kegiatan diartikan meliputi seluruh
hasil kegiatan PNPM MPd beserta program pendukungnya, sebagaimana disebutkan di
atas.
Sesuai dengan aturan program, seluruh sarana prasarana tersebut telah
diserahterimakan kepada masyarakat desa melalui forum Musyawarah Desa Serah
Terima (MDST) sebagai tahapan formal akhir program, yang ditandai dengan
penerbitan Berita Acara (BA-MDST). Selanjutnya, Pemerintah Desa akan mengelola
aset-aset program yang menjadi aset desa sesuai dengan peraturan perundangundangan.
Adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memberikan arah yang
lebih jelas dalam hal mengatur status kepemilikan dan kewenangan pengelolaan
kekayaan/aset Desa. UU ini selanjutnya menjadi dasar legitimasi yang kuat bagi desa
maupun Pemerintah Daerah untuk melaksanakan tugas pemeliharaan dan pengaturan
kepemilikan secara hukum.
B. Tujuan
Secara umum tujuan diterbitkannya panduan ini adalah sebagai bahan acuan dalam
melakukan penataan kepemilikan dan pengelolaan sarana prasarana hasil kegiatan
program. Sedangkan tujuan khususnya adalah memastikan agar sarana prasarana
yang telah dibangun tetap berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat
dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat, sekaligus memiliki legalitas dan
legitimasi dengan sistem pengelolaan yang didukung oleh regulasi desa.
C. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dengan diterbitkannya panduan ini adalah:
1. Sasaran Strategis:
a. Mendorong prakarsa dan peran serta aktif Pemerintah Daerah dalam
memberikan dukungan dan perangkat aturan penataan dan pengembangan
sarana dan prasarana hasil program;
b. Mendorong Pemerintah Daerah untuk melakukan monitoring dan pembinaan
terhadap pelaksanaan kegiatan penataan dan pengelolaan sarana dan prasarana
di desa;
c. Meningkatkan fungsi dan peran Pemerintah Desa dan lembaga kemasyarakatan
desa dalam melakukan penataan dan pengelolaan hasil-hasil program;

d. Pelembagaan nilai-nilai dan prinsip pengelolaan kegiatan program sebagai nilainilai sosial dalam penataan dan pengelolaan sarana dan prasarana hasil
program.
2. Sasaran Operasional :
a. Sarana dan prasarana yang telah dibangun mempunyai fungsi pelayanan
masyarakat secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat;
b. Kelembagaan pengelola dilindungi dalam regulasi desa;
c. Desa dan antar desa memberikan dukungan dalam proses pengelolaan,
perlindungan dan pengembangan;
d. Pemerintah Desa mampu melakukan inventarisasi dan legalisasi sarana dan
prasarana dalam administrasi kepemilikan aset desa.
e. Pemerintah Daerah memberikan dukungan yang nyata dalam pengelolaan dan
perlindungan melalui regulasi daerah.
D. Prinsip
Pengelolaan dan pengembangan sarana prasarana yang telah dibangun melalui
program, menganut prinsip-prinsip, yaitu:
1. Fungsi dan Manfaat
Pengelolaan sarana prasarana yang dibangun oleh program berorientasi pada fungsi
dan manfaat yang sesuai dengan tujuan awal sarana dan prasarana tersebut
dibangun.
2. Kepemilikan
Hasil kegiatan sarana prasarana pada prinsipnya merupakan milik masyarakat desa,
yang direpresentasikan oleh desa, dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatankegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan kewenangan pengelolaan,
pengembangan dan pemeliharaan diatur melalui regulasi Desa, dengan mengacu
pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3. Keswadayaan dan keswakelolaan
Pengelolaan sarana prasarana dilaksanakan dengan mengutamakan keswadayaan
serta dilaksanakan secara swakelola.
4. Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan sarana prasarana hasil program dilakukan secara terbuka/ transparan
dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
5. Keberlanjutan dan Pengembangan
Pengelolaan sarana prasarana yang dibangun melalui program harus berorientasi
pada keberlanjutan dengan memperpanjang usia teknis serta memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya bagi upaya pengembangan.
E. Pengertian-pengertian
1. Aset Desa adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa yang dibeli
atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan
hak lainnya yang sah.
2. Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) adalah lembaga yang dibentuk oleh desadesa sebagai wadah kerja sama antar desa/kelurahan dalam pengembangan usaha
bersama yang dimiliki oleh masyarakat desa untuk mencapai nilai ekonomi yang
berdaya saing, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat antar desa dan/atau bidang keamanan dan ketertiban
berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Desa.
3. Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) selanjutnya disebut BUM Desa adalah badan
usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui
penyertaan secara langsung dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola

aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan


masyarakat Desa.
4. Barang Milik Desa adalah kekayaan milik desa berupa barang bergerak dan barang
tidak bergerak.
5. Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang dari Pemerintah Daerah kepada
Pemerintah Desa atau Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah kepada pihak lain dan
dari individu kepada Pemerintahan Desa tanpa memperoleh penggantian.
6. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan dan
pelaporan hasil pendataan kekayaan milik Desa.
7. Iuran Masyarakat adalah dana yang dibayar oleh masyarakat baik pemanfaat
fasilitas langsung/tidak langsung dan/atau masyarakat umum dan besarannya
ditentukan oleh musyawarah masyarakat pemanfaat.
8. Kelompok Pemanfaat adalah kelompok masyarakat yang memanfaatkan sarana
prasarana program.
9. Kelompok Pengelola Prasarana (KPP) atau sebutan lain yang telah ada adalah
organisasi masyarakat yang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat untuk
pengelolaan sarana prasarana program.
10. Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan kekayaan desa oleh pihak lain
dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan bukan pajak
dan sumber pembiayaan lainnya bagi Desa.
11. Musyawarah Antar Desa (MAD), adalah forum musyawarah antar beberapa desa
baik dalam satu kecamatan maupun beberapa kecamatan yang dihadiri oleh wakilwakil dari desa untuk mengambil keputusan atau memecahkan masalah yang
dihadapi secara bersama.
12. Musyawarah Desa (Musdes) adalah forum musyawarah masyarakat desa yang
dihadiri oleh seluruh unsur kepentingan yang ada di desa yang bersangkutan dan
diselenggarakan menurut kebutuhan.
13. Pemanfaat adalah penduduk yang memanfaatkan sarana/prasarana umum.
14. Pemanfaatan adalah pendayagunaan kekayaan desa yang tidak dipergunakan,
dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangunan serah
guna/bangunan guna serah dengan tidak mengubah status kekayaan Desa.
15. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu
Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
16. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat di tingkat desa dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
17. Penataan adalah proses, cara, perbuatan menata, pengaturan atau penyusunan
18. Pengelolaan adalah rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan,
penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindah
tanganan, penatausahaan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian.
19. Pengelolaan Sarana Prasarana adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
pendanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengawasan dan evaluasi dalam rangka
pemeliharaan, perbaikan, peningkatan fungsi dan manfaat serta pengembangan
hasil program.
20. Pinjam Pakai adalah penyerahan penggunaan kekayaan Desa antar Pemerintah
Desa dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan. Setelah jangka waktu
tersebut berakhir harus diserahkan kembali kepada Pemerintah Desa yang
bersangkutan
21. Program adalah program-program yang tergabung dalam PNPM Mandiri
Perdesaan yang meliputi PNPM Integrasi SPP-SPPN, PNPM Pasca Krisis, PNPMRehabilitasi Pasca Bencana, PNPM Khusus Perbatasan, PNPM MPd Pertanian,
Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG), PNPM Mandiri Respek Papua dan

