Anda di halaman 1dari 20

N

G
N
A
B S
I
M
E AS
K
R RB
E
P BE
I
A
S
:
S
E
N
I
R
A
4
L
L
A
I
S
A
I
K
A G O
M
N
A
A AW LO P
A )
M
O
S
K EO O M A H 2 2 I
IN
G E L A N 1 0. OY 2 6) H L
K

M
D

D
B 0
N
K 2.
A
.
)
L
A
9
E 7 DY 0 N
X
0
1
2
E
E . YA 0
(
L
.
A
R 72 Y
A
T
0
)
F
I 1
I
0
2
N
F .
(
O .3 AM )
A 2
S 0
H 7
R 38
K
0
1
A 0
.
(
C
P

PENDAHULUAN

Analisa perkembangan kawasan


ini dilakukan pada daerah Gn.
Halimun dan Sekitarnya,
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Terletak secara geografis pada
106o3000 BT 106o5000 BT
dan 6o4500 LS 7o0000 LS.

FISIOGRAFI DAN GEOLOGI REGIONAL


Fisiografi Regional
Secara fisiografi, daerah ini
termasuk ke dalam zona
pegunungan selatan yang
membentang dari Pelabuhan Ratu
sampai Nusakambangan (Van
Bemmelen,1949). Pegunungan
Selatan telah mengalami pelipatan
dan pengangkatan pada zaman
Miosen. dengan kemiringan lemah
ke arah Samudera lndonesia.

Geologi Regional
Proses geologi daerah Jawa Barat ini
dapat dibagi dalam beberapa periode, yaitu:
Pada jaman pra tersier Jawa Barat
merupakan kompleks melange yaitu zone
percampuran antara batuan kerak
samudra dengan batuan kerak benua.
Terdiri dari batuan metamorf, vulkanik dan
batuan beku, yang diketahui hanya dari
data pemboran dibagian utara laut Jawa
barat (Martodjojo,1984)

Pada Tersier awal (pleosen) terbentuk


kompleks melange pada barat daya
Jawa barat. (Teluk Cileutuh) yang
diduga sebagai bagian zona
penunjaman ke arah Jawa Tengah.
Pada kala Eosen, Jawa Barat berada
pada kondisi benua, yang ditandai
oleh ketidakselarasan, tetapi
Rajamandala-Sukabumi merupakan
area terestial fluvial dimana hadir
formasi Gunung Walat yang mengisi
depresi interarc basin.

Pada kala Oligosen Awal ditandai oleh


ketidaklarasan pada puncak Gunung Walat
berupa konglomerat batupasir kwarsa, yang
menunjukan suatu tektonik uplift diseluruh
daerah. Pada kala oligosen akhir diawali
dari transgesi marin, yang terbentuk dari
selatan-timur (SE) ke arah utara-timur (NE).
Pada kala Meosen yaitu setelah formasi
Rajamandala terbentuk maka pada
cekungan Bogor diisi oleh endapan turbidit
dan volcanic debris. Sementara pada bagian
selatan diendapkan formasi Jampang dan
Cimandiri.

Pada zaman kuarter peristiwa


geologi banyak diwarnai oleh
aktivitas vulkanisme sehingga
pada seluruh permukaan
tertutupi oleh satuan produk
gunung api.

PEMBAHASAN
Analisa perkembangan suatu
kawasan dapat dilakukan dengan
menganalisa beberapa peta dasar,
antara lain 1). Peta Bentang Alam
2) Peta Kemudahan Pengerjaan 3)
Peta Daya Dukung 4) Peta Tata Air
dan 5) Peta Bencana Geologi.

PETA BENTANG ALAM

Bentang
Alam
Pegunungan

Perbukitan

Dataran

Keterangan

Memiliki ketinggian lebih


dari 500 m, dengan
persentase kemiringan lebih
dari 30 %
Memiliki ketinggian yang
berkisar antara 100-500m,
dengan persentasi
kemiringan 14-30 %
Memiliki ketinggian yang
berkisar dibawah 100m,
dengan persentasi
kemiringan dibawah 14%

Potensi

Kendala

Nila
i

Bobo
t

Nilai
*
Bobo
t

Keadaan udara lebih


bersih dibanding pada
dataran, daerah resapan
air yang baik

Daerah sulit dicapai, rawan


longsor

Tempat yang baik untuk


lahan perkebunan, daerah
resapan air

Rawan longsor

10

Tempat baik untuk


mendirikan infrastruktur,
cocok sebagai lahan
pertanian

Daerah rawan banjir, sulit


didapat air, erosional tinggi

25

PETA KEMUDAHAN PENGERJAAN

Informasi
No.

Pemerian Fisik

1.

Sangat Tinggi

2.

3.

4.

5.

Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

Kemudahan Pengerjaan

Litologi daerah ini berupa


endapan alluvium sehingga
pengerjaan yang dilakukan
mudah.
Litologi daerah ini berupa batuan
sedimen yang terdiri dari tuff,
batuapung, lapili sehingga untuk
pengerjaannya pun masih mudah
untuk dilakukan.

Litologi daerah ini berupa batuan


sedimen yang terdiri dari
batupasir, batugamping, serta
batulempung-napal sehingga
untuk pengerjaannya yang
dilakukan memiliki tingkatan
pengerjaan yang cukup sulit.

Litologi daerah ini berupa


endapan muda-tua, lahar,
bersusunan basal-andesit
sehingga pengerjaan yang
dilakukan memiliki tingkatan
pengerjaan yang sulit.

Litologi daerah ini berupa batuan


gunungapi, lava sehingga
pengerjaan yang dilakukan
memiliki tingkatan yang sangat
sulit.

Potensi

Penilaian
Kendala

NxB

Dapat dijadikan sebagai


bahan galian, seperti
lempung dan endapan
alluvium.

Tidak dapat dijadikan


pondasi rumah-rumah
karena tidak kokoh.

20

Dapat dijadikan sebagai


bahan dasar galian yang
dapat digunakan sebagai
penghias taman.

Kekompakan dari
batuan tersebut masih
belum begitu baik dan
juga tidak kokoh.

16

Dapat dijadikan sebagai


bahan baku bangunan.

Batugamping memiliki
tingkat kemudahan
pengerjaan yang
tergolong cukup sulit.

12

Dapat dijadikan sebagai


bahan galian yang dapat
berfungsi sebagai
pondasi bangunan.

Kemudahan pengerjaan
yang dilakukan sudah
termasuk sulit untuk
dikerjakan.

Dapat dijadikan sebagai


bahan galian untuk
bahan baku bangunan.

Pengerjaan penggalian
yang sulit untuk
dikerjakan karena
batuan tersebut
memiliki kekompakan
yang sangat keras.

PETA DAYA DUKUNG

Informasi
No.

Pemerian Fisik

1.

Sangat Tinggi

2.

3.

4.

5.

Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

Daya Dukung

Litologi daerah ini berupa batuan gunungapi, lava sehingga


memiliki daya dukung yang sangat tinggi serta tingkat
pengerjaan yang dilakukan memiliki tingkatan yang sangat
sulit.

Litologi daerah ini berupa endapan muda-tua, lahar,


bersusunan basal-andesit sehingga memiliki daya dukung
yang tinggi serta pengerjaan yang dilakukan memiliki
tingkatan pengerjaan yang sulit.

Litologi daerah ini berupa batuan sedimen yang terdiri dari


batupasir, batugamping, serta batulempung-napal sehingga
memiliki tingkat daya dukung yang sedang, untuk
pengerjaannya yang dilakukan memiliki tingkatan
pengerjaan yang sedang atau cukup sulit.

Litologi daerah ini berupa batuan sedimen yang terdiri dari


tuff, batuapung, lapili sehingga memiliki tingkat daya
dukung yang rendah, untuk pengerjaannya pun cukup
mudah untuk dilakukan.

Litologi daerah ini berupa endapan alluvium sehingga


memiliki tingkat daya dukung yang sangat rendah dan untuk
pengerjaan yang dilakukan sangat mudah.

Potensi

Penilaian
Kendala

NxB

Dapat dijadikan sebagai bahan


galian untuk bahan baku
bangunan.

Pengerjaan penggalian yang


sulit untuk dikerjakan karena
batuan tersebut memiliki
kekompakan yang sangat keras.

15

Dapat dijadikan sebagai bahan


galian yang dapat berfungsi
sebagai pondasi bangunan.

Untuk Kemudahan pengerjaan


yang dilakukan sudah termasuk
sulit untuk dikerjakan.

12

Dapat dijadikan sebagai bahan


baku bangunan, dan dapat
dijadikan sebagai daerah untuk
pembangunan karena didukung
oleh daya dukung yang sedang
serta kemudahan pengerjaanya
yang tidak sulit untuk dikerjakan.

Batugamping memiliki tingkat


kemudahan pengerjaan yang
tergolong cukup sulit.

Dapat dijadikan sebagai bahan


dasar galian yang dapat
digunakan sebagai penghias
taman.

Kekompakan dari batuan


tersebut masih belum begitu
baik dan juga tidak kokoh,
sehingga daerah tersebut
memiliki tingkat daya dukung
yang rendah.

Dapat dijadikan sebagai bahan


galian, seperti lempung dan
endapan alluvium.

Tidak dapat dijadikan pondasi


rumah-rumah karena tidak
kokoh, karena daerah tersebut
mimiliki tingkat daya dukung
yang sangat rendah untuk
menahan pondasi bangunan.

