Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Gerak dan dinamika kehidupan tidak dapat lepas dari berbagai
penyimpangan-penyimpangan sifat dan tingkah laku seseorang baik yang
terjadi akibat pengaruh dari lingkungan sekitarnya maupun terjadi akibat
perkembangan zaman yang bersifat negatif dan tidak diikuti dengan
perkembangan moral setiap individu. Hal ini dapat menyebabkan peluang
seseorang untuk melakukan penyimpangan sifat dan tingkah laku menjadi
besar.
Masalah yang sekarang ini sudah dinyatakan sebagai bencana nasional
adalah penggunaan narkoba yang tidak tepat dan berlebihan . Dimana
masalah ini merupakan suatu penyimpangan negatif yang dapat merugikan
bagi diri pemakai, masyarakat, negara, dan semua aspek kehidupan. Hal yang
disayangkan adalah para pengguna narkoba tersebut sebenarnya orang yang
mengetahui bahaya dari penggunaan obat-obat tersebut, namun demi gaya
hidup mereka rela untuk menanggung semua konsekuensi akibat penggunaan
obat-obatan tersebut.
Tentunya yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran kita
seorang

mahasiswa

sebagai

generasi

muda

penerus

bangsa

dapat

menyelamatkan bangsanya dengan menanggulangi masalah ini. Karena


dengan generasi yang sudah rusak moralnya, mustahil akan terbentuk bangsa
yang baik. Bukan hanya lembaga pemerintahan saja yang memiliki tanggung
jawab dalam memberantas narkoba ini, melainkan mahasiswa pun harus
berperan aktif. Karena berdasarkan survey yang telah dilakukan oleh Badan
Narkotika Nasional, para pemakai narkoba sebagian besar berusia 20 29
tahun.

Berdasarkan uraian di atas, maka terlihatlah bahwa semua pihak


memiliki peranan dan tanggung jawab yang besar dalam pemberantasan
narkoba samapai ke akar-akarnya. Karena untuk membentuk bangsa yang
baik

diperlukan moral warga

negara yang baik. Karena hal

inilah

maka penulis terdorong untuk


melakukan

peninjauan

mengenai

peran

semua

pihak

dalam

pemberantasan narkoba terutama untuk mahasiswa karena kita berada pada


ruang lingkup kehidupan mahasiswa. Hal inilah yang menjadi bahan
penulisan makalah ini dengan judul :
BAHAYA NARKOBA BAGI GENERASI MUDA
I.2 Rumusan Masalah
Perumusan

masalah

dilakukan

terhadap

topik

bahasan

dan

menyatakan masalah yang akan dibahas, pentingnya pemecahan masalah, dan


perumusan rinci tentang permasalahan tersebut. Perumusan masalah yang
baik akan menjadi arahan dan pembatas yang jelas bagi setiap tahap
pembahasan masalah yang akan dilakukan.
Berdasarkan uraian sebelumnya, diperoleh pokok permasalahan
penelitian ini yaitu:
1. Penyebab penyalah gunaan Narkoba pada generasi muda.
2. Dampak negatif penyalahgunaan Narkoba pada generasi muda.
3. Kiat mengatasi penyalahgunaan Narkoba pada generasi muda.
I.3 Tujuan Pembahsan
Penulisan karya ilmiah dimaksudkan memberikan informasi secara
konferhenship kepada pembaca tentang narkoba serta bahaya kepada generasi
muda. Sehingga para generasi mida berfikir dua kali untuk memakainya,

