Anda di halaman 1dari 2

Manajemen Tim

Dalam mengelola suatu perusahaan tentu diperlukan manajemen tim yang


baik dan solid. Hal ini di perlukan supaya usaha dapat berjalan sesuai dengan yang
diinginkan. Selain itu manajemen yang baik juga bisa membangun suasana
perusahaan menjadi lebih hangat. Untuk itu perlu dibentuk suatu struktur Organisasi
yang dapat membantu pengelolaan usaha menjadi lebih mudah. Secara umum,
sebelum memulai usaha biasanya dibentuk terlebih dahulu struktur organisasi, yang
terdiri dari Direktur Utama, Marketing, dan Karyawan.
Direktur Utama bertugas untuk mengontrol seluruh kegiatan produksi,
distribusi, pemasaran, dan keuangan, serta membuat rencana dan strategi untuk
mengembangkan usaha. Direktur juga bertanggung jawab terhadap segala sesuatu
yang terjadi di perushaan. Marketing bertugas untuk menganalisis pasar dan
promosi produk. Menurut Sumardjo (2009), penentuan segala sesuatu sebelum
dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran meliputi: tujuan, strategi, kebijaksanaan
serta taktik yang dijalankan. Tujuannya meniadakan ketidakpastian masa datang bila
ada perubahan - perubahan karena situasi dan kondisi perusahaan maupun diluar
perusahaan maupun diluar perusahaan tidak menentu. Karyawan bertugas untuk
melaksanakan operasional perushaan.
Pengorganisasian merupakan salah satu aspek yang penting dalam suatu
studi kelayakan proyek. Manajemen proyek dibentuk untuk merealisasikan kegiatan
proyek yang telah direncanakan dalam studi kelayakan bisnis pada jangka waktu
tertentu. Kegiatan manajemen proyek berhubungan dengan pembangunan fisik
sebelum usaha berlangsung. Pengorganisasian dalam proyek akan memperjelas
struktur organisasi yang berfungsi memberikan susunan dan hubungan-hubungan
antar komponen bagian dan posisi dalam suatu organisasi (Gittinger dan Hamming,
2003).
Rencan design produk dan pengembangan
Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur.
Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan harga jual dari
produk, sehingga dapat meningkatkan keuntungan. Akan tetapi, desain produk yang
gagal mengakibatkan produk tidak terjual. Hal ini, akan menimbulkan kerugian tidak
hanya dibidang desain saja, bidang yang lain pun akan terkena pengaruhnya.

Desain produk yang baik, harus memenuhi 3 (tiga) aspek penting yang sering
disebut segitiga aspek produk, yaitu kualitas yang baik, biaya rendah, dan jadwal
yang tepat. Selanjutnya segitiga aspek produk di atas dikembangkan menjadi suatu
persyaratan dalam desain, yaitu desain harus dapat dirakit, didaur ulang, diproduksi,
diperiksa hasilnya, bebas korosi, biaya rendah, serta waktu yang tepat. Untuk itu
dalam mendesain suatu produk, harus memperhatikan secara detail tentang fungsifungsi dari produk yang didesain. Guna mengetahui secara rinci tentang fungsi
produk, dapat dilakukan dengan beberapa metode pendekatan, mulai dari metode
yang sederhana hingga metode yang advance (Batarfie, 2006).
Menciptakan produk tentu harus diikuti dengan kemasan yang menarik. Produk in
dikemas menggunakan kemasan yang menarik untuk kalangan ibu-ibu. Untuk
pengembangan dalam jangka pendek, kami akan bekerjasama dengan industri
catering sebagai salah satu menunya, dan toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Daftar Pustaka
Batarfie, M.U.A. 2006. Analisis Pengendalian Mutu pada Proses Produksi Air Minum
dalam Kemasan (AMDK) SBQUA (Studi Kasus di PT Sinar Qua, Pajajaran
Bogor). Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Gittinger, S. dan Hamming, H. 2003. Studi Kelayakan Investasi Proyek dan Bisnis.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Sumardjo. 2009. Pemberdayaan masyarakat dalam Sistem Agribisnis. Disampaikan
dalam Stadium General, Mei 2009 di Universitas Ageng Tirtayasa, Serang,
Banten.