Papua Barat, Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pulau Nias (R2PN) serta Pilot Project
MP3KI.
22. Retribusi adalah pungutan resmi yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah atau
Desa/Kelurahan atas penggunaan sarana/prasarana hasil program.
23. Sarana Prasarana adalah seluruh hasil kegiatan program yang mencakup
infrastruktur fisik, pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum yang dibangun oleh
masyarakat melalui program.
24. Sewa adalah pemanfaatan kekayaan desa oleh pihak lain dalam jangka waktu
tertentu dengan imbalan/kompensasi uang tunai.
25. Swadaya Masyarakat adalah kemampuan dari suatu kelompok masyarakat dengan
kesadaran dan inisiatif sendiri mengadakan ikhtiar ke arah pemenuhan kebutuhan
jangka pendek maupun jangka panjang yang dirasakan dalam kelompok masyarakat
itu.
26. Tanah Desa adalah barang milik desa berupa tanah kas desa/bengkok atau sebutan
lainnya.
27. Usaha Desa adalah segala jenis usaha yang berupa pelayanan ekonomi desa seperti
usaha jasa, penyaluran sembilan bahan pokok, perdagangan hasil pertanian serta
industri dan kerajinan rakyat.
F. Kebijakan dan Strategi Penataan Kepemilikan serta Pengelolaan Sarana
Prasarana Hasil Program
1. Kebijakan Pokok
a. Kepemilikan
Pada prinsipnya, seluruh sarana prasarana hasil program yang sudah
diserahterimakan kepada Desa melalui Musyawarah Desa Serah Terima (MDST)
menjadi aset desa. Sebagai bukti kepemilikan, maka seluruh sarana prasarana
tersebut harus memiliki dokumen bukti kepemilikan yang sah serta tercatat
sebagai aset desa.
b. Penggunaan dan Pemanfaatan
Penggunaan hasil program harus sesuai dengan peruntukannya, dan
pemanfaatannya diatur melalui Musyawarah Desa (Musdes) serta ditetapkan
melalui peraturan desa. Pemanfaatan yang dimaksud, dapat berupa sewa,
pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun serah guna dan bangun guna
serah.
c. Kelembagaan Pengelola
Sarana dan prasarana hasil program yang sudah menjadi aset desa dikelola oleh
Pemerintah Desa berdasarkan peraturan perundang-undangan.
2. Pelestarian
Sarana dan prasarana hasil program harus dipelihara dan dikembangkan oleh
pemerintah desa, sehingga tetap berfungsi dan berdaya guna.
3. Regulasi Desa
Seluruh ketentuan tentang penggunaan, pemanfaatan, pengelolaan, pendanaan serta
pelestarian sarana dan prasarana desa hasil pelaksanaan program dibahas dan
disepakati dalam Musyawarah Desa dan ditetapkan dengan Peraturan Desa
dan/atau Peraturan Bersama Kepala Desa.
G. Mekanisme dan Tahapan Penataan Kepemilikan serta Pengelolaan
1. Musyawarah Antar Desa (MAD)

a. MAD dilakukan di kecamatan, segera setelah panduan ini diberlakukan;


b. MAD dipimpin oleh Ketua BKAD dengan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah
sebagai Pembina dan atau narasumber, dan Pendamping selaku fasilitator
kegiatan;
c. Peserta MAD adalah:
Seluruh desa dalam satu wilayah kecamatan, yang diwakili oleh anngota Badan
Kerjasama Antar Desa (BAKD). Anggota BAKD terdiri dari Pemerintah Desa,
BPD, Lembaga Kemasyarakatan, lembaga lain yang ada di desa dan tokoh
masyarakat, dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan.
d. Pemerintah Daerah, Camat, dan Pendamping bertindak sebagai narasumber
pada pelaksanaan MAD;
e. Agenda pokok MAD adalah:
e.1. Sosialisasi Panduan Penataan Kepemilikan dan Pengelolaan Sarana
Prasarana Hasil PNPM MPd;
e.2. Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Musyawarah Desa
(Musdes) di seluruh desa dalam wilayah kecamatan;
2. Musyawarah Desa (Musdes) I
a. Musdes dipimpin oleh Kepala Desa selaku penyelenggara pemerintahan desa
dan dilaksanakan sesuai RKTL yang telah ditetapkan dalam MAD;
b. Pendamping dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) membantu
memfasilitasi terselenggaranya Musdes;
c. Peserta Musdes adalah BPD, Lembaga Kemasyarakatan Desa, unsur masyarakat
desa yang jumlahnya disesuaikan dengan kondisi obyektif desa;
d. Agenda pokok Musdes I adalah:
d.1. Sosialisasi Panduan Penataan Kepemilikan dan Pengelolaan Sarana
Prasarana Hasil PNPM MPd;
d.2. Pembentukan Tim Inventarisasi sarana prasarana hasil kegiatan PNPM MPd,
selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa;
d.3. Menyepakati jadwal pelaksanaan inventarisasi, sampai pada tahap
penerbitan regulasi desa yang mengatur tentang kepemilikan dan
pengelolaan sarana prasarana hasil kegiatan PNPM MPd;
3. Inventarisasi
a. Inventarisasi adalah proses yang harus dilakukan dengan melakukan verifikasi
dan validasi terkait dengan sarana prasarana yang telah dibangun oleh program.
Proses inventarisasi dilakukan agar semua sarana prasarana dapat terdata
dengan baik dalam upaya mewujudkan tertib administrasi serta mempermudah
pelaksanaan pengelolaannya;
b. Hasil inventarisasi digunakan untuk melakukan penentuan status kepemilikan,
bentuk kelembagaan pengelola serta dukungan Pemerintah Desa dan
Pemerintah Daerah;
c. Inventarisasi dilakukan di seluruh desa / kelurahan lokasi program dengan
penanggungjawab adalah Kepala Desa / Lurah.
d. Inventarisasi dilakukan terhadap seluruh hasil kegiatan program yang dibangun
sejak T.A. 1998/199 hingga T.A. 2014 (sejak PPK-1 sampai dengan PNPM MPd
dan program-program pendukungnya);
e. Dalam pelaksanaan inventarisasi, dilakukan fasilitasi kepada pihak/pemilik awal
yang menghibahkan aset untuk keperluan pembangunan sarana prasarana agar
membantu pelaksanaan inventarisasi;