sebab narkoba dapat merusak masa depan generasi muda yang menjadi
tumpuan harapan orang tua, agama, bangsa dan negara.
Disamping itu penulis juga berharap dengan adanya karya tulis ini,
dosen mata kuliah Bahasa indonesia kiranya memberikan nilai yamh bail dan
cukup. Sehingga penilaian objektif yang bapak berikan dapat memotifasi
penulis untuk berkarya dan berbuat yang lebih baik di masa akan datang.
I.4 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat di petik dalam penelitian ini adalah :
1. Agar generasi muda mengetahui bahaya narkoba terhadap mahasiswa serta
cara mengatasi dan menanggulanginya.
2. Memberikan motifasi kepada generasi muda agar mampu menghindari
bahaya narkoba sedini mungkin.
I.5 Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun manfaat yang dapat di petik dalam penelitian ini adalah :
1. Penelitian dalam penulisan ini hanya dilakukan dengan metode survey,
yang berasal dari hasil pengumpulan data, observasi dan studi literature.
2. Pembahasan berasal dari tinjauan pustaka dan analisa-analisa yang
dibutuhkan dalam menghasilkan sebuah pola pikir positif tentang bahaya
narkoba.

BAB II
LANDASAN TEORI
II.1 Pengertian Narkoba
Narkoba merupakan sinkatan dari NARkotika, PsiKOtropika dan
BAhan lainnya. Narkoba adalah obat, bahan atau zat, bukan makanan, yang
jika masuk ke dalam tubuh manusia, berpengaruh terutama pada kerja otak
(susunan syaraf pusat). Hal ini sesuai dengan surat edaran Badan Narkotika
Nasional No.SE/03/IV 2002 tentang NARKOBA. Narkotika merupakan zat
atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang disintesis
maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilang
rasa nyeri sampai ketergantungan.
Berdasarkan bahan asal narkotika, terbagi kedalam 3 golongan:
a. Alami
Zat atau obat yang berasal dari bahan alam tanpa proses fermentasi,
sintesis, maupun yang lainnya. Contohnya ganja, opium, daun koka, dan
lain-lain.di dalam Undang-undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika,
narkotika yang berasal dari bahan alam tidak boleh digunakan untuk
terapi. Contohnya termasuk golongan I : ganja, opium, daun koka, dan
lain-lain.
b. Semi sintesis
Zat atau obat yang berasal dari proses ekstraksi maupun isolasi. Golongan
ini terdapat pada Undang-undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika,
narkotika yang berasal dari bahan alam tidak boleh digunakan untuk
terapi. Contohnya termasuk golongan II : morfin, heroin, kodein,dan lainlain.
c. Sintesis
4

Zat atau obat yang berasal dari sintesis untuk keperluan medis dan
penelitian. Contoh jenis obat : Amfetamin, Deksamfetamin, phentidin,
meperidin, Metadon, Dipipanon, Dekstropakasifen, LSD.
Contoh bahan aditif adalah nikotin di dalam rokok, alkohol di dalam
minuman keras. Disebut bahan aditif, karena bisa menyebabkan
ketergantungan.
1. Jenis Narkoba
Berdasarkan pengaruh pada otak:
a. Narkoba yang menghambat kerja otak dan memperlambat aktivitas
tubuh disebut depresansia. Orang menjadi mengantuk, tenang, rasa
nyeri dan stress hilang. Contoh candu, morfin, heroin, obat penenang
lainnya.
b. Narkoba yang mengacu kerja otak dan meningkatkan aktivitas tubuh
disebut stimuansia. Orang menjadi riang gembira dan aktivitas tubuh
meningkat. Contoh : kokein, kafein, nikotin, shabu, ektasi.
c. Narkoba yang menyebabkan khalusinasi disebut halusinogenika. Orang
dapat berhalusinasi. Contoh LSD, ganja.
Jenis narkotik:
a)

Ganja
Ganja memiliki bentuk seperti tanaman yang dikeringkan dan
berwarna hijau tua. Tetapi apabila sudah lama akan berwarna
cokalat. Daun ganja mengandung zat THC yaitu zat yang dapat
menyebabkan seseorang berhalusinasi.
Penggunaan ganja dapat menyebabkan kencangnya denyut
jantung, suhu badan turun, meningkatnta nafsu makan, santai, tenang
seperti melayang-layang, malas, apatis, dan lain-lain. Penggunaan
yang lama akan meyebabkan ganguan kejiwaan.

b)

Kokain

Kokain memiliki bentuk bubuk, daun koka, buah koka,


kokain

kristal

dan

cairannya

berwarna

putih.

