Anda di halaman 1dari 7

Penawaran Inelastis Sempurna (Elastisitas = 0)

Inelastis sempurna adalah elastis yang bernilai nol, artinya berapa pun harganya, jumlah produk
yang ditawarkan tetap.
Penawaran Inelastis (Elastisitas = < 1)

Elastisitas penawaran dapat dikatakan inelastis jika persentase perubahan jumlah produk yang
ditawarkan lebih kecil dari persentase perubahan harga produk.
Penawaran Elastis Uniter (Elastisitas = 1)

Elastisitas penawaran dimana persentase perubahan jumlah produk yang ditawarkan sama
dengan persentase perubahan harga produk.
Penawaran Elastis (Elastisitas > 1)

Elastisitas penawaran bisa dikatakan elastis jika persentase perubahan jumlah produk yang
ditawarkan lebih dari persentase perubahan harga produk.
Penawaran Elastis Sempurna (Elastisitas = ~)

Elastisitas sempurna merupakan gambaran bahwa para penjual hanya mau menjual semua
produk pada harga tertentu saja dan tidak akan menjual produk tersebut pada harga lain.
Dalam beberapa pasar, elastisitas penawaran tidak lagi tetap melainkan bervariasi di sepanjang
kurva penawaran. Kurva di bawah ini menunjukkan kasus umum untuk sebuah industri dimana
perusahaan memiliki pabrik dengan kapasitas produksi yang terbatas.

b. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)


Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain. Elastisitas silang (Ec) mengukur
persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain
sebesar satu persen. Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga
barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang
berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

Ex1y(+)>x1y>substitusi
Ex1y (-) > x1y > komplementer

c. Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)


Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumen akan
berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur
dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan
membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan
pendapatan.

em I > Barang mewah


I > em > O > Barang primer
em = (-) > Barang inferior (bermutu rendah)
d BUDGET LINE DAN KEPUASAN OPTIMAL
Budget Line (Garis Anggaran Pengeluaran) adalah garis yang menunjukkan berbagai
gabungan barang-barang yang dapat dibeli oleh sejumlah pendapatan tertentu. (Batas keuangan
konsumen untuk membeli).
Faktor yang dapat merubah Budget Line :
1.

Perubahan Harga. Jika harga suatu barang naik, maka Budget Line akan mengarah ke titik

Origin dan jika harga suatu barang turun, maka Budget Line akan bergeser menjauhi titik 0.
2.

Perubahan Pendapatan. Jika pendapatan naik, Budget Line akan bergeser ke kanan/

menjauhi titk Origin. Dan sebaliknya.

Seorang konsumen akan mencapai tingkat kepuasan maksimum dengan syarat bahwa dia
mencapai titik dimana Bugdet Line menyinggung Indefference Curve. Dengan diketahuinya
citarasa konsumen (yang ditunjukan oleh Kurva Kepuasan Sama = IC/ Indefference Curve) dan
berbagai gabungan barang yang mungkin dibeli konsumen (yang ditunjukkan oleh Budget Line)
dapatlah sekarang ditunjukkan keadaan dimana konsumen akan mencapai kepuasaan yang
maksimum. Untuk maksud tersebut perlu Garis Anggaran Pengeluaran (BL) dan Indefference
Curve (IC) digambarkan dalam satu grafik.

Indefference Curve mempunyai karakteristik:


1). Selera konsumen terhadap barang tertentu dianggap konsisten, akibat dari asumsi ini adalah
kurva indeference tidak pernah bersinggungan berpotongan (intersection) satu sama lain.
2). Individu atau konsumen lebih menyukai barang dengan jumlah yang lebih banyak dari pada
jumlah yang lebih sedikit, sehingga akibat dari asumsi ini adalah kurva indeference berslope
negatif, yang merfleksikan prinsip umum dimana individu akan mengorbankan baraang untuk
mendapatkan barang yang mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
3) Kurva indifference menggambarkan efek subtitusi antara barang satu dengan barang lainnya.
Misalnya X dan Y mempunyai efek subtitusi 1:2 maka satu kenaikan barang X akan
menyebabkan penrurunan dua unit barang Y.

Tidak hanya kepuasan optimum yang bisa dicapai menggunakan kurva garis anggaran, namun
solusi optimal juga bisa didapatkan dengan memperhatikan garis anggaran. Diantaranya:
a.

Memaksimalkan tingkat kepuasan pada garis anggaran tertentu.

Ketika

seseorang

dihadapkan

pada

suatu

garis

anggaran

tertentu

dan

ia

hanya

memiliki sejumlah uang. Maka sebagai solusi ia harus memilih kombinasi yang bisa
mendapatakan kepuasan yang maksimum dengan menghabiskan seluruh dana yang tersedia.
b.

Minimalisasi garis anggran pada tingkat kepuasan tertentu.

Ketika seseorang telah merasa puas dengan hanya mengonsumsi sejumlah tertentu barang. Maka
lebih baik ia menggunakan kombinasi yang memiliki kepuasan sama dengan yang lain namun
menggunakan dana yang lebih rendah.