PETA TATA AIR

PENILAIAN

INFORMASI
SATUAN PETA

NILAI
(N)

BOBO
T (B)

NxB

Merupakan daerah dengan


akuifer yang baik serta
kelimpahan air tanah yang
banyak.

Terdapat litologi
lahar breksi
tufaan dan lava
andesit basalt
yang dapat
mempersulit
pemboran sumur
air.

10

Daerah dengan akuifer yang


baik dan kelimpahan air
tanah yang cukup banyak.

Terdapat litologi
lahar breksi
tufaan dan lava
andesit basalt
yang dapat
mempersulit
pemboran sumur
air.

Terdiri dari Aliran lava bersusun andesit basalt. Kelulusan berkisar


antara 10-4 sampai 10-1 m/hari dengan luah sumur kurang dari 5
liter/detik.

Merupakan daerah akuifer


yang cukup baik sehingga
keterdapatan air tanah
masih cukup baik.

Terdapat litologi
lahar breksi
tufaan dan lava
andesit basalt
yang dapat
mempersulit
pemboran sumur
air.

Terdiri dari campuran batu volkanik (breksi, tufa), dan batuan


sedimen (batu pasir, batu lempung, konglomerat, napal, dan batu
gamping) dengan sisipan lignit dan batu gamping. Kelulusan
berkisar 10-3 sampai 10 m/hari. Merupakan daerah non akuifer.

Terdapat litologi dominan


berupa batuan sedimen
halus yang tidak terlalu
keras sehingga
mempermudah dalam
tahap pemboran sumur air.

Merupakan
daerah
nonakuifer/nil
akuifer sehingga
kelimpahan air
tanah sedikit.

Aliran lava bersusun andesit basalt. Kelulusan berkisar antara 10


sampai 10-1 m/hari. Merupakan daerah non akuifer.

Merupakan daerah yang


stabil dengan litologi yang
keras dan masiv.

Daerah
nonakuifer/nil
akuifer sehingga
air tanah sangat
sedikit/jarang.

KETERANGAN

POTENSI

SANGAT BAIK
Terdiri dari batuan volkanik muda tak terpisahkan, terdiri dari tufa
batuapung pasiran, lahar breksi tufaan dan lava andesit basalt.
Kelulusan umumnya berkisar antara 0,8 sampai 36,4 m/hari. Luah
Sumur antara 5 25 liter/detik.

BAIK
Terdiri dari batuan volkanik muda tak terpisahkan, terdiri dari tufa
batuapung pasiran, lahar breksi tufaan dan lava andesit basalt.
Kelulusan umumnya berkisar antara 0,8 sampai 36,4 m/hari. Luah
Sumur kurang 5 liter/detik.

SEDANG

KENDALA

BURUK

SANGAT BURUK
-4

PETA BENCANA

PETA ANALISA PERKEMBANGAN KAWASAN BERBASIS GEOLOGI

TABEL KESIMPULAN
Kolom Penilaian
Tinggi

Sedang

Rendah

Keterangan
Bentang alam pada daerah tersebut
berupa dataran. Pada daerah ini memiliki
daya dukung tanah yang tinggi dengan
litologi daerah endapan muda-tua, lahar,
bersusunan
basal-andesit
sehingga
kemudahan pengerjaan yang dilakukan
sulit (bernilai rendah). Kelulusan umumnya
berkisar antara 0,8 sampai 36,4 m/hari.
Luas Sumur berkisar 25 - 5 liter/detik.
Kawasan
ini
sangat
baik
untuk
perkembangan kawasan terpadu, baik
pemukiman maupun hunian wisata.
Bentang alam pada daerah tersebut
merupakan
daerah
perbukitan
yang
memiliki daya dukung yang sedang dengan
litologi daerah ini berupa batuan sedimen
yang terdiri dari batupasir, batugamping,
serta batulempung-napal sehingga daerah
terebut
memiliki
tingkat
kemudahan
pengerjaan yang cukup mudah atau bisa
dikatagorikan sedang, Kelulusan berkisar
antara 10-4 sampai 10-1 m/hari dengan luah
sumur kurang dari 5 liter/detik. Kawasan
ini dapat dikembangkan menjadi kawasan
wisata alam, dengan bentuk morfologi
bergelombang yang memberikan view
yang baik.
Bentang alam pada daerah tersebut
merupakan daerah pegunungan yang
memiliki daya dukung yang sangat tinggi
dengan
litologi
ini
berupa
batuan
gunungapi, lava sehingga memiliki daya
dukung yang sangat tinggi serta tingkat
kemudahan pekerjaannya sangat rendah
karena memiliki litologi yang sangat