Efek

dari

menggunakan kokain adalah tidak bergairah bekerja, tidak bisa


tidur, tidak nafsu makan
c)

Morfin
Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan
merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfina
bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa
sakit. Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran,
euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfina juga
mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan
konstipasi.

Morfina

menimbulkan

ketergantungan

tinggi

dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien ketergantungan morfina juga


dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
d)

Heroin
Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah
namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui
asetilasi.

Bentuk

kristal

putihnya

umumnya

adalah

garam

hidroklorida,diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan


kecanduan
2. Pengaruh
Orang yang menggunakan NARKOBA biasanya tidak memikirkan
apa yang akan terjadi setelah memakai narkoba. Jika awalnya
menggunakan narkoba, orang akan merasa gembira, hilang rasa sakit
maupun stress. Setelah itu, tubuh orang tersebut akan menjadi murung,
cemas, gelisah, sulit tidur.

II.2 Penyalahgunaan Narkoba

Karena pengaruhnya kepada kerja otak, segera setelah memakai


narkoba bias timbul

rasa nikmat seperti rsa senang, tenang, rileks dan

perasaan melambung atau high. Persaan itulah yang dicari mula mula
oleh pemakainya. Itu sebabnya narkoba disalahgunakan.
Ternyata setelah mengalami persaan yang disebutkan diatas, pengruh
sebaliknya muncul seperti gelisah, cemas dan susah tidur, sehingga pemakai
ingin memakai narkobalagi.
Jika dipakai berulang ulang menjadi kebiasaan dan menyebabkan
ganguan kesehatan pada tubuh pemakainya, serta perubahan prilaku dan
perasaannya. Ketergantungan narkoba adalah keadaan penyalah gunaan
narkoba yang berat. Orang sulit mengendalikan pemakaiannya, jika
pemakainnya dihentikan atau jumlahnya dikurangi mak timbul gejala putus
zat. Yang dimaksud dengan putus zat dapat dimisalkan seseorang
ketergantungan heroin dan pemakaiannya dihentikan atau jumlahnya
dikurangi ia akan mengalami gejala seperti flu berat, mata berair, bulu roma
berdiri, berkeringat, sakit perut dan tidak bias tidur. Ketergantungan
menyebabkan perilaku berubah. Hubungan dengan orang tua dan teman
teman rusak. Minat dan cita cita hilang, dll.
Kebiasaan dibangun secara bertahap. Setelah jangka waktu tertentu
hal itu membawa pengaruh pada kesehatan, bergantung pada jenis, jumlah,
cara pemakaian dan lama pemakaian.

BAB III

PEMBAHASAN

III.1 Penyebab Penyalahgunaan Narkoba pada generasi Muda


Penyebab penyalahgunaan narkoba pada generasi muda dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal.
Oleh karena itu penulis dapat memaparkan faktor-faktor tersebut sebagai
berikut :
1. Faktor Internal (yang berasal dari diri seseorang)
a. Keluarga
Jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (Broken
Home) maka maka seseorang akan mudah putus asa dan frustasi.
Akibat lebih jauh, seseorang akan mencari kompensasi di luar rumah
dengan menjadi konsumen narkoba.
b. Ekonomi
Kesulitan untuk mencari pekerjaan akan menimbullkan
keinginan untuk bekerja menjadi pengedar narkoba. Seseorang yang
ekonomi cukup mampu, tetapi kurang cukup perhatian dari keluarga
atau masuk dalam lingkungan yang salah lebih mudah terjerumus jadi
pengguna narkoba.
c. Kepribadian
Apabila kepribadian seseorang labil, kurang baik, dan mudah
di pengaruhi orang lain maka lebih mudah terjerumus ke jurang
narkoba.

2. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar seseorang)


8

Faktor yang cukup mempengaruhi seseorang dari luar adalah


a.

Pergaulan
Teman sebaya mempunyai pengaruh cukup kuat bagi
terjerumusnya seseorang kelembah narkoba, biasanya berawal dari
ikut-ikutan teman. Terlebih bagi seseorang yang memiliki mental
dan kepribadian yang cukup lemah, akan mudah terjerumus.

b.

Sosial / Masyarakat
Lingkungan masyarakat yang baik terkontrol dan memiliki
organisasi yang baik akan mencegah terjadinya penyalahgunaan
narkoba
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk

pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan mulai dari


keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin
melupakan persoalan, dan lain-lain. Maka narkoba kemudian disalah
gunakan. Penggunaan terus menerus dan berkelanjutan akan menyebabkan
ketergantungan atau disebut juga ketergantungan.
III.2 Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba pada generasi Muda
Bila narkoba digunakan secara terus menerusatau melebihi takaran
yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan
inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena
terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat (SSP) dan organ-organ dalam
tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak

penyalahgunaan

narkoba

pada

seseorang

sangat

tergantung pada jenis narkoba yang di pakai, kepribadian pemakai dan


situasi atau kondisi pemakai. Secara umum dampak kecanduan narkoba
dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

10

1. Dampak Fisik
-

Gangguan pada sistem saraf (neurologis) seperti : kejang-kejang,


halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan saraf tepi.

Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti


infeksi akut otot jantung, dan gangguan peredaran darah.

Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti penanahan (abses), alergi


dan eksim.

Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti penekanan fungsi


pernafasan, kesukaran bernafas, dan pengerasan jaringan paru-paru.

Sering sakit kepala, mual dan muntah-muntah, suhu tubuh


meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.

Dampak terhadap sistem reproduksi adalah gangguan pada endokrin,


seperti penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron,
testoteron) serta gangguan fungsi seksual.

Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan


antara lain perubahan priode menstruasi, dan amenhore (tidak haid)

2. Dampak Psikis dan Sosial bagi pemakai narkoba antara lain :


a.

Lamban dalam kerja, ceroboh kerja dan sering tegang dan gelisah.

b.

Hilang kepercayaan diri, apatis, penghayal, dan penuh curiga.

c.

Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.

d.

Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

e.

Gangguan mental, anti sosial dan asusila, dan di kucilkan oleh


lingkungan.

f.

Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.


Dampak fisik, psikis dan sosial sangat berhubungan erat.

Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw)
bila terjadi putus obat. Dan berupa psikologis berupa keinginan sangat kuat
untuk mengonsumsi. Gejala fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan

11

gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri,


pemarah, dan lain sebagainya.
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa
anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anakanak dan remaja akan membentuk perkembangan diri seseorang tersebut di
masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena
narkoba, maka akan suram bahkan akan hancurlah masa depannya.
III.3 Kiat Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba pada generasi Muda
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba dikalangan pelajar,
sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini
semua pihak termasuk orang tua, dan masyarakat harus turut berperan aktif
dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Adapun
upaya-upaya yang lebih kongrit yang dapat dilakukan adalah melakukan
kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan
tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara
rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua itu sendiri dengan
memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah-sekoalah harus
melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya
karena biasanya penyebaran narkoba sering terjadi di sekitaran lingkungan
sekolah. Yang tak kalah penting adalah pendidikan moral dan keagamaan
harus lebih di tekankan kepada generasi muda. Karena salah satu penyebab
terjerumusnya generasi muda kedalam lingkaran setan ini adalah
kekurangan pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap. Sehingga
perbuatan tercela akan mereka jalani.
Banyak hal yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja
menyalah gunakan narkoba. Ada tiga tingkatan intervensi yaitu :

12

1.