f. Pelaksana inventarisasi adalah Tim Inventarisasi yang telah diputuskan melalui


Musdes sebagaimana dimaksud pada point G.2.d.2. Komposisi Tim Inventarisasi
adalah:
f.1. Sekretaris Desa sebagai Ketua;
f.2. Kaur Pembangunan Desa / atau sebutan lain, sebagai Sekretaris;
f.3. Pengurus LPM/LKM atau sebutan lain, KPMD, Kader Teknis Desa, Perwakilan
Masyarakat dan Kelompok Pemanfaat sebagai Anggota. Jumlah anggota tim
inventarisasi dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.
g. Sebelum pelaksanaan inventarisasi, seluruh dokumen kegiatan program dan
formulir inventarisasi perlu disiapkan, yaitu Surat Penetapan Camat (SPC), Surat
Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB), Berita Acara MDST, Dokumen Hibah
Lahan, dan dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan;
h. Pelaksanaan inventarisasi dilakukan segera setelah tim terbentuk dan seluruh
dokumen yang dibutuhkan tersedia;
4. Kategorisasi Hasil Inventarisasi
Pengkategorisasian sarana prasarana yang telah diinventarisir, dilakukan
berdasarkan cakupan pelayanan dan pendapatan dari pengelola, dengan pembagian
sebagai berikut:
a.

Menurut tanggung jawab pengelolaan, dikelompokkan menjadi:


a.1.
a.2.
a.3.
a.4.
a.5.
a.6.

Sarana dan prasarana yang dikelola oleh Individu / Rumah Tangga;


Sarana dan prasarana yang dikelola oleh Kelompok Pemanfaat;
Sarana dan prasarana yang dikelola oleh Pihak ketiga;
Sarana dan prasarana yang dikelola oleh Pemerintah /Dinas/ Instansi;
Sarana dan prasarana yang dikelola oleh Desa;
Sarana dan prasarana yang dikelola oleh antar Desa.

b. Menurut asal usul dan kepemilikan lahan, dikelompokkan menjadi:


b.1. Sarana dan prasarana di lahan milik warga masyarakat;
b.2. Sarana dan prasarana di lahan milik pihak ketiga (Yayasan, institusi
tertentu);
b.3. Sarana dan prasarana di lahan milik Desa;
b.4. Sarana dan prasarana di lahan milik Pemerintah Daerah;
b.5. Sarana dan prasarana di cagar alam dan hutan lindung;
b.6. Sarana dan prasarana di lahan milik adat/ulayat.
5. Pelaporan Hasil Inventarisasi
a. Hasil pelaksanaan inventarisasi dituangkan dalam Berita Acara Inventarisasi,
yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Tim Inventarisasi serta diketahui
oleh Kepala Desa dan selanjutnya dilaporkan pada Musyawarah Desa
(Musdes) II;
b. Laporan hasil inventarisasi mencakup:
b.1. Uraian hasil inventarisasi;
b.2. Berita Acara hasil pelaksanaan inventarisasi;
b.3. Daftar hasil inventarisasi (sesuai formulir terlampir).
6. Musyawarah Desa (Musdes) II
a. Musdes dipimpin oleh Kepala Desa selaku penyelenggara pemerintahan desa;
b. Pendamping dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) membantu
memfasilitasi terselenggaranya Musdes;
c. Peserta Musdes adalah Tim Inventarisasi, BPD, Lembaga Kemasyarakatan Desa,
lembaga-lembaga yang telah dibentuk oleh program serta masyarakat. Jika
diperlukan dapat peserta dapat ditambah sesuai kebutuhan;