Primer
Sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan,
penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melaliu
keluarga, dll.

2.

Sekunder
Pada

saat

penggunaan

sudah

terjadi

dan

diperlukan

upaya

penyembuhan. Fase ini meliputi fase penerimaan awal antara 1-3 hari
dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan fase detoksifikasi
dan terapi komplikasi medik, antara 1-3 minggu untuk melakukan
pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3.

Tersier
Yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan
dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas fase
stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan kembali ke
masyarakat,

agar

mantan

penyalahguna

narkoba

mampu

mengembangkan kehidupan yang bermakna dalam masyarakat, tahap


ini biasanya berupa kegiatan konseling , membuat kelompok-kelompok
dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif yang bermakna.
Dengan berbagai upaya tersebut diatas, penulis optimis kepada
generasi muda akan terjaga dan terawasi dari penyalahgunaan dan bahaya
narkoba, sehingga harapan semua komponen masyarakat untuk menciptakan
generasi muda yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat
terealisai dengan baik.

13

BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
Dari uraian makalah yang diuraikan kami menyimpulkan bahwa
terjadinya penyalahgunaan narkoba pada generasi muda dapat disebabkan
oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Terapi pada
akhirnya narkoba dapat menghancurkan masa depan, sehingga dibutuhkan
kepedulian orang tua, insan pendidik, tokoh masyarakat, dan instansi
pemerintah dalam membina generasi muda agar mereka bisa hidup sehat
tanpa narkoba.
Sebagai anak bangsa yang menjadi tumpuan orang tua, masyarakat,
agama dan negara sudah saatnya kita berkata, Katakan Tidak Pada
Narkoba. Dengan tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba kita bisa
lebih berprestasi dan mandiri. Jangan kita sia-siakan masa depan yang lebih
baik hanya karena ingin mendapatkan kenikmatan sesaat yang dapat
menghancurkan fisik dan mengganggu kesehatan mental dengan mencobacoba menggunakan narkoba.
IV.2 Saran
Kami menadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
hal ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu yang melekat dalam diri kami.
Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun akanlah sangat
membantu dalam penyempurnaan makalah ini.
Semoga kita terhindar dari bahaya narkoba, mari kita isi waktu luang
dengan kegiatan yang bermanfaat yang dapat meningkatkan kwalitas diri
kita .

13

14

DAFTAR PUSTAKA
Badan Narkotika Nasional RI. 2008. Pedoman Pencegahan Penyalahgunaan
Narkoba bagi Pemuda. Jakarta: Badan Narkotika Nasional RI
Badan Narkotika Nasional RI. 2003. Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
(Penyebab, Pencegahan dan Perawatannya). Badan Pendidikan
Pencegahan dan Kampanye Penyadaran akan Bahaya Penyalahgunaan
Narkoba bagi Remaja. Jakarta: Badan Narkotika Nasional RI
Departemen Sosial. 2004. Narkoba Permasalahan Dampak dan Pencegahan
Panduan untuk Remaja dan Tokoh Pemuda. Jakarta: Departemen Sosial
Darman Flavianus. 2006. Mengenali Jenis dan Efek Buruk Narkoba Edisi Ke-1,
Jakarta: Visimedia
Gunarsa, Singgih. 2000. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung
Mulia Jakarta.
Libertus Jehani & Anto dkk. 2006. Mencegah Terjerumus Narkoba Edisi Ke-1.
Jakarta: Visimedia.
Partodiharjo Subagyo dr. 2006. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya.
Jakarta: Esensi
Suryono Siswanto. 2001. Penanggulangan Bahaya Narkoba: Media Informasi
dan Edukasi Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta: Kemitraan Peduli
Penanggulangan Bahaya Narkoba.
Tanjung Mastarain H. BA. 2010. Hidup Indah Tanpa Narkoba Edisi ke-2.
Jakarta: Letupan Indonesia

14