d. Agenda pokok Musdes II adalah:


d.1. Penyampaian hasil inventarisasi oleh Tim Inventarisasi baik dalam laporan
lengkap hasil inventarisasi;
d.2. Pengesahan kepemilikan sarana prasarana hasil program berdasarkan hasil
inventarisasi, yang selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Desa;
d.3. Mekanisme penerbitan Peraturan
perundang-undangan yang berlaku;

Desa, mengacu pada

ketentuan

d.4. Pengesahan kepemilikan sarana prasarana hasil program, berdasarkan


hasil inventarisasi, dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
d.3.1. Sarana prasarana yang telah diinventarisir dan memiliki bukti
kepemilikan yang sah untuk menjadi milik desa, ditetapkan dan
dicatatkan sebagai aset desa melalui Peraturan Desa;
d.3.2. Sarana prasarana yang telah diinventarisir dan belum memiliki bukti
kepemilikan yang sah sebagai milik desa, maka Pemerintah Desa wajib
mengurus proses kepemilikan sebagai aset desa, berdasarkan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
d.3.3. Proses pengurusan kepemilikan sarana prasarana sebagaimana
dimaksud point d.3.2., dibantu oleh Pendamping Desa, Pendamping
Teknis dan difasiltiasi oleh Pemerintah Daerah;
d.3.4. Apabila forum Musdes II menyepakati sarana prasarana tertentu
dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain (kepada individu
masyarakat pemanfaat, Pemerintah Daerah, desa lain, Yayasan dan
atau lembaga lainnya), maka dilakukan berdasarkan kesepakatan
antara Pemerintah Desa dengan pihak lain dimaksud, serta dibuktikan
dengan dokumen alih kelola dan alih kepemilikan (hibah) sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
d.3.5. Sarana dan prasarana yang secara fisik berada di lahan milik desa lain,
statusnya tetap menjadi milik/aset desa , dan pemanfaatannya dapat
dilakukan melalui mekanisme izin pakai, kerjasama antar desa, sewa
menyewa atau pun jual beli.
d.5. Pengesahan pengelolaan dan pemeliharaan sarana prasarana hasil
program, yang selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Desa;
d.6. Mekanisme penerbitan Peraturan Desa, sebagaimana diamksud pada point
d.5., mengacu pada ketentuan perundang-undanangan yang berlaku;
d.7. Pengesahan pengelolaan sarana prasarana hasil program sebagaimana
point d.5., dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
d.7.1. Sarana prasarana yang telah ditetapkan menjadi aset/milik desa,
pengelolaanya dilakukan oleh Pemerintah Desa, melalui Tim
Pemelihara Prasarana berupa KPP atau TP3;
d.7.2. Sarana prasarana ditetapkan sebagai milik pihak lain (individu,
yayasan, masyarakat pemanfaat, Pemerintah Daerah, dan atau
lembaga lainnya), pengelolaannya dapat diserahkan kepada pihak lain
dimaksud;
d.7.3. Sarana prasarana aset/milik desa beserta perlengkapannya yang
berada di lahan desa lain, pengelolaannya tetap dilakukan oleh desa
melalui Tim Pemelihara Prasarana berupa KPP atau TP3. Apabila KPP
atau TP3 merupakan tim gabungan antar desa, maka wajib ditetapkan
melalui Peraturan Bersama Kepala Desa;
7. Pendanaan
Sumber pendanaan untuk pengelolaan, pemeliharaan dan pengembangan manfaat
sarana prasarana hasil program, sebagai berikut:
a. Iuran Masyarakat
7

b.
c.
d.
e.

Retribusi Desa
APB Desa
APBD Kabupaten/Kota
Partisipasi dari dunia usaha/swasta dan pihak lain, yang sifatnya tidak mengikat

8. Pembinaan dan Pengawasan


a. Pembinaan dan pengawasan dalam hal ini adalah pelibatan Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah dalam penataan kepemilikan dan pengelolaan sarana
prasarana hasil program.
b. Pembinaan bertujuan untuk memberikan bimbingan, arahan dan pendampingan
dalam hal pelaksanaan kebijakan penataan kepemilikan dan pengelolaan sarana
prasarana hasil program berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Pengawasan bertujuan untuk memastikan setiap pelaku menjalankan
aktifitas/mekanisme/proses penataan kepemilikan dan pengelolaan sarana
prasarana hasil program sesuai dengan ketentuan yang diatur dan dapat
dipertanggungjawabkan.
9. Penutup
Panduan ini hanya mengatur hal-hal pokok, sedangkan hal-hal lainnya tentang
penataan kepemilikan dan pengelolaan seluruh sarana prasarana hasil program,
diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Pemerintah Desa berwewenang
mengatur hal-hal lain yang belum diatur dalam panduan ini, dengan tetap mengacu
pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Setiap kabupaten, dapat melakukan pengembangan panduan ini secara lebih teknis
untuk selanjutnya dapat menjadi acuan lebih lengkap bagi Pemerintah Desa dalam
merumuskan regulasi-regulasi di tingkat desa.

Jakarta, 27 Maret 2015


A.n. Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi
Plt. Direktur Jenderal Pembangunan dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa

Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP


NIP. 19650530 199103 1 002

LAMPIRAN 1
TABEL KUALITAS SARANA PRASARANA

Fungsi Saat Ini

Baik

Peralatan

Bangunan

Peralatan masih dalam keadaan utuh Bangunan masih dalam kondisi baik
dan berfungsi baik.
dan tidak terdapat gangguan atau
hambatan terhadap fungsi pelayanan
dan kenyamanan dari sarana dan
prasarana tersebut

Peralatan kurang berfungsi dengan


baik. Untuk berfungsi dengan baik
memerlukan perbaikan ringan dan
Rusak Ringan tidak memerlukan penggantian
bagian utama/komponen pokok

Peralatan tidak berfungsi, dan


memerlukan perbaikan besar.

Bangunan masih berfungsi, tetapi


terdapat gangguan atau hambatan
kecil dalam pemanfaatannya,
sehingga diperlukan perbaikan
ringan untuk mengembalikan
fungsinya seperti sediakala.

Rusak Berat

Bangunan mengalami kerusakan


besar yang menyebabkan gangguan
terhadap fungsi dan
pemanfaatannya serta memerlukan
perbaikan besar supaya dapat
mengembalikan fungsinya.

Perlu Diganti

Peralatan tidak utuh, tidak berfungsi, Bangunan mengalami kerusakan


dan tidak ekonomis untuk
besar yang menyebabkan tidak
diperbaiki.
berfungsi dan tidak bermanfaat dan
tidak dapat diperbaiki.

Tidak
Berfungsi

Peralatan tidak lagi dimanfaatkan


oleh pemanfaat atau kelompok
pemanfaat

Bangunan tidak lagi memberikan


fungsi atau pelayanan sesuai dengan
tujuan pembangunannya.

Peralatan tidak lagi dimanfaatkan


Beralih Fungsi sesuai dengan peruntukannya
semula.

Bangunan dimanfaatkan selain


dengan tujuan pembangunannya

Peralatan hilang atau tidak dapat


Hilang/Tidak
ditemukan.
Ditemukan

Bangunan tidak dapat ditemukan.

LAMPIRAN 2: Petunjuk Pengisian Form Inventarisasi


Kolo
m

Form 1

Form 2

Form 3

Nomor Urut
Pendataan/Identifikasi

Nomor Urut
Pendataan/Identifikasi

Nomor Urut
Pendataan/Identifikasi

Jenis dan tipe sarana dan


prasarana yang diidentikasi,
sesuai dengan nomenklatur
pada dokumen usulan/SPC

Jenis dan tipe sarana dan


prasarana yang diidentikasi,
sesuai dengan nomenklatur
pada dokumen usulan/SPC

Jenis dan tipe sarana dan


prasarana yang diidentikasi,
sesuai dengan nomenklatur
pada dokumen usulan/SPC

Diisi dengan jumlah atau


volume, sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan jumlah atau


volume, sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan jumlah atau


volume, sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan satuan unit atau


volume sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan satuan unit atau


volume sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan satuan unit atau


volume sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan biaya asli (jutaan


rupiah) untuk sarana dan
prasarana, sesuai dengan
Dokumen Akhir
Kegiatan/Berita Acara Serah
Terima

Diisi dengan Tahun Anggaran


Pembangunan/Pengadaan

Diisi dengan Tahun Anggaran


Pembangunan/Pengadaan

Diisi dengan Tahun Anggaran


Pembangunan/Pengadaan

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila status lahan di mana
sarana dan prasarana tersebut
berada merupakan lahan milik
individu/rumah tangga
masyarakat, yang belum/tidak
dihibahkan

Diisi dengan
penjelasan/informasi yang
diperoleh tim inventarisasi
terhadap keberadaan sarana
dan prasarana atau peralatan
yang hilang tersebut

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila kondisi
prasarana atau peralatan
dengan kondisi baik

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila status lahan di mana
sarana dan prasarana tersebut
berada merupakan lahan milik
individu/rumah tangga
masyarakat dan telah
dihibahkan kepada desa

Diisi dengan penjelasan


rekomendasi/saran dari tim
inventarisasi tentang tindak
lanjut yang dapat dilakukan
oleh desa terhadap sarana dan
prasarana atau peralatan yang
hilang tersebut

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila kondisi
prasarana atau peralatan
dengan kondisi rusak ringan

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila status lahan di mana
sarana dan prasarana tersebut
berada merupakan lahan milik
pihak ketiga seperti yayasan,
perusahaan dsb yang
belum/tidak dihibahkan
kepada desa

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila kondisi
prasarana atau peralatan
dengan kondisi rusak berat

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila status lahan di mana
sarana dan prasarana tersebut
berada merupakan lahan milik
Pemerintah Daerah
(Kabupaten/Kota/Provinsi)

11

LAMPIRAN 2: Petunjuk Pengisian Form Inventarisasi


Kolo
m

Form 1

Form 2

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila kondisi
prasarana atau peralatan
dengan kondisi perlu diganti

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila status lahan di mana
sarana dan prasarana tersebut
berada merupakan lahan milik
Desa

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila kondisi
prasarana atau peralatan
dengan kondisi tidak lagi
berfungsi

Diisi angka 1 (satu) bila


dokumen hibah lahan ada dan
ditandatangani pemilik
lahan/tanah di atas Rp6 serta
disetujui oleh seluruh ahli
waris serta dikuatkan dengan
Akad Hibah yang termuat
dalam Berita Acara
Musyawarah Desa

12

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila fungsi
sarana dan prasarana atau
peralatan tidak lagi sesuai
dengan rencana
peruntukannya semula

Diisi angka 1 (satu) bila


dokumen hibah lahan ada dan
ditandatangani pemilik
lahan/tanah di atas Rp6
namum belum dilengkapi
dengan persetujuan ahli waris
dan atau didukung oleh Akad
Hibah yang tertuang dalam
Berita Acara Musyawarah
Desa

13

Diisi dengan mencantumkan


angka 1 (satu), bila sarana dan Diisi dengan angka 1 (satu)
prasarana atau peralatan tidak bila dokumen hibah lahan
lagi ditemukan
belum ada
keberadaannya.

14

Diisi dengan uraian berupa


penjelasan terhadap kondisi
sarana dan prasarana atau
peraalatan yang
diinventarisai/dinilai dan atau
rekomendasi terhadap tindak
lanjut penanganan terhadap
sarana dan prasarana atau
peralatan tersebut

10

11

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila sarana dan prasarana
tersebut hanya dimanfaatkan
secara terbatas oleh
individu/rumah tangga
pemanfaat seperti sarana
listrik tenaga surya atau bak
penampungan air skala rumah
tangga

15

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila sarana dan prasarana
tersebut hanya dimanfaatkan
secara terbatas oleh kelompok
pemanfaat, seperti MCK atau
alat produksi

16

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila sarana dan prasarana
tersebut hanya dimanfaatkan
oleh pihak ketiga, seperti
yayasan

17

Diisi dengan angka 1 (satu)

Form 3

LAMPIRAN 2: Petunjuk Pengisian Form Inventarisasi


Kolo
m

Form 1

Form 2

Form 3

bila sarana dan prasarana


tersebut hanya dimanfaatkan
oleh dinas instansi, seperti
Dinas Pendidikan atau Dinas
Kesehatan

18

Diisi dengan angka 1 (satu)


bila sarana dan prasarana
tersebut hanya dimanfaatkan
oleh desa, melalui Tim
Pemeliharaan yang dibentuk
oleh desa, seperti jalan,
jembatan, listrik desa, atau
jaringan air bersih

19

Diisi dengan uraian tentang


rekomendasi Tim
Inventarisasi terhadap status
pengelolaan sarana dan
prasarana tersebut

20

Diisi dengan uraian tentang


rekomendasi Tim
inventarisasi terhadap status
pemilikan sarana dan
prasarana tersebut apakah
menjadi milik desa,
dihibahkan kepada pihak ke
pengelola atau dihibahkan
kepada individu pemanfaat,
dsb.

13

LAMPIRAN 3
Form-1
DAFTAR INVENTARISASI FUNGSI SARANA DAN PRASARANA HASIL KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN
DESA .KECAMATAN KABUPATEN . PROVINSI TANGGAL ..
FUNGSI SAAT INI
No

Jenis dan Tipe


Sarana dan
Prasarana

Unit/
Volume

Satuan

Biaya
Asli
(juta)

Tahun
Anggaran

Rusak Rusak Perlu


Tidak Beralih
Hilang/
Baik Ringan Berat Diganti Berfun Fungsi
tidak
gsi
ditemukan

Penjelasan/
Rekomendasi
thd
Pemeliharaan
dan
Pelestrian

Mengetahui,

Diperiksa Oleh,

Ketua Tim Inventarisasi

Kepala Desa

Kader Teknik Desa/Pendamping Desa/Fasilitator


Teknik

PNPM Mandiri Perdesaaan, Desa ..

()

()

()

LAMPIRAN 4
Form-2
DAFTAR INVENTARISASI FUNGSI SARANA DAN PRASARANA HASIL KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN
DESA .. KECAMATAN . KABUPATEN .. PROVINSI TANGGAL

Status Lahan Bangunan untuk Sarana berupa


Bangunan Fisik
No

Jenis dan Tipe


Sarana dan
Prasarana

Unit/
Volume

Satuan

Tahun
Anggaran

Dokumen Hibah (khusus


Untuk Lahan Hibah)

Status Pemanfaatan oleh

Milik
Individu
/ Rumah
Tangga

Hibah
Masyarakat
kepada
Desa

Pihak
ke 3

Milik
Pemda

Milik
Desa

Ada/len
gkap

Ada
tidak
lengkap

Tidak
ada

Individu
/ Rumah
Tangga

Kelom
-pok

Pihak
ke-3

Dinas/
Intansi

Desa

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Rekomendasi
Pengelolaan

Rekomendasi
Kepemilikan

19

20

JUMLAH

Mengetahui,

Diperiksa Oleh,

Ketua Tim Inventarisasi Aset

Kepala Desa

Kader Teknik Desa/Pendamping Desa/Fasilitator


Teknik

PNPM Mandiri Perdesaaan, Desa


..

()

()

()

LAMPIRAN 5
Form-3
DAFTAR INVENTARISASI BARANG HILANG HASIL KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN
DESA .KECAMATAN KABUPATEN . PROVINSI TANGGAL
..

N
o

Jenis dan Tipe Sarana dan


Prasarana

Tahu
Unit/
Satua
n
Volu
n
Angme
gara

Penjelasan

Rekomendasi Tindak lanjut

Mengetahui,

Diperiksa Oleh,

Ketua Tim Inventarisasi Aset

Kepala Desa

Kader Teknik Desa/Pendamping Desa/Fasilitator


Teknik

PNPM Mandiri Perdesaaan, Desa


..

()

()

()
3

Anda mungkin juga